Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 37 - Honeymoon dan Sebuah Rahasia


Zayan memutuskan mengajak Elnara honeymoon di Paris. Zayan baru mengetahui salah satu keinginan terbesar Elnara adalah menikmati honeymoon di Paris.


Betapa bahagianya Elnara saat mendengar Zayan akan membawanya ke Paris. Gadis itu segera menyiapkan daftar tempat yang ingin dia kunjung. Tingkah kecil Elnara itu membuat Zayan gemas sendiri.


"Jadi, ini tempat yang mau kamu kunjungi selama di Paris?" tanya Zayan setelah melihat catatan kecil Elnara.


"Iya Mas, terlalu banyak ya? Sebenarnya sudah lama El mau ke Paris, tapi Papi nggak izinin El."


"Ngggak perlu semua kita datangin sekaligus, kalau saya ada waktu lagi kita bisa berlibur ke Paris. Saya cuma punya waktu kosong satu minggu, jadi kita nggak bisa mengunjungi semua tempat yang kamu mau kunjungi."


"Serius Mas kita akan ke Paris lagi?" tanya Elnara antusias.


"Tentu, atau kamu mau ke tempat lain?" tawaran yang terdengar menggiurkan untuk Elnara.


"Mas benar-benar baik, suami idaman!" Elnara berseru senang membuat Zayan tertawa kecil.


Zayan merasa begitu bodoh karena telah menyia-nyiakan gadis secantik dan semanis Elnara.


"Ya sudah, kamu packing beberapa baju. Jangan terlalu banyak, kita bisa beli beberapa keperluan di sana. Saya yakin kita akan bawa banyak oleh-oleh."


"Siap boss!" Elnara memberi hormat sembari tertawa kecil, merasa begitu bahagia akan perjalanan bulan madu ini.


*


Okta serta Vika ikut mengantar keberangkatan Zayan dan Elnara. Kedua pasangan itu tidak merasa canggung, berbeda dengan orang tua Elnara yang menatap penuh selidik pada Okta dan Vika.


Mungkin sudah waktunya Okta dan Vika jujur mengenai hubungan mereka. Tidak ada salahnya untuk jujur, lagipula inilah yang terbaik untuk mereka.


"Okta, Vika setelah dari bandara kamu menghadap Papi dan Mami!" perintah Genta yang dibalas anggukan patuh dari Okta dan Vika.


"Mami, Papi kami berangkat dulu." Elnara menyela berusaha memutuskan tatapan penuh selidik dari Genta dan Almira.


"Kalian hati-hati ya, begitu sampai langsung kabari Papi." Ucap Genta memberi pesan sembari mengelus sayang rambut Elnara.


"Siap Papi sayang, ada Mas Zayan yang akan jagain El." Elnara berbisik lirih merasa malu jika Zayan mendengar ucapannya.


Almira maju selangkah, memeluk Elnara dengan erat sembari berbisik pelan.


"Mami harap ada kabar baik," bikin Almira penuh makna.


Elnara tidak menjawab melainkan hanya tersenyum malu disertai pipinya yang merona. Vika menyadari hal itu dan tersenyum menggoda pada Elnara.


"Jangan lupa bikin ponakan buah gue," bisik Vika menggoda Elnara yang semakin malu.


"Sudah, biarkan El dan Zayan berangkat. Ingat kalian harus menelpon sesering mungkin." Genta segera mendorong pelan Elnara dan Zayan agar bebas dari godaan Almira dan Vika.


Keempatnya memilih diam sembari melihat punggung Zayan dan Elnara yang perlahan menjauh. Setelah kedua pasangan itu benar-benar bilang dari pandangan mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. Ada hal penting yang harus mereka bicarakan segera.


Sesampainya di rumah, Okta serta Vika segera duduk dengan patuh dihadapan Genta dan Almira yang memasang wajah serius.


"Seperti yang Papi sama Mami duga, kami kembali berhubungan." Jawab Okta berusaha terlihat santai padahal sebenarnya pria itu cukup gugup.


"Kalian yakin mau kembali bersama setelah apa yang kalian lewati? Terutama kamu Vika, kamu mau kembali bersama pria breng*sek ini?" Almira kembali bertanya tanpa menutupi nada tidak sukanya.


"Iya Mami, Vika hanya mencoba memulai dari awal lagi bersama Mas Okta. Vika berharap kesempatan ini digunakan Mas Okta dengan baik." Jawab Vika sembari menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Almira.


"Kalian sudah sama-sama dewasa, Papi harap keputusan kalian adalah yang terbaik. Untuk kamu Okta, gunakan kesempatan ini dengan baik atau kamu akan kehilangan Vika sekali lagi."


"Iya Papi, Okta akan menggunakan kesempatan ini dengan baik. Okta nggak mau mengulang kesalahan yang sama dan kembali menyakiti Vika."


"Bagus, jadi kapan kalian akan menikah lagi?" tanya Almira langsung tanpa berniat berbasa-basi lagi.


"Mami, kami belum berpikir kearah sana," jawab Vika yang terkejut mendengar pertanyaan Almira.


"Kenapa? Bukannya kalian memutuskan untuk kembali bersama dengan tujuan menikah lagi 'kan?"


"Okta akan segera melamar Vika, secepatnya." ganti Okta yang menjawab dengan penuh keyakinan.


"Bagus, lebih cepat lebih baik. Yang perlu kalian ingat adalah keputusan yang kalian ambil ini apapun hasil akhirnya Mami harap tidak ada penyesalan."


"Okta, jadilah pria baik dan cintai Vika dengan tulus. Papi dan Mami sudah menganggap Vika seperti putri kami sendiri, jadi jangan pernah menyakitinya lagi."


"Iya Papi, Okta akan menjaga dan mencintai Vika dengan sepenuh hati. Maaf karena kesalah Okta dimasa lalu membuat keadaan berantakan."


Genta dan Almira memilih untuk diam, dalam hati keduanya berharap tidak akan ada lagi kegagalan. Sebagai orang tua, mereka berharap Okta tidak mengulang kesalahan yang sama.


To Be Continue ~~>>


Rekomendasi novel untuk kalian. Yuk, mampir dan dukung karyanya ya 😊👇


Judul : CEO and The Twins


Author : ingflora



Blurb :


Wajah mungkin sama, tapi tidak dengan hatinya.


Ian Xander terkejut ketika dikhianati kekasihnya yang cantik Elevika Zarin, yang meninggalkannya demi pria yang lebih kaya.


5 tahun kemudian, Ian menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia. Tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan mantan kekasihnya itu walaupun dia berjilbab, berkacamata tebal dan tidak cantik bernama Noura. Ia jatuh cinta dan mengejarnya. Ia pun kemudian melamarnya.


Namun kemudian ia mengetahui bahwa Noura adalah kembaran Vika, mantan kekasihnya dulu. Saat itu juga ia marah dan berniat balas dendam dengan menyengsarakan Noura.