
Pria bertanduk itu menatap Yu’er sedikit terkejut, karena dia melihat adanya aura dari clan phoenix. dia kemudian merasakan sedikit perbedaan dari aura tersebut dengan Clan Phoenix yang ada di honghuang.
“Bukan, itu jauh lebih kuat dibandingkan Aura milik Clan Phoenix, dan dia masih merupakan ras manusia ?, kenapa bisa ada tekanan Clan Phoenix padanya” pria bertanduk mengerutkan kening menatap Yu’er dengan heran.
Dia sama sekali tidak paham dan mengerti, kenapa bisa ras manusia memiliki Aura Clan Phoenix, dan itu masih lebih kuat dari clan phoenix biasa. terutama api keabuan yang muncul dari tubuh yu’er, itu membuat dia sedikit merasa bahwa api itu sangat berbahaya. menurutnya tidak mungkin ras manusia bisa memiliki aura dari clan phoenix, dan lebih aneh lagi bahwa aura itu jauh lebih kuat dibanding phoenix biasa.
“Tangkap saja dulu, mungkin raja akan senang dengan wanita ini” ucap pria bertanduk membuat keputusan.
“Kalian tangkap wanita itu” perintah pria bertanduk.
Segera bawahan pria bertanduk mulai menyerang Yu’er. Yu’er yang melihat para musuh mulai menyerang, Yu’er segera melawan balik.
“Jiutian Feng Wu!”
(Tarian phoenix sembilan surga)
9 Phoenix yang terkondensasi dari api mulai terbentuk. Yu’er mulai menyerang balik, di iringi 9 phoenix api di sampingnya, Yu’er menari di angkasa.
Tarian Phoenix sembilan surga menunjukan kekuatanya, musuh - musuh yang menyerangnya mulai kewalahan. setiap gerakan yu’er seperti tarian yang sangat indah.
Api yang terpancar dari tubuhnya membuat musuh sulit mendekati, dan Phoenix bergerak menyerah musuh musuh.
Pria bertandak yang melihat Yu’er yang sangat luar biasa sangat terkejut, dia sama sekali tidak bisa melihat basis kultivasi Yu’er, tapi dia bisa merasakan kekuatan yang ditampilkan jelas berada dibawah mahayana.
“Apa basis kultivasi wanita itu ?, kenapa Aura sangat berbeda dengan kultivasi keabadian ?” pria bertanduk menatap heran.
Dia merasakan bahwa kekuatan yang dikeluarkan oleh Yu’er sangat berbeda, fluktuasi hukum api yang dikeluarkan Yu’er berbeda dengan aturan hukum di Honghuang.
“Dengan kekuatan ini kalian ingin merampas Kapal milik Yuan’ge ?, kalian hanya bermimpi!” teriak yu’er yang marah.
Yu’er kemudian memasuki mode dharma miliknya. bayangan Chaos phoenix mulai terbentuk, dan perlahan menyelimuti seluruh tubuh Yu’er. Yu’er dan bayangan Phoenix semakin kental.
Chaos Phoenix akhirnya terwujud nyata, dengan ukuran yang sangat besar, Chaos Phoenix mengeluarkan suara ciakan yang keras.
Kiaakkk!
Chaos Phoenix fase dharma Yu’er dengan ukuran 20 meter terbang di angkasa.
Pria bertanduk itu terkejut dengan teknik perubahan Yu’er, dia tidak menyangka wanita ras manusia bisa berubah menjadi Phoenix, dan Phoenix itu masihlah Seekor Chaos Phoenix.
“Sialan!, siapa wanita ini, kenapa dia bisa berubah menjadi Seekor Phoenix” seru Pria bertanduk heran.
Pria bertanduk itu semakin penasaran dengan Yu’er, dia tidak menyangka akan menemukan suatu keanehan seperti ini. Menurutnya ras manusia saat ini belum ada kontak dengan Clan Phoenix.
“Sepertinya aku yang harus turun tangan menghadapi dia” ucap Pria bertanduk.
Yu’er yang dalam fase dharma menembakan api kekacauan ke arah musuh, api kekacauan yang mengenai musuh langsung membuat musuh kocar kacir.
Yu’er dengan bebas bergerak cepat menekan musuh yang menyerang dirinya. Saat dia masih bertempur dengan bawahan pria bertanduk.
Pria bertanduk tiba tiba muncul di belakang Yu’er dan menghantam punggung besar Yu’er yang berada dalam Fase dharma.
Boom!
Kiaak!
Yu’er terjatuh dari langit menghantam tanah. Yu’er yang terjatuh segera bangkit kembali melirik Pria bertanduk yang menyerang dirinya.
“Tak tahu malu, beraninya kau melakukan serangan menyelinap” teriak Yu’er marah.
“hehehe, apa peduli ku” cibir pria bertanduk.
“Nona, ku sarankan kau patuh menyerah dan ikut aku, dengan begitu aku tidak perlu menyakiti mu”
Pria bertanduk merayu Yu’er sekali lagi. Dia sangat penasaran dengan Yu’er, terutama kenapa Ras manusia bisa berubah wujud menjadi Phoenix.
“Cuih!,najis!. tak usah banyak omong” kutuk Yu’er marah.
“Bola Api Pembakar Dunia!”
Yu’er mengeluarkan salah satu teknik bawaan miliknya, api kekacauan terkondensasi di mulut yu’er yang berada dalam fase dharma.
Api abu - abu mulai terkumpul dan terkondensasi. api kekacauan semakin banyak dan terus terkompresi menjadi bola padat.
Setelah api kekacauan terkompresi menjadi bola, Yu’er menembakan bola api ke arah pria bertanduk.
Bola api dengan sangat cepat mengarah ke arah pria bertanduk. Pria bertanduk melihat serangan Yu’er yang mengarah ke dirinya terkejut.
“Menarik” ucap pria bertanduk.
Pria bertanduk melakukan gerakan mencakar. energi hitam yang terkondensasi di tangan pria bertanduk membentuk cakar raksasa dan mengarah ke arah bola api milik Yu’er.
Dua kekuatan yang bertolak belakang saling berhadapan, Bola api yang mengandung kekuatan Yang dan cakar tulang iblis yang mengandung kekuatan Yin saling berbenturan.
Boom!
Ledakan besar terjadi, dampak ledakan sampai membuat desa Shui Porak poranda.
Pria bertanduk yang mengerutkan kening, karena teknik miliknya beradu imbang dengan teknik Yu’er.
“Semakin menarik, aku semakin bersemangat untuk menangkap mu hidup hidup” Pria bertanduk menatap Yu’er dengan tatapan bersemangat.
“Ingat, orang yang akan menangkapmu ini adalah salah satu jendral dari Raja Iblis Xiamo, Jendral Mo Heisha”
Pria bertanduk berkata memperkenalkan dirinya. dia bertekad kali ini untuk menangkap Yu’er.
“Huft!, jangan merasa menang dulu” balas Yu’er.
Yu’er segera kembali dalam Wujud manusia, dan melakukan bentuk akhir dari Fase Dharma.
Yu’er yang kembali dalam wujud manusia menjadi lebih terlihat ganas yang berada dalam Final Form. dengan jubah api kekacauan, mahkota Phoenix, dua buah sayap phoenix yang berada di punggung nya, dan ada bola energi yang dipadatkan dari Spirit miliknya.
Mo Heisha terkejut, karena Yu’er sekali lagi berubah Wujud.
“Apa sebenarnya dirimu ?” tanya Mo Heisha penasaran.
“Hm!, tanyakan saja pada kehidupan kedua” teriak Yu’er marah.
Yu’er kemudian mengeluarkan sebuah Pedang. Pedang tersebut beewarna merah, dengan ornamen Phoenix di gagang nya, dan ada sebuah lubang di antara pedang dan gagang.
Yu’er menyatukan Spirit miliknya dan Pedang.
“Fusi, Chaos Spirit Sword”
Spirit Yu’er yang memasuki pedang seketika berubah warna menjadi abu abu, dan aura api kekacauan memancar keluar dari pedang.
“Jiutian Feng Wu, Tarian Pedang pembakar langit”
Yu’er mengeluarkan teknik lanjutan dari Jiutian Feng wu, yaitu gerakan Tarian pedang pembakar langit. Yu’er menebas ke arah Mo Heisha sambil berpindah tempat.
Setiap gerakan Yu’er seperti seorang yang menari di langit, tebasan pedang yang mengarah ke Mo Heisha membawa Aura Hukum Api dan kehancuran.
Mo Heisha melihat Yu’er mengeluarkan sebuah Pedang, tatapan nya tertuju pada pedan Yu’er.
“Lingbao Bawaan!” Teriak Mo Heisha.
Mo Heisha menjadi lebih bersemangat, kemudian dia mengerutkan kening lagi, karena dia merasakan Aura Pedang Yu’er lebih dari sekedar Lingbao Bawaan.
“Apa!, itu lebih kuat dari Lingbao Bawaan”
Pria bertanduk itu semakin terkejut, karena Pedang milik Yu’er memiliki pancaran kekuatan yang lebih kuat dari Lingbao bawaan.
Kemudian dia terkejut karena Yu’er mulai menyerang dirinya, namun Mo Heisha menganggap remeh tebasan yang mengarah dirinya awalnya.
Tapi sesaat kemudian, dia menyadari bahwa tebasan itu mengandung kekuatan Hukum api dan Hukum Kehancuran.
Akhirnya dia melepaskan seluruh kekuatan aslinya, Aura Tianxian seketika Pecah.
“TInju Iblis gila!”
Mo Heisha meninju setiap tebasan yang mengarah dirinya dengan mudah. Yu’er yang merasakan letusan aura Mo Heisha terkejut dan tertekan.
Jarak kultivasi dirinya dan Mo Heisha sangatlah jauh. Yu’er bahkan belum menjadi Seorang True God, lawannya Mo Heisha telah menjadi Seorang Immortal yang berada di Ranah Tianxian.
Ada jarak 6 alam besar di antara mereka, tapi berkat pedang yang digunakan Yu’er, tekanan yang dialami sedikit berkurang.
“gadis kecil, kau berhasil membuat Jendral ini marah. saat nya kita akhiri permainan ini. Kalian semua, sampai kapan akan berpura - pura pingsan” teriak Mo Heisha.
Seketiak para bawahan miliknya yang di awal sudah pingsan akibat serangan Yu’er mulai terbangun, dan Aura milik mereka semua berada di Alam Mahayana.
Yu’er yang melihat ini terkejut, dia tidak menyangka bahwa dia telah dipermainkan oleh musuh selama ini.
“gadis kecil, apa kau terkejut ?. awalnya kami tidak ingin terlalu mencolok, tapi karena kau memaksakan kami, jadi jangan salahkan kami jika sedikit tidak sopan”
Mo Heisha menatap Yu’er dengan tatapan main - main. seolah dari awal Yu’er berada di bawah kendalinya.