
Elnara merasa sangat pusing, matanya menatap sekeliling ruangan yang tampak gelap. Dia tidak tahu berada di mana, yang bisa dia rasakan hanyalah ruangan gelap, lembab dan berbau debu. Elnara yakin dia berada di sebuah ruangan yang telah lama tidak terpakai.
Tidak lama seseorang masuk, Elnara yakin dia adalah orang yang mengurungnya di ruangan gelap ini.
"Kamu sudah sadar? Aku siapkan makan malam untukmu, makanlah. Tenang saja ini makanan kesukaanmu dan aku tidak menaruh apapun dimakanan ini." Itu suara Fian yang terdengar melangkah mendekat kearah Elnara.
Meski tahu Fian tidak bisa melihatnya, Elnara tetap menatap penuh kebencian pada sosok yang selama ini dia anggap sahabat. Pria itu gila dan Elnara adalah korban kegilaan pria itu.
"Makan El," ucap Fian menyodorkan tempat makan ke hadapan Elnara.
Elnara tidak bereaksi apapun selain menatap penuh benci pada Fian. Tahu bahwa Elnara marah, akhirnya Fian memilih mengalah. Pria itu menaruh tempat makan di samping Elnara dan melangkah pergi begitu saja.
Untuk saat ini Elnara tidak bisa berbuat apa-apa karena selain Fian menjaga di depan pintu, kepalanya juga sangat pusing.
Di luar ruangan, Fian menatap langit malam dengan kosong. Dia tahu perbuatannya salah, tapi Fian tidak rela jika Zayan memiliki Elnara.
Bagi Fian, dialah yang seharusnya memiliki Elnara karena dia yang lebih dulu mengenal dan mencintai wanita itu.
"Nggak ada yang boleh miliki kamu selain aku El, kamu cuma milikku!" ucap Fian seorang diri.
*
Zayan, Genta dan Almira tidak bisa tidur. Ketiganya sibuk mencari info mengenai Elnara. Sambil berdoa mereka terus berusaha mencari siapa orang yang menculik Elnara.
"Bagaimana? Sudah ada titik terang?" tanya Almira yang terlihat begitu lelah.
"Belum, Mi. Zayan sudah memeriksa CCTV sekitar kampus Elnara, tapi semua nihil. Ah, ada satu CCTV di depan kampus yang mati. Kemungkinan kita bisa menemukan petunjuk jika ada CCTV di sana." Jelas Zayan tidak menutupi nada frustasinya.
"Papi sudah minta bantuan teman lama Papi, semoga saja dia bisa menemukan petunjuk." Ujar Genta sembari terus menatap layar ponselnya, berharap ada panggilan masuk dari teman lamanya itu.
Tidak lama ponsel Genta berbunyi, panggilan masuk dari teman lamanya yang merupakan seorang dektektif ternama.
"Bagaimana?" tanya Genta langsung.
"Aku menemukan jejak seseorang yang mungkin tidak akan kamu sangka."
"Siapa? Apakah musuh lama?"
"Bukan, dia adalah teman putrimu. Orang yang kamu kirim ke Sumatera."
"Gimana bisa? Aku sudah mengirimnya ke Sumatera dan menyuruh orang untuk mengawasi setiap pergerakannya."
"Sepertinya kamu kecolongan, ada bukti bahwa dia berhasil kabur dan kemungkinan dialah tersangka utama dalam hilangnya putrimu."
"Baiklah, terima kasih untuk informasinya. Aku akan menghubungimu lagi jika memerlukan bantuan."
Setelah sedikit berbasa-basi, Genta segera memutuskan panggilan. Pria paruh baya itu menghela napas lelah. Dia tidak menyangka bisa kecolongan seperti ini.
"Papi sama Mami istirahatlah, biar Zayan dan Okta yang mengurus ini semua. Jika sudah menemukan tempat Elnara disembunyikan, Zayan akan segera menghubungi Papi dan Mami." Ucap Zayan dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan kedua mertuanya.
Genta dan Almira hanya bisa mengangguk pasrah. Memang lebih baik mereka beristirahat sembari terus berdoa untuk keselamatan Elnara, biarkan Zayan dan Okta yang menyelesaikan masalah ini.
Di sisi lain, terlihat Elnara yang duduk meringkuk memeluk perutnya yang seperti ditujukan ribuan jarum. Kepalanya semakin pusing, dia bahkan tidak yakin kesadaran akan tetap terjaga hingga Zayan bisa menemukannya.
"Mas Zayan, tolongin El ... sakit Mas, perut El sakit sekali ...."
Elnara bergumam lirih sambil terus berharap Zayan bisa segera menemukannya. Rasa sakit diperut dan kepalanya terasa semakin menyiksa.
Napas Elnara melemah, kesadaranpun semakin melemah hingga tidak lama kepalanya terkulai lemas tidak sadarkan diri.
Elnara jatuh pingsan di dalam ruangan gelap, seorang diri tanpa ada yang tahu!
To Be Continue ~~>>
Yuk, mampir ke novel menarik di bawah ini, jangan lupa dukungannya 😉👇
Judul : Kurebut Calon Suamimu
Author : Yeni Sri Wahyuni
Blurb :
Silvia Lestari tertabrak mobil yang di kendarai oleh Devan Alvandra, seorang Pria yang ia kenali adalah calon suami dari mantan sahabat lamanya. Mantan sahabat yang pernah membuat hidup dan reputasinya hancur seketika. Di tinggalkan oleh kekasih sekaligus kehilangan Ayah tercintanya.
Karena kecelakaan yang tak disengaja membuat tulang kaki Silvia mengalami keretakan parah dan tak mampu lagi berjalan dalam waktu yang lama, sehingga Silvia memanfaatkan kondisi itu dan meminta Devan untuk menikahinya sebagai pertanggungjawabannya dan juga sebagai jalan untuk membalaskan dendamnya terhadap sang mantan sahabat.
Akankah Silvia mampu membuat Devan mencintai dirinya, dan berpaling dari Cathrine, mantan sahabatnya sendiri?