Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 42 - Sikap Aneh Zayan


Belakangan ini Zayan benar-benar bersikap aneh. Semenjak sembuh dari sakit, Zayan tidak pernah mau jauh dari Elnara. Perubahan itu membuat keluarga mereka bingung, entah apa yang sebenarnya terjadi pada Zayan.


Fanya bahkan terheran-heran menatap sang kakak yang terus menempel pada Elnara, padahal Fanya sengaja mengajak Elnara untuk jalan-jalan berdua. Fanya ingin menikmati waktu berdua dengan Elnara seperti dulu, sayangnya Zayan justru bersikap menyebalkan seperti ini.


"Mas Zayan masih sakti ya?" tanya Fanya menahan kesal pada sang kakak.


"Sudah sembuh kok, Fanya." Jawab Elnara menatap Fanya yang duduk dibelakang dengan wajah cemberutnya.


"Terus ngapain Mas Zayan ikut?" tanya Fanya sewot.


"Saya bosan," jawab Zayan singkat.


"Bosan? Mas bisa urusin kerjaan Mas, biasa juga begitu. Mas ini ganggu quality time sama Mbak El, mending Mas pulang deh."


Elnara hanya tersenyum kecil melihat wajah cantik Fanya yang semakin cemberut.


"Sebenarnya kamu yang ganggu kami, saya cuma mau berdua dengan istri saya. Jadi, lebih baik kamu yang pulang, belajar yang rajin bukan malah jalan-jalan terus."


"Mas Zayan ngeseli!" Fanya hanya mampu berteriak kesal, tidak bisa melawan perkataan Zayan.


"Sudah, lebih baik kita nikmati waktu bertiga. Malah lebih bagus begini, pertama kalinya kita bisa jalan bertiga." Ujar Elnara memberi jalan tengah untuk kakak beradik itu.


Mau tidak mau, Zayan dan Fanya mengangguk setuju. Keduanya tidak sadar jika saat ini mereka seperti tengah memperebutkan mainan untuk mereka kuasa sendiri.


Rupanya pertengkaran kakak adik itu tidak berhenti sampai di sana. Saat makan siang, mereka kembali memperebutkan di mana Elnara harus duduk.


"Mas Zayan ini kenapa sih? Kenapa jadi posesif?" Fanya bertanya dengan kesal setelah kalah dari Zayan.


"Kamu sendiri, kenapa jadi menyebalkan seperti ini? Kalau kamu lupa Elnara ini istri kakak kamu, jadi sikap saya adalah hal yang wajar."


"Mas Zayan salah minum obat ya? Habis sakit kok malah semakin aneh sikapnya," cibir Fanya.


"Bukan saya yang aneh, tapi kamu yang aneh!" balas Zayan tidak mau kalah.


Elnara hanya diam mengamati, dia sudah lelah menjadi penengah keduanya.


"Jangan-jangan kepala Mas habis terbentur ya? Coba deh Mas cek ke dokter, pasti ada yang aneh."


"Fanya," Elnara menegur dengan pelan saat melihat Zayan hendak menjawab.


Mereka bertiga sudah menjadi pusat perhatian pengunjung restoran. Elnara merasa sangat salah menyatukan kakak adik ini.


"Kalau kalian bertengkar terus, lebih baik kita pulang!" tegas Elnara membuat Zayan dan Fanya hanya bisa menutup mulut.


Disisa waktu mereka habiskan dalam damai. Tidak ada lagi pertengkaran karena Elnara berusaha bersikap adil, contoh kecilnya adalah cukup menggandeng keduanya di sisi kanan dan kiri.


*


Hubungan Okta dan Vika belum ada kemajuan. Windi masih teguh akan pendiriannya yang menolak untuk memberi restu. Penolakan terus Okta rasakan, akan tetapi dia tidak menyerah. Okta yakin ada sesuatu yang membuat Windi begitu membencinya.


"Belum dapat restu?" tanya Zayan pada Okta yang berkunjung ke kantornya.


Okta menggeleng lemah sebelum menjawab, "lihat wajah gue aja dia ogah."


"Gue juga merasa ada sesuatu yang gue nggak tahu. Mungkin gue harus cari tahu dulu, pasti ada alasan besar dibalik kebencian Kak Windi."


"Saya akan bantu, kalau perlu saya akan tanya sama Elnara lagi."


"Nggak perlu, gue yakin El nggak akan buka mulut. Gue akan cari cara lain, tolong bantu gue cari orang yang bisa gali info masa lalu Vika dan Kak Windi."


"Kamu tenang saja, saya punya kenalan yang bisa diandalkan."


"Oke ... thanks ya,"


Zayan dan Okta sibuk dengan apa yang tengah disembunyikan oleh Vika dan Windi. Kedua pria itu tidak sadar akan bahaya yang tengah mengintai Elnara.


Elnara merasa diawasi. Beberapa hari ini entah mengapa Elnara merasa ada yang mengawasinya. Dia ingin mengatakan hal ini pada Zayan, tapi mengingat sang suami yang baru saja sembuh membuatnya mengurungkan niat.


Elnara baru saja tiba di rumah ketika ponselnya berbunyi, panggilan masuk dari nomor asing. Didorong rasa penasaran, Elnara mengangkat panggilan tersebut.


"Halo,"


"Halo, ini benar dengan Elnara istri Zayan?"


Elnara tidak menjawab, suara itu terdengar sangat asing, seperti suara wanita paruh baya.


"Halo? Ini benar dengan Elnara 'kan?"


"Iya, benar. Ini dengan siapa, ya?"


Terdengar ******* lega yang membuat Elnara semakin bingung. Siapa sebenarnya wanita asing yang menelponnya ini?


To Be Continue ~~>>


Rekomendasi novel untuk kalian semua. Yuk, mampir dan dukung karyanya ya 😊👇


Judul : Young Mommy


Author : Sa Ekha



Blurb :


Ayana murid baru di sekolah Wismagara jatuh cinta pada anak sulung pemilik sekolah. Ayana pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata Gama juga menyimpan rasa yang sama.


Mereka pacaran dan menjadi pasangan ter the best di sekolah mereka. Kisah cinta mereka sangat manis. Tapi cinta mereka menemui kendala ketika Gama sebentar lagi lulus sekolah. Ayana Taku menjalin hubungan jarak jauh dengan Gama, karena pria itu berencana melanjutkan studi di luar negri. Namun Gama selalu meyakinkan Ayana jika ia akan setia kepadanya.


Ayana pun percaya, hingga di hari kelulusan Gama. Pria itu mengajak Ayana makan malam romantis. Tapi keduanya kebablasan hingga melakukan one night stand hingga Ayana hamil.


Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ayana akan mempertahankan janinnya ? Apakah Gama akan bertanggung jawab ?


Yuk saksikan kisah mereka dalam novel yang berjudul "Young Mommy"