Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
128. Jiang Yuan Jatuh ?


Setelah mengatakan itu semua, Chen Fei menanti reaksi berikutnya dari penduduk Desa Ji. Menurut Chen Fei akan sangat sulit bagi Penduduk desa untuk membantah kesaksian yang dia katakan.


Belum lagi dengan kekuatan yang mereka tunjukan, dan semua ucapan yang dia katakan adalah tujuan untuk membantu semua umat manusia, jika penduduk Desa Ji berpikir secara rasional, mereka pasti akan paham maksud dan tujuan mereka.


Setelah suasana terdiam beberapa saat, akhirnya pemuda terpelajar maju menghadapi Chen Fei.


“Perkenalkan, aku Ji kong. Jika apa yang kau katakan benar, maka aku akan ikut dengan mu. Aku percaya dengan ucapanmu karena, tidak mungkin kalian berbohong dan bersusah payah melakukan ini semua jika bukan karena untuk kebaikan Umat manusia”


Ji Kong mengatupkan kedua tangannya memperkenalkan diri kepada Chen Fei dan lainnya.


“Aku Chen Fei, dan mereka bertiga adalah, Chen San, Chen chu dan Chen Er” Chen Fei mengatupkan kedua tangannya kembali seraya membalas Ji Kong.


Chen San, Chen Chu, dan Chen Er hanya mengangguk membuat isyarat mengerti kepada Ji Kong.


“Aku Ji Fan! aku akan pergi bersama kalian untuk sekedar memastikan apa yang kalian itu benar atau salah. Aku juga penasaran dengan sosok Yuan Tiandi yang kalian omongkan”


Pria yang gagah dan tampan segera maju memperkenal diri. Dia juga tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh Chen Fei.


Chen Fei yang melihat ini tersenyum cerah, dia senang karena tidak perlu bertarung dengan penduduk desa, walau di awal, Chen Er melakukan hal yang sangat gila.


Akhirnya satu persatu penduduk desa mulai maju  kedepan. Masing - masing dari mereka juga ingin melihat kebenaran dari apa yang diucapkan oleh Chen Fei.


“Baiklah semuanya, karena kalian telah percaya pada kami, maka ikuti kami menuju desa, disana kalian akan melihat kebenaran apa yang aku katakan” ucap Chen Fei kepada seluruh penduduk desa.


Setelah semua itu, Chen Fei, Chen Er, Chen San, dan Chen Chu beserta penduduk Desa Ji mulai bergerak menuju Desa Chen.



Di Desa Chen, hari telah sore menjelang malam. Jiang Yuan terus berkultivasi dengan giat.


Dengan mata terpejam, Jiang Yuan memfokuskan semua pikirannya ke dalam kultivasi.


Wajah Jiang Yuan semakin serius dan menegang, terlihat jelas bahwa saat ini Jiang Yuan dalam kondisi krusial dalam kultivasi.


Tiba - tiba Jiang Yuan membuka matanya. Sorot tajam penuh keseriusan, Jiang Yuan dengan sangat cepat segera keluar dari rumah.


Whuss!


Jiang Yuan melayang pergi dengan tergesa - gesa. Jiang Yuan dengan sangat serius mencari tempat sepi yang jauh dari pemukiman.


Penduduk Desa Chen yang melihat bahwa Jiang Yuan tiba - tiba bergerak dengan terburu - buru menjadi penasaran.


“Apa yang akan dilakukan Yuan Tiandi ?, kenapa dia pergi dengan tergesa - gesa ?” ucap Kepala Desa yang heran.


Begitu juga Penduduk desa yang melihat Jiang Yuan pergi dengan sangat cepat. Mereka penasaran, karena selama ini Jiang Yuan selalu bertindak tenang di hadapan mereka. Baru kali ini mereka melihat Jiang Yuan bergerak dengan terburu - buru.


Seolah ada yang memerintah mereka, Penduduk desa mengikuti kemana arah Jiang Yuan pergi.


Jiang Yuan yang pergi secara tergesa - gesa akhirnya berhenti di tempat yang cukup jauh dari desa Chen.


Setelah tiba, JIang Yuan tiba, dia tidak membuang waktu. Jiang Yuan segera meluapkan semua kekuatan Jiwa nya.


“Breakthrough!”


Jiwa milik Jiang Yuan mulai berguncang hebat, dan tanda - tanda untuk mengalami perubahan terjadi.


Saat kekuatan Jiwa Jiang Yuan akan menerobos, heavenly tribulation muncul. Awan gelap dipenuhi dengan kilat yang meliuk liuk seperti ular di dalam lautan awan.


Heavenly Tribulation yang muncul merupakan langkah terakhir yang akan diambil Jiang Yuan dalam menembus alam Nirvana Jiwa. Sama halnya dalam Kultivasi Spiritual, Kultivasi Jiwa dan Fisik juga memerlukan Heavenly Tribulation ketika akan mencapai tahap yang setara dengan Alam Nirvana. Kali ini, Jiwa Jiang Yuan akan mencapai Alam yang setara dengan Alam Nirvana.


Jiang Yuan melihat ini hanya tersenyum, kesengsaraan yang dilewati dia tidak ada apa - apanya dibanding dengan Hukuman Surgawi di Honghuang.


“Maju sini”


Jiang Yuan menantang Heavenly Tribulation sambil mengacungkan jari nya.


Seolah menanggapi ejekan Jiang Yuan, Heavenly Tribulation semakin gelap dan jumlah petir semakin banyak.


Setelah cukup lama berkumpul, Heavenly Tribulation menjatuhkan petir kesengsaraan pertama ke arah Jiang Yuan.


Jiang Yuan tidak menolak ataupun menghindar dari serangan petir surgawi yang mengarah ke dirinya.


Jiang Yuan dihantam oleh Petir kesengsaraan. Jiang Yuan tidak bergerak sedikitpun saat petir menghantam dirinya. dia membiarkan semua petir itu menghantam tubuh dan jiwanya.


Saat petir menghantam, Jiang Yuan tidak lupa menjalankan teknik kultivasi miliknya. Jiwa Jiang Yuan yang terkena hantaman petir awalnya mengalami guncangan, namun saat berikutnya, petir menjadi seperti suplemen bagi jiwa Jiang Yuan.


Jiwa Jiang Yuan memancarkan aura keabu - abuan. Teknik kultivasi Jiang Yuan merupakan teknik kekacauan alam semesta, yang melingkupi jiwa, fisik dan spiritual.


Setelah beberapa saat, Petir kesengsaraan kedua mulai turun menghantam Jiang Yuan.


Sama seperti yang pertama, Jiang Yuan tidak merasakan apa - apa. Jiang Yuan membiarkan tubuh dan jiwanya dihantam Petir kesengsaraan.


Petir kesengsaraan tidak melukai Jiang Yuan tapi malah membuat Jiwa dan Fisik Jiang Yuan menjadi lebih kuat.


Terutama Fisik tubuh, walau dari awal tidak berlatih fisik, tapi dengan bantuan kekuatan jiwa Jiang Yuan yang memblokir 90% petir kesengsaraan, tubuh fisik juga mulai mengalami perubahan.


Jiwa Jiang Yuan semakin mulai berubah, dan aura keabuan semakin tebal di dalam jiwa miliknya.


Petir kesengsaraan ketiga akhirnya turun menghantam Jiang Yuan.


Jiang Yuan menikmati semua petir kesengsaraan yang menghantam dirinya. Fisiknya semakin diperkuat akibat temper petir, sedangkan Jiwa miliknya sudah ada tanda - tanda akan berevolusi.


akhir nya Petir kesengsaraan tiba di serangan ke delapan.


Namun kali ini sedikit berbeda, Petir kesengsaraan menjadi warna warni.


“Menarik, sepertinya sudah mendekati akhir”


Jiang Yuan kali ini tidak berani ceroboh, karena Petir warna warni ini berbeda dengan petir sebelumnya.


Jiang Yuan meluapkan kekuatan jiwa miliknya dan menatap Langit yang dipenuhi dengan awan hitam.


“Ayo maju” ucap Jiang yuan sambil tersenyum.


Petir kesengsaraan warna - warni turun menghujani Jiang Yuan.


Petir surgawi menghantam tubuh dan Jiwa Jiang Yuan.


“Puft...”


Jiang Yuan sedikit meludahkan darah.


Jiang Yuan mengelap noda darah yang tersisa di bibirnya dan menatap langit.


“Lumayan” gumam Jiang Yuan.


Saat petir surgawi menghantam Jiang Yuan, Jiwa miliknya juga terkena dampak luar biasa.


Jiwa jiang Yuan sudah ada tanda - tanda akan runtuh akibat serangan petir kesengsaraan warna - warni.


“Ayo serang sekali lagi, serangan mu tidak ada apa - apanya”


Jiang Yuan mengejek heavenly tribulation dengan nada meremehkan.


Heavenly Tribulation sekali lagi menjadi semakin mengerikan.


Petir warna - warni yang semula hanya lima warna kini berubah menjadi 7 warna.


Jiang Yuan tersenyum melihat ini, seolah dia menantikan hal ini terjadi.


Petir kesengsaraan yang sudah terkondensasi akhirnya turun mengarah langsung.


Jiang Yuan tidak melawan ataupun mengelak kali ini, dia hanya tersenyum membiarkan petir tersebut menghantam jiwanya.


Jiwa Jiang Yuan runtuh seketika, sorot mata Jiang Yuan menjadi pudar seolah telah kehilangan cahayanya.


Jiang Yuan jatuh dari langit dengan bebas, walaupun begitu , di wajah Jiang Yuan tidak ada rasa kekesalan, hanya ada senyuman kepuasan.



Para penduduk desa yang mengikuti Jiang Yuan akhirnya melihat Jiang Yuan yang melayang di langit dan sedang berhadapan dengan petir.


Mereka semua takjub dan gugup, baru kali ini mereka melihat manusia bisa bertarung dengan langit secara langsung.


Mereka antusias dan penuh kekaguman akan Jiang Yuan yang melawan Heavenly tribulation.


Dengan antusias mereka semua menyaksikan dari kejauhan, tapi pada saat petir kedelapan turun dan menghantam Jiang Yuan.


Mereka menjadi khawatir, karena mereka melihat Jiang Yuan sedikit terluka.


“Yuan Tiandi!”


Mereka tanpa sadar berteriak khawatir, tapi berikutnya mereka kembali lega karena Jiang Yuan masih bisa berdiri tegak.


Mereka kembali menantikan aksi Jiang Yuan. Pada petir kesembilan, penduduk Desa merasa tertekan tiba - tiba, karena Heavenly Tribulation meningkatkan kekuatan nya secara tiba - tiba.


Namun mereka tidak khawatir, karena mereka percaya Jiang Yuan akan bisa melewati petir kesengsaraan dengan mudah seperti sebelumnya.


Petir kesengsaraan kesembilan menyerang Jiang Yuan. Penduduk desa menyaksikan ini dengan antusias, namun saat mereka melihat Jiang Yuan jatuh dari langit dengan bebas.


Mereka semua panik dan khawatir, seolah kejadian ini diluar perkiraan mereka.


“Tidaaaak!”


Penduduk desa segera berlari mengejar ke arah Jiang Yuan jatuh.


...


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa LIke, Komen, Gift dan Votenya. Bantu Author dengan melakukan itu. 1 like dari anda akan bermakna luar biasa bagi Author.


Dan jangan lupa baca juga RE:Ranker, Villain Revenge, sambil menanti update berikutnya