Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
132. Membuktikan Omongan


Setelah kematian para pelayan Dewa dan Pendeta kecil, lokasi Jiang Yuan mengalami transformasi kembali tenang, tidak ada tanda - tanda kehidupan lagi.


Di Desa Chen,  Semua penduduk desa Ji dan Zhan Sedang berkumpul di Alun Alun. Mereka sedang menunggu penjelasan lebih lanjut dari


Kepala desa berdiri di hadapan semua orang, dia menatap semua orang dengan serius.


“Baiklah semuanya, Aku tahu kalian pasti memiliki banyak keraguan akan semua berita yang mereka sampaikan kepada kalian sebelumnya, tapi aku disini akan memperjelas sekali lagi”


“Semua penduduk Desa Chen adalah Cultivator, hal itu yang membedakan kalian dengan kami”


“Sekuat apapun kalian berlatih seni bela diri, kalian tidak akan bisa mengalahkan kami yang seorang kultivator”


“Dan untuk meyakinkan kalian semua, aku akan mengajari teknik dasar dalam berkultivasi”


Kepala desa dengan serius berbicara semua orang yang berasal dari Desa Ji dan Desa Zhan.


Setelah mengatakan itu, kepala desa melanjutkan lagi berbicara.


“Cara berkultivasi dimulai dengan menghirup energi spiritual yang ada di langit dan bumi, menghirup energi langit dan bumi, mengarahkannya menuju dantian, dan melalui dantian energi tersebut dioperasikan melalui titik meridian untuk penggunaannya”


Kepala Desa berbicara dengan lantang dan jelas. Kepala desa mengajari mereka teknik paling dasar Kultivasi.


“Aku hanya bisa mengajari teknik dasar kepada kalian, untuk teknik tingkat lanjut, aku masih perlu arahan dari Yuan Tiandi, dan karena aku sudah memberitahu caranya, kalian bisa mencoba berkultivasi melalui cara yang ku beritahu”


Penduduk Desa Ji dan Zhan tidak tinggal diam, mereka mulai memastikan ucapan Kepala Desa Chen benar atau tidak.


Masing - masing mereka mulai duduk bersila di tanah. Melalui cara yang diberitahu oleh Kepala Desa Chen, mereka mulai mencoba merasakan energi langit dan bumi.


Yang paling cepat merasakan energi langit dan bumi adalah Ji Kong, pemuda terpelajar dari Desa Ji. Ji KOng merasakan aliran hangat yang memasuki aliran tubuhnya.


Aliran energi itu sangat membuat dirinya sangat nyaman. Ji Kong yang merasakan ini segera mengikuti cara yang diajarkan oleh Kepala Desa Chen.


Dia mulai mencoba mengalirkan energi tersebut ke dalam posisi dantian miliknya. Energi spiritual masuk ke dalam dantian seperti air yang membasahi bumi.


Dantian yang semula kosong mulai berisikan gumpalan energi. perlahan energi spiritual berkumpul dan mulai memenuhi dantian miliknya.


Klik!


Suara retakan dalam dantian terdengar, penghalang yang menjadi pembatas antara manusia biasa dan cultivator akhirnya retak. Saat Ji Kong menembus lapisan 1 pemurnian Qi, energi spiritual dengan sangat gila memasuki tubuh Ji Kong.


Peristiwa itu membuat semua orang yang melihat memperhatikan Ji Kong. Khususnya para penduduk Desa Ji dan Zhan, mereka sangat terkejut bahwa seorang akhirnya bisa mempraktekkan apa yang dibilang oleh Kepala Desa Chen.


“haaa” Ji Kong berteriak kuat.


Ji Kong berdiri setelah melakukan penerobosan, dia menatap orang yang memperhatikannya.


“Selamat, kau kini telah menjadi Kultivator, kedepannya kau akan menjadi pelopor kebangkitan umat manusia di dunia ini”


Suara ucapan selamat dari Kepala Desa Terdengar. Ji KOng segera menangkupkan kedua tangannya ke arah kepala desa.


“Ini semua berkat ajaran kepala desa, akhirnya aku bisa membuktikan bahwa ucapan yang dikatakan kepala desa itu benar”


“Aku merasa seluruh tubuhku penuh dengan energi” ucap Ji Kong kepada kepala Desa.


“Tidak, ini bukan kontribusiku. semua ini adalah berkat ajaran dari Yuan Tiandi”


“Kita semua mendapatkan kekuatan ini, berkat ajaran beliau. aku tidak berani menerima ucapanmu” ucap kepala Desa menggelengkan kepala.


Kepala Desa tidak berani mengambil Pujian yang dikatakan Ji Kong. Karena semua pencapaian yang akan dicapai umat manusia adalah kontribusi Jiang Yuan.


“Karena kau telah berhasil menembus Pemurnian Qi lapisan pertama, maka aku yakin yang lainnya akan segera menembus”


Kepala Desa menatap semua penduduk desa Ji dan Zhan masih belum berhasil menembus pemurnian Qi dengan senyuman.



Mereka kali ini mendapatkan tugas dari Ao Lie untuk menyelidiki situasi yang terjadi sebelumnya.


“Hey, Hei She, apa kita tidak bisa berubah menjadi bentuk manusia ?” seekor monster berbentuk harimau bertanya pada seekor monster berwujud ular.


“Tidak bisa, apa kau ingin mengejutkan para dewa sialan itu ?, jika kita bergerak dalam wujud manusia, kita akan mudah dikenali oleh mereka. Hu Lin, lebih baik kau bergerak cepat, agar menghindari kita ketahuan” ucap Hei She.


Hei She yang berada dalam wujud ular menggulungkan tubuhnya di leher Hu Lin yang merupakan Harimau.


“SUdahlah, tempat itu tidak jauh lagi, tidak perlu terburu - buru” ucap Hu Lin membalas.


Hu Lin yang berada dalam wujud harimau terus bergerak di dalam hutan mendekati lokasi Jiang Yuan. tugas mereka kali ini menyelidiki hal apa yang sebenarnya terjadi.



Jauh dari tempat Jiang Yuan. di sebuah gunung yang sangat tinggi dan dipenuhi salju. seorang wanita yang duduk bersila tiba - tiba membuka matanya.


Dia menatap tajam, wajahnya menjadi kejam, udara dingin membanjiri gua tempat dia beristirahat.


“Siapa yang berani membunuh Pendeta ku ?”


“Sepertinya ada orang gila yang mencari masalah dengan ku”


Wanita itu berkata dengan kejam. sosok yang dalam wujud wanita itu tidak lain adalah Dewa Salju Snaxu.


Dewa Salju Snaxu bersiap keluar dari gua miliknya, tapi sesaat kemudian dia teringat akan kejadian kematian Dewa Api Agna sebelumnya.


Memikirkan ini, Dewa Salju Snaxu menghentikan langkahnya untuk mencari tahu siapa yang membunuh Pendeta miliknya.


“Sial! sepertinya kejadian ini berhubungan dengan kematian Dewa Api Agna sebelumnya”


“Tidak, aku tidak bisa menyelidiki ini sendirian, mungkin aku akan mati seperti Dewa Api Agna . Aku harus melaporkan ini pada High God”


Dewa Salju Snaxu segera menghilang dari gua miliknya, untuk  melaporkan kejadian yang kemungkinan masih berhubungan dengan kasus kematian Dewa Api Agna.



Di lokasi Jiang Yuan jatuh, kepompong yang Membungkus tubuh jiang yuan semakin berwarna  gelap. Sebelumnya, kepompong berwarna abu - abu cerah, tapi setelah menyerap vitalitas yang ada disekitar dan vitalitas kelompok Pendeta kecil.


Kepompong semakin berwarna abu - abu pekat, tapi walaupun begitu, belum ada tanda -tanda untuk kepompong akan menetas.



Kembali lagi ke Desa Chen.


Setelah keberhasilan Ji Kong, satu lagi penduduk berhasil menembus lapisan pemurnian Qi. Kali ini yang berhasil merupakan dari Desa Zhan.


Seorang pria dengan tubuh tegap, tapi tidak terlalu besar seperti pada umumnya penduduk Desa Zhan adalah yang kedua berhasil.


Pria muda itu adalah Zhan Ming. Saat Zhan Ming menembus ke lapisan pemurnian Qi, semua penduduk Desa Ji dan Zhan semakin bersemangat untuk segera untuk menembus.


Keraguan dalam hati mereka akhirnya menghilang. dengan semua ucapan yang mereka sebelumnya, mereka sangat menantikan untuk memiliki kekuatan seperti yang dikatakan oleh Kepala Desa Chen.


“Semuanya, lebih baik kalian membangun rumah kalian dahulu di desa ini, dengan begitu akan kalian akan tetap bisa melanjutkan latihan di dalam rumah”


“Sembari menunggu Yuan Tiandi muncul, besok kami akan berbagi ilmu dan semua tentang dunia kultivasi kepada kalian, jadi saat ini lebih baik mendirikan rumah”


Kepala Desa yang melihat hari sudah semakin siang segera mengambil keputusan. tidak mungkin dia membiarkan semua penduduk desa Ji dan Zhan berada di Alun - alun terus.


Penduduk Desa Ji dan Zhan segera bangkit dan mulai mengikuti saran dari Kepala Desa Chen. Mereka tidak ada niat untuk pulang, karena mereka saat ini sangat menantikan sosok Jiang Yuan.