Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
97. One Night Stands, Serangan Musuh


Shui Qingluo yang dalam keadaan sedikit mabuk tersenyum melihat Jiang Yuan menggendongnya.


“Brother Jiang, darimana saja kamu, kenapa baru muncul  sekarang. hehehe…” gumam Shui Qingluo yang dalam keadaan mabuk.


Jiang Yuan yang menggendong Shui Qingluo hanya tersenyum kemudian merobek ruang untuk pergi menuju rumah Shui Qingluo. hanya dalam sekejap Jiang Yuan berhasil tiba di rumah Shui  Qingluo.


Shui Lan yang bersembunyi memperhatikan Jiang Yuan yang pergi bersama Shui Qingluo segera tersenyum.


“Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk mu, sisa nya terserah kau dan Immortal Jiang bertindak” ucap Shui Lan yang bersembunyi.


Jiang Yuan segera masuk ke dalam rumah dengan Shui Qingluo yang berada dalam gendongan. Shui QIngluo yang dalam gendongan jiang Yuan tersenyum sambil menatap wajah Jiang Yuan.


Tiba - tiba Shui Qingluo merangkul leher Jiang Yuan dan memeluknya dengan erat.


“Brother Jiang, jangan tinggalkan aku. aku menyukaimu” ucap Yu’er yang dalam keadaan mabuk.


Jiang Yuan dipeluk erat oleh Shui Qingluo juga terkejut. Dia tidak tahu kenapa Shui QIngluo bertindak seperti ini. Jiang Yuan pun sadar bahwa Shui Qingluo dalam keadaan mabuk, dia mengerti tindakan ini berada di luar kendalinya sendiri.


“Terima kasih” Balas Jiang yuan.


“Brother Jiang, aku tahu kau sudah memiliki pasangan, tapi aku tidak mungkin memendam rasa ku terhadap mu selamanya” Shui Qingluo berkata lagi.


“Qingluo, kau dalam keadaan mabuk sekarang, lebih baik kau beristirahat” ucap jiang yuan mengingatkan.


“Tidak,aku tidak mabuk, aku dalam keadaan sadar sekarang” balas Shui QIngluo galak.


Jiang Yuan menghela nafas kemudian dia segera memasuki rumah Shui Qingluo dan berjalan menuju kamar. Jiang yuan segera meletakan Shui Qinngluo di tempat tidur.


“Kau beristirahatlah disini, aku akan keluar” ucap jiang yuan kepada Shui Qingluo.


Shui QIngluo yang diletakkan di kasur segera menarik tangan jiang yuan, dengan keadaan yang masih belum sadar, shui Qingluo menatap jiang yuan.


“Brother jiang, bisakah kau menemani ku malam ini saja ?” Shui Qingluo menatap Jiang Yuan dengan tatapan berharap.


Jiang Yuan yang dihentikan oleh Shui Qingluo segera berhenti dan menatap Shui Qingluo. Mendengar perkataan Shui Qingluo barusan jiang yuan menghela nafas.


“Kau dalam keadaan mabuk, lebih baik aku menyadarkanmu” desah Jiang Yuan.


Jiang yuan segera mengeluarkan sebuah Pill detoksifikasi. jiang yuan segera memasukan Pill tersebut kedalam mulut Shui Qingluo. Shui Qingluo yang dijejali oleh Jiang Yuan segera menelan Pill tersebut.


Begitu Shui Qingluo menelan Pill detoksifikasi, seketika kesadaran miliknya perlahan memulih. Shui Qingluo yang perlahan pulih segera sadar dan melirik jiang yuan.


Shui Qingluo melihat bahwa kondisi tubuhnya sedikit tidak rapi dan dia memperhatikan bahwa tangannya masih menggenggam tangan Jiang Yuan. seketika wajah Shui QIngluo memerah dan malu.


“Maaf, brother Jiang” ucapShui Qingluo dengan wajah memerah.


“Tidak apa - apa, barusan tadi kau mabuk. jadi aku memberimu penawarnya” ucap Jiang Yuan.


“Terima kasih”ucap Shui QIngluo.


“kalau begitu akupergi dulu” Jiang Yuan kemudian bersiap untuk pergi.


Namun saat dia hendak pergi, dia sekali lagi dihentikan oleh Shui Qingluo.


“Brother Jiang!” teriak Shui Qingluo.


“Ada apa ;agi ?” tanya Jiang yuan.


“Apa kau akan pergi setelah ini ?” tanya Shui QIngluo balik.


“Iya, aku akan pergi” jawab Shui Qingluo.


Shui Qingluo  yang mendegar itu tertunduk lemas. setelah beberapa saat dia terdiam, Shui Qingluo memberanikan dirinya dan menatap Jiang Yuan. Jiang Yuan yang ditatap oleh Shui Qingluo menjadi heran.


“Ada apa ?” tanya Jiang Yuan.


“Brother jiang, aku…, aku., aku menyukaimu” ucap Shui QIngluo dengan wajah memerah.


Jiang Yuan yang mendengar itu cukup terkejut, kemudian jiang yuan tersenyum.


“Aku tahu” jawab Jiang Yuan.


“Apa!, kau tahu bahwa aku menyukaimu !?” seru Shui Qingluo.


“Iya, aku tahu bahwa kau menyukai diriku”ucap Jiang Yuan menjelaskan.


“Tidak, kau yang memberitahu ku saat mabuk tadi” jiang yuan berkata menatap Shui Qingluo.


Shui Qingluo bingung, dia benar -  benar tidak hal apa saja yang terjadi saat dia mabuk  tadi. memikirkan ini, SHui Qingluo tidak tahu harus berkata apa.


“Jadi apa jawabanmu ?” tanya Shui Qingluo dengan nada pelan.


Jiang Yuan terdiam sejenak, dia dari awal sudah tahu bahwa Shui Qingluo menyukai dirinya, tapi tidak mungkin dia membalas perasaan Shui Qingluo. Jiang Yuan sendiri hanya menganggap Shui QIngluo sebagai adik, tidak ada perasaan khusus.


Bukan tidak mungkin Jiang Yuan membawa Shui Qingluo pergi, tapi dia sendiri tidak memiliki perasaan khusus apapun terhadap Shui Qingluo, ditambah lagi masih ada Yu’er disampingnya.


Jika Yu’er mengetahui ini, bukankah sama saja mencari masalah baru. Bukan tidak mungkin Jiang Yuan meyakinkan Yu’er, tapi perasaan Jiang Yuan terhadap Shui QIngluo tidak ada sama sekali, karena mereka hanya bertemu sebentar saja, belum ada ikatan emosional yang terjalin anatara dia dan Shui Qingluo.


Shui Qingluo yang melihat Jiang Yuan terdiam tidak menjawab. dia seolah sudah tahu jawaban yang akan diterima, dengan wajah sedih, Shui Qingluo menatap Jiang Yuan.


“Terima kasih brother Jiang. kau tidak perlu menjawab, aku sudah tahu” ucap Shui Qingluo bersedih.


“Maaf QIngluo, bukan aku tidak menyukaimu, tapi aku sudah memiliki pasangan” Jiang Yuan memberikan penjelasan.


“Em, aku juga sudah tahu, tapi bisakah aku meminta satu hal darimu ?” tanya Shui Qingluo penuh harap.


“Apa itu ?” tanya Jiang Yuan.


Shui Qingluo menghela nafas panjang kemudian dia berjalan ke arah Jiang Yuan. Shui Qingluo langsung mencium bibir Jiang Yuan. Jiang Yuan terkejut dengan keberanian Shui QIngluo untuk  menciumnya.


Setelah beberapa saat, Shui Qingluo melepaskan diri dari ciuman. dia tertunduk malu dengan wajah memerah.


“Brother Jiang, temani aku malam ini saja, setelah malam ini, aku akan melupakan perasaanku padamu” ucap Shui Qingluo Penuh harap.


“Tapi…” jiang yuan yang ingin menolak segera terhenti oleh ciuman Shui Qingluo lagi.


Shui Qingluo memberanikan dirinya mencium Jiang Yuan dan memeluk tubuhnya. Jiang Yuan yang ingin melepas diri dari pelukan Shui Qingluo mengurungkan niatnya.


Jiang Yuan mengeluarkan sebuah Plat formasi untuk memblokir orang lain memantau aktivitas mereka. setelah mengaktifkan Formasi, Jiang Yuan mulai menanggapi serangan Shui Qingluo.


Pertempuran antara mereka berdua pun dimulai. saat mereka berdua sedang melakukan olahraga, sekelompok orang muncul di atas langit desa Shui.


Tekanan aura sekelompok orang yang datang membuat para warga desa yang sedang berbahagia menjadi tertekan. Para warga desa melihat ke langit dan mereka terkejut karena di langit dipenuhi aura gelap yang dikeluarkan oleh sekelompok orang.


Kepala desa yang pertama bereaksi menanggapi kemunculan sekelompok orang tersebut.


“Immortal, tolong maafkan desa kami” ucap kepala desa.


Kepala desa tahu bahwa orang yang datang ini sangat kuat, dan mungkin tidak berniat baik.


Pria bertanduk yang menjadi pemimpin kelompok itu segera berteriak pada warga desa Shui.


“Kalian segera serahkan Artefak penerbangan kalian, agar kami tidak perlu membantai desa kalian” teriak pria itu.


Kepala desa bingung,sejak kapan mereka punya artefak penerbangan. kemudian dia teringat akan kapal milik Jiang Yuan.


“Immortal, kapal itu bukan milik kami. kapal itu milik Immortal Jiang” jawab kepala desa.


“Oh!, Immortal Jiang ?. siapa dia ?, segera suruh dia muncul, jika tidak jangan salahkan aku jika tidak sopan” ucap pria itu mengancam.


Aura penekanan pria itu segera menyebar ke arah warga desa, sehingga membuat warga desa menjadi sulit bernafas.


Kepala desa dan warga desa lainnya segera berkeringat dingin, dia tidak tahu sama sekali mengatasi masalah ini. namun saat dia kebingungan, suara wanita dengan lantang melawan pria itu.


“Lancang!, berani sekali kau menginginkan kapal milik Yuan’ge” teriak Yu’er yang baru saja tiba.


Yu’er dengan postur heroik berdiri dengan berani menghadapi pria itu. di kepala Yu’er masih ada tiara yang terbuat dari ikatan bunga, Tiara itu merupakan hadiah yang diterima dari anak anak kecil desa Shui.


“OH!, menarik. ada seorang wanita cantik yang berani melawan ku” cibir pria bertanduk itu.


“Nona, serahkan saja kapal itu, dan kau bisa ikut dengan ku untuk menjadi selirku. bagaimana ?” tanya Pria bertanduk sambil menatap tubuh Yu’er sembrono.


Yu’er menjadi marah seketika, api abu-abu di seluruh tubuhnya terpancar keluar, dan bayangan phoenix terbentuk dari pancaran api.


 ....


jangan lupa Votenya kakak, hari ini adalah senin. Saya berharap para pembaca sekalian bisa mendukung Author dengan Vote, Gift, komen dan Tips jika perlu. Author mengucapkan terima kasih atas dukungannya.