
Jiang yuan yang sudah melihat ini segera bersiap bergerak.
Sebelum bergerak dia sudah mengetatkan celana nya.
“nona meng, ku harap kau tidak menyalahkan ku” jiang yuan
tersenyum misterius.
Jiang yuan pergi keluar dan menyimpan istana peri nya di
dalam lautan kesadaran nya.
Jiang yuan bergerak kembali menuju paviliun aroma mabuk.
Begitu jiang yuan masuk, pelayan segera pergi membawa jiang
yuan menuju ruangan lantai dua.
Jiang yuan bersikap biasa saja, namun dalam pikiran sudah
penuh dengan pikiran untuk mengatasi meng qi.
“hmm, apa yang sebaiknya harus aku lakukan ?” jiang yuan
berfikir.
“apakah aku akan memeras nya, atau memperalat dirinya ?”
“lihat saja nanti bagaimana, kita ikuti saja alur nya”
Setelah sekian lama menunggu, meng qi datang.
“tuan jiang, aku pikir kau tidak akan datang lagi” meng qi
yang baru muncul langsung berbicara.
“nona meng” jiang yuan menatap meng qi.
“sebaiknya duduk dulu, kemudian kita berbicara” jiang yuan
mengundang meng qi untuk duduk.
Meng qi duduk di depan jiang yuan dan menatap jiang yuan.
Para pelayan kemudian menyajikan teh di meja.
“nona meng , aku tidak tau tujuan mu menyelidiki diriku sebelumnya. Aku
yakin itu tidak sesederhana sekedar masalah lin cao”
Jiang yuan berbicara sambil menyesap teh kemudian dia berbicara
lagi. Meng qi yang mendengar ucapan jiang yuan semakin tertarik dan menatap
serius jiang yuan.
“tapi kesampingkan hal itu dahulu, aku disini cuma ingin
menyampaikan beberapa kata” jiang yuan berhenti sebentar kemudian melanjutkan
“tapi sebelum nya bisakah berbicara berdua saja ?”
Meng qi mengerti maksud jiang yuan, meng qi kemudian menatap
pelayan.
Pelayan yang ditatap oleh meng qi mengerti dan segera keluar
dari ruangan, hanya menyisahkan mereka berdua.
“tuan jiang silahkan lanjutkan bicara, hanya kita berdua
kita disini” ucap meng qi.
“baiklah, akan menjautkan” jiang yuan kembali menatap serius
meng qi.
Meng qi yang di tatap oleh jiang yuan, merasa aneh. Di dalam
mata jiang yuan meng qi melihat rasa kasih sayang dan cinta yang tulus kepada
nya.
Ini membuat meng qi aneh, bagaimana mungkin ini terjadi.
Mereka baru bertemu sekali dan pertemuan pertama mereka
tidak baik sama sekali malah berujung pertengkaran.
“nona meng”
“AKU MENYUKAI DIRIMU!”
“walau kita baru bertemu, namun sejak aku meihat mu aku
sudah jatuh cinta dengan mu. Di dalam hati ku seperti ada yang memanggil dirimu
untuk selalu menjaga mu. Aku tidak tau kenapa rasa itu muncul, mungkin kita
adalah sepasang kekasih di kehidupan sebelum nya. Aku tau ini terasa aneh
bagimu, namun aku tetap menyampaikan nya.
Semenjak aku pergi meninggalkan mu kemarin, pikiran ku selalu
terganggu oleh kehadiran mu. Nona meng, aku mengatakan ini karena aku tidak
tidak tahan dengan perasaan ku. Aku ingin perasaan ku terungkap kepada mu agar
tidak ada penyesalan dalam hidup ku.
Berapa banyak pejuang yang kehilangan kesempatan untuk
mengungkapkan perasaan nya pada orang yang dia sukai , aku tidak ingin menjadi
bagian salah satu dari mereka. Memendam rasa hingga akhirnya rasa itu tidak
pernah terungkap.
Hanya menyisahkan penyesalah tak berujung, jika aku tidak
mengukapkan perasaan ku mungkin di masa depan aku akan kehilangan dirimu tanpa
sempat mengatakan nya.
Jadi kehardiran ku disini hanya ingin mengatakan isi hatiku pada mu” jiang yuan mengutarakan
isi hati nya dengan expresi wajah yang lembut, pesona ketampanan dari diri
jiang yuan terpancar.
Meng qi yang mendar ini terkejut dan memuntahkan teh yang
sedang dia minum.
“pufft...”
“tuan jiang, tolong! apa maksud mu mengatakan ini ?” tanya
meng qi.
“bukankah sudah sangat jelas, bahwa aku mencintai mu. Semenjak
aku bertemu dengan mu, pikiran ku kacau, hari-hari ku kelabu, makan tidak
merasakan kenikmatan” jiang yuan menjelaskan kepada meng qi.
Meng qi yang mendengar ini semkin bingung.
“astaga, kenpa ini berjalan ke arah ini. Bukankah dia
seharus nya marah terhadap ku dan meminta penjelasan” meng qi merasa skenario
yang terjadi tidak sesuai yang dia pikirkan nya.
Meng qi terdiam tidak tau harus berkata apa.
“tuan jiang tolong jaga...” meng qi yang ingin berbicara,
mulut nya di tutup oleh satu jari jiang yuan.
“tolong, jangan jawab. Aku tau itu sulit bagi nona meng bisa
menerima nya, tapi yang aku katakan ini benar tulus dari hatiku” jiang yuan
yang masih menjulurkan jari nya menutup mulut mungil meng qi berbicara.
Kemudian jiang yuan melompat dari jendela dan pergi meninggalkan
meng qi yang masih terdiam. Kemudian jiang yuan berteraik.
“nona meng, kuharap pertemuan berikut nya aku bisa memanggil
dirimu qi’er”
“QI’ER AKU MENCINTAI MU!”
Jiang yuan segera menghilang dari pandangan meng qi.
Meng qi akhirnya tersadar dan merasa telah di bodohi.
“BAJINGAN!, BERANINYA KAU MENGAMBIL KE UNTUNGAN DARI KU”
teriak meng qi.
“berani nya dia memanggil ku Qi’er”
“huh!, lihat saja nanti. Jika aku menemukan mu lagi aku
pasti tidak akan ceroboh”
“dan kau berani kabur setelah minum, sudah dua kali tidak
membayar. Jika nona ini bertemu dengan mu, maka semua hutang akan ku tagih”
Meng qi masih dalam keadaan marah, namun di dalam hati nya
timbul perasaan yang belum pernah dia rasakan dan perasaan ini timbul setelah dia menyelidiki jiang yuan.
(wanita itu menyukai pria yang misterius dan bikin dia penasaran. so! buat cowok di luar sana jadilah misterius agar cewek penasaran dengan anda. hehehe)
“sialan, sialan, sialan. Bisa-bisa nya aku di permainkan”
Meng qi siap pergi menuju ruangan nya namun saat dia akan
pergi dia menemukan sebuah suling dan kertas di meja.
Meng qi mengambil suling itu dan kertas.
Di kertas tertulis sebuah kalimat dari jiang yuan.
“suling ini adalah suling kasih sayang dan memiliki pasangan
saling menarik satu sama lain. Ku harap nona meng qi menjaga suling ini. Ini
adalah bukti cinta ku padamu”
“bajingan!” meng qi marah dan mencoba menghancurkan suling,
namun dia heran.
“suling ini...?, senjata tingkat surga” meng qi terkejut.
Meng qi heran dengan jiang yuan, memberikan senjata tingkat
surga begitu saja kepada seorang yang baru dia kenal.
“apa dia benar-benar mencintai ku ?” meng qi bertanya pada
dirinya sendiri.
Meng qi memperhatikan suling itu dengan seksama.
Suling bewarna hijau giok, memiliki kejernihan kristal, ada
pola awan di badan suling nya.
“suling yang indah” ucap meng qi.
Meng qi masih dalam keadaan memikirkan kata-kata jiang yuan,
semenatara jiang yuan sudah kembali ke istana peri.
“hahaha, anggap saja mengorbankan senjata surgawi sebagai
investasi”
“aku yakin saat ini dia sedang meledak-ledak, tapi semakin
penasaran seorang wanita dan tertarik akan suatu hal maka akan semakin cepat
dia jatuh. Ketika dia jatuh, di saat itulah aku mendapatkan dirinya”
Jiang yuan sudah penuh konspirasi untuk mengadu meng qi di
masa depan.
"tidak sia-sia aku membaca 1001 trick menaklukkan wanita"
"bait pertama, wanita suka dengan pria yang misterius"
"bait kedua, wanita cenderung mematai dan mencari tahu informasi pria yang dia sukai"
"bait ketiga, wanita akan menjadi sangat pintar sekaligus bodoh ketika jatuh cinta"
"bait keempat, wanita suka diperlakukan secara halus dan lembut"
"bait kelima, sekeras apapun wanita mereka suka di perhatikan"
"hehe, cepat atau lambat dia akan jatuh ke tangan ku. begitu dia jatuh cinta dengan ku maka dia akan menyerahkan seluruh dirinya kepadaku tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi"
"cinta dapat membuat mu candu dan bahagia, namun cinta juga dapat membuat buta melanggar batas logika"
Jiang yuan kembali menuju alam fengyuan dengan senyuman licik nya.
Di alam fengyuan yu’er kali ini sedang membaca buku di
pagoda perpustakaan.
Jiang yuan masuk dan menghampiri yu’er.
Yu’er yang melihat jiang yuan, menutup buku nya dan
tersenyum ke arah jiang yuan.
“saudara yuan” seru yu’er.
“nah, yu’er apa kau sudah siap untuk menembus spirit fusion
?” jiang yuan bertanya.
Yu’er menganggukan kepala nya.
“benar saudara yuan, yu’er sudah siap menerobos” jawab
yu’er.
“kalau begitu spirit seperti apa yang ingin kau gabungkan ?”
tanya jiang yuan penasaran.
“kalau bisa yu’er ingin menggabungkan jiwa nine-headed
phoenix, dengan menggabungkan itu maka kekuatan yu’er akan berlipat ganda”
yu’er menjawab keinginan nya terhadap spirit yang ingin dia gabungkan.
“kalau begitu ikuti aku” jiang yuan mengajak yu’er pergi ke
suatu tempat.
Jiang yuan dan yu’er pergi menuju ruangan khusus, di dalam
ruangan ini terdapat banyak botol dengan kondisi tersegel.
Masing-masing botol berisikan jiwa dari berbagai ras.
“nah, yu’er bisamemilih spirit nya disini. Ambil saja yang
mana yu’er suka” jiang yuan meyuruh yu;er untuk menentukan pilihan nya.
Yu’er terkejut dengan begitu banyak pilihan.
Sebernarnya yu’er penasaran, darimana jiang yuan mendapatkan
ini semua.
Tapi dia tetap tidak bertanya, karena jiang yuan tidak
memberi tahu dirinya.
“saudara yuan, sungguh banyak spirit soul disini” seru yu’er
yang terkejut.
“hehe, tentu saja. Pilihlah, setelah itu yu’er menerobos
spirit fusion dan kita akan melanjutkan perjalanan setelah yu’er menerobos”
ucap jiang yuan.
“baiklah, yu’er akan lihat dulu” yu’er mulai memeriksa spirit
soul.
Satu persatu spirit soul dilihat oleh yu’er. Setiap spirit
soul disini membuat yu’er terkejut.
Sebagian besar spirit soul adalah kualitas teratas, yu’er
berjalan ke deratan bagian spirit tipe burung.
Akhirnya pandangan yu’er terfokus pada botol abu-abu.
Yu’er berjalan dan melihat botol tersebut dan membaca
keterangan botol.
“spirit soul demon and gods chaos phoenix”
Yu’er memutuskan pilihan nya.
Dia kembali menuju jiang yuan.
“saudara yuan, yu’er telah memilih” yu’er menunjukan botol
itu kepada jiang yuan.
“bagus,spirit soul dewa dan iblis phoenix kekacauan, karena
yu’er telah memilih tinggal mengabungkan nya saja kemudian menerobos ke alam
spirit fusion” jiang yuan berkata.
Tidak seperti leluhur phoenix, dewa dan iblis phoenix
kekacauan adalah phoenix yang lahir bersama 3000 dewa dan iblis kekacauan saat
pertama kali kekacauan terbentuk.
Sedangkan leluhur phoenix sendiri terlahir setelah kekacaun
terbelah menjadi langit dan bumi bersamaan dengan longzu dan shi qilin.
Kemudian mereka pergi, jiang yuan mengajak yu’er menuju
menara waktu.
“yu’er silahkan menerobos di dalam, hati-hati saat menerobos”
jiang yuan menyuruh yu’er segera masuk dan menerobos.
“baiklah saudara yuan, yu’er akan segera menerobos sesegera
mungkin”
Yu’er masuk kedalam menara waktu, meninggalkan jiang yuan
sendiri.
“yu’er akan segera menerobos, saat nya giliran ku juga meningkatkan
kemampuan” jiang yaun berjalan menuju area latihan untuk berlatih teknik.
Setelah sampai jiang yuan berfikir.
“teknik seperti apa yang seharus nya ku latih ?” jiang yuan
termenung, kemudian dia mendapat kesimpulan “teknik pukulan terlalu frontal,
aku tidak terlalu suka kontak fisik langusung saat bertarung. Lebih baik
gunakan saja teknik mata, menjebak musuh tanpa di sadari adalah jalan ninja ku.
Hahaha....”
Jiang yuan segera mengingat beberapa teknik mata yang dia
meliki, dnegan bantuan nano segera jiang yuan menemukan yang cocok untuk nya.
“teknik mata penghapus jiwa, lebih baik latih teknik ini
dulu” jiang yuan mulai latihan teknik mata.