Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
147. Caliburn!


Jiang Yuan dengan penuh konsentrasi melarutkan dan mencampur semua material.


“Fiuh!”


“Sedikit lagi, semua material akan tercampur sempurna” ucap Jiang Yuan.


Kemudian Jiang Yuan kembali memfokuskan dan mengendalikan kekuatan miliknya agar mengontrol suhu api dan membersihkan semua kotoran yang ada di setiap material.


“Padu!”


Jiang Yuan menggunakan kekuatan jiwanya, dan mulai memadukan semua material yang sudah mencair.


Semua material terbang melayang membentuk bola bola cair, setelah semua material membentuk bola bola cair, Jiang Yuan membentuk segel tangan, tangan Jiang Yuan bergerak mengarahkan semua Material yang sudah mencair agar bersatu.


Perlahan semua material menjadi satu, setiap material yang disaring oleh Jiang Yuan adalah esensi paling murni, sehingga semua material tersebut dapat berpadu menjadi material yang paling baik.


“Hiah!”


Jiang Yuan yang sudah selesai menyelesaikan tahap perpaduan segera melemparkan Material yang berpadu ke dalam Xuan Bing Water.


Material yang panas bertemu dengan suhu air yang sangat dingin, membuat seluruh ruangan bengkel dipenuhi dengan uap dari air.


Jiang Yuan dengan sabar menanti Material yang berpadu hingga benar benar dingin.


Setelah menunggu cukup lama, Akhirnya Material yang berpadu menjadi dingin, dan Jiang Yuan mengeluarkannya dari tempat kolam Xuan Bing Water.


Saat Jiang Yuan mengangkat Material tersebut, Sebuah logam berwarna emas darah mengkilap tempang sangat indah, disertai corak yang saling simetris.


“Sangat indah” puji Jiang Yuan.


“Sekarang aku hanya perlu memanaskannya lagi, dan melakukan penempaan hingga berbentuk menjadi pedang”


“Dan karena ini berwarna merah emas, sebut saja material ini Blood Gold Divine Metal”


Kemudian Jiang Yuan membawa Blood Gold Divine Metel ke tungku perapian, sekali lagi Jiang Yuan melakukan pemanasan, tapi kali ini tidak sampai mencair, Jiang Yuan akan memanaskan hanya sampai Blood Gold Divine Metal dalam kondisi cocok untuk dipalu.


Jiang Yuan dengan hati - hati memanaskan logam.


Setelah Blood Gold Divine Metal memerah karena panas, Jiang Yuan mengeluarkan Blood Gold Dvine Metal menuju ke meja tempa.


Dengan palu yang juga artefak khusus penempaan senjata, Jiang Yuan mulai memalu Blood Gold Divine Metal.


Clang!


Clang!


Clang!


Suara logam yang sedang dipukul terdengar sangat jelas, Jiang Yuan memalu dengan hati hati.


Setiap pukulan Jiang Yuan jika dilihat orang lain akan sangat terlihat acak dan tidak ada ritme sama sekali.


Tapi bagi mereka yang mengerti teknik penempaan, mereka akan sangat terkejut, karena dalam setiap pukulan yang dijatuhkan Jiang Yuan memiliki interval yang stabil, setiap bagian Blood Gold Divine Metal terpukul dengan sangat baik, setiap sudut memiliki tekanan yang berbeda sesuai ketebalan yang akan dihasilkan Jiang Yuan.


Waktu terus berjalan, Jiang Yuan terus mengulang antara proses pemanasan dan proses memalu, hingga pada akhirnya bentuk kasar dari  Pedang Caliburn terlihat.


“Fiuh!”


“Sedikit lagi, Caliburn versi dunia keabadian akan tercipta” gumam Jiang Yuan dengan seringai di wajahnya.


Jiang Yuan kembali melanjutkan proses penempaan. Proses penempaan ini membuat Jiang Yuan lupa akan waktu, hingga pada akhirnya, Jiang Yuan menyelesaikan tahap pembentukan.


Jiang Yuan mengeluarkan 3 buah batu dengan warna berbeda, satu berwarna hitam, dua lagi berwarna putih dan kuning.


ketiga batu tersebut adalah batu asah yang digunakan untuk membuat senjata menjadi lebih tajam dan mengkilap.


“Saatnya melakukan pengasahan”


Jiang Yuan mulai mengasah pedang caliburn, dimulai dari batu paling kasar yang berwarna hitam, kemudian berwarna kuning, dan terakhir putih  yang merupakan paling halus.


Jiang Yuan dengan hati hati mengasah agar setiap tepi dari pedang caliburn, agar menjadi sangat tajam.


Dengan penuh ketelitian, Jiang Yuan mengasah Pedang Caliburn agar setiap tepi menjadi tajam, dan tidak ada detail yang ketinggalan.


Setelah memakan waktu cukup lama, Proses mengasah pedang akhirnya selesai.


Pendang tipe dua tangan, dengan panjang 120 cm, berwarna merah  emas, ujung yang runcing, dan kedua tepi pedang yang sangat tipis dan tajam, membuat Caliburn menjadi sangat mewah dan mematikan.


“Selesai juga, tapi masih ada yang kurang”guma Jiang Yuan.


Kemudian Jiang Yuan berpikir sebentar, memikirkan kekurangan caliburn.


“Benar saja, Sepertinya aku bisa menuliskan pola rune di badan pedang, sehingga membuat pedang menjadi lebih istimewah” seru Jiang Yuan.


“tapi, rune apa yang harus kutulis ?” pikir Jiang Yuan sejenak.


Setelah memikirkan dan memperhitungkan, Jiang Yuan membuat keputusan, Rune apa yang akan ditulisnya di badan pedang.


“Kalau begitu, aku akan menggunakan Rune misterius surgawi, sehingga pedang ini dapat beresonansi dengan surga itu sendiri”


Jiang Yuan membuat keputusan, Dengan RUne Misterius surgawi yang baru saja dipelajarinya melalui Divine Spark  dan Segel Hukuman Surgawi, Jiang Yuan bisa mengukir Rune Misterius di tubuh pedang caliburn.


“Tapi diantara Rune Misterius surgawi, Rune mana yang akan ku pakai, sejauh ini, aku baru menguasai Rune Nether, Api, dan Es” gumam Jiang Yuan.


Setelah memikirkannya, mata Jiang Yuan menjadi cerah.


“RUne Nether memiliki efek yang lebih kuat untuk jiwa dibanding dua rune lainnya, jadi itu akan lebih cocok dengan sifat dari Caliburn sendiri” gumam Jiang Yuan dengan wajah cerah.


Jiang Yuan kemudian mengeluarkan sebuah pisau ukir, yang merupakan artefak.


Jiang Yuan mulai mengukir Rune Nether di tubuh pedang Caliburn. Kekuatan Jiwa Jiang Yuan mengalir deras setiap kali dia menggores tubuh pedang.


Dengan penuh konsentrasi dan kehatian, Jiang Yuan pelan pelan mengukir rune.


Dalam mengukir Rune, Tidak bisa ada kesalahan sekecil apapun, setiap kesalahan dalam halus kasar rune, setiap lekukan rune, haruslah sempurna.


Setiap kesalahan penulisan rune akan mengakibatkan Rune meledak, dan jika RUne meledak, Pedang caliburn juga akan menerima dampaknya.


jadi Jiang Yuan tidak bisa sembarangan dan ngasal dalam proses pengukiran Rune.


Dengan penuh keseriusan, Jiang Yuan akhirnya menyelesaikan proses pengukiran Rune.


“Selesai!” teriak Jiang Yuan lega.


“Setelah sekian lama, pedang Caliburn versi dunia keabadian tercipta juga” ucap Jiang YUan penuh kebangaan.


“Sekarang, aku hanya perlu menguji pedang ini”


Jiang Yuan dengan wajah yang penuh semangat mulai bersiap untuk melihat pedang pertama yang dibuat olehnya secara pribadi.