Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
96. Rencana Shui Lan


Saat perjamuan dimulai, semua warga desa merasakan kesenangan, suara tawa dan berbagai obrolan dilakukan antar warga desa. Jiang Yuan dan Yu’er dengan tenang menikmati suasana.


Shui Qingluo yang berada di jamuan juga menikmati, tapi sayangnya dia tidak tenang sama sekali. dia selalu saja gelisah. Shui Lan yang dari tadi menghilang kembali muncul dengan wajah tersenyum


“QIngluo!” teriak Shui Lan yang baru tiba.


“Sister Lan!, darimana saja dirimu ?, kenapa baru muncul sekarang ?” tanya Shui Qingluo yang terkejut.


Shui Lan tersenyum, kemudian dia berkata sambil menggoda Shui Qingluo.


“Rahasia!, kau tenang saja. setelah malam ini kau pasti akan berterima kasih padaku”


Shui Lan berkata dengan nada pelan diiringi dengan senyum misterius. Shui Qingluo yang melihat senyuman Shui Lan merasa tidak enak di hatinya tiba - tiba, seakan hal buruk akan terjadi padanya nanti.


“Em, terima kasih Sister Lan jika begitu” ucap Shui Qingluo.


Meski Shui Qingluo tidak tahu apa yang sebenarnya direncanakan oleh Shui Lan, dia tetap memilih percaya pada Shui Lan.


“Tenang saja, percayakan padaku. kau hanya perlu menunggu jamuan ini selesai” balas Shui Lan.


Shui QIngluo mengangguk menanggapi Shui Lan. Mereka berdua akhirnya berbaur bersama warga desa yang sedang menikmati jamuan.


hari semakin gelap, pesta perjamuan akhirnya mendekati akhir. Shui Lan yang sudah menunggu momen ini segera mengeluarkan sebuah botol minuman.


Shui Lan menuangkan botol itu ke dalam dua buah gelas. Setelah menuangkan botol itu ke dalam gelas, Shui lan berjalan ke arah Shui Qingluo.


“Qingluo, coba ini. ini adalah arak terbaik, dan memiliki fungsi untuk membantu kultivasi, acara hari ini sangat cocok di tutup dengan segelas Arak bukan ?” tanya Shui Lan sambil menyodorkan Arak.


Shui Qingluo heran dengan Shui Lan, karena tidak biasanya dia mau minum Arak, tapi Shui Qingluo tidak berpikir panjang dan menerima segelas Arak untuk menghargai Shui Lan.


“baiklah, kali ini saja aku akan mengikutimu” ucap Shui Qingluo sambil mengambil Arak.


Shui Lan tersenyum misterius ketika Shui Qingluo menerima Arak yang dia berikan. kemudian Shui Lan membuat tanda khusus di belakang punggung dengan jarinya.


“Silahkan minum” ucap Shui lan menatap Shui QIngluo.


Shui Qingluo yang diminta untuk minum segera menyesap sedikit. Shui Lan yang melihat ini segera memasang expresi wajah menyeringai.


“Qingluo, aku pergi sebentar” ucap Shui lan berpamitan.


“Em, cepat kembali, aku sendiri disini” jawab Shui Qingluo sedikit pelan.


Shui Lan segera pergi menjalankan rencana selanjutnya. sedangkan Shui Qingluo yang baru saja menyesap Arak tiba - tiba merasakan sedikit pusing di kepalanya.


Wajah Shui Qingluo yang putih berubah sedikit kemerahan tiba - tiba.


“Araka jenis apa ini ?, kenapa sangat keras!”gumam Shui QIngluo.


Shui QIngluo yang merasa sedikit pusing segera menari kursi untuk duduk. sedangkan Shui Lan telah tiba di dekat Jiang Yuan dan Yu’er.


“Immortal Jiang, izinkan aku memberikan segelas Arak ini padamu sebagai penghormatan” ucap Shui Lan sambil menyodorkan Arak.


Jiang Yuan yang melihat ini menaikan alisnya, kemudian dia menerima Arak sambil mengucap terima kasih.


“Terima kasih” ucap Jiang Yuan.


“Tidak usah sungkan Immortal Jiang, ini hanya hadiah kecil dari ku” balas Shui Lan.


“Kalau begitu aku pergi dulu, semoga immortal Jiang dan Istri bisa menikmati jamuan ini” ucap Shui Lan pamitan.


“Em, sama - sama” balas Jiang Yuan.


Jiang Yuan kemudian meminum Arak tersebut. begitu Jiang Yuan meminum arak, Pemberitahuan nano terdengar.


[Laporan]


[Terdeteksi di tubuh pemilik terdapat kandungan alkohol yang dapat membuat pemilik mabuk]


[terdeteksi di dalam tubuh pemilik ada senyawa yang dapat membuat pemilik bergairah]


[apakah pemilik ingin menetralkan efek ?]


[ya/tidak]


Suara pemberitahuan dan analisis dari nano segera terdengar di dalam benak Jiang Yuan. dengar expresi terkejut, jiang yuan heran dan tidak menyangka akan diberikan minuman dengan kandungan Afrodisiak.


“Apa!, afrodisiak ?. untuk apa dia memberiku minuman yang dicampur dengan perangsang ?, apa dia rakus terhadap ketampanan dan tubuhku ?” gumam jiang Yuan sambil mengelus wajahnya.


“Nano, menetralkan semua efek samping” ucap Jiang yuan memberi perintah.


[perintah diterima]


nano segera menetralkan efek afrodisiak yang terdapat pada minuman arak yang diberikan Shui Lan. Yu’er yang diam dari tadi akhirnya bicara.


“Yuan’ge, apa aku bisa mencicipi arak milikmu ?” tanya Yu’er.


“Emm?” jiang yuan melirik ke arah Yu’er.


“Tidak, arak ini tidak bagus untuk mu, dan rasanya tidak sebaik arak yang aku simpan di Alam Fengyuan, jika kau mau arak, kita bisa kembali dan mengambilnya ?” ucap Jiang Yuan menolak permintaan Yu’er.


Jiang Yuan tidak habis pikir, jika Yu’er minum Arak yang dicampurkan dengan Afrodisiak, bukankah itu akan menjadi masalah nantinya.


“Hmm, pelit” ejek Yu’er yang kesal.


“Ini hanya ada segelas, tidak mungkin cukup untuk kita berdua” ucap jiang yuan.


Setelah itu dia menenggak semua arak hingga habis tak bersisa. ini dia lakukan agar yu’er tidak mengambil arak miliknya yang bercampur dengan afrodisiak.


Yu’er yang melihat kelakuan Jiang Yuan melonggo tidak percaya, baru kali ini dia melihat jiang yuan seperti ini.


Tak lama kemudian, sekelompok anak kecil tiba - tiba muncul dan menghampiri jiang yuan dan Yu’er.


“Immortal, immortal, immortal” teriak anak anak kecil itu.


Jiang Yuan dan Yu’er melirik anak anak kecil yang muncul menghampiri mereka. Yu’er yang semula dalam keadaan kesal kembali tersenyum menanggapi anak anak kecil.


“Ada apa adik adik kecil ?” tanya Yu’er lembut.


“Nona peri sangat cantik”


“Tuan immortal juga sangat tampan”


Anak anak kecil mengoceh memuji Yu’er dan Jiang Yuan. Yu’er yang dipuji oleh anak kecil merasa senang hatinya.


“Kalian juga cantik dan tampan” balas Yu’er lembut.


“Nona Peri, kami ada hadiah untukmu, tapi hadiahnya tidak ada disini , maukah kau ikut dengan kami mengambil hadiah nya ?” tanya seorang anak gadis kecil sambil memegang tangan yu’er.


Yu’er yang tangan nya dipegang oleh gadis kecil segera tersenyum dan menatap Jiang Yuan meminta pendapatnya.


“Pergilah, anak anak ini mungkin menyiapkan hadiah yang bagus untuk mu” ucap Jiang Yuan menanggapi maksud Yu’er.


“Hmm, baiklah. mari kita lihat hadiah apa yang kalian berikan untukku” ucap Yu’er kepada anak anak kecil.


Yu’er segera pergi mengikuti anak anak kecil, sedangkan Jiang Yuan sendirian menyaksikan jamuan pesta. setelah kepergian Yu’er, Shui Lan muncul lagi.


“Maaf immortal jiang karena mengganggumu, tapi bisakah aku meminta tolong padamu ?” tanya Shui Lan yang baru saja tiba.


Jiang Yuan yang melihat Shui Lan muncul dan membuat permintaan tersenyum keheranan.


“Ada apa dengan wanita ini ?, apa dia berpikir bahwa aku berada dibawah kendali afrodisiak dan sekarang ingin menikmati tubuhku ?” gumam Jiang Yuan dalam hati.


Jiang Yuan yang mendengar permintaan dari Shui Lan tidak menolak, melainkan mengiyakan. Jiang Yuan sendiri penasaran hal apa yang akan dilakukan oleh SHui lan padanya.


“Tidak masalah, hal apa yang perlu kubantu ?” tanya jiang Yuan menanggapi.


“Syukurlah kalau begitu, sebenarnya bukan aku yang minta tolong, tapi Qingluo yang memerlukan bantuanmu” ucap Shui Lan menjelaskan.


“Qingluo !?” seru jiang yuan.


“Benar, dia yang butuh bantuan dari Immortal Jiang” balas Shui Lan.


“kalau begitu dimana dia ?” tanya Jiang Yuan lagi.


“kalau begitu ikuti aku” ucap Shui Lan.


Shui Lan kemudian memimpin Jiang Yuan menuju Shui Qingluo berada. Jiang Yuan mengikuti arah Shui Lan pergi.


Tak lama kemudian, Jiang Yuan melihat Shui Qingluo yang sudah mabuk terduduk di kursi.


“Immortal Jiang, bisakah kau memindahkan Qingluo menuju rumahnya ? dia sangat mabuk berat. aku tidak bisa memindahkannya, karena masih ada keperluan lain” Shui Lan memberikan alasan kepada Jiang Yuan.


JIang Yuan yang mendengar itu tidak menolak atau menjawab tapi menatap Shui Qingluo yang masih mabuk.


“Baiklah, aku akan memindahkannya” ucap Jiang Yuan.


Shui QIngluo tersenyum dan bersemangat karena jiang yuan tidak menolak permintaan nya.


“Kalau begitu mohon bantuan nya” ucap Shui Qingluo yang bersemangat.


Jiang Yuan segera mendekati Shui Qingluo dan menggendongnya dan segera merobok ruang untuk pergi ke rumah milik Shui Qingluo.