Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 44 - Dimana Elnara?


Elnara pulang ke rumah dengan perasaan gamang. Di satu sisi dia ingin menceritakan perihal Linda pada Zayan ,tapi di sisi lain Elnara tidak ingin Zayan menjadi terganggu.


"Ada apa?" tanya Zayan saat mendapati Elnara duduk melamun di atas ranjang.


Elnara menggeleng pelan, terlihat ragu untuk menjawab.


"Nggak ada apa-apa kok Mas, EL cuma lagi mikirin skripsi."


"Mas bisa bantu kalau masalah skripsi, ada yang mau kamu tanyain?" Zayan duduk di samping Elnara menatap lembut pada sang istri yang kini tengah menyesal karena berbohong.


Elnara mengalihkan padangan dan segera memeluk erat Zayan. Dia ingin menyembunyikan kegelisahan hatinya.


"Nanti saja, El cuma butuh pelukan Mas Zayan biar otak El fresh lagi."


Zayan tertawa pelan sebelum akhirnya membalas pelukan Elnara tak kalah erat. Entah mengapa akhir-akhir ini Zayan seolah tidak bisa jauh dari Elnara. Dia merasa perubahan dirinya ini sangat menyebalkan.


"Mas kangen kamu," bisik Zayan mengundang rona malu di wajah Elnara.


Elnara memberi jarak sedikit, menatap wajah tampan Zayan. Tangan Elnara terjulur, mengusap lembut wajah sang suami. Jika Elnara perhatikan, wajah Zayan memang sedikit mirip dengan Linda.


"El bersyukur banget punya suami seperti Mas Zayan, jarang banget ngegombal sekalinya gombal bikin jantung El nggak aman."


Zayan kembali tertawa, Elnara begitu polos dan selalu mengatakan isi hatinya. Dengan lembut Zayan mengecup kening Elnara, menyalurkan rasa sayang lewat kecupan hangatnya.


"Mas Zayan," panggil Elnara pelan.


"Ya?"


"El mau nanya, tapi Mas jangan tersinggung ya."


"Silahkan tanya, Mas nggak akan tersinggung."


Elnara berdeham pelan sebelum bertanya, "apa Mas pernah bertemu Ibu Mas lagi?"


Zayan terdiam sesaat, terlihat dia tidak menyangka Elnara akan bertanya akan hal ini.


"Nggak, bahkan Mas nggak tahu dia ada di mana." Jawab Zayan yang semakin mengeratkan pelukannya pada Elnara.


"Apa yang Mas ingat tentang Ibu Mas?" tanya Elnara lagi.


"Kenangan yang Mas paling ingat adalah dia yang pergi begitu saja tanpa menoleh bahkan saat Fanya menangis memanggilnya."


Elnara bisa merasakan kepahitan dalam cerita Zayan. Dia semakin paham mengapa Zayan enggan untuk mengenang wanita yang melahirkannya itu.


"Kalau suatu saat dia datang dengan penyesalan dan memohon maaf, apa Mas akan memaafkan?"


"Untuk apa? Mas bukan orang baik yang bisa memaafkan dengan mudah, terlebih setiap melihat Fanya yan selalu Mas ingta adalah tangisannya."


Elnara terdiam, memang benar memaafkan bukanlah hal yang mudah terlebih saat luka yang orang itu torehkan tak kunjung sembuh.


"El akan selalu berdoa untuk kebahagiaan Mas dan Fanya. El harap suatu saat nanti Fanya akan mendapat pasangan yang baik dan mencintai dia dengan tulus."


Keduanya terdiam menikmati waktu damai bersama, sambil berharap saat-saat seperti ini akan selamanya mereka rasakan. Semoga tidak akan ada lagi ujian berat untuk hubungan mereka.


*


Hari ini Elnara harus pulang kuliah seorang diri karena Vika sedang mengerjakan tugas tambahan dari dosen. Elnara sedang menunggu taksi online seorang diri sambil memikirkan bagaimana nasib Fian saat ini.


Elnara baru tahu dari Vika jika Fian sudah dimutasi ke kantor cabang yang berada di ujung Sumatera. Sejujurnya, Elnara merasa kasihan dengan Fian karena bagaimanapun mereka telah bersahabat selama ini.


Memang benar kata orang slit sekali menemukan persahabatan pria dan wanita yang tulus tanpa melibatkan perasaan.


Lamunan Elnara terhenti ketika sebuah mobil berhenti di depannya. Elnara tidak mengenali mobil tersebut sampai seseorang keluar dari mobil dan berjalan mendekatinya.


Vika baru saja tiba di rumahnya ketika mendapat telepon dari Zayan. Dia sedikit terkejut karena untuk pertama kali Zayan menelpon dirinya.


"Ada apa, Mas?" tanya Vika setelah mengucapkan salam.


"Kamu sama Elnara? Dia bilang mau ke kantor, tapi sampai sekarang belum datang. Nomornya juga tidak aktif." Suara Zayan terdengar begitu panik membuat Vika dilanda rasa khawatir.


"Mas, El sudah pulang lebih dulu dua jam yang lalu."


"Yang benar kamu? Jangan bercanda, saya benar-benar khawatir!"


"Saya serius Mas, sebentar Mas saya hubungi teman yang lain. Mungkin El mampir ke tempat lain, nanti saya hubungi lagi."


Vika memutuskan panggilan, dengan perasaan khawatir Vika menghubungi satu per satu teman yang cukup dekat dengan Elnara. Jawaban dari mereka semua sama, tidak ada yang bersama Elnara dan terakhir mereka melihat Elnara saat mereka di kelas.


Vika semakin khawatir dan segera mengabari Zayan serta Okta. Tidak biasanya Elnara tidak seperti ini, rasa takut menguasai Vika.


Batin Vika bertanya-tanya, dia mana Elnara? Apa Elnara diculik? Jika benar diculik, siapakah yang menculiknya?


To Be Continue ~~>>


Rekomendasi novel menarik untuk kalian. Yuk, mampir dan dukung karyanya 😉👇


Judul : Khan, Kamulah Jodohku


Author : Muda Anna



Blurb :


Alhakhan Jose Purnomo 27 tahun adalah seorang laki-laki tampan, dingin dan galak. Dia memiliki trauma saat kecil di culik oleh seorang wanita cantik yang menyukai ayahnya. Dia memimpin perusahaan CEO yang berhasil tetapi berkeringat dingin dan mengigil saat bertemu atau berhadapan langsung dengan wanita cantik.


Sampai dia bertemu tanpa sengaja dengan seorang wanita berpenampilan tombol pimpinan panti asuhan bernama Vena Fatmala. Pertemuan keduanya saat Vefe membantu Khan di keroyok oleh perampok di pinggir jalan tol. Hanya bersama dengan Vefe, Khan tidak mengalami trauma karena awalnya menyangka Vefe adalah laki-laki.


Tanpa di sadari Khan jatuh cinta pada Vefe. Hanya saja banyak yang menghalangi cinta mereka karena wanita-wanita cantik yang mengincar harta dan ketampanan Khan. Dan ada perbedaan kesenangan sosial yang membuat Vefe tidak percaya diri bersama dengan Khan.


Bagaimana Khan meyakinkan Vefe untuk tetap bersamanya. Apakah Vefe menerima cinta Khan?