
Di Desa Chen, Saat pertarungan Antara Dewa Nether Ice dengan Jiang Yuan terjadi. Semua warga desa menjadi terkejut kaget.
Karena dampak pertarungan mereka sangatlah kuat. Bahkan suhu udara di desa juga terpengaruh.
“Apa yang terjadi ? kenapa udara menjadi dingin ?”
“Benar, dan lihatlah kesana, sepertinya ada sesuatu yang terjadi”
Para warga desa saling berdiskusi menanggapi apa yang mereka alami.
Kepala desa Chen memandang ke arah tempat Jiang Yuan berada.
“Bukankah itu tempat dimana Yuan TIandi berada ?” gumam Kepala Desa Heran.
“Sepertinya ada sesuatu yang terjadi disana, dan menyebabkan cuaca menjadi berubah” gumam Kepala desa membuat tebakan.
Saat kepala desa sedang memikirkan apa yang terjadi di tempat Jing Yuan berada. Chen Yi dan lainnya telah tiba di rumah kepala desa.
“Kepala Desa!”
Teriak mereka semua menghampiri Kepala desa.
“Em!” jawab kepala desa mengangguk.
“Kepala desa, apa kau tahu apa yang terjadi di sana ?, kenapa ada awan hitam muncul dan udara menjadi dingin tiba - tiba” Tanya Chen Yi penasaran.
“Disana adalah tempat Yuan Tiandi mundur, mungkin ada sesuatu yang terjadi. Lebih baik kita tidak perlu mengganggu dirinya” ucap Kepala desa mengingatkan.
“Yuan Tiandi ternyata disana” ucap mereka serempak mengerti.
Chen Yi dan lainnya hanya mengetahui bahwa Jiang Yuan sedang mundur, tapi tidak tahu dimana lokasi tepatnya.
Tapi ketika mereka sedang menyaksikan ke arah dimana Jiang Yuan berada.
Mereka melihat sebuah energi besar berbentuk bola menutupi lokasi Jiang Yuan berada.
“Apa itu ?, kenapa itu seperti penghalang” seru mereka kaget.
Mereka semua tidak tahu, bahwa energi itu adalah sebuah domain dari Dewa Nether ICe Axline.
…
Di pinggiran hutan tempat Hu Lin berada. Dia sangat terkejut kita Melihat Jiang Yuan. Dia tidak menyangka akan ada manusia yang bisa mengalahkan Dewa.
Terutama saat Jiang Yuan memaksa Dewa Nether ICe Axline menggunakan Domain miliknya.
“Sialan!” gerutu kesal Hu Lin.
“Kenapa aku harus ikut terjebak dalam DOmain milik Dewa sialan itu” Hu Lin dengan wajah kesal menggerutu.
Hu Lin Yang terjebak di dalam Domain Milik Dewa Nether Ice AXline mulai merasakan dingin di sekujur tubuhnya.
Sayangnya dia tidak bisa kabur sama sekali, karena sudah terlanjur terjebak di dalam Domain.
Hu Lin yang menggigil kedinginan terus menyaksikan pertarungan antara Dewa Nether Axline dan Jiang Yuan.
Ketika Pertarungan semakin panas dan intens, Hu Lin terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Dewa Nether Ice Axline yang semula dikira olehnya akan memenangkan pertarungan, malah kalah oleh satu serangan.
“Apa!. bagaimana mungkin!” teriak HU Lin yang terkejut.
Mata Hu Lin penuh dengan keterkejutan. dia masih tidak percaya sosok dewa akan kalah oleh manusia.
Saat Hu Lin dalam kondisi terkejut, tiba - tiba matanya menegang, karena sosok manusia yang dilihat olehnya menatap ke arahnya langsung.
Hu Lin menjadi kaku tidak bisa bergerak, tubuhnya menjadi mulai sedikit gemetaran dan berkeringat dingin.
Saat dia pikir akan segera didatangi oleh sosok yang dilihatnya, tapi setelah beberapa saat, sosok itu tidak kunjung datang dan malah pergi ke bawah.
“Syukurlah” ucap Hu Lin lega.
“Jika sosok itu menghampiriku, aku sudah pasti mati” gumam Hu Lin lega.
“TIdak, aku tidak bisa disini terus” gumam Hu Lin membuat keputusan.
Untungnya, saat kematian Dewa Nether Ice Axline, Domain milik Dewa Nether Ice AXline telah hilang.
…
Jiang Yuan memegang Divine Spark di tangan nya, dengan seringai di wajahnya. Jiang Yuan kemudian melihat ke arah sudut tertentu dan hanya tersenyum misterius.
“Menarik, sepertinya masih ada makhluk lain didunia ini” Gumam Jiang Yuan yang memperhatikan sosok yang bersembunyi.
“Domain ini juga sudah runtuh” ucap Jiang Yuan memperhatikan Domain yang mulai menghilang perlahan.
“Sudahlah, saatnya panen yang lain, setidaknya ada 9 Divine Spark disini sekarang” Ucap Jiang Yuan memperhatikan Dewa Dewa Yang masih dalam keadaan tidak sadar.
Jiang Yuan kemudian turun ke tanah, dia mulai menyebarkan kekuatan jiwanya.
“Soul Attack!”
Kekuatan jiwa Jiang Yuan menyerang jiwa para Dewa yang dalam keadan tidak sadarkan diri dengan mudah.
“Ahhhh!”
Semua Dewa berteriak kesakitan. setelah mereka berteriak beberapa saat, tubuh mereka mulai meledak dan hanya menyisakan Divine Sparks.
Jiang Yuan segera mengumpulkan semua Divine Spark dengan kekuatan jiwa miliknya.
“Dengan begini, aku semakin dekat dalam penelitian untuk memecahkan segel HUkuman Surgawi” ucap Jiang yuan puas.
Setelah itu Jiang Yuan menyimpan semua Divine Spark dan pergi menuju ke Desa Chen.
Gunung Dewa.
Holy God Crotheus yang sedang duduk berlatih tiba - tiba membuka keenam matanya. Wajahnya segera berganti menjadi wajah dengan ekspresi marah.
“Sialan! kali ini 9 dewa telah mati, dan 1 adalah Seorang High God” Teriak Holy God Crotheus marah.
“Siapa bajingan itu, sehingga dia berani membunuh Dewa. Seperti nya aku tidak bisa tinggal diam lagi” ucap Holy god Crotheus marah.
“Jika begini terus, mungkin satu persatu para dewa akan mati ditangan oleh sosok itu. Jika dia mampu membunuh sosok High God, setidaknya itu pasti setara dengan para 9 tetua dewa” gumam Holy god Crotheus membuat analisis.
“Tapi bagaimana mencari sosok itu, agar bisa bertemu dengan 9 tetua dewa ?” gumam Holy GOd Crotheus mencari cara.
Menurut perkiraannya, sosok yang membunuh Dewa. setidaknya itu berada di tingkat yang sama dengan 9 Tetua dewa, jadi untuk menangkap sosok itu,dia berencana untuk menggunakan 9 tetua dewa sebagai senjata.
Sedangkan dia sendiri, merasa tidak perlu untuk turun tangan. karena didunia ini hanya Ao Lie yang setara dengannya.
Jika sosok itu setara dengannya, pasti dia tidak akan sembunyi - sembunyi untuk membunuh dewa.
“Sepertinya hanya itu satu - satunya cara” gumam Holy GOd Crotheus.
Holy GOd Crotheus tiba - tiba memikirkan sebuah rencana yang mungkin akan menarik sosok pembunuh Dewa.
Selama sosok itu masuk kedalam rencana jebakan dirinya. sudah dipastikan sosok itu akan tertangkap.
Holy God Crotheus segera pergi menuju Kuil Dewa untuk membuat pengumuman kepada seluruh dewa.
…
Di Desa Chen, saat energi yang menutupi wilayah Jiang YUan berada menghilang. Mereka semua kembali tenang.
Para penduduk dari Desa Ji dan Zhan terutama, mereka sangat tidak paham dengan situasi yang terjadi.
Karena pengetahuan mereka masih terbatas, sehingga cara mereka menanggapi situasi juga berbeda.
Seorang pemuda berpakaian sarjana, alias Ji Kong memandang ke lokasi Jiang Yuan.
“Apa itu ulah para dewa ?” gumam Ji Kong tidak yakin.
Pengetahuan Ji Kong tentu sangat berbeda dengan orang lain. dia adalah orang terpelajar,dan banyak membaca buku dan kisah kisah.
Sehingga membuat dia memahami beberapa hal. tapi hanya penduduk Desa Chen yang berpikir lain. karena mereka telah tahu, bahwa itu adalah tempat dimana Jiang Yuan berada.
Ketika semua warga sedang menyaksikan ke arah Tempat Jiang Yuan berada. Mereka tiba - tiba dikejutkan dengan sosok yang terbang di udara.
Mereka melotot tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh mata mereka.