Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
131. Merebus katak


Setelah kedatangan Kelompok Chen Fei beserta penduduk Desa Ji, Suasana Desa Chen semakin ramai. Chen Fei dan Chen Chu segera menghampiri sisi kepala desa.


Sedangkan Chen Er dan Chen Mendekati saudaranya Chen Yi.


“Kalian sudah tiba juga ternyata” ucap Kepala desa.


“Iya, kami baru saja tiba, dan kami membawa penduduk Desa Ji” ucap Chen Fei menjelaskan.


“Bagus, Yuan Tiandi pasti akan senang dengan perbuatan kalian yang sukses menjalankan misi”


kepala desa mengangguk puas, bukan hanya desa Zhan, tapi Desa Ji berhasil mereka yakinkan. dengan adanya hal ini, dia semakin percaya diri menghadapi Jiang Yuan nanti.


“Baiklah, karena penduduk Desa Ji dan Desa Zhan sudah berada di sini, aku akan menjelaskan kepada semuanya sekaligus”


Kepala desa menatap semua orang, kemudian dia melanjutkan kembali berbicara.


“Mungkin kalian telah mendengar dari Mereka, bahwa kita manusia bisa memiliki untuk menyaingi dewa, tapi akan ku pertegas sekali lagi. Bahwa untuk mencapai kekuatan seperti itu, dibutuhkan waktu dan tidak bisa instan”


“Dan semua pencapaian itu kelak, tidak bisa lepas dari kontribusi dari Yuan Tiandi. jadi aku harap kalian semua, akan mengikuti semua perintah dan arahan dari Yuan Tiandi”


Kepala desa mengingatkan kepada semua penduduk desa JI dan Zhan, agar mereka memperlakukan Jiang Yuan dengan hormat.


“Jadi dimana sosok Yuan Tiandi yang kau maksud sekarang ?”


Seorang pria dari desa Zhan bertanya pada kepala desa.


“Yuan Tiandi saat ini sedang melakukan kultivasi, dia akan keluar ketika kultivasi yang dilakukannya selesai” Ucap kepala Desa membuat alasan.


Kepala desa sebenarnya tidak tahu dimana Jiang Yuan berada, jadi dia hanya bisa membuat alasan agar para penduduk desa Ji dan Zhan mempercayai.


“Lebih baik kalian masuk saja ke dalam desa, aku akan menjawab semua pertanyaan dan keraguan kalian di dalam desa”


Kepala desa lantas segera mengajak penduduk Desa Ji dan Zhan untuk masuk ke dalam.


Para penduduk desa Ji dan Zhan yang masih penasaran hanya bisa mengikuti arahan Kepala Desa.


Kelompok Chen Yi juga ikut bersama, mereka tidak sabar untuk melapor kepada Jiang Yuan akan keberhasilan misi mereka, tapi saat ini mereka masih perlu untuk menyakinkan lebih jelas kepada Penduduk Desa Ji Dan Zhan.



Di tempat yang jauh dari tempat Jiang Yuan berada, sekelompok manusia yang merupakan pelayan desa muncul, kali ini bukan hanya pelayang, tapi sosok pendeta kecil juga ikut serta.


Mereka semua memandang lokasi Jiang Yuan jatuh. Wajah mereka sangat serius.


“Tempat ini adalah lokasi dimana ada keanehan terjadi semalam, dan juga tempat ini sangat dekat dengan kematian kelompok yang pergi sebelumnya” ucap Pendeta kecil serius.


“Benar Pendeta, di dekat sini ada desa Chen. Desa itu merupakan salah satu desa yang menyembah Dewa Salju Snaxu, Saat tim melakukan penyelidikan tentang berkurang nya pasokan iman, Hanya tim yang pergi ke desa ini yang belum kembali, dan berdasarkan penyelidikan, Desa chen lah yang tidak memiliki suplai iman, karena semua tim yang kembali membawa hasil bahwa desa dan kota yang mereka kunjungi dalam kondisi baik baik saja”


Seorang pelayan dewa berbicara menjelaskan kepada Pendeta kecil tersebut.


“Bagus, sepertinya ada yang disembunyikan di desa ini” ucam Pendeta itu geram.


“Ayo kita periksa dahulu tempat itu, untuk memastikan ada hal apa yang terjadi semalam, setelah itu kita akan pergi ke desa CHen untuk menghukum pendosa” ucap Pendeta kecil.


Pendeta kecil dan beserta pelayan dewa segera pergi menuju lokasi Jiang Yuan jatuh. mereka bergerak dengan sangat cepat.


Akhirnya mereka tiba di pinggir batas jangkauan penyerapan vitalitas kehidupan yang diciptakan Jiang Yuan.


“Aneh, kenapa di depan semua pohon menjadi layu dan kering kerontang ?” gumam pendeta wanita yang heran.


Pendeta  wanita itu masih tidak paham, kenapa hal aneh seperti itu bisa terjadi.


“Ayo maju kedepan, kita akan memeriksa penyebab hal ini”


Pendeta akhirnya masuk ke dalam jangkauan penyerapan vitalitas Jiang Yuan. Saat mereka pertama kali masuk, tidak ada keanehan terjadi.


Tapi semakin mereka dekat dengan kepompong Jiang Yuan, tubuh mereka semakin terasa lemah, tapi tidak terasa apapun bagi mereka.


Pendeta kecil tidak memperdulikan ini, dia terus maju dan mendekati lokasi Jiang Yuan.


Saat akan mendekati JIang Yuan, Pendeta kecil  mulai merasakannya, tubuh dan tenaganya telah melemah, tidak ada energinya lagi.


Ketiak hendak akan pergi berbalik, Pendeta kecil sudah tidak bisa lagi.


“Tiidaaak!” ucap pendeta kecil lemah.


Pendeta kecil jatuh ketanah dan tidak bisa bergerak. semua energi mereka disedot oleh Jiang Yuan saat pertama kali masuk ke dalam wilayah, tapi karena penyerapan itu sangat halus, pendeta kecil dan pelayan dewa tidak merasakannya.


Saat mereka merasakan hal tersebut, tubuh mereka sudah tidak tahan lagi dan menjadi lemas, yang menyebabkan mereka tidak bisa kabur.


Kondisi mereka saat pertama kali masuk sama seperti merebus katak dalam panci.


(The katak didih adalah dongeng menggambarkan katak yang perlahan-lahan direbus hidup-hidup . Premisnya adalah jika katak dimasukkan tiba-tiba ke dalam air mendidih, ia akan melompat keluar, tetapi jika katak dimasukkan ke dalam air hangat yang kemudian didihkan perlahan-lahan, ia tidak akan merasakan bahaya dan akan dimasak sampai mati.)


...


Maaf sebelumnya, kondisi Author sedang tidak baik secara fisik ataupun Mental. maafkan jika chapter ini kurang memuaskan. semoga para pembaca tercinta bisa paham.