Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
10. Memahami Tao


Setelah Huang tian memilih benda yang akan di jadikan bahan


dasar senjatanya, jiang yuan membawa Huang tian berpindah tempat lagi .


Kali ini tempat nya adalah pagoda perpustakaan, semua buku


yang dimiliki huang tian terkumpul kecuali 9 buku tiingkat true origin. Di


karenakan 9 buku origin murupakan buku yang tercipta bersamaan dengan dunia


jadi perlu tempat khusus , tempat khusus nya yaitu halaman belakang mansion


jiang yuan.


Setelah masuk kedalam pagoda perpustakaan, huang tian takjub


dengan banyak nya buku dan kitab yang tersedia di dalam.


Melihat antusias nya huang tian, jiang yuan berkata


“sekarang kau pilihlah beberapa buku dan kitab.  ingat satu hal jangan terlalu rakus, perutmu akan meledak”


Mendengar ucapan jiang yuan, huang tian mengangguk segera


bergegas berkeliling memeriksa berbagai kitab dan buku.


“kitab tinggkat surga kitab pembalikan gunung dan laut,


kitab tingkat suci sutra revolusi matahari besar ...” huang tian perlahan lahan


memeriksa tiap buku.


Akhirnya dia mengambil 5 kitab .


“tuan, murid telah memilih” huang tian menunjukan kelima


kitab yang dia pilih.


Jiang yuan melihat kelima kita tersebut yang merupakan,


sutra jiwa tiga bentuk yang merupakan tingkat suci, kitab hati teratai merah


yang berada di tingkat suci, teknik pemurniah tubuh desolate tribulation  latihan tingkat dewa , teknik pergerakan


cahaya latihan tingkat surga dan terakir teknik tinju pembalik surga dan bumi yang


berada di tingkat dewa.


“karena kau sudah memilih maka kita ketempat berikut nya”


jiang yuan berpindah lagi.


Mereka tiba di menara pencerahan. Begitu sampai jiang yuan


berkata pada Huang tian.


“nah!, sekarang kau masuk kedalam dan menyimpulkan teknik mu


sendiri berdasarkan kelima buku yang kau ambil. Jangan sekali-kali kau berlatih


dengan teknik itu. Di dunia ini tidak ada latihan yang tidak terkalahkan yang


ada hanya latihan yang paling cocok.


Jalan setiap orang berbeda , dan jalan mu akan kau ciptakan


sendiri. Guru hanya berperan sebagai petunjuk dalam perjalanan mu. Jika kau


mengikuti latihan yang kau ambil maka kau sama saja seperti menempa jalan mu


dengan jalan yang sudah ada. Jalan mu tidak akan menjadi asli milik mu lagi.


Temukan Tao mu sendiri, Tao adalah Tao, dan Tao berada di


bawah kaki mu” jiang menyuruh huang tian untuk menciptakan teknik nya sendiri.


Dengan bantuan menara pencerahan, kemampuan huang tian akan


meningkat drastis tentunya. Huang tian sendri terkejut dengan perintah tuan


nya.


“tuan, maksud mu aku tidak bisa berlatih dengan kelima


latihan ini ?. dan aku juga harus menciptakan latihan milikku sendiri ?” huang


tian bertanya dengan nada shock.


“benar, kau harus menciptakan latihan mu sendiri. Ingat yang


guru katakan sebelum nya, Tao adalah Tao, dan Tao berada di bawah kaki mu”


jiang yuan mengikatkan sedikit.


“tuan, kenapa tau berada di bawah kaki ku ?” Huang tian yang


masih bingun bertanya lagi.


“kenapa ?, guru tidak akan menjawab pertanyaan mu. Sialahkan


cari jawaban nya sendiri” jiang yaun mengelengkan kepala menolak menjawab


petanyaan Huang tian.


“masuklah kedalam, kau hanya boleh keluar ketika kau sudah


berhasil menciptakan latiahan mu. Soal makanan tidak usah kawatir, akan ada


yang mengantar makanan mu sehari sekali”


Huang tian hanya bisa masuk ke dalam menara pencerahan dalam


keadaan yang masih bingung dengan ucapan jiang yuan.


Begitu Huan tian masuk, jiang yuan menghela nafas lega


“haaa..., sungguh lelah berpura-pura layak nya seorang ahli. Lebih baik


tingkatkan tingkat kultivasi terlebih dahulu”


Jiang yuan segera kembali ke mansion, begitu sampai di


mansion dia melihat Yu’er yang sedang memasak.


Begitu jiang yuan masuk, yu’er berseru “saudara yuan


darimana saja, pagi-pagi menghilang tanpa membangunkan Yu’er”


“jiang yuan berjalan ke depan Yu’er “hehe, aku hanya pergi


sebentar melihat murid”


“saudara yuan memiliki seorang murid ?” yu’er terkejut


dengan jiang yuan yang memiliki seorang murid.


“tentu saja, alasan ku melakukan perjalan ini adalah untuk


merekrut beberapa murid” jiang yuan menjelaskan beberpa tujuan nya kepada


yu’er.


“jadi sepeti itu, yu’er paham. saudara yuan, yu’er sekarang


sedang memasak. Tunggu sedikit lagi dan cicipi masakan yu’er"


“baiklah, aku akan menunggu masakan yu’er” jiang yuan segera


berpidah duduk di sofa sambil membuka beberapa buku yang belum di baca nya.


...


Huang tian yang di dalam menara pencerahan masih dalam


keadaan bingung.


Huang tian bingung dengan tao nya sendiri, dia


mengulang-ulang dan mengingat perkataan jiang yuan terus-menerus.


“tao adalah tao, dan tao berada di bawah kaki” huang tian


melihat ke arah kaki nya di bawah.


Akhirnya huang tian menyerah memahami perkataan jiang yuan.


Huang tian beralih membaca kelima kitab yang dia ambil.


Pertama kali dia membaca dia tidak paham sama sekali, kedua


kali di ulang dia mulai paham sedikit. Kemudia dia terus memahami kelima buku


tapi belum sampai ke tahap dimana mampu mengambil esensi dari tiap kitab dan


menciptakan teknik baru.


...


Jiang yuan yang berada di dalam mansion masih dalam keadaan


bersantai menikmati makanan yang dimasak oleh Yu’er. Menikmati makanan di


temani kecantikan, jiang yuan merasa dia adalah pemenang dalam hidup.


“setidak nya dalam hidup sekarang aku bisa sedikit rileks”


jiang yuan berguman pelan.


“masakan yu’er enak apalagi sambil di temani oleh seorang


wanita cantik masakan terasa tambah enak” jiang yuan memuji masakan Yu’er


sambil mengoda nya.


“siapa dulu yang masak, yu’er pasti menjadi ahli memasak”


yu’er berkata bangga pada jiang yuan.


“yu’er memang ahli, pasti nanti menjadi ibu yang hebat”


jiang yuan berkata membalas yu’er.


“tentu saja yu’er akan menjadi ibu yang hebat” yu’er


menjawab secara spontan.


“kalau begitu bagaimana kalau saudara yuan membantu yu’er


menjadi seorang ibu ?” jiang tersenyum dan bergerak ke arah yu’er.


Yu’er yang merasa sudah di permaikan oleh jiang yuan, muka memerah


tidak tau harus berkata apa.


“saudara yuan kau sungguh mesum, menggoda yu’er terus” yu’er


berkata dengan malu.


“hehehe..., bukan nya yu’er berkata bahwa ingin mejadi ibu


yang hebat. Saudara yuan hanya membantu mewujudkan nya” jiang yuan sudah di


dekat yu’er memeluk nya.


Yu’er yang sudah di peluk mecoba melawan tapi tidak bisa


lepas sama sekali.


“yu’er sekarang mari kita mulai ritual untuk yu’er menjadi


seorang ibu, tapi sebelum itu yu’er harus melatih latihan yang saudara yuan


berikan” jiang yuan mengirimkan informasi latihan kepada yu’er.


Yu’er yang menerima informasi latihan muka nya tambah merah,


karena latihan yan di kirimkan oleh jiang yuan adalah latihan kultivasi ganda.


“karena yu’er sudah memiliki latihan nya,maka mari kita


praktekkan” segera jiang yuan melancarkan aksi nya.


(bayankan saja sendiri bagaimana situasi kultivasi ganda mereka


berlangsung)


Setelah ritual yang di adakan oleh jiang yuan dan yu’er


selesai, jiang yuan  bersiap mundur untuk


berkultivasi.


“yu’er, saudara yuan akan mundur untuk sementara waktu.


Kalau bosan yu’er bisa berkeliling alam fengyuan” jiang yuan bertkata sambil


menyerahkan token otoritas alam fengyuan kepada yu’er.


Setalah memberikan token otoritas, jiang yuan memasuki


menara waktu untuk berkultivasi.


...


Waktupun terus berjalan, 10 hari telah berlalu semenjak


Huang tian memasuki menara pencerahan.


selama 10 hari terakhir Huang tian sudah memahami kelima kitab yang dia ambil.


Pertama-tama huang tian mengalami kesulitan tapi karena


huang tian berada di menara pencerahan, perlahan-lahan pemahaman nya meningkat.


Namun dia tetap saja belum memahami tao nya sendiri.


Pada hari ke-15 huang tian merasa bosan dan berjalan


berkeliling menara pencerahan.


“tao adalah tao, dan tao berada di bawah kaki...” huang tian


tian berjalan sambil mengulang kalimat yang dia dengar dari jiang yuan.


“aduh...” karena berjalan dalam keadaan yang tidak fokus,


huang tian menabrak anak tangga yang menuju ke atas.


Begitu dia menabrak tanpa sadar dia memperhatikan kaki nya


kemudian melihat tangga yang menuju ke atas. Huang tian seperti mendapat


pecerahan mendadak.


“kaki digunakan untuk bejalan, sedangkan jalan adalah yang


di lalui oleh kaki...” huang melihat lagi ke tangga yang di seberang, tangga


yang di seberang juga digunakan untuk ke atas.


“hahaha..., ternyata seperti itu. Tao adalah tao dan tao


berada di bawah kaki. Aku terlalu bodoh untuk mengartikan nya secara


mentah-mentah. Tao adalah jalan, dan setiap jalan akan memiliki awal yang


berbeda namun akan memiliki arah tujuan yang sama.


Jika tao adalah jalan yang di lalui maka diriku adalah orang


yang berjalan melalui jalan tersebut. Tapi jalan seperti apa yang aku ambil...?”


huang tian yang sudah mendapat pemahaman tentang tao mulai berpikir memahami


jalan apa yang akan dia ambil.


“setiap jalan memiliki awal berbeda namun memiliki arah yang


sama. Tubuh terdiri dari daging, jiwa, dan spiritual. Jika tao adalah jalan


maka daging seperti kendaraan nya, jiwa sebagai pengendalian nya, dan spiritual


sebagai tenaga pengerak nya” huang tian semakin semangat, semakin banyak dia


berpikir semaking banyak dia memahami.


“untuk mencapai ujung jalan tentu saja di perlukan sebuah


kendaraan yang bagus dan pengendali yang baik. Hanya dengan mengetahui arah


jalan beserta memiliki kendaraan, pengendali, dan tenaga yang cukup baru bisa


mencapai ujung jalan”


Huang tian semakin  paham tentang tao nya sendiri.


“untuk apa aku berkultivasi ? bukankah hanya untuk


melindungi. Melindungi diri sendiri, melindungi keluarga,  dan melindungi yang berharga bagi ku. Hanya dengan


kekuatan baru bisa aku melindungi semua yang ingin aku lindungi. Jika surga


ingin merampas apa yang aku lindungi maka surga akan aku bantai. Seperti kata


tuan, tidak ada nama  nya benar dan


salah, benar dan salah hanya terletak di hati. Mungkin sebagian orang akan


menilai ku jahat tapi sebagian lagi menilai aku baik. Baik dan jahat selalu


berdampingan” Huang tian semakin jelas dengan tao nya sendiri.


“benar sekali, jika


membunuh adalah untuk melindungi maka aku akan membunuh siapapun yang akan


mengganggu apa yang aku lindungi”


Pada saat huang tian sudah paham tentang tao nya sendiri, di


dalam dirinya sendiri daoxin nya terkondensasi dan menyublim.


Setelah huang tian memahi tao nya sendiri arah teknik yang


akan dia ciptakan semakin jelas.