
Holy God memandang semua dewa yang ada di dalam Kuil dewa. Dengan wajah yang sombong namun ada sedikit kemarahan yang nampak. suasana di kuil menjadi tegang.
Semua Dewa menantikan Holy God Crotheus untuk berbicara. Holy God Crotheus yang diam akhirnya membuka mulutnya dan berbicara.
“Dengarkan baik - baik, salah satu dewa telah jatuh”
Suara Holygod Crotheus pelan dan tenang, namun suaranya menyebar ke seluruh kuil sehingga dapat didengar oleh dewa lainnya.
Semua Dewa yang berada di kuil seketika menghirup udara dingin, tidak ada satupun mereka yang berani berbicara, mereka semua masih dalam keadaan terbengong akan berita yang disampaikan oleh HOly God Crotheus.
“Benar saja, seperti dugaanku, tidak mungkin Holy God tidak mengetahui kematian salah satu anggota kuil dewa”
Dewa Pembakar Dunia Asheo bergumam di dalam hatinya, jelas dia sudah menebak bahwa Holy God akan mengetahui kematian Dewa Api Agna.
Selain dirinya, hanya Holy God yang mengetahui kabar kematian Dewa Api agna. karena semua dewa yang dibawah kendali Holy God sudah memiliki penanda pada Holy God.
Suasana hening sejenak terjadi di kuil, kemudian menjadi ribut karena mereka tidak mempercayai berita yang disampaikan oleh Holy God Crotheus.
“Tidak mungkin!”
“Mustahil, itu hal yang sangat mustahil bagi seorang dewa mati”
“Siapa yang bisa membunuh dewa di dunia ini ?”
“Kita para Dewa selalu bersatu, tidak mungkin ada Pengkhianat diantara kita”
“benar, tidak mungkin ada Dewa yang mengkhianati”
keributan terjadi di kuil, semua dewa saling berbincang membahasa kabar kematian salah satu dewa.
“Diam!”
Holy God Crotheus berteriak mendiamkan semua dewa yang sedang berbincang satu sama lain. seketika semuanya menjadi diam membisu tanpa ada suara sedikitpun.
“Asheo, kemarilah!”
Holy God berteriak memanggil Dewa Pembakar dunia ASheo.
Dewa Pembakar dunia Asheo segera terkejut dan sedikit gugup, dia berjalan mendekati Holy God Crotheus.
“Holy God, ini aku”
Dewa Pembakar dunia menghadap kem Holy God dengan expresi gugup di wajahnya.
“Seharusnya kau sudah mengetahui hal ini dibanding dewa lainnya bukan ?, jelaskan kepada yang lainnya apa yang sebenarnya terjadi”
Holy God Crotheus menatap Dewa Pembakar Dunia Asheo dengan wajah tajam, dan dia menyuruh Dewa Pembakar Dunia menjelaskan apa yang terjadi.
Dewa Pembakar Dunia menghela nafas sejenak, kemudian dia menatap semua dewa yang sedang menunggu dirinya memberikan penjelasan.
“Semuanya, salah satu dewa kecil yang berada di pengawasan ku telah jatuh, dewa kecil yang jatuh adalah dewa api Agna”
Dewa Pembakar Dunia Asheo mengkonfirmasi kejatuhan dewa.
“Dewa Asheo!, kau jelaskan padaku, bagaimana mungkin seorang dewa bisa jatuh, di dunia tidak mungkin ada makhluk yang bisa menandingi kita para dewa. bahkan jika itu hanya dewa kecil, tidak mungkin ada makhluk yang tidak menghormati dia sebagai salah satu dewa kecil dari gunung dewa”
Seorang Dewa Tinggi menanyakan kepada Dewa Pembakar dunia Asheo, menurutnya tidak mungkin ada makhluk yang bisa menandingi atau tidak menghormati dewa di dunia ini.
“Awalnya aku tidak yakin, tapi setelah aku memeriksa, bahwa memang benar Dewa api Agna telah jatuh, bahkan semua patung miliknya yang berada di kuil telah hancur”
Dewa Pembakar Dunia menanggapi pertanyaan seorang dewa tinggi dengan wajah yang penuh pasti.
Semua dewa kembali merenung menanggapi hal ini, mereka penasaran siapa yang berani membunuh dewa. karena menurut mereka, tidak ada satupun makhluk yang lebih maha kuasa daripada para dewa di dunia ini.
“Semuanya, dengarkan baik baik”
Holy God Crotheus sekali lagi berbicara memecahkan kebisuan.
Holy God dengan wajah datar berbicara dengan kuat, dia mengingatkan semua dewa dan memberi perintah kepada semua dewa agar melakukan penyelidikan.
“Bubar!, cari tahu semua hal yang berhubungan dengan kejadian ini, aku ingin mendapatkan jawaban secepat mungkin”
Holy God Crotheus tiba tiba menjadi marah, bagian sisi wajah yang menampilkan expresi marah mengambil alih. aura mencekam keluar. kepribadian Holy God Crotheus yang sebelumnya tenang menjadi pemarah.
Para dewa lain yang melihat perubahan expresi wajah Holy God Crotheus, sudah jelas mengetahui bahwa Holy Crotheus sudah sangat marah.
Pergantian wajah Holy God Crotheus merupakan tanda bahwa dia sudah sangat marah. Kepribadian dan sikap Holy God ditentukan berdasarkan wajah yang ditampilkan. sesuai dengan masing masing ekspresi wajah ada di 3 kepala.
Satu kepala yang merupakan wajah yang sering dia pakai, yaitu ekspresi tenang, di sisi kiri ada ekspresi wajah yang pemarah dan sisi kanan yang merupakan ekspresi yang menunjukan kesedihan.
“Bubar!”
Holy God Crotheus berteriak mengusir semua dewa yang berada di kuil. jelas dia tidak bisa lagi menahan amarahnya.
Semua dewa segera kabur melarikan diri, karena mereka jelas tahu bahwa sangat berbahaya dekat dengan Holy God yang sedang dalam kondisi mengamuk.
Melihat semua dewa yang sudah bubar, Holy God Crotheus mulai mencoba menenangkan dirinya.
“huuu!, sialan. siapapun itu, jika berani membuat masalah denganku, aku akan membuatnya mati mengerikan”
Holy God Crotheus mengutuk dengan marah - marah. setelah sekian lama dia dalam kondisi mengamuk, Holy God Crotheus segera menjadi tenang kembali. wajah miliknya kembali bertukar menjadi wajah yang menunjukan ekspresi tenang.
“Ugh!, sudah sangat lama aku tidak menunjukan sisi pemarahku, dan aku tidak bisa terus mengendalikannya, ini pertama kalinya ada seseorang yang bukan dewa berani membunuh dewa, tidak mungkin dewa lainnya yang membunuh, era pertempuran para dewa telah berakhir, semua dewa yang bertentangan dengan kami telah kami musnahkan hingga tidak ada sisa sisa”
“Ras manusia itu mustahil sama sekali untuk bisa membunuh dewa, mereka tidak lebih budak penghasil kekuatan iman”
Holy Lord berpikir, dia mengingat semua hal yang telah terjadi sebelumnya dan semua segala jenis kemungkinan yang terjadi.
“Sudahlah, cepat atau lambat pasti sosok itu akan menunjukan dirinya sendiri”
HOly God Crotheus segera menghilang pergi dari kuil menuju tempat kediaman pribadinya.
….
Di dalam kapal surgawi, Jiang Yuan dengan santai menikmati perjalanan.
“Sudah saatnya aku mencampakkan ketiga orang ini”
Jiang Yuan melirik Sui Qing , Ye Bao dan Pendeta wanita yang masih tidak sadarkan diri.
“Mungkin ada kota atau desa di dekat sini”
Jiang Yuan segera memperhatikan sekeliling nya, mulai mencari kota dan desa terdekat.
Setelah mencari dengan seksama, Jiang Yuan menemukan desa kecil.
“Itu dia, aku bisa melemparkan kesana”
Jiang Yuan menggerakkan kapal surgawi menuju desa yang dilihat olehnya.
Begitu Kapal Surgawi sudah dekat dengan desa, dia segera mencampakkan mereka bertiga dengan kasar.
Boom!
Suara dentuman tercipta, ketiga orang tersebut masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Jiang Yuan segera pergi meninggalkan desa kecil tersebut dan kembali menuju desa dimana tubuhnya berada.
“Sudah selesai, sekarang aku hanya perlu menguji hipotesis ku”
Jiang Yuan bergumam, dia berpikir apakah Hipotesis tentang divine sparks milik dewa api agna bisa digunakan untuk mengurai segel hukuman surgawi yang ada di tubuhnya.
Jika tebakannya benar, maka langkah selanjutnya jiang yuan adalah langkah yang sangat berdarah.