
pemberitahuan!!!
di alam qinghai,
sistem kultivasi nya berbeda dengan benua xuanhuang.
Alam qinghai memakai sistem kultivasi :pengumpulan qi, membangun pondasi, jindan,
yuanying, tranformasi dewa, integral, cross fit, gangguan, mahayana,
half-immortal.
Saya minta pendapat pembaca: saya harus menduluankan 1.arc qinghai realm, 2. arc benua
xuanhuang 3. arc huang tian.
.....
jiang yuan menatap mo xingchen.
“xingchen, tuan tidak peduli masa lalu mu atau apapun yang terjadi dengan mu di masa
lalu, sekarang kau adalah murid ku. Sejak saat ini kau hanya perlu
mematuhi setiap intruksi yang ku arahkan” jiang yuan berkata dengan
nada tegas kepada mo xingchen.
“murid patuh” mo xingchen mengangguk mengerti.
Mereka melanjutakan makan lagi.
Setelah selesai makan,
jiang yuan mengajak Mo xingchen untuk pergi.
“ sebelum aku memberikan metode kultivasi padamu aku akan bersantai sejenak, jadi
tugas mu saat ini membawa ku ke tempat yang menyenangkan” ucap
jiang yuan.
“menyenangkan?” mo
xing chen bertanya heran.
“benar, tempat yang menyenangkan. Apa kau tidak tau tempat yang bagus ?” tanya jiang
yuan sambil memringkan kepala nya.
“tuan, kalau tempat seperti itu, murid hanya tau sebuah tempat yang bernama gedung awan
pelangi, dan tempat itu tersedia di berbagai belahan alam qinghai.
Dan menurut rumor, gedung awan pelangi merupakan perusahaan bisnis dari sekte suci
hehuan”
mo xingchen menjelaskan kepada jiang yuan dengan nada serius.
“baiklah kalau begitu, ayo kita pergi sekarang” ajak jiang yuan.
Jiang yuan mengeluarkan kapal surgawi miliknya.
Mereka segera terbang di langit, dengan mo xingchen sebagai penunjuk arah.
Mo xingchen walau telah menjadi murid dari jiang yuan, dia masih ragu untuk
menceritakan masalah dirinya.dia ingin membalas dendam sendiri.
Penghinaan dan penghancuran keluarga Mo adalah tanggung jawab nya.
Dia terlempar kelaut kali ini di sebabkan oleh orang tua nya yang menggunakan jimat
perpidahan ruang. Orang tua mo xingchen sendiri mengorbankan diri
mereka hanya untuk menyelamatkan Mo xingchen dari pengejaran dan
pembunuhan.
“xingchen, ke arah mana kita akan pergi ?” tanya jiang yuan.
“em, kita berada di laut sekarang. Berati kita akan ke arah barat untuk menuju daratan
tengah” mo xing chen munujuk arah yang akan di lalui kapal surgawi.
Kapal surgawi terbang di angkasa dengan kecepatan yang santai.
Mo xingchen yang berada di dalam kapal melihat pemandangan di angaksa jatuh kedalam
pemikiran.
“aliansi pembatai iblis, kalian semua yang terlibat dalam penghancuran keluarga Mo,
suatu saat aku akan menglikuidasi semuanya. Aku Mo xingchen akan
membalaskan dendam semua anggota keluarga ku yang kalian bantai”
mo xingchen berkata pada dirinya sendiri. Walaupun begitu dia masih belum paham kenapa
keluarga dia harus di hancurkan.
Mo xingchen sendiri tidak tau apa itu sebenarnya aliansi pembunuh iblis, karena saat
keluarga mereka di serang, para penyerang menutupi wajahnya, mereka
hanya mengatakn bahwa mereka adalah anggota aliansi pembunuh iblis.
Mo xingchen sampai sekarang masih bertanya-tanya apa salah keluarga mereka sehingga
harus di hancurkan oleh aliansi pembunuh iblis.
....
saat jiang yuan dan mo xingchen pergi.
Sekelompok pria dengan serba hitam dan penutup wajah datang ke tempat lokasi jiang yuan
memancing ikan sebelumnya.
“periksa semua tempat di sekitar, temukan tubuhnya. Bahkan jika dia mati, kita harus
melihat tubuhnya itu” teraik seorang pria.
Pria itu mememerintah para bawahannya.
Mereka menari-cari kemana pun, tapi tidak menemukan apa yang mereka cari.
“sialan!”
“tubuh iblis surgawi adalah wadah khusus untuk kelahiran kembali tuan, jika kita dapat
menemukan tubuh itu, kita semua akan mati kali ini” teriak pria
itu dengan nada cemas.
.....
setelah terbang dengan kapal surgawi cukup lama, jiang yuan akhirnya melihat sebuah kota.
“apa kota ini memiliki gedung awan pelangi ?” tanya jiang yuan kepada mo xingchen
yang masih melamun.
Mo xingchen mendengar suara jiang yuan segera tersadar, kemudian dia melihat kota di bawah.
“tuan, murid kurang tau, lebih baik kita pastikan dahulu” jawab mo xingchen ragu.
“baiklah kalau begitu, kita akan turun dahulu” jiang yuan mendekati mo xingchen.
Memegang kera leher bajunya, jiang yuan mengeret mo xingchen seperti memegang barang.
Menyimpan kapal surgawi, jiang yuan terbang menuju kedalam kota.
Setalah mencari tempat cukup sepi untuk mendarat, jiang yuan melemparkan mo xingchen begitu
“aduh!” celetuk mo xingchen sambil melirij jiang yuan.
“apa?, kau protes terhadap tuan!” jiang yuan melirik santai ke arah mo xingchen.
“tidak, tidak ada sama sekali” jawab mo xingchen pasrah.
“kalau begitu kita akan pergi menuju gedung awan pelangi”
jiang yuan berjalan bersama mo xingchen mencari gedung awan pelangi
jalanan kota ini cukup ramai, banyak pedagang yang berjualan.
“ayo, ayo lihat benda berasal dari tanah terlarang, harganya hanya 100 batu roh
tingkat rendah”
“lingshi 1000 tahun, hanya 300 batu roh tingkat rendah”
“gonedarma darah10.000 tahun, hanya 1000 batu roh tingkat rendah”
berbagai pedangan kaki lima saling membual tentang dagangan nya milik mereka, hampir semua
yang mereka ucapkan adalah palsu.
Namun saat mereka berjalan, mo xingchen berhenti di depan sebuah kios penjual.
Dia tertarik melihat sebuah buku usang di salah satu sudut dagangan.
Jiang yuan melihat ini tersenyum mengerti.
“bukankah ini salah satu plot anak takdir! Mereka membeli barang secara acak, ternyata
barang tersebut adalah sebuah artefak atau latihan tingkat dewa”
jiang yuan memperhatikan, menunggu benda apa yang akan dipilih oleh mo xingchen.
“pak, benda ini harga nya berapa ?” tanya mo xingchen kepada penjual sambil
menunjuk sebuah pedang kayu.
“nak, mata mu sangat jeli, ini adalah pedang kayu yang pernah digunakan oleh seorang ahli
tahap gangguan, karena kau pelanggan pertama ku, aku akan memberikan
harga 1000 batu roh tingkat rendah. 90% lebih murah di banding tempat
lain”
penjual itu melihat bahwa mo xingchen masih seorang bocah yang bisa di bodohi segera
mencoba memerasnya.
“teralalu mahal, bagaimana kalau 100 batu roh tingkat rendah” mo xingchen menawar.
“tidak mungkin, ini
adalah pedang kayu yang digunakan seorang pada tahap gangguan. 500
harga terakhir” penjual itu tawar menawar dengan mo xingchen.
“begini saja, aku beri 200 batu roh tingkat rendah dan akan ku ambil buku jelek itu
sebagai bonus nya” mo xingchen menawar kembali dengan penjual.
“tidak!” jawab si penjual.
“baiklah, aku hanya punya 200 batu roh tingkat rendah. Seperti nya aku tidak bisa
membelinya” mo xingchen berkata sedih bersiappergi.
Namun sebelum dia
pergi, si penjual menghentikannya.
“baiklah 200 batu roh tingkat rendah” teriak si penjual.
“150 batu roh tingkat rendah” tawar mo xingchen lagi.
Si penjual makin frustasi, tapi hanya bisa memasang wajah tersenyum.
“baiklah ambil, sini 150 batu roh tingkat rendah” si penjual mengambil pedang kayu dan
buku jelek itu dan menyerahkan nya ke mo xingchen.
“hehehe, senang berbisnis dengan mu bos” jawab mo xing chen penuh kemenangan
setelah membayar.
“hm, cepatlah kau pergi, kau sudah mendapatkan barang mu” teriak penjual mengusir.
Mo xingchen berjalan ke arah jiang yuan.
Jiang yuan tidak bertanya saat ini, mereka kembali berjalan mencari gedung awan
pelangi.
Saat mo xingchen pergi, si penjual tertawa terbahak-bahak.
“aku tidak menyangkan akan membodohi anak-anak. Padahal benda itu tidak lebih
dari 10 batu spritual harga asli nya”
si penjual penuh dengan kemenangan.
Namun saat dia tertawa dalam kebahagian, beberapa orang dengan mengenakan jubah
menghampirinya.
“pelanggan, apa yang kau cari, semua benda disini adalah barang top” teriak si penjual.
Para pria berjubah itu menatap si penjual dan bertanya.
“apa kau menjual sebuah buku jelek warna coklat kulit disini ?” tanya orang itu.
“tentu saja, lihat ini” penjual itu mengeluarkan semua buku miliknya.
Para pria berjubah itu memeriksa dan mengerutkan kening.
“apa kau yakin buku itu ada disini ?” tanya seorang pria berjubah kepada temannya.
“aku yakin, buku itu menurut mata-mata ada disini tadi” jawab pria berjubah lainya.
“apa kau baru ada menjual sebuah buku jelek ?” tanya pria berjubah.
“hmm, memang ada, seorang bocah membeli pedang kayu dengan sebuah buku usang jelek
sebagai jaminan” jawab si penjual.
Aura pria berjubah itu keluar sesaat karena marah.
“sialan!, siapa anak itu, cepat beritahu aku sekarang dimana dia dan sseperti apa
wajahnya” prai berjubah mencekik si penjual.
Si penjual ketakutan, dia dengan gugup menjawab.
“anak itu berpakain hitam, wajah tampan, tinggi badan 175 cm dan dia tadi berjalan menuju
ke gedung awan pelangi”
pria berjubahitu menghempas si penjual ke tanah.
“ayo segera kita cari anak itu!”
para pria berjubah segera pergi mencai mo xingchen.
“oh tuhan, siapa mereka, dan kenapa buku itu jadi rebutan orang-orang ini”
si penjual merasa pusing dnegan apa yang terjadi hari ini, sepertinya dia telah rugi
besar sekali saat ini.