
Hubungan Okta dan Vika semakin membaik meski keduanya masih merahasiakan hubungan mereka. Sama halnya dengan hubungan Zayan dan Elnara yang semakin membaik.
Zayan semakin membuka diri dan menaruh perhatian pada Elnara yang membuat sang istri selalu merasa berbunga-bunga. Elnara merasa tidak menyesal telah memberi Zayan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka.
Sayangnya, dibalik kebahagian Zayan dan Elnara tentu ada hati yang terluka. Siapa lagi kalau bukan Fian. Berbagai cara akan Fian lakukan untuk memisahkan Zayan dan Elnara, termasuk menghasut Zayan.
"Sore, Pak Zayan." Sapa Fian dengan ramah sembari bergeser memberi ruang bagi Zayan untuk masuk ke dalam lift.
"Sore," balas Zayan datar.
Selama beberapa saat keduanya saling diam, sampai Fian membuka suaranya.
"Gimana keadaan El, Pak?" tanya Fian memecah keheningan.
"Dia baik," jawab Zayan singkat tanpa repot-repot menoleh ke arah Fian.
"Syukurlah, saya sedikit khawatir mengingat El sosok yang pemikir." Perkataan Fian membuat Zayan akhirnya menoleh, menatap pria di sampingnya itu.
"Anda sangat mengenalnya ya," ucap Zayan santai.
"Tentu saja, saya mengenal El sejak dia MABA dan saya seniornya, sayang saya harus ke luar Negeri jadi kami kehilangan kontak."
Zayan tersenyum tipis sebelum menanggapi ucapan Fian, "Anda tahu bahwa setiap orang akan berubah?"
Fian terdiam sejenak sebelum menjawab, "Maksud Pak Zayan, El sudah berubah?"
"Berapa tahun kalian kehilangan kontak? Setahun, dua tahun? Saya yakin selama masa itu Elnara mulai berubah. Contohnya, dia sekarang adalah wanita yang tenang dan dewasa."
Fian tertawa kecil seolah meremehkan ucapan Zayan yang dia dinilai terlalu percaya diri. Bagi Fian, dialah yang lebih mengenal sosok Elnara dibandingkan Zayan.
"Kalian baru menikah satu tahun, saya yakin Pak Zayan tidak terlalu mengenal El. Apa Pak Zayan tahu makanan kesukaan El? Hobi serta cita-cita El? Saya yakin bahkan Pak Zayan tidak tahu hal kecil seperti itu."
Kini ganti Zayan yang tertawa mendengar ucapan Fian. Ucapan pria itu terdengar seperti remaja yang sedang cemburu dan Zayan jelas tidak akan terpancing dengan permainan ini.
"Saya hanya ingin mengatakan ini sekali, apapun yang kamu tahu tentang Elnara itu tidak akan mengubah status Elnara yang merupakan istri sah saya. Sekarang, lebih baik Anda mundur karena tidak akan ada tempat di hati Elnara kecuali untuk saya!"
Zayan menatap Fian dengan remeh kemudian segera pergi meninggalkan Fian yang hanya bisa menatap penuh dendam pada Zayan.
Mendengar ucapan Zayan tadi, Fian semakin ingin menghancurkan hubungan Zayan dan Elnara. Bagi Fian hanya dialah yang pantas untuk Elnara karena cinta tulus yang dimiliki.
*
Zayan terlihat melamun ketika Elnara masuk ke dalam kamar. Suaminya itu seperti memikirkan sesuatu dengan serius.
"Mas Zayan," panggil Elnara lembut.
Zayan menoleh terkejut mendapati Elnara yang sudah duduk di sampingnya.
"Ada apa, Mas?" tanya Elnara.
"Ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya," jawab Zayan pelan.
"Kita sudah menikah selama satu tahun dan sampai saat ini tidak banyak waktu yang kita habiskan bersama. Ini semua salah saya karena mengabaikan kamu."
Elnara tersenyum lembut, memilih diam mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Zayan.
"Menurut kamu, apa tidak terlambat bagi saya mengajak kamu menghabiskan waktu bersama?"
Elnara dibuat terkejut mendengar pertanyaan Zayan yang menurutnya terlalu tiba-tiba.
"Maksud Mas Zayan apa?"
"Honeymoon, kita masih bisakan?"
"Honeymoon? Bulan madu?" tanya Elnara tidak yakin.
"Iya, kamu mau 'kan?"
"Kenapa tiba-tiba, Mas? Apa ada seseorang yang mengatakan hal tidak penting?"
"Tidak, saya hanya berpikir sebaiknya kita menghabiskan waktu bersama. Lagipula minggu depan jadwal saya tidak padat jadi kita bisa bepergian selama beberapa hari."
Elnara tidak tahu harus menjawab apa karena baginya ini terlalu mendadak. Terlalu banyak perubahan pada Zayan belakangan ini yang membuat Elnara tidak bisa mengontrol perasaannya.
"Bagaimana?" tanya Zayan lagi saat Elnara belum menjawab pertanyaannya.
"Baiklah, El setuju. Mungkin kita bisa menghabiskan waktu berdua dan El yakin ini bagus untuk hubungan kita." Ucap Elnara pada akhirnya membuat Zayan tersenyum lembut.
Senyuman Zayan yang begitu lembut membuat Elnara semakin jatuh cinta pada suaminya itu. Sejujurnya, sejak awal menikah Elnara memang ingin merasakan honeymoon seperti pengantin baru pada umumnya.
Meskipun terlambat, tapi bagi Elnara inilah yang terbaik untuk hubungan mereka. Mungkin setelah ini Zayan akan lebih bisa mengutarakan perasaannya seperti yang sudah Elnara lakukan selama ini.
To Be Continue ~~>>
Rekomendasi novel keren dan menarik untuk kalian. Yuk, mampir dan dukung karyanya ya 😊👇
Judul : Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Author : Sendi Andriyani
Blurb :
Perjodohan antara dua keluarga yang membuat Jimmy harus menikahi gadis bernama Alisa, teman sekelasnya.
Jimmy pria dingin, cuek, acuh dan datar harus di hadapkan dengan Alisa yang berkepribadian terbalik dengan Jimmy.
Meski awalnya Jimmy sangat menentang perjodohan itu karena dia masih sekolah, tepatnya kelas 3 SMA, namun pada akhirnya dia mulai bisa menerima Alisa sebagai istrinya.