Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
84. Pencerahan Nu Wa


Nu Wa termenung, dia telah menerima Hongmeng Ziqi dan memahaminya, Nu Wa hanya selangkah lagi menjadi seorang Saint. tapi akibat kegagalan dirinya terus menerus dalam menciptakan sosok yang sempurna.


Hal ini membuat Nu Wa gagal dalam mencapai status disucikan. Nu Wa terus melakukan meditasi mencoba mencari tahu dimana kesalahan atau langkah yang dia lewatkan.


Nu Wa merasa bahwa bentuk boneka tanah lumpur telah sempurna, tapi kenapa masih juga gagal untuk berubah menjadi makhluk hidup.


Nu Wa bermeditasi lagi, dia mulai mengamati segala hal yang ada di sekitarnya, mencoba mencari pencerahan yang dapat membantu dirinya untuk mengatasi permasalahan miliknya.


100 tahun berlalu dengan cepat, Nu Wa masih berdiam diri untuk mencari jawaban atas letak kesalahan dibuatnya.


200 tahun berlalu, Nu Wa masih belum juga menemukan jalan keluar dari permasalahan nya.


300 tahun berlalu, akhirnya Nu Wa tidak sabar lagi dan mulai kesal dan bosan. Nu Wa bergerak berpindah tempat, dan dia memutuskan untuk berkeliling berharap menemukan sebuah pencerahan.


Nu Wa mulai melayang di angkasa.


Nu Wa yang masih dalam keadaan kesal dan bosan mulai terbang dengan pikiran kosong sambil merenungkan dimana letak permasalahanya.


satu tahun Nu Wa terus berkeliling Honghuang mencari sebuah pencerahan namun masih belum menemukan jawaban.


Namun, tak lama kemudian Nu Wa melihat perkelahian di bawah. Nu Wa berhenti dan memperhatikan perkelahian antara Dua monster.


Monster yang bertempur di bawah bukanlah monster tingkat tinggi, melainkan monster biasa tanpa kecerdasan dan kebijaksanaan, satu berwujud ular hitam besar dan satu lagi adalah elang berwarna merah.


Pertempuran sengit antara kedua monster terjadi, Nu Wa entah kenapa tiba - tiba tertarik akan pertempuran tersebut. Nu Wa melayang tinggi di langit menyembunyikan dirinya sambil melihat pertempuran tersebut.


Pertempuran itu tidak berlangsung lama, Elang merah berhasil mengalahkan ular hitam besar dengan mencabik - cabik tubuh ular hitam. Organ tubuh bagian dalam tubuh ular hitam keluar terburai akibat cabikan elang hitam.


Nu Wa yang melihat ini tiba - tiba mendapat pencerahan, seolah dia tahu dimana letak kesalahan yang dia buat selama ini.


“Ternyata seperti itu!. selama ini aku hanya membentuk bentuk luar tanpa memperhatikan bagian dalam nya” seru Nu Wa yang tersadar.


Nu Wa segera pergi kembali ke kaki gunung Buzhou tempat dimana dia membuat boneka tanah lumpur sebelumnya.


Setiba sampai di sana, Nu Wa menenangkan dirinya terlebih dahulu dan menyesuaikan kondisi mentalnya. setelah dia merasa  bahwa kondisinya telah baik.


Nu Wa mulai membentuk kembali boneka dari tanah lumpur yang ada di pinggir sungai kaki gunung buzhou, Kali ini Nu Wa tidak lupa membentuk bagian bagian organ dalam.


Dalam hitungan waktu yang cukup cepat, boneka tanah lumpur jadi, Nu Wa kemudian menyuntikan kekuatan Hukum keberuntungan miliknya  ke dalam boneka tanah lumpur.


Ketika kekuatan Hukum memasuki ke dalam tubuh boneka tanah lumpur, seketika boneka mulai berubah bentuk dan menjadi lebih nyata seperti yang dibayangkan oleh Nu Wa.


Nu Wa tersenyum dan bersemangat melihat bahwa boneka tanah lumpur kali ini tidak langsung meledak.Namun kesenangan Nu Wa tidak  bertahan lama.


Karena boneka tanah lumpur mulai meledak kembali. Nu Wa kembali lemas menatap tumpukan boneka lumpur yang meledak kembali.


“Dimana lagi salahnya, kenapa masih selalu saja gagal” keluh Nu Wa.


Nu Wa kembali membuat boneka tanah lumpur, dia merasa masih kurang yakin atas kegagalannya. proses ini memakan 9 tahun, Nu Wa masih saja terus gagal.


Setiap kali Boneka tanah lumpur akan berhasil, selalu saja meledak dan menjadi lumpur lagi.


Nu Wa yang bingung dan depresi pergi lagi meninggalkan kaki gunung buzhou. Kali ini dia ingin pergi ke tempat Lingbao tianzun, berharap bisa mendapatkan sebuah pencerahan.


Lingbao tianzun atau dikenal sebagai Master Tongtian, berada di Istana Biyou pulau jinsha.


Nu Wa segera terbang pergi menuju istana biyou, berharap bisa mendapatkan petunjuk atau pencerahan.


Sebuah Istana indah dengan ornamen mewah dan nuansa putih. Nu Wa langsung menuju dimana Master Tongtian berada.


“Kakak senior” Nu Wa memberi salam.


Nu Wa melihat Master Tongtian sedang memurnikan sebuah senjata. Master Tongtian yang sedang memurnikan senjata hanya menganggukan kepalanya kepada Nu Wa.


Nu Wa mengerti, karena Master Tongtian harus berkonsentrasi terhadap pekerjaannya. Nu Wa duduk di samping memperhatikan Master Tongtian memurnikan senjata.


waktu berlalu dengan cepat, sudah 10 tahun Master tongtian membuat senjata dan belum selesai juga, namun Nu Wa tidak bosan sama sekali menunggu, dia dengan asik memperhatikan setiap gerakan Master TOngtian membuat senjata.


5 tahun lagi berlalu, Senjata yang dimurnikan oleh Master Tongtian telah jadi. Senjata yang dimurnikan oleh Master TOngtian adalah sebuah Pedang.


“Ugh!” suara keluhan Master Tongtian terdengar.


Nu Wa yang berada di samping, bertanya heran, kenapa Master Tongtian mengeluh.


“kakak senior, kenapa kau terlihat tidak puas atas senjata yang baru saja kau murnikan ?” tanya Nu Wa yang heran.


“Kualitas senjata ini tidak sesuai dengan harapan ku, aku berharap bahwa senjata ini bisa menjadi kualitas luar biasa, tapi ini hanya pada tahap sedang saja” jawab Master Tongtian.


“Bukankah itu sudah hebat, tapi kenapa bisa tidak sesuai harapan kakak senior ?” tanya Nu Wa lagi.


“Hah!, sebenarnya aku sudah menduga ini tidak bisa menjadi kualitas luar biasa, tapi tetap saja aku mencoba agar bisa menjadi kualitas luar biasa. tapi hasilnya tetap seperti ini” jawab Master Tongtian.


“Kenapa bisa ?” tanya Nu Wa lagi.


“Aku terlalu memaksakan kualitas pedang dengan hanya mengandalkan bahan - bahan yang biasa, jika saja aku memiliki material yang luar biasa sebagai pendukung, maka hal ini pasti tidak terjadi” Master tongtian menjelaskan.


Nu Wa termenung mendengar ucapan Master Tongtian.


“Bahan biasa ?, Bahan Luar biasa” gumam Nu Wa.


Nu Wa jatuh kedalam pemikiran, Master Tongtian melihat Nu Wa yang terdiam mulai memanggil Nu Wa.


“Sister Nu Wa,ada keperluan apa menemuiku ?” tanya Master Tongtian.


Nu Wa yang termenung segera sadar, dan mulai menatap Master Tongtian dengan tatapan syukur.


“kakak senior, terima kasih atas petunjukmu, Maaf aku harus pergi sekarang” Ucap Nu Wa sambil pergi dengan terburu - buru.


Master Tongtian melihat Nu Wa yang terburu - buru pergi, menggelengkan kepalanya.


Nu Wa pergi kembali ke kaki gunung buzhou.


“Kini aku tahu letak masalahku, tanah biasa dan air sungai ini tidak cukup untuk menahan kekuatan Hukum dan cukup baik menjadi makhluk hidup, Jika begitu aku akan menggunakan Tanah pernafasan 9 surga milikku dan Air cahaya tiga dewa”


Nu Wa mengeluarkan kedua benda tersebut. Tanah Pernafasan 9 surga adalah tanah yang mampu melahirkan segala sesuatu, dan Air dewa 3 cahaya adalah Air yang mengandung Kekuatan Vitalitas luar biasa dan Hukum Kehidupan.


Nu Wa melihat tanah pernafasan dan Air dewa 3 cahaya yang ada di tangannya, dia masih sedikit khawatir, karena jumlah tanah pernafasan 9 surga dan air dewa 3 cahaya miliknya  sangat sedikit.


Jika kali ini dia gagal lagi, maka semua hal ini akan hilang. Nu Wa berpikir sebentar sambil menenangkan diri.


Nu Wa menarik nafas dalam dalam, kemudian dia memutuskan dan memulai mencampurkan tanah pernafasan 9 surga dan air dewa 3 cahaya.