
Jiang Yuan akhirnya paham, kenapa Chen Yi bersujud kepada dirinya walaupun sudah diperingatkan untuk tidak bersujud lagi. bukan hanya Chen Yi yang bersujud, satu persatu penduduk Desa mulai ikutan bersujud ke arah Jiang Yuan.
Jiang Yuan memahami jelas bahwa ini merupakan sujud penghormatan yang mereka berikan secara sukarela.
“Tuanku, ajari kami semua menjadi kuat seperti mu. kami selama ini selalu menyembah dewa, tapi dewa selalu saja mengabaikan kami ketika kamu kesusahan, mendengarkan perkataanmu membuat kami semua sadar, bahwa hanya dengan berusaha pada diri sendirilah kami bisa mengubah situasi”
Kepala desa berbicara mewakili semua penduduk desa.
“Tuanku, karena kau juga umat manusia, dan kau memiliki kekuatan sehebat itu, tentu kau bisa mengajari kami. aku Chen Yi, berjanji akan selalu setia mengikuti dirimu”
Chen Yi juga mengambil sikap, dia langsung menunjukan kesetiaannya pada Jiang Yuan.
“Aku Chen Er juga akan setia padamu tuanku”
“Aku Chen San juga akan setia padamu tuanku”
Chen Er dan Chen San yang merupakan adik dari Chen Yi juga menunjukan sikap mereka kepada Jiang Yuan.
“Tuanku, ajari kami menjadi Kuat”
Semua penduduk desa dengan serentak berteriak menunjukan sikap mereka kepada Jiang Yuan.
Jiang Yuan yang mendengarkan teriakan dari teriakan dari penduduk desa, merasakan semangat dalam nada mereka.
Jiang Yuan tersenyum puas, dia sudah seharusnya umat manusia memiliki semangat seperti itu.
“Baik, aku sebagai bagian dari ras manusia, aku akan membantu semua umat manusia untuk mendapatkan kebebasan mereka, aku akan mengajari kalian semua untuk bisa menjadi seorang Immortal”
“Aku akan mengajari kalian teknik Immortal”
Jiang Yuan berteriak kuat, dia membuat janji kepada semua penduduk desa. Penduduk desa yang mendengar janji Jiang Yuan merasa sangat bersyukur, walaupun mereka sebenarnya tidak paham apa itu teknik Immortal.
“Tapi pertama - tama, mari kita kembali ke desa dulu. kepala desa, apa kau bisa memilihkan tempat dimana aku bisa beristirahat ?”
Jiang Yuan bertanya pada Kepala desa yang ada di hadapannya.
“Tuanku, sebelumnya bisakah aku tahu siapa namamu ?”
Kepala desa bertanya dengan ragu kepada Jiang Yuan.
“Benar sekali, aku lupa memperkenalkan diriku kepada kalian. Aku adalah Jiang Yuan, seorang praktisi keabadian”
“Besok aku akan menjelaskan kepada kalian apa itu praktisi keabadian, dan bagaimana cara mengelolah keabadian”
Jiang Yuan memperkenalkan dirinya. akhirnya seluruh penduduk desa mengetahui nama asli jiang yuan.
“Tuanku, jadi bagaimana aku harus memanggilmu ?”
Tanya kepala desa sekali lagi kepada Jiang Yuan.
“Em, panggil saja aku Yuan Tiandi”
Jiang Yuan berpikir sejenak, kemudian dia secara ngasal menjawab Kepala Desa.
“Tiandi…”
Kepala desa tertegun sejenak mendengarkan ucapan Jiang Yuan yang menyebutkan dirinya Sebagai Tiandi.
“Yuan Tiandi, ikuti aku. aku akan membawamu ke tempat dimana kau bisa beristirahat”
Kepala desa segera mengajak Jiang Yuan memasuki desa.
“Baik”
Jiang Yuan segera mengikuti kepala desa menuju ke dalam desa, tidak lupa dia menyimpan kapal surgawi miliknya ke dalam cincin penyimpanan.
Saat kapal surgawi hilang dan masuk ke dalam cincin penyimpanan, hal itu dilihat oleh penduduk desa, mereka semua terkejut karena kapal sebesar itu bisa menghilang dari udara tipis dalam sekejap.
Hal ini membuat mereka semakin takjub akan sosok Jiang Yuan. Saat Jiang Yuan masuk, satu persatu penduduk desa bubar dan tidak sabar menunggu hari besok.
“kakak, kesempatan kita untuk menjadi lebih kuat telah tiba”
Chen San dengan semangat kuat berbicara kepada kakak kakaknya.
“Benar, seperti yang dikatakan Chen San, kita bisa menjadi kuat dengan mengikuti ajaran Yuan Tiandi”
“baiklah, mari kita segera pulang, mari kita persiapkan diri kita untuk besok. Besok adalah hari dimana kita tidak perlu bergantung lagi pada dewa dewa itu. Para dewa itu tidak pernah sekalipun membantu kita”
Chen Yi segera mengajak adik adik nya pergi kembali ke rumah. dia sangat menantikan hari besok, dia sudah muak dengan beribadah kepada dewa setiap saat. Para dewa itu tidak pernah sekalipun menunjukan mukjizat mereka kepada dirinya saat dirinya membutuhkan bantuan.
…
Kepala desa membawa Jiang Yuan menuju rumah kosong yang sudah tidak lama terpakai di desa, walau kepala desa sedikit malu membawa Jiang Yuan kemari, tapi hanya rumah ini yang kosong.
“Yuan Tiandi, ini adalah satu satunya rumah kosong di desa ini. aku harap Yuan Tiandi bisa memaklumi rumah kecil ini”
Kepala desa dengan sedikit malu menunjukan rumah kosong kepada Jiang Yuan.
“hmm, apa tidak masalah jika rumah ini aku hancurkan ?”
Jiang Yuan memperhatikan seluruh rumah. rumah tersebut tidak terlalu besar dan sudah terlihat sangat lama tidak ditinggali.
“Oh, tidak masalah, jika Yuan TIandi tidak menyukai rumah ini, tidak masalah menghancurkannya”
Kepala desa salah paham akan kata - kata jiang yuan. dia mengira Jiang Yuan menghancurkan rumah ini karena tidak suka.
“Baiklah kalau begitu”
Jiang Yuan langsung mengeluarkan sebuah rumah dari cincin penyimpanan miliknya. Rumah kecil tersebut langsung hancur tertimpa oleh bangunan rumah milik Jiang Yuan.
Boom!
Kepala desa melonggo melihat sebuah rumah bisa muncul dari udara kosong, dia semakin kagum akan kemampuan Jiang Yuan.
“Sudah selesai. kepala desa, kau bisa mengumpulkan semua penduduk desa besok pagi, aku akan memulai mengajari kalian besok untuk memulai praktik keabadian”
Jiang Yuan yang sudah selesai mendirikan rumah miliknya memberikan pesan pengingat kepada kepala desa.
“Baik, aku akan mengingat pesan Yuan Tiandi. besok aku akan melakukan seperti apa yang kau perintahkan”
Kepala desa menanggapi Jiang Yuan dengan seksama.
“baiklah, aku akan masuk dahulu kalau begitu”
Jiang Yuan masuk berjalan ke dalam rumah setelah menyampaikan pesan kepada kepala desa.
Kepala desa hanya menyaksikan Jiang Yuan masuk ke dalam rumah hingga menutup pintu sebelum dia pergi.
Di Dalam rumah, Jiang Yuan duduk di kursi santai. dia memikirkan rencana selanjutnya yang akan dia ambil.
“Mungkin nanti malam aku bisa menyusup dan mengecek apakah Divine Sparks itu bisa mengatasi Segel hukuman surgawi yang ada di dalam tubuh utama ku”
“Jika hal itu bisa mengatasi itu, aku tidak tahu berapa banyak yang aku butuhkan untuk bisa mengurai semua segel hukuman surgawi”
Jiang Yuan sedikit kepala memikirkan segel yang ada di dalam tubuh utamanya. Jika itu segel biasa, Jiang Yuan tidak akan terlalu sakit kepala, dia bisa memecahkannya dengan mengandalkan pengetahuannya.
Tapi segel itu merupakan segel hukuman surgawi, segel yang berasal dari Tiandao. Walau dia sudah menguasai 9 heavenly origin books, tetap saja Jiang Yuan belum mampu menguasai sepenuhnya, dia hanya terbatas pada teknik kultivasi bukan pada teknik penyegelan.
Dan jiang Yuan merasa bahwa, Segel hukuman surgawi tidak sesederhana itu, karena dia merasakn di dalam segel hukuman surgawi masih ada misteri yang luar biasa.
“9 heavenly origin books yang aku punya hanya terbatas pada teknik kultivasi, sedangkan untuk penyegelan dan lainnya, aku belum mempelajarinya sama sekali, 9 heavenly origin books terlalu dalam, Nano tidak bisa mengurai semua isinya, dan 9 heavenly origin books selalu berevolusi dan itu menyebabkan isi dari 9 heavenly origin books berubah”
“sepertinya aku harus menghabiskan waktu lagi untuk mempelajarinya”
Jiang Yuan mulai memejamkan mata untuk beristirahat sambil menanti malam hari.