Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
108. Lahirnya Pembantai Dewa Part 1


Di luar kediaman Keluarga Jiang para warga semakin keras berteriak. berbagai kutukan dan umpatan mereka lontarkan.


Jiang Dashu akhirnya keluar dari kediaman keluarga Jiang dan menemui warga yang berdemo di depan kediaman keluarga Jiang.


“Semuanya!, ada apa ribut-ribut di depan keluargaku ?”


Dengan Suara lantang, Jiang Dashu berteriak dengan sangat keras, dengan bantuan tenaga dalam miliknya, suara yang dihasilkan langsung menekan semua warga yang berteriak.


Para warga terdiam tak berkutik mendengar teriakan Jiang Dashu. suasana sesaat menjadi hening, tak lama kemudian suara sumbang terdengar menyapa Jiang Dashu.


“Ilmu tenaga dalam patriark Jiang sangat luar biasa, sesuai dengan reputasinya”


Suara pujian, namun terlihat jelas bahwa suara itu adalah ejekan yang ditujukan langsung kepada Jiang Dashu.


Jiang Dashu melirik ke arah suara itu, kemudian dia mengerutkan kening karena mengenali sosok yang berbicara.


“Patriark Xi, aku tidak menyangka kau akan berada disini dengan mereka”


Jiang Dashu menatap Patriark Xi dengan tatapan tidak ramah, dia sudah jelas mencium ada sesuatu yang tidak beres terjadi.


“Hehehe, sudah seharusnya aku ikut serta dalam hal ini, karena hal ini menyangkut kepentingan seluruh kota”


Patriark Xi dengan wajah sinisnya berbicara dengan Jiang Dashu.


“Oh!, jadi apa maksud Patriark Xi sekarang ?”


Jiang Dashu yang geram mencoba tenang, dia menatap Patriark Xi yang ada di depannya.


“Bukankah sudah jelas, kami hanya ingin Putra mu jiang yuan untuk pergi meninggalkan kota ini. kami tidak ingin karena ulah putra mu, kota ini terkena imbas kemarahan para dewa”


Wajah Patriark Xi yang awalnya main - main,berubah menjadi lebih serius saat mengutarakan niat nya.


Jiang Dashu yang mendengar ucapan Patriark Xi jelas tidak senang, Wajah Jiang Dashu menjadi merah karena menahan amarah.


“Lancang!, Patriark Xi, itu bukan urusanmu untuk mengatasi permasalah anak ku”


Jiang Dashu yang marah segera berteriak meledak ledak ke Patriark Xi.


“Oh!, jadi Patriark Jiang ingin melindungi putra mu yang sudah menghina para dewa ?”


Dengan mata licik, Patriark Xi menatap Jiang Dashu yang sudah marah.


“Patriark Xi!, ku ingatkan sekali lagi, ini bukan giliranmu untuk mengurusi urusan keluarga kami, dan kau tidak perlu mengajari ku hal apa yang perlu aku lakukan”


Jiang Dashu dengan suara berat memperingatkan Patriark Xi yang dari tadi mendorong dirinya.


“Hahaha, Patriark Jiang, jika kau bersikap seperti ini, jangan salahkan kami jika tidak sopan nantinya.apa yang kami lakukan hari ini adalah demi kepentingan warga kota”


Patriark Xi berbicara dengan suara keras, dengan mata liciknya dia menatap seluruh warga kota.


Namun saat perdebatan terjadi, tetua agung keluarga jiang keluar dan muncul di hadapan semua orang.


“Semuanya, masalah hari ini, kalian tidak perlu risau, Jiang Yuan akan kami di usir dari keluarga. dan Jiang Dashu hari ini telah mengundurkan diri dari keluarga jiang”


Suara Tetua agung keluarga jiang terdengar sangat keras, sehingga membuat semua warga yang berada di sekitar dapat mendengar dengan jelas.


Semua warga yang mendengar ucapan tetua agung keluarga jiang terkejut. mereka tidak menyangka bahwa Jiang Dashu akan mundur dari posisi Patriark keluarga jiang.


Terutama Patriark Xi, dia tidak menduga Jiang Dashu yang merupakan satu generasi sama sepertinya akan mengambil langkah seperti itu.


“Aku tidak menduga bahwa Jiang Dashu, patriark keluarga jiang akan mengundurkan diri dari posisi patriark. kalau begitu aku akan memanggil Brother jiang sekarang”


Patriark Xi berbicara dengan nada cibiran halus. wajahnya menunjukan pengejekan.


Jiang Dashu jelas tidak terlalu senang dengan sikap tetua agung. walau dia telah mengundurkan diri dari posisi Patriark, tetap saja seharusnya tetua agung menjaga nama baiknya di depan orang lain, bagaimanapun dia adalah mantan patriark.


“Huu!, benar, aku bukan lagi Patriark keluarga Jiang, kalian tidak perlu repot mengurusi itu, aku dan anakku akan pergi meninggalkan kota ini. kalian semua lebih baik bubar saja, aku tidak akan menyusahkan kota ini”


Jiang Dashu dengan wajah yang masam menanggapi pernyataan Tetua agung.


Patriark Xi yang mendengar ucapan Jiang Dashu mengerutkan kening. jelas dia tidak terlalu suka dengan keputusan Jiang Dashu. Hal ini tidak sesuai berjalan dengan rencana dirinya yang ingin menjadikan polemik ini sebagai alasan untuk menekan keluarga Jiang.


“Patriark Jiang,walaupun kau telah mengundurkan diri dari posisi patriark Jiang, tetap saja putra mu harus kami adili,ini semua demi meredakan kemarahan para dewa”


Patriark Xi dengan wajah liciknya berbicara sambil menguatkan suaranya, sehingga para warga mendengar ucapannya.


“Warga sekalian, jika kita membiarkan Jiang Yuan pergi tanpa memberi hukuman yang nyata, mungkin hal itu akan membuat para dewa tidak senang. jadi apa kalian setuju bahwa Jiang Yuan akan kita hukum demi menenangkan amarah para dewa”


Patriark Xi sekali lagi menyulut perselisihan dengan menarik warga agar mengikuti rencana dia.


“benar, jika Jiang Yuan hanya di usir, itu tidak akan meredakan kemarahan para dewa”


“Iya, kita harus menghukum jiang yuan agar para dewa bisa tenang”


para warga akhirnya mulai bersuara, mereka kembali berteriak menuntut jiang yuan.


Jiang Dashu jelas merasa kewalahan menghadapi begitu banyak tuntutan, dan semua ini adalah hasil dari hasutan Patriark Xi.


“Patriark Xi, bagu, bagus, bagus. kau berhasil membuat ku marah”


Patriark Xi hanya tersenyum sinis. dia merasa sudah menang, Apapun yang dilakukan Jiang Dashu, hasilnya akan sama saja.


“Semuanya!, kalian silahkan menghukum Jiang Yuan. dia bukan lagi bagian keluarga Jiang, apapun yang dia lakukan tidak ada hubungan nya dengan keluarga Jiang”


Tetua agung yang melihat suasana memanas, jelas dia tidak ingin keluarga jiang menerima imbasnya. dengan wajah tegas , tetua agung membuat keputusan.


“Tetua agung kau….!”


Jelas Jiang Dashu tidak menyangka bahwa tetua agung membuang badan.


Namun saat mereka berdebat dan ribut. suara ledakan terdengar sangat kuat.


Boom!


Semua orang yang berada di kota mendengar ledakan itu.


“itu berasal dari kuil dewa!”


seorang berteriak mengenali arah sumber ledakan.


Segara mereka semua bergerak untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.



Di kuil para dewa.


Jiang Yuan yang semula mendengar keributan di depan kediaman jiang merasa bosan dan mulai berkeliling kota. pada akhirnya dia berkunjung ke Kuil Dewa.


“Jadi ini kuil Dewa, aku tidak menyangkan para dewa ini sangat licik”


Jiang Yuan dengan wajah main-main mengomentari patung dewa yang ada di kuil dewa.


Jiang Yuan mulai menyebarkan kekuatan jiwanya untuk memeriksa patung dewa.


“Oh!, begitu banyak kekuatan iman yang sudah terkumpul. sayang sekali jika hal ini dibiarkan begitu saja”


Jiang Yuan memeriksa patung dewa, dia menemukan kekuatan iman yang sudah terkumpul di dalam patung cukup banyak.


“Kejutan Jiwa!”


Jiang Yuan menggunakan kekuatan jiwa miliknya untuk menyerang patung dewa. namun tidak semudah yang dibayangkan jiang yuan, ada perlawanan tertentu ketika jiang yuan berusaha menyerang untuk mengambil kekuatan iman yang ada di dalam patung.


“Oh!, menarik”


dengan seringai di wajahnya, jiang yuan sekali mengeluarkan teknik jiwa yang lebih kuat.


“Jarum neraka!”


kekuatan jiwa jiang yuan mulai berubah bentuk menjadi ribuan jarum. dan menyerang langsung ke arah patung dewa. patung dewa tanpa perlawanan meledak.


Boom!


patung dewa meledak, dan hanya menyisakan kekuatan iman yang tertinggal. Jiang Yuan mengambil kekuatan iman itu.


“Lumayan, mungkin ini bisa berguna untuk kultivasi atau penyembuhan ku!”


Jiang Yuan tersenyum misterius sambil memegang kekuatan iman yang berada di tangannya.


Tak lama kemudian, warga desa yang mendengar suara ledakan datang ke kuil. mereka terkejut karena melihat patung dewa telah meledak menjadi puing - puing.


Tapi yang paling mengejutkan adalah, Jiang Yuan ada di lokasi.


“Kau apa yang kau lakukan !?”


tanya seorang warga dengan nada marah.


“Tidak ada, hanya menghancurkan berhala ini”


Jiang Yuan dengan wajah tidak berdosa menjawab pertanyaan.


Para warga yang sudah hadir mendengar jawaban jiang yuan tidak percaya dengan jiang yuan yang berani menghancurkan patung dewa.


Patriark Xi, Jiang Dashu dan tetua agung keluarga jiang akhirnya tiba. mereka terkejut melihat patung dewa telah hancur, terlebih lagi jiang yuan ada di lokasi.


“Jiang Yuan apa yang kau lakukan disini”


Jiang Dashu segera berteriak menanyai kelakuan anaknya.


Patriark Xi yang awalnya masih terkejut, kembali ke akal sehatnya. dia segera mulai terpikirkan sesuatu.


“dasar binatang, berani sekali kau menghujat para dewa dan menghancurkan patung dewa!. Jiang Yuan, kau pantas dihukum karena menghujat para dewa”


“Semuanya, kalian lihat perbuatan Jiang Yuan, dia berani membangkang kepada dewa. kita harus menangkapnya dan memberikan dia sebagai pengorbanan dewa”


Patriark Xi dengan lantang berteriak kepada semua  orang. jelas Patriark Xi ingin menyulut kebencian para warga.


Jiang Yuan hanya diam tidak menanggapi semua seruan para warga ataupun Patriark Xi. Jiang Yuan hanya tersenyum sinis.