Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
113. Meledakan Dewa


“Aku penasaran, apa dewa juga memiliki darah ?”


Jiang Yuan yang sudah serius kembali lagi mengajukan pertanyaan konyol.


“Kau!”


Sosok dewa itu menjadi kesal, dia tidak pernah dihina separah seperti ini oleh manusia yang dianggap lemah olehnya.


“Manusia rendahan, kau .berulang kali menghinaku, aku sudah berbaik hati menawarkan kesempatan bagus, kau bukannya menghargai itu, dan malah melakukan penghinaan padaku. Bagu, bagus, bagus…”


Sosok Dewa itu geram, wajahnya menjadi lebih merah, api di sekujur tubuhnya mulai berubah warna, yang semula berwarna merah menyala, kini berubah menjadi berwarna biru.


udara disekitar menjadi semakin panas, besi dan batu yang berada di dekat sosok dewa meleleh karena saking panasnya api yang keluar.


“Bisa bertransformasi juga ?. aku jadi semakin penasaran makhluk apa kau ini”


Jiang Yuan melonggo menatap Sosok dewa yang bertransformasi.


“mungkin lebih baik jika aku menangkapmu hidup - hidup, dan melakukan penelitian terhadap tubuhmu”


Jiang Yuan menatap sosok dewa dengan tatapan tertarik.


“Dan dari awal sampai sekarang, aku belum mengetahui namamu, jadi lebih baik kau meninggalkan namamu sebelum kau menjadi kelinci percobaan ku”


Jiang Yuan sekali bertanya sambil mengejek.


“Manusia!, kau harus mengingat nama dewa ini, Dewa Api Agna. Memberitahukan namaku padamu, adalah bentuk penghormatan ku padamu. aku tidak memperdulikan ejekanmu, karena setelah ini, kau akan merasakan apa itu yang dimaksud dengan lebih baik mati daripada hidup”


Dewa api Agna dengan wajah yang dingin, dia tidak marah sama sekali terhadap ejekan Jiang Yuan. Menurutnya, setelah ini Jiang Yuan akan masuk ke dalam api penyucian miliknya.


“Persiapkan dirimu!”


“Tombak Api!”


Dewa Api Agna mengeluarkan teknik miliknya, tombak api yang terbuat dari api biru memiliki panjang 3 meter terbentuk.


“mati!”


Dewa Api Agna langsung melemparkan tombak api ke arah Jiang Yuan. Tombak api melesat dengan sangat cepat ke arah Jiang Yuan.


Jiang Yuan tidak takut sama sekali, dia segera membentuk kekuatan jiwa miliknya menjadi tangan raksasa.


Tombak api yang mengarah ke Jiang Yuan segera ditangkap oleh tangan raksasa.


“Hei, apa hanya segini kemampuanmu ?”


Jiang Yuan mencibir serangan yang dilontarkan Dewa Api Agna.


“Huu!”


Dewa Api Agna mendengus dingin.


“Hujan Api!”


Dewa Api agna sekali lagi melancarkan serangan, api turun seperti hujan yang membasahi bumi.


Hujan api menghujani Jiang Yuan. Jiang Yuan membentangkan kekuatan jiwanya sehingga membentuk kubah, sehingga dia tidak terkena Hujan api.


Dewa Api yang melihat ini mengerutkan keningnya. dia segera menambah jumlah hujan api berkali lipat.


Hujan api membuat seluruh lokasi kuil menjadi lautan api, bangunan, besi dan batu meleleh karena tidak tahan menahan panasnya api.


“Aku ingin melihat, seberapa lama kau bisa bertahan dari lautan api yang telah aku ciptakan”


Dewa Api dengan galak berkata kepada jiang yuan. mata Dewa api Agna menyala dengan kemarahan yang menggebu gebu.


Jiang Yuan tidak menanggapi, dia hanya menggelengkan kepalanya.


“Sudahlah, api mu ini tidak lebih dari sekedar alat untuk memanggang”


Sudut mulut Jiang Yuan melebar, dia sangat meremehkan Dewa Api Agna.


“Saatnya aku yang bertindak”


“Soul Shock!”


Kekuatan Jiwa Jiang Yuan segera menyebar membentuk gelombang kejut menyerang Dewa Api Agna.


Gelombang Jiwa yang mengarah ke Dewa Api Agna dengan sangat cepat tiba. Dewa Api Agna sama sekali tidak bisa melihat gelombang kejut kekuatan jiwa.


Sehingga dia tidak menyadari bahwa dia telah terkena serangan jiwa jiang Yuan.


“Argh!!!”


Bam!


Dewa Api Agna menggeliat kesakitan di tanah, karena dia tidak memiliki pertahanan atau perlindungan terhadap jiwa miliknya.


Pendeta Wanita yang melihat ini dari kejauhan tidak mempercayai apa yang dia lihat, sosok dewa yang dia sembah dan layani, kalah disebabkan oleh seorang manusia.


Akal sehat Pendeta wanita tidak dapat menerima fakta apa yang dia lihat saat ini. bukan hanya dia, bahkan seluruh warga kota tidak mempercayai apa yang mereka lihat, mereka semua berpikir, bagaimana mungkin seorang manusia bisa mengalahkan dewa ?


Tapi mereka semua tidak bisa menyangkal apa yang mereka lihat, bahwa Dewa yang mereka sembah selama ini telah jatuh ke tanah dan menjerit kesakitan.


Jiang Yuan berjalan ke arah dewa api Agna, lautan api yang mengelilingi dirinya segera terbelah menjadi sebuah jalan.


Jiang Yuan yang sudah berada di hadapan Dewa Api Agna tersenyum mengejek.


“bagaimana rasanya serangan jiwa milikku ?”


“Oh!, mungkin saat ini kau tidak bisa mendengar pertanyaanku, karena kau saat ini sedang tersiksa karena jiwamu tidak tahan dengan kejutan jiwa milikku”


Jiang Yuan mencibir Dewa Api Agna yang menggeliat kesakitan di tanah. Dewa Api Agna yang kesakitan, walau tidak terlihat pucat di wajahnya, tapi api yang menyala keluar dari tubuhnya menunjukan tanda - tanda meredup.


“Kau!..., siapa kau sebenarnya ?”


Dewa api agna yang masih tersadar, mengerang ke Jiang Yuan.


“hahaha, bukankah dari awal aku sudah memberitahumu, aku ini hanya seorang manusia biasa”


Dengan wajah polos tak berdosa, jiang yuan menjawab pertanyaan dewa api agna.


“Tidak mungkin…”


Dewa api agna yang ingin menjawab segera dihentikan karena pukulan jiang yuan sudah melayang ke wajahnya.


Bam!


Bam!


Bam!


Pukulan demi pukulan dilontarkan ke wajah Dewa Api agna, pemukulan seperti itu tidak terlalu menyakitkan sebenarnya, tapi pukulan yang dilakukan Jiang Yuan tidak lebih dari sekedar penghinaan belaka.


“Tidak ada bendanya dengan manusia, kau memiliki daging juga, walau kau sedikit panas karena api milikmu”


Jiang yuan melengkungkan bibirnya, menatap Dewa Api dengan tatapan kasihan.


“Dewa bisa dikalahkan tapi bukan dihina!”


Dewa api Agna menggerutu kepada Jiang Yuan.


“Sudahlah, mari kita lihat, apakah darahmu juga berwarna merah”


Jiang Yuan menaikan kedua bahunya, membuat ekspresi tidak peduli.


Jiang Yuan sekali lagi memukuli Dewa Api Agna dengan brutal, dia tidak memakai kekuatan apapun, hanya mengandalkan kekuatan fisiknya.


Pendeta wanita yang melihat dewa yang dia sembah dipukuli seperti memukul preman di pasar, dia  terduduk lemas di tanah, air mata mengalir, kepercayaan yang selama ini dia pegang hancur.


Sosok dewa yang dia kagumi kini telah kalah tidak berkutik sama sekali.


“manusia!, kau yang memaksaku melakukan ini”


Dewa api Agna segera mengumpulkan semua kekuatan miliknya, tubuh dewa api agna segera bersinar terang seperti akan meledak kapan saja.


Jiang Yuan yang melihat dewa api agna yang akan meledakan diri, segera mundur kebelakang.


Boom!


Dewa Api Agna meledakan diri, ledakan besar terjadi, seluruh lokasi kuil rusak parah akibat ledakan bunuh diri Dewa api agna.


“hehehe, kau pikir bisa menipuku ?”


Jiang Yuan terkekeh menggelengkan kepalanya.


Jiang Yuan segera pergi ke arah tertentu dengan sangat cepat.


Ketika Jiang Yuan pergi, seluruh warga kota dan pendeta wanita masih dalam keadaan shock tidak percaya.


Terutama Ye Bao, Sui Qing dan Pendeta wanita, dewa yang mereka kagumi harus terpaksa meledakan diri demi menghindari pukulan penghinaan Jiang Yuan. Mereka tidak bisa berkata - kata.


Ye Bao dan Sui Qing saling menatap, mereka merasa bahwa nasib mereka selanjutnya akan ditentukan oleh Jiang Yuan.