Marriage With(Out) Love

Marriage With(Out) Love
Bab 30 - Permainan Licik (2)


Tidak tahan melihat kedekatan Zayan dan Elnara, akhirnya Mikha memulai rencana liciknya. Melalui orang lain Mikha menyebar bukti yang dia miliki agar para wartawan kembali mengangkat berita hangat ini.


Elnara yang baru melihat ponselnya langsung terkejut saat melihat Mikha yang tampak percaya diri melakukan wawancara.


"Mas Zayan, lihat ini Mas!" Elnara berteriak memanggil Zayan yang sedang bersiap pergi ke kantor.


"Ada apa?" tanya Zayan santai.


Elnara mengulurkan ponsel ditangannya yang diterima Zayan dengan bingung. Zayan masih tampak tenang saat melihat wawancara yang dilakukan oleh Mikha.


"Rupanya dia sudah berani bergerak. Kamu tenang saja, biar saya dan Okta yang mengurus masalah ini. Jangan terpancing dan untuk sementara kamu tidak perlu ke kampus sampai keadaan tenang."


Elnara hanya bisa mengangguk pasrah dan mempercayakan semua pada Zayan.


Melihat Elnara yang menurut membuat Zayan sedikit lega. Setidaknya Zayan memastikan Elnara baik-baik saja dan tidak perlu menerima gangguan dari wartawan.


"Saya mau telepon Okta, kamu bisa sarapan lebih dulu. Bilang sama Papi Mami, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Zayan dengan lembut mengelus kepala Elnara berusaha menenangkan sang istri.


Setelah memastikan Elnara pergi, Zayan segera menghubungi Okta dan mengatakan rencananya.


"Kita harus bergerak lebih cepat, dia sudah mengambil langkah ini." Ucap Zayan masih dengan nada tenang.


"Oke, lo tenang saja. Cukup pastikan El aman ... ah iya, gue sudah dapat beberapa media yang berada dipihak kita. Semua akan berjalan baik kalau sesuai rencana kita."


"Kamu tenang saja, Elnara nggak akan kemana-mana dulu. Untuk rencana kita langsung buat berita untuk memanasi situasi, kalau berita kita naik pasti dia akan terpojok."


"Gue akan urus itu semua, tapi gue rasa lebih baik biarkan dia terbang dulu dan merasa memang, setelah itu kita jauhkan dia."


"Terserah kamu, lakukan apa yang kamu mau. Kalau gitu saya tutup, saya ada meeting dengan pemegang saham."


Zayan segera menutup telpon dan bergegas menuju kantor. Dia tidak akan lemah melawan Mikha, dia hanya akan menunjukkan ketenangan dan menjalani hari seperti biasa. Hal seperti ini akan membuat Mikha semakin marah dan pada akhirnya wanita itu akan menjatuhkan dirinya sendiri.


*


"Gimana akting gue? Bagus 'kan?" tanya Mikha dengan percaya diri pada pria di sampingnya.


"Lumayan, gue nggak nyangka ide lo bagus juga. Kalau gitu gue urus sisanya, gue akan pastikan El membuka mulut di depan wartawan." Pria yang identitasnya tersembunyi itu tertawa dengan bahagia karena merasa menang pada situasi ini.


Keduanya tertawa begitu bahagia, kemenangan ditangan mereka. Setalah wawancara Mikha keluar, masyarakat akan bersimpati dan memihak pada Mikha.


"*Mbak Mikha, bisa tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" pertanyaan itu datang dari salah satu wartawan yang sengaja Mikha undang.


"Saya dan Zayan adalah sepasang kekasih. Kami berpisah karena kesalahpahaman, saat bertemu kembali cinta yang kami miliki bersemi lagi. Saya tahu saya salah karena merebut Zayan dari istrinya, tapi kami saling mencintai dan berjanji akan selalu bersama."


"Benar, ini adalah laporan dari rumah sakit dan ada hasil USG." Mikha memulai dramanya lancar, mengeluarkan hasil USG yang entah dia dapat dari mana.


"Lalu bagaimana sekarang? Apa kalian akan menikah?"


"Tidak, keluarga istri Zayan menentang hubungan kami dan menyuruh Zayan menjauh. Kami dipaksa berpisah karena itulah saya ada di sini sekarang. Saya meminta bantuan kepada teman-teman agar Zayan mau bertanggung jawab dan anak yang saya kandung ini memiliki orang tua yang lengkap."


"Bagaimana dengan istri Pak Zayan? Apakah Mbak Mikha siap menjadi istri kedua?"


Pertanyaan selanjutnya tidak Mikha jawab karena wanita itu hanya mengeluarkan air mata buaya demi menarik simpati*.


Itulah wawancara yang beredar dikalangan masyarakat. Ada yang mendukung Mikha, ada pula yang mencaci karena merasa Mikha tidak tahu malu merebut suami orang.


Mikha tidak peduli dengan orang lain, yang menjadi targetnya adalah Zayan dan Elnara. Mikha ingin memojokkan sepasang suami istri itu, Mikha ingin Elnara tidak tahan dan akhirnya membuka mulut.


Saat itu terjadi, Mikha akan memutar balikan fakta dan membuat orang-orang di luar sana membenci Elnara.


"Zayan, sebentar lagi kamu akan jadi milikku. Turut berduka untuk kamu El, gadis kecil yang malang." Mikha berucap dengan percaya diri disertai tawa penuh kemenangan.


Mikha sangat yakin sebentar lagi Zayan akan menjadi miliknya karena kini perusahaan pria itu mulai goyah. Zayan akan menyerah dan kembali padanya, lalu mereka akan hidup dengan bahagia. Sedangkan, Elnara biarkan gadis itu menderita dengan keluarganya, terutama Almira yang sudah mempermalukan Mikha di depan karyawan kantor Zayan.


To Be Continue ~~>


Rekomendasi novel untuk kalian, yuk mampir dan dukung karyanya 😊👇


Judul : Eternal Enemy


Author : Navizaa



Blurb :


Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya di kantin kantor tempatnya bekerja. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu.


Keill Abraham, tidak main-main dengan lamaran itu, dan sebulan kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Tapi di dalam kehidupan mereka ada kejanggalan yang Fara rasakan, yaitu sikap Keill yang dingin saat di rumah. Tapi akan berubah hangat jika di kantor. Fara jelas saja tidak terima dengan sikap suaminya itu.


"Gue tahu kalau dia gak cinta sama gue, tapi apa alasannya dia ngajak gue nikah jika matanya hanya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan sendu!" Batin Fara dengan dada sesak.


Sanggupkah Fara menjalani pernikahan yang seperti itu?


Apa alasan Keill menikahinya kalau hanya dianggap bayang-bayang saja?