
Semalaman Zayan dan Okta terus mencari keberadaan Elnara. Hingga subuh menjelang, kedua pria itu akhrinya menemukan titik terang di mana keberadaan Elnara.
Dengan segera Zayan, Okta dan beberapa bodyguard yang sengaja mereka sewa menuju tempat di mana Elnara disekap.
Tangan Zayan mengepal ketika melihat sebuah bangunan reot yang terlihat begitu tua dan sangat tidak terawat. Dari jauh bisa Zayan lihat ada sosok Fian yang tengah tertidur di atas kursi.
Tanpa banyak kata Zayan segera berlari menuju Fian dan menghajar pria itu tanpa ampun. Fian yang tidur tentu saja merasa syok karena menerima pukulan yang tiba-tiba.
"Beraninya kamu menyentuh istri saya!" tanpa ampun Zayan memukul Fian yang tidak bisa melakukan perlawanan.
Okta segera melerai karena merasa Zayan hanya membuang tenaganya.
"Berhenti Zayan, biar dia jadi urusan gue. Lo cari El di dalam," ucapan Okta segera menyadarkan Zayan bahwa ada yang lebih penting.
Segera Zayan melepaskan Fian dan masuk ke dalam bangunan reot itu. Sepeninggalnya Zayan, Okta mengambil alih Fian yang sudah terlihat lemas.
"Ini buat lo yang berani menyentuh El!" satu pukulan mendarat diwajah Fian.
"Ini buat lo yang sudah berani menculik El!" kembali Okta memukul Fian yang sudah begitu tidak berdaya.
"Ini buat lo yang sudah berani menyakiti El!" sekali lagi Okta memukul Fian dengan keras membuat pria itu jatuh tersungkur ke tanah.
Okta sudah akan kembali memukul Fian ketika sebuah tangan menariknya menjauh. Itu adalah Genta yang baru datang menyusul ketika Zayan memberi kabar.
"Biarkan Papi yang mengurusnya, Papi akan membuatnya sadar kalau dia bermain-main dengan orang yang salah." Ujar Genta yang kemudian menarik kasar Fian dan melemparkan tubuh lemah itu ke arah bodyguard yang berjaga.
"Bawa dia ke kantor polisi, saya sudah menghubungi pengacara saya!" perintah Genta dengan nada tegas.
Genta sudah menyiapkan semuanya, dia akan menggunakan kekuasaannya untuk membuat Fian masuk ke dalam penjara dan menerima hukuman yang berat.
Fian benar-benar mengambil langkah yang salah karena menyentuh dan menyakiti Elnara sama saja membangunkan singa yang tidur. Di penjara nanti akan ada hukuman yang sudah menanti Fian, membuat pria itu merasa begitu menyesal.
*
Zayan masuk ke dalam bangunan reot itu dan begitu terkejut mendapati ruangan yang gelap dan begitu lembab. Ini bangunan lama dan tentu saja tidak ada listrik di dalam bangunan ini.
"Elnara!" panggil Zayan sembari menyalakan senter yang memang sengaja dia bawa.
Zayan menyusuri dan betapa terkejutnya dia mendapati Elnara yang sudah tidak sadarkan diri. Zayan segera berlari mendekat, kemudian memeluk erat tubuh Elnara yang begitu dingin.
"Elnara, bangun! Sayang, bangun ... Mas sudah datang menyelamatkanmu!" Zayan mengguncang pelan tubuh lemah Elnara, akan tetapi tidak mendapat respon apapun.
Dengan segera dia menggendong Elnara dan membawa sang istri ke luar. Okta dan Genta sudah berdiri menunggu dengan perasaan cemas.
"Ke rumah sakit!" Perintah Zayan yang segera masuk ke dalam mobil diikuti oleh Okta dan Genta.
Di dalam mobil, Zayan terus memeluk Elnara dengan erat sembari membisikkan kata-kata agar Elnara segera membuka matanya.
Tidak ada respon apapun dari Elnara, tubuhnya begitu lemah dan wajahnya sangat pucat. Zayan bergetar ketakutan, dia tidak mau kehilangan Elnara.
Sesampainya di rumah sakit, Elnara segera diperiksa oleh Dokter. Ketiga pria itu berdiri menunggu dengan perasaan cemas, mereka berharap Elnara baik-baik saja. Tidak lama Dokter yang memeriksa Elnara keluar.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Zayan tidak sabar.
"Kondisi pasien sangat lemah dan syukurlah pasien sudah sadarkan diri. Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan, sebaiknya temuilah Dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut."
Zayan berdiri membeku, masih mencerna ucapan sang dokter.
"Maksud Dokter putri saya hamil?" tanya Genta yang sadar akan maksud ucapan sang dokter.
"Saya tidak bisa memastikannya karena itulah segera temui dokter kandungan."
Genta segera menyadarkan Zayan yang masih bediri membeku. OKta yang sedari tadi hanya menyaksikan segera mendekat dan menuntun Zayan masuk ke dalam ruangan.
Mereka harus menemui Elnara kemudian memeriksa kandungan wanita itu. Dalam diam ketiganya beroa semoga mereka mendapatkan kabar baik.
*
*
*
To Be Continued ~~>>
Yuk, mampir ke novel keren di bawah ini. Jangan lupa dukung karyanya ya 😉👇
Judul : Gadis Kesayangan Tuan Agra
Author : Nurmay
Blurb :
Bagaimana rasanya di tinggalkan untuk selamanya di hari pernikahan. Hari yang harusnya membuat bahagia, namun itu membuat luka.
Dan gadis cantik itu pun harus menerima cacian dan makian, dan di cap sebagai gadis pembawa sial.
Lalu tiba-tiba, ada seorang laki-laki yang bersedia menikahinya agar membuang kesialan itu. Laki-laki yang tidak dia kenal sama sekali, tiba-tiba menjadi suaminya.
Siapakah Laki-laki itu? Dan bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka? Apakah cinta akan tumbuh di hati mereka?