
Malam pun tiba, suasana desa sangat meriah dan ramai. para warga desa semua dalam suasana berbahagia dan senang. wajah mereka berseri - seri.
Namun saat ini satu orang yang masih terlihat gelisah, yaitu kepala desa. dia tidak tenang sama sekali, dikarenakan Jiang Yuan dan Yu’er yang belum kunjung tiba juga.
Kepala desa duduk dengan wajah yang penuh cemas, karena acara ini adalah khusus untuk jiang yuan.
“kemana perginya Immortal Jiang ?” tanya kepala desa kepada pria yang menemui Jiang Yuan sebelumnya.
“Kepala desa, kata Immortal Jiang, dia akan tiba setelah dia selesai membersihkan diri” jawab pria itu menjelaskan.
“Apa kau tahu kemana dia pergi ?” tanya kepala desa lagi.
“Tidak, saat itu immortal jiang dan istrinya menghilang saja langsung dari hadapan ku, jadi aku tidak tahu kemana dia pergi” balas pria itu lagi.
“Sudahlah, kita tunggu saja dia datang, semoga Immortal Jiang tidak pergi meninggalkan desa kita terlebih dahulu” keluh Kepala desa.
“Tenang saja kepala desa, Immortal Jiang pasti akan hadir” ucap pria itu menenangkan.
“Semoga saja” desah kepala desa pelan.
Kepala desa kembali duduk tenang sambil menanti kehadiran jiang yuan. Saat semua warga sedang saling bercengkrama satu sama lain, Shui Qingluo dan Shui Lan muncul.
Para warga desa semua menatap Shui QIngluo yang baru saja tiba, mereka semua takjub dengan pesona keindahan Shui Qingluo. Walaupun pada hari biasa Shui Qingluo juga cantik dan menawan, namun kali ini benar benar berbeda, kecantikan milik Shui Qingluo meningkat berkali kali lipat.
Shui Lan yang memperhatikan pandangan para warga yang mengarah ke Shui Qingluo tersenyum puas. Kali ini dia mendandani Shui Qingluo dengan sangat indah dan detail.
Perlakuan ini khusus dia lakukan agar menambah kesan Shui Qingluo terhadap Jiang yuan meningkat. hari ini adalah hari bersejarah bagi Shui Qingluo, tentu saja Shui lan tidak ingin Shui Qingluo terlihat biasa saja.
“Sisanya terserah padamu, aku akan mendukungmu” gumam Shui Lan pelan.
Shui QIngluo yang baru saja tiba tidak memperhatikan sama sekali sekitarnya, dia memandang sekitar mencari sosok tertentu.
“Apa dia belum datang ?, atau dia telah pergi ?” gumam Shui Qingluo ragu.
Shui Lan melihat bahwa Shui QIngluo sedang kebingungan seperti sedang mencari sesuatu segera datang menghampiri.
“Qingluo, santai saja, dia pasti akan datang. kau cukup menunggu dengan tenang disini” ucap Shui Lan menenangkan SHui Qingluo.
Shu Qingluo menganggukan kepala nya seraya mengerti.
“Em”
Mereka berdua segera pergi menuju tempat yang cukup sepi sambil menunggu kedatangan Jiang Yuan.
Suasana kembali meriah, namun Jiang Yuan dan Yu’er masih belum muncul juga, Kepala desa dan Shui Qingluo semakin gelisah karena ketidak munculan mereka hingga saat ini.
Tapi tak lama kemudian, bayangan Jiang Yuan dan Yu’er terlihat dari kejauhan. Kepala desa yang melihat itu segera bersemangat dan berteriak pada warga lainya.
“Semuanya!, segera sambut Immortal Jiang. Dia telah tiba!” teriak Kepala desa bersemangat.
Shui Qingluo yang mendengar teriakan kepala desa segera menoleh ke arah dimana Jiang Yuan muncul. Hatinya yang semula tenang kembali berdegup kencang.
“Tenang saja, aku akan membantu dirimu” ucap Shui Lan secara tiba tiba.
Shui Qingluo menatap Shui Lan yang berada di samping nya. kemudian dia berbicara kepada Shui Lan.
“Sister Lan, bagaimana kau membantuku ?, apa kau tidak lihat pasangan Immortal Jiang sangat dekat sekali dengannya ?”
“Kau tenang saja, ketika saatnya tiba, kau akan tahu sendiri” ucap Shui Lan tersenyum misterius.
“Aku pergi dulu untuk mempersiapkan kejutan untuk mu. Sekarang kau nikmati saja pestanya dan tunggu kejutan yang ku siapkan untuk mu”
Shui Lan segera pergi dan meninggalkan Shui Qingluo sendirian di pojok. Shui QIngluo menarik nafas dalam kemudian dia memberanikan dan bersikap biasa saja berjalan ke arah Jiang Yuan.
Jiang Yuan yang baru saja muncul bersama Yu’er, terkejut dengan Suasana yang ramai yang meriah.
“Yuan’ge. sepertinya warga desa sangat menghargai dirimu” ucap Yu’er yang melihat suasana desa yang meriah.
“Mungkin ini adalah bentuk apresiasi mereka terhadap ku. mari kita segera kesana, mereka sudah menunggu diri kita”
Jiang Yuan segera pergi mengajak Yu’er menuju arah tempat perjamuan. Begitu mereka masuk, kepala desa segera menyambut mereka.
“Immortal Jiang, akhirnya kau tiba juga. Aku sudah lama menunggu kalian” ucap Kepala desa basa basi.
“Kepala desa tidak perlu repot, aku sudah sangat bersyukur karena kalian telah menjamu kami” balas jiang yuan.
“kalau begitu mari kita nikmati bersama acara hari ini”
Jiang Yuan segera menyudahi basa basinya dan langsung menuju ke perjamuan. kepala desa menanggapi jiang yuan, dia juga mulai memberi penritah pada warga desa lain untuk memulai acara.
Saat acara perjamuan dimulai, seluruh desa dalam keadaan bahagia dan meriah. berbagai makanan, musik dan minuman tersedia. Jiang Yuan dan yu’er menikmati jamuan bersama dengan warga desa.
Namun, saat warga desa sedang menikmati jamuan, di salah gunung dekat desa Shui, Terdapat sekelompok orang yang memperhatikan Desa Shui. Orang - orang ini memiliki kulit hitam dan ada tanduk di dahi mereka.
Seorang yang paling tangguh dan seram di kelompok itu, dengan serius memperhatikan Desa Shui.
“Apa kau yakin di desa itu ada sebuah artefak penerbangan ?” tanya pria itu kepada salah satu bawahannya.
“Benar bos, aku melihat kapal berwarna emas turun dari langit dan mendarat di desa tersebut” jawab bawah pria itu.
“Apa kau juga yakin tidak ada seorang ahli desa itu ?” tanya pria itu lagi.
“Tenang saja bos, aku telah memeriksanya. orang terkuat di desa itu hanya seorang yuanyin dan ada 2 orang yang aura miliknya tidak bisa kupastikan, tapi aku yakin mereka belum mencapai Immortal” jawab bawahan pria itu.
“Apakah itu benar ?” tanya pria itu ragu.
“Tentu saja benar, aku menggunakan alat deteksi untuk memastikan para warga yang ada di desa tersebut” Jawab bawahan pria itu lagi.
“kalau begitu, kita bergerak sebentar lagi” pria itu membuat keputusan.
Pria itu menatap desa shui dengan tatapan menyeringai ganas. dalam pikirannya, jika bisa mendapatkan artefak penerbangan tersebut, dia bisa menyerahkan nya pada Raja dan mendapatkan hadiah yang murah hati nantinya.