
Pendeta wanita itu gemetaran, dia tidak menyangka jiang yuan akan sekuat ini. bahkan dia tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali.
“Kenapa kau diam ?”
Jiang Yuan yang masih memegangi dagu pendeta wanita bertanya dengan nada mengejek.
“Wbwhuwhu…”
Pendeta wanita ingin berbicara, tapi suara yang dikeluarkan tidak jelas di dengarkan.
“Oh!, aku lupa,kau tidak bisa berbicara jika aku memperlakukanmu seperti ini”
Jiang Yuan melepaskan tangannya dari dagu Pendeta wanita.
“Sekarang, kau bisa bicara”
Jiang Yuan menatap dengan mata main - main ke pendeta wanita.
“Dasar bajingan!”
Pendeta wanita yang sudah di bebaskan oleh Jiang Yuan segera berteriak marah mengutuk Jiang Yuan.
“Kau akan ku buat merasakan kemarahan dewa”
Pendeta wanita yang sudah langsung membuat posisi berdoa, dan mulutnya mulai membacakan berbagai kalimat kalimat doa.
Jiang Yuan yang melihat ini hanya menatap dengan tatapan penasaran, tidak ada kekhawatiran di dalam dirinya. seolah dia ingin bertemu dengan sosok dewa yang dimaksud oleh Pendeta wanita.
Pendeta wanita memancarkan aura misterius dari sekujur tubuhnya, tubuh pendeta wanita bercahaya terang. setelah sekian lama pola misterius mulai terbentuk di langit.
Jiang Yuan memperhatikan kejadian ini semakin tertarik, dia merasakan energi yang berbeda dari kekuatan spiritual.
“Menarik!, aku tidak sabar bertemu dengan makhluk yang disebut dewa ini”
Jiang Yuan bergumam dengan wajah yang menyeringai.
“Dewa datanglah!, bantu hambamu menghukum pendosa yang sudah menghina dirimu”
“Dewa yang agung, jika kau tidak hadir, maka pendosa ini berhasil membuat semua pengikut mu menghilang”
“Dewa datanglah!”
Pendeta wanita mulai berbicara lantang, dia dengan khusus berdoa memanggil dewa yang dia layani.
Pola misterius yang terbentuk di langit perlahan menjadi semakin terang, dan sebuah portal mulai terbuka. sosok dengan tubuh berwarna merah berapi - api keluar dari portal yang terbentuk dari pola yang ada di langit.
Sosok itu berwarna merah, seluruh tubuhnya memancarkan aura api yang menyala nyala, matanya sangat dingin, seolah tidak ada makhluk yang bisa masuk ke dalam pandangannya.
Suhu udara semakin panas, para warga kota semuanya tunduk ketakutan karena melihat sosok dewa yang baru saja tiba. mereka semua berkeringat karena udara panas, ditambah ketakutan akan sosok dewa.
Dewa yang dipenuhi aura api melirik ke bawah, dia melihat sekelompok manusia yang bersujud kepadanya, dia menganggukan kepala karena puas. kemudian dia melihat pendeta wanita yang memanggilnya.
“Ada keperluan apa kau memanggil ku ?”
Dengan suara yang berat, dewa itu bertanya pada pendeta wanita.
“Dewa!, lihatlah kelakuan seorang pendosa, dia berani menghancurkan salah satu kuil, jika dia dibiarkan terus seperti ini, maka aku takut semua kuil mu akan dihancurkan olehnya”
Pendeta wanita segera sujud di hadapan Dewa yang dia layani. dia segera melaporkan apa yang terjadi serta menunjuk ke arah Jiang Yuan.
Dewa yang baru saja muncul tatapannya menjadi tajam, dia melihat ke sekeliling dan menemukan bahwa patung dirinya telah hancur.
Aura milik dewa segera mengamuk tidak terkendali, tekanan dewa miliknya memancar ke segala arah.
Pendeta wanita berkeringat ketakutan, para warga kota tidak ada yang berani bersuara, mereka hanya bisa bersujud di hadapan dewa.
“Siapa yang begitu lancang menghancurkan patung ku!!!”
Dewa itu segera mengamuk, dia kemudian melihat sosok Jiang Yuan yang satu satunya tidak sujud.
“Kau!, kau begitu berani tidak tunduk di hadapan dewa ini. kau seorang pendosa, harus dimurnikan dalam api penyucian selama ribuan tahun, agar menjadi peringatan bagi orang - orang yang tidak menghormati kami para dewa”
Dewa yang melihat Jiang Yuan tidak menghormatinya, dia segera mengetahui bahwa Jiang Yuan Lah yang menghancurkan patungnya, karena dia satu satunya manusia yang tidak tunduk ketika dia hadir.
Sosok dewa yang ditatap oleh Jiang Yuan dengan tatapan seperti ti, merasakan perasaan yang aneh, baru kali ini dia melihat manusia yang tidak takut akan dirinya, malah menunjukan tatapan sebaliknya.
“Lancang!, kau berani menatapku dengan mata mu yang kotor”
“Mati!”
sosok dewa itu segera melemparkan bola api ke jaing yuan.
Jiang Yuan tidak takut sama sekali, kekuatan jiwa milik jiang yuan segera keluar. Bola api yang menyerangnya, sama seperti bola api milik pendeta wanita sebelumnya.
Bola api itu semuanya seperti spons yang masuk ke dalam lautan. bola api melayang tidak menyentuh jiang yuan sama sekali.
“Apa!!!”
Sosok Dewa itu terkejut bukan main, dia tidak menyangka bahwa serangan miliknya tidak bisa menyentuh Jiang Yuan. bahkan dia tidak bisa mengendalikan teknik yang telah dikeluarkan.
“Manusia!, siapa dirimu ?, tidak mungkin manusia memiliki kekuatan seperti itu ?”
Sosok dewa itu dengan ganas berbicara menanyakan siapa sebenarnya Jiang Yuan.
“siapa aku ?, aku jelas manusia, bukankah kau bisa melihat sendiri”
Jiang Yuan menggelengkan kepalanya menanggapi Sosok dewa.
“Tidak mungkin kau manusia!, manusia tidak bisa mempunyai kekuatan sebesar itu, hanya kami para dewalah yang bisa mengunakan kekuatan sebesar itu”
Sosok dewa jelas tidak yakin dengan identitas Jiang Yuan sebagai manusia. menurutnya tidak ada manusia di dunia ini yang bisa menyamai kekuatan para dewa.
“Kenapa tidak mungkin ?, apa aneh jika manusia bisa memiliki kekuatan sebesar ini ?”
Jiang Yuan sedikit memiringkan kepalanya membuat tampilan sedikit bingung.
“Benar, hanya kami para dewa, para makhluk tertinggi yang bisa memiliki kekuatan yang seperti itu. katakan padaku dengan jujur, siapa dirimu sebenar nya ?, mungkin aku bisa memaafkanmu dan membawamu ke Gunung Dewa”
Sosok dewa itu sekali lagi bertanya sambil menyakinkan Jiang Yuan.
“Hahaha, aku pikir kau pintar, ternyata kau begitu bodoh. dunia ini luas, kau hanya katak di dasar sumur”
Jiang Yuan mencibir perilaku sosok dewa yang berusaha membujuknya.
Sosok dewa itu menjadi kesal, bukan mendapat jawaban atas pertanyaannya, dia malah diejek oleh Jiang Yuan.
“Bagus, bagus, bagus, kau berhasil membuatku benar - benar marah”
Sosok dewa itu berbicara sambil menggertakkan gigi giginya.
“Lebih baik aku menangkap jiwamu, akan aku cari tahu sendiri jawabannya”
“Api penyucian, lautan api!”
Sosok dewa itu menyebarkan api miliknya, sehingga lautan api terbentuk. para warga kota dan pendeta yang melihat itu segera berlarian berusahan menghindari amukan api yang tercipta.
Jiang Yuan tenang dan santai, kekuatan jiwa miliknya mulai menyebar membentuk benteng perlindungan. lautan api yang bermaksud untuk menyerangnya, sama sekali tidak bisa menyentuh dirinya.
“hanya segini kemampuanmu ?, jika iya, maka lebih baik kau berlatih 10.000 tahun lagi”
Jiang Yuan mengejek Sosok dewa itu, dia jelas meremehkan kekuatan api yang menyerang nya.
Setelah dia perhatikan, kekuatan sosok dewa ini hanya setara dengan sosok yang berada di alam Void Breaker. kekuatan jiwa Jiang Yuan sendiri sudah berada di alam Saint, jelas jaraknya jauh sekali.
Sosok dewa itu terkejut, karena api penyuciannya tidak berefek pada jiang yuan sama sekali.
Sosok dewa itu sekali lagi meningkatkan kekuatan api miliknya.
“lautan api!, gelombang badai!”
api yang mengamuk menari nari, berusaha membakar jiang yuan. tapi sama seperti sebelumnya, api tidak ada satupun yang berhasil menyentuh jiang yuan.
“Sudahlah, aku sudah lelah bermain dengan mu, saatnya aku serius”
Jiang Yuan menatap sosok dewa yang berada di langit dengan tatapan tajam. wajah jiang yuan menjadi sangat serius.