
Di ruangan aula
pertemuan holy lord zi jian menatap para tetua lainnya.
“sekarang, apa yang
kalian pikirkan ?. jika ada katakan saja” ucap holy lord.
Para tetua saling melirik satu sama lain, setelah suasana hening yang cukup lama.
Tetua kedua berbicara.
“holy lord, bagaimana kalau kita mengenalkan saintess kita kepada tuan feng hao. Mungkin tuan feng
berniat memiliki minat untuk mencari selir, jika itu berhasil bukankan kita dan
tuan feng akan menjadi menantu.
Jika itu hal itu terjadi kita akan mendapat dukungan tambahan, dan itu menjadi pencegah lebih
kuat dibanding leluhur yang tersegel” Tetua kedua menjelaskan.
medengar ucapan tetua kedua, holy lord melihatt tetua yang lain.
“ada yang memilik pemikiran yang lain”
Para tetua yang lain sepertinya setuju dengan pemikiran tetua kedua.
Karena tidak ada yang berbicara lagi, holy lord membuat keputusan.
“baiklah jika begitu, segera lin ziyue keluar dari periode kultivasi maka sampaikan pesan kepada
dirinya agar melayani tuan muda feng. Jika dia berhasil mendapat perhatian tuan
muda feng kita akan kekuatan tambahan yang lebih kuat” ucap holy lord.
“tapi holy lord , bagaimana jika lin ziyue menolak untuk melayani tuan muda feng ?” ucap tetua
ketiga.
“katakan padanya bahwa ini demi masa depan tanah suci amnetysh, dan dia
sendiri jika berhasil menjadi selir tuan muda feng hao maka dia akan lebih
mudah untuk pergi ke alam atas”
Holy lord memberikan alasan kepada lin ziyue jika dia akan menolak.
Para tetua lain sepertinya setuju juga.
“baiklah, semuanya bubar” ucap holy lord.
Semetara itu di ruangan tamu, feng hao dan old lu sedang berbicara.
“tuan muda, karena kita sudah disini maka aku bisa kembali ke alam atas. Selama aku tidak ada ku harap tuan muda jaga diri, walau di alam bawah seorang demigod
jarang keluar tapi tetap saja basis kultivasi tuan muda masih di tahap void
breaker” Old lu mengukapkan kekhawatirannya.
“tenang saja old lu, di alam bawah ini siapa yang akan menjadi lawan ku di generasi muda ?. bahkan jika generasi tua keluar mencari masalah aku memiliki perlindungan sendiri” ucap feng hao penuh percaya diri.
“baiklah kalau begitu tuan muda, aku akan kembali ke alam atas memberi tahu patriak tentang kompas ini yang tidak berfungsi”
Old lu segera bersiap untuk kembali ke alam atas.
“baiklah, old lu jika sudah selesai urusan dengan patriak maka segera kembali”
ucap feng hao.
“baiklah” Old lu segera pergi ke
luar angakasa untuk memecah
kekosongan dan kembali
ke alam atas.
Sementara feng hao tetap di alam bawah mencoba peruntungannya.
“semoga alam bawah ini
tidak terlalu membosankan”
Feng hao berkata dengan wajah penuh sarkasme.
... ... ...
Kota kayu hijau.
Saat ini di kota kayu hijau android 01 sedang duduk di
kursi, sedangkan mu feng berdiri bersama anggota keluarganya yang lain tanpa bergerak.
Suasana pagi yang seharusnya tentram dan hangat berubah
menjadi sangat dingin dan mencekam.
Mu feng yang dari tadi sudah berkeringat dingin gelisah
menunggu kedatangan 3 keluarga besar, sampai sekarang dia tidak tau apa tujuan android 01.
Di luar gerbang mansion tuan kota.
Patriak ketiga keluarga besar akhirnya bertemu sama lain.
Ketika mereka bertemu, mereka saling pandang dan melirik.
“patriak qing, patriak bei apa kabar” ucap patriak luo.
“patriak luo, selamat pagi. Patriak bei bagaimana kabarnya” ucap patriak qing.
“aku sehat, kalian berdua pasti baik-baik saja kan” patriak bei membalas.
Mereka bertiga saling basa-basi sebelum memasuki rumah tuan kota.
“baiklah, mari kita masuk bersama, tidak baik membuat tuan kota menunggu lama”
patriak bei segera memimpin jalan masuk.Begitu mereka masuk,
mereka melihat halaman mansion yang masih acak-acakan.
“apa yang terjadi ?” seru patriak luo.
“sepertinya baru saja ada perkelahian” jawab patriak bei.
“apa mungkin kita di undang berhubungan dengan masalah ini ?”
patriak qing ragu dengan pikirannya.
“apapun yang terjadi lebih baik bersiap-siap” seru patriak qing.
Mereka akhrinya memasuki ruangan pertemuan.
Tapi begitu mereka masuk, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Tuan kota sedang berdiri di samping pria yang mereka tidak
kenal, dan wajah tuan kota masih penuh lebam.
Gluk!
Mereka bertiga tanpa sadar menelan ludah.
Siapa pria yang membuat tuan kota harus berdiri patuh tanpa melawan.
Itulah pikiran mereka bertiga saat ini.
“saudara qing zi, saudara luo tong, dan saudara bei yihe, selamat datang
di mansion ku” ucap mu feng canggung.
“tuan kota mu feng selamat pagi”
Mereka bertiga menjawab serentak.
“baiklah karena kalian telah disini mari kita langsung saja” ucap android 01 datar.
Kemudian dia menatap mereka bertiga dengan senyum tipis di wajah nya.
Di tatap oleh android 01 entah kenapa membuat mereka
merinding tanpa
dijelaskan, dan perasaan ini tidak enak hanya ketika menghadapi
sesuatu yang buruk.
Mereka bertiga saling
memandang bingung, mereka tidak
mengerti maksud
kalimat android 01.
Tapi sebelum mereka
berfikir, android 01 sudah berpindah
menyerang.
Bam! Bam! Bam!
...
Di penginapan, jiang yuan masih terus berlatih namun
terganggu dengan suara rengekan qin shishi.
“gadis kecil sudah bangun” ucap jiang yuan tersenyum.
“kakak, dimana kita ?” tanya qin shishi.
“kita berada di penginapan saat ini, shishi sekarang mandi dulu. Setelah itu kita
akan sarapan dan membeli baju untuk shishi” jiang yuan
datang mendekati qin shishi yang masih sedikit trauma.
“kakak, shishi takut!” qin shishi yang masih trauma mengeluh kepada jiang yuan.
“shishi jangan takut, ada kakan yuan disini” jiang yuan
mengelus kepala qin shishi. Hal ini membua qin shishi lebih merasa sedikit tenang.
“nah, ayo sekarang shishi mandi” jiang yuan memerintahkan.
“em, shishi mandi. Tapi kakak bantu shishi mandi” ucap
shishi polos. Jiang yuan tercengang
terkejut.
“astaga, apa yang kau pikirkan. Dia masih kecil, jangan
berfikir aneh-aneh. Mungkin ada FBI di dunia ini” jiang yuan berkata dalam hatinya.
“shishi, laki-laki dan perempuan tidak boleh mandiri bersama jika bukan pasangan. Jadi shishi mandi sendiri oke ?” ucap jiang yuan menolak.
“tapi shishi masih kecil” ucap shishi dengan wajah polos.
Melihat wajah ini jiang yuan sulit menolak.
“baiklah, tapi mulai sekarang belajar mandi sendiri yah”
jiang yua mengingatkan.
“iya, shishi akan belajar”
Setelah beberapa menit, qin shishi telah selesai mandi dan berpakaian.
Wajah imut dan cantik
qin shishi akhirnya muncul, yang
tadinya tertutup debu
dan dan banyak kotoran.
Sekarang telah bersih,
wajah putih, pipi tembem rambut hitam
membuat qin shishi
mengemaskan.
Seperti boneka porselen yang cantik, wujud qin shishi jika di ibaratkan. Hanya
perlu mengganti pakaian maka penampilan qin shishi menjadi lebih sempurna.
Jiang yuan yang memandang qin shishi tidak bisa memuji qin shishi.
“mungkin dalam 10 tahun lagi, qin shishi akan menjadi
kencantikan yang
menghancurkan negara” jiang yuan berkata dalam hati nya.
“shishi sini, biar
kakak ikat rambut nya” jiang yuan
mengambil sisir dan
duduk di kursi menunggu qin shishi datang.
Qin shishi patuh
mendekat dan duduk di depan jiang yuan.
Jiang yuan mulai menyisir dan mengikat rambut hitam panjang qin shishi.
“sudah selesai, ayo sekarang kita mencari sarapan” jiang
yuan mengajak qin shishi.
“em!” qin shishi mengangguk.
Mengambil tangan qin shishi, jiang yuan berjalan keluar
menuju ruangan makan
restoran.
“shishi pesan saja makanan apapun yang dinginkan, pelayan sajikan menu nya!” Jiang yuan memanggil
pelayan.
Pagi hari jiang yuan
sangat hangat dan tentram berbeda
dengan suasana mansion
tuan kota yang tegang dan mengencam.
Jiang yuan dan qin
shishi akhirnya selesai makan, mereka
mulai keluar untuk
membeli baju untun qin shishi.
Jalanan kota perlahan
mulai meramai, suasana yang semula
sepi menjadi ramai.
Melihat suasana ini,
jiang yuan merasa telah kembali ketika
dia masih di bumi.
“jika aku tidak
menyebrang, mungkin aku masih harus bekerja
keras pagi-pagi hari
sekali. Jika kau bisa berharap, aku ingin suasana seperti
ini aku alami
selamanya.
Merasakan kedamaian,
ketenangan, harmoni, tapi di dunia
keabadian selalu saja
banyak variabel yang menggangu rencana. Hanya dengan
kekuatan baru bisa
mendapatkan itu semua”
Qin shishi yang di
pegang oleh jiang yuan mulai sedikit
santai.
“kakak, shishi ingin itu” qin shishi menunjuk manisan yang di jual.
“baiklah, ayo kita beli” jiang yuan mengiyakan permintaan qin shishi.
Mereka terus berkeliling, semua yang di inginkan qin shishi di iyakan oleh jiang yuan.
Mungkin jiang yuan sedikit egois sering memanfaatkan orang lain tapi tetap saja dia manusia yang memiliki hati nurani. Semua ke egoisan miliknya dilakukan semata untuk keselamatan dirinya sendiri, di dunia keabadian terlalu baik sering kaliberakhir buruk.
Terlalu baik pada
orang lain terkadang akan menimbulkan
masalah yang tidak di
inginkan.
Jiang yuan dan qin
shishi tiba di penjual pakaian.
Penjual pakaian ini
adalah seorang wanita paruh baya,
melihat ada pelanggan
datang, wanita itu semangat.
“tuan, pakaian seperti
apa yang kau butuhkan” tanya wanita
itu.
“berikan pakaian
terbaik beberapa set untuk anak ini” jiang
yuan menujuk qin
shishi yang dia pegang.
“baiklah tuan, toko
kami pasti memuaskan anda” ucap wanita
penjual.
“nah, shishi ikuti bibi
ini untuk mencoba baju” jiang yuan
berkata kepada shishi.
Qin shishi patuh
mengikuti wanita penjual untuk mencoba
mencocokan baju untuk
qin shisi.
Tapi saat ini ada
ribut di luar.
“apa yang terjadi,
kenapa pasukan penjaga kota bergerak”
“sungguh aneh,
pagi-pagi pasukan kota bergerak”
“sepertinya ada
kejadian yang membuat penjaga kota bergerak”
Penduduk semua nya pada berdiskusi
.
“cepat cari siapa itu yang berani mengacau di kota ini”
teriak sang komandan.
Penjaga kota mulai
berkeliaran mencari siapa pelaku
pemukulan penjaga
kota.
Namun di sanyangkan
para penjaga kota tidak tau siapa yang akan mereka hadapi nanti.
Sedangkan jiang yuan
jika tau hal ini, dia tidak peduli sama sekali.
minta pendapat para
reader tercinta, arc reinkarnasi lebih baik di gabung satu dengan novel ini
atau di buat novel khusu arc reinkarnasi .