Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
115. Kehancuran Kuil Kuil, Petunjuk mengatasi segel Hukuman Surgawi


Jiang Yuan yang sudah berhasil mendapatkan informasi dari Dewa Api agna segera mencerna dan mulai menyusun rencana untuk kedepannya.


“di atas 12 dewa tinggi ada 9 anggota yang termasuk 9 dewan gunung dewa, dan 1 orang yang merupakan pimpinan tertinggi gunung dewa dan seluruh dewa yang ada di dunia ini”


“Untuk tingkat kekuatan nya, Pimpinan dewa mungkin berada di ranah yang setara mahayana”


Jiang Yuan dengan wajah serius memikirkan langkah apa yang akan diambil olehnya. Jiang Yuan berpikir sambil memainkan Divine sparks yang ada di tangan.


Jiang Yuan memperhatikan dengan seksama Divine Sparks milik dewa api agna yang berada di tangan nya, kemudian matanya menyipit karena dia merasakan sesuatu yang familiar.


“Ini sangat mirip dengan bentuk segel hukuman surgawi!”


Jiang Yuan berseru kaget, dia merasakan bentuk energi yang hampir sama dengan energi yang menyegel tubuh utamanya. Energi itu mengandung kekuatan yang mirip dengan energi surgawi.


Jiang Yuan berpikir sejenak, dia menganalisa kenapa Divine Sparks memiliki Energi yang hampir mirip dengan kekuatan hukuman surgawi yang menyegel dirinya.


“Apa mungkin karena para dewa ini terlahir dari aturan langit dan bumi, sehingga divine sparks mereka mengandung energi yang hampir sama ?”


Jiang Yuan membuat beberapa tebakan, dia tidak bisa memastikan dengan pasti, walaupun energinya hampir sama, tapi tetap saja berbeda.


Energi yang menyegel Jiang Yuan mengandung kekuatan surgawi yang bersifat menyegel. sedangkan energi divine sparks hanya mengandung energi kekuatan surgawi berupa aturan hukum api, dan bersifat netral tanpa ada efek segel atau destruktif.


“Divine sparks milik Agna mengandung kekuatan aturan hukum api dan bersumber dari kekuatan surgawi. hal ini membuktikan bahwa mereka para dewa saat terlahir atau menjadi dewa, diperlukan adanya pengakuan dari surga agar divine sparks mereka terbentuk sempurna”


Jiang Yuan membuat teori yang paling relevan berdasarkan kasus yang terjadi saat ini.berdasarkan beberapa buku yang dia baca di pagoda perpustakaan, Divine Sparks adalah bukti kedewaan suatu makhluk, walau ada cara lain, tetapi dua cara paling umum untuk menjadi dewa adalah mengkondensasi Divine Sparks dan Godhead.


Walaupun Divine Sparks milik Dewa Api Agna sedikit berbeda dari Divine Sparks yang diketahui olehnya, Tetap saja bentuk dan sumber api ilahi yang ada di dalam Divine Sparks yang menjadi bukti bahwa itu adalah Divine Sparks.


“Mungkin dengan Divine sparks ini, aku bisa menguraikan kekuatan hukuman surgawi yang menyegel tubuh utama milikku”


Jiang Yuan tersenyum menyeringai senang, karena dia akhirnya menemukan petunjuk dalam memecahkan permasalahan yang dialami tubuh utamanya.


Jiang Yuan segera keluar dari magma chamber dan pergi kembali menuju kota Xiaoling, karena masih ada beberapa hal yang perlu dibereskan disana.


dengan sangat cepat, Jiang Yuan pergi meninggalkan Magma Chamber.


….


Beberapa saat sebelumnya.


Saat Dewa api Agna kehilangan jiwanya akibat proses pencarian jiwa oleh Jiang Yuan. sebuah kejadian besar dan heboh terjadi.


Berbagai patung milik Dewa api Agna yang berada di kuil kuil miliknya pada hancur. semua pendeta yang dia miliki pucat ketakutan.


“Tidak!!!”


“Dewa Api agna tidak mungkin pergi meninggalkan ku”


Seorang Pendeta yang menyaksikan kehancuran patung dewa api agna berteriak histeris.


Hal serupa terjadi  di seluruh kuil lainnya, semua pendeta dan pengikut dewa api agna berteriak histeris, mereka menolak percaya terhadap apa yang terjadi.


namun saat mereka masih berteriak histeris, hal  mengejutkan terjadi pada tubuh mereka.


Semua pendeta menjadi lebih tua dan keriput, rambut mereka memutih, tubuh mereka menjadi sangat lemah, dan kekuatan yang mereka miliki menjadi perlahan menghilang.


“Ahhh!”


“Apa yang terjadi, kemana kekuatan ku!”


“kemana wajah cantik dan awet muda milikku !!!”


Semua pendeta meneriaki hal yang serupa, perubahan yang terjadi pada tubuh mereka sangat mengejutkan. bukan hanya pendeta, bahkan sosok pembantu pendeta juga kehilangan kekuatanya.


Mereka semua takut, mereka tidak sempat lagi mengkhawatirkan Patung Dewa Api Agna yang hancur, mereka mengkhawatirkan tubuh mereka dan kekuatan mereka yang perlahan hilang.



DI gunung dewa.


Sosok makhluk seperti manusia namun di belakang tubuhnya ada lingkaran emas bercahaya, tubuh yang kekar, memiliki tiga wajah di kepalanya, dan 6 lengan, sedang memejamkan mata, tiba - tiba membuka matanya dan mengerutkan keningnya.


“Salah satu dewa telah mati ?”


Sosok itu bergumam, dia jelas merasakan suatu perubahan.


“Bagaimana mungkin bisa seorang dewa mati ?, aku sudah jelas melarang pertempuran antar dewa, tidak mungkin ada pertempuran sehingga membuat sosok dewa jatuh


Sosok itu bergumam tidak yakin, dia jelas bingung akan kejadian yang dia rasakan.


“Siapa itu ?, siapa yang berani membunuh salah satu dewa milikku ?”


Sosok itu menjadi marah, dia marah bukan karena kematian salah satu dewa, tapi karena ada seseorang yang berani melanggar ketentuan yang telah dia buat.


Sosok itu berbicara dengan nada kesal, aura miliknya berkecamuk tidak stabil..


“Aku harus memeriksa siapa yang membuat kekacauan ini”


Sosok itu segera menghilang dari tempat dia bersemayam.


….


Jiang Yuan dengan sangat cepat bergerak menuju kota xiaoling. hanya dalam waktu singkat dia telah tiba kembali ke kota xiaoling.


Begitu dia tiba, dia segera menuju lokasi kuil. Jiang Yuan berjalan santai menuju Pendeta wanita yang duduk terkulai lemas di tanah.


Tubuh Pendeta wanita yang sebelumnya ada keindahan yang tiada tanding, kini berubah menjadi nenek tua peot, kerutan di wajah, rambut yang memutih, tubuh yang kurus dan seluruh kekuatan miliknya telah hilang.


“Hey, siapa ini ?, kemana wanita cantik itu sebelumnya”


Jiang Yuan berbicara dengan lantang di dekat Pendeta wanita yang sudah menjadi tua. kemudian dia melirik pendeta wanita.


“Nek, apa kau melihat wanita cantik yang seperti ini ?”


Kemudian jiang yuan bertanya pada pendeta wanita seolah dia tidak mengenali sosok pendeta wanita itu sama sekali sambil menggambarkan sosok pendeta wanita yang masih dalam kondisi cantik.


“kau!!!. blurp….”


Pendeta wanita itu marah, namun dia tidak tahan akan ejekan Jiang Yuan, sehingga membuatnya marah hingga pingsan.


“lah, kok pingsan ?”


Jiang Yuan masih memasang muka bodoh sambil menggaruk kepalanya dengan ekspresi bingung.


Kemudian Jiang Yuan memindahkan pandangannya ke arah dimana Ye Bao dan Sui Qing berada.


Ye Bao dan Sui Qing tertunduk lemas di tanah, wajah mereka pucat dan tubuh mereka sangat lemah. gairah untuk hidup tidak terpancarkan dari diri mereka.


Walau mereka tidak menua seperti Pendeta wanita, tetap saja mereka masih sulit menerima takdir mereka yang sekarang. Padahal mereka baru saja terpilih menjadi Pelayan Pendeta.


Mereka menantikan masa dimana mereka menjalani hidup dengan wajah bangga terpampang, hidup penuh dengan kehormatan dan selalu dipuja puja.


Baru saja mereka berkhayal, namun nasib yang mereka alami kini sangat menyedihkan.


“Hey, Ye Bao , Sui Qing, kenapa kalian tertunduk lemas ?, kemana wajah bangga kalian sebelumnya ?”


Jiang Yuan yang sudah di dekat segera bertanya dengan nada mengejek.


Mereka berdua mengangkat kepalanya melirik Jiang Yuan, mereka hanya tersenyum menyalahkan diri sendiri, mereka tidak ada kekuatan lagi memohon ampun kepada Jiang Yuan.


“Kenapa kalian tidak berbicara, urusan antara kita belum selesai, aku masih ingin menyelesaikan urusan antara kita”


Jiang Yuan dengan wajah malas berkata pada Ye Bao dan Sui QIng.


“Bisakah kau memaafkan ku ?”


Sui Qing dengan wajah memelas memohon kepada Jiang Yuan.


“Memohon ampun padaku ?”


Jiang Yuan bertanya heran menanggapi Sui QIng.


“Iya, selama kau memaafkan ku, aku bersedia menjadi sapi dan kuda untuk mu,bahkan menjadi penghangat tempat tidur mu”


Sui Qing sekali lagi memohon kepada Jiang Yuan.


“Usulan yang menarik, tapi…”


Jiang  Yuan dengan mulut melengkung ke bawah membalas Sui QIng.


“tapi apa ?”


Sui Qing agak semangat mendengar tanggapan Jiang Yuan.


“Tapi kita lihat dulu, apa kau bisa bertahan dari hadiah ku”


Jiang Yuan tersenyum nakal menatap Sui QIng.


Sui QIng melotot tidak percaya, dia merasakan firasat yang tidak enak akan hal selanjutnya.


“Jiang Yuan, mati kau!”


Ye Bao berteriak dengan gila tiba-tiba, dia segera loncat menyerang Jiang Yuan.


Jiang Yuan yang melihat ini tersenyum mengejek.