
Jiang Yuan dan YU”er yang baru saja tiba di Desa shui, segera menghilangkan mode siluman kapal surgawi. Seketika kapal besar muncul di langit.
Warga desa yang berada di bawah terkejut akan kemunculan kapal surgawi yang tiba tiba muncul. keributan segera terjadi di Desa Shui, warga mulai berkumpul dan melihat ke arah langit dimana kapal surgawi muncul.
“Lihat ada kapal di langit!”
“Itu pasti kapal seorang Immortal”
“Kenapa seorang immortal datang ke desa kita ?”
“Semoga saja Immortal tidak berniat buruk pada desa kita”
Para warga desa semuanya berdiskusi tentang kemunculan kapal surgawi milik Jiang Yuan yang muncul tiba tiba. Perasaan mereka campur aduk saat ini. Semenjak Jiang Yuan mengajarkan cara berkultivasi, para penduduk desa sudah lebih jelas tentang pembagian ranah dalam kultivasi.
Tidak semua cultivator bisa disebut sebagai Immortal, hanya mereka yang telah melewati kesengsaraan surgawi berkali - kali lipat dan mengubah energi mereka menjadi energi keabadian yang bisa disebut Immortal.
Dan mereka juga sudah mengetahui bahwa kapal yang muncul di langit merupakan sebuah artefak seorang Immortal. karena hanya para immortal yang memiliki benda seperti itu di Honghuang.
Tanpa menjadi seorang Immortal, jika ada seseorang yang menggunakan artefak, past sudah lama dirampok oleh Immortal lainya. Di HOnghuang, tanpa adanya kekuatan saat memiliki artefak adalah sebuah dosa.
Para warga desa berspekulasi bahwa pemilik kapal yang muncul di langit jelaslah seorang immortal. tanpa menjadi seorang immortal, bahkan seorang mahayana tidak akan berani muncul dengan sebuah artefak.
Warga desa semakin ramai, Shui Qingluo juga berad di sekitar dan menyaksikan kapal surgawi yang berada di langit.
“kapal milik siapa itu ?” tanya Shui Qingluo penasaran.
“Sepertinya kita kedatangan tamu istimewa” suara tua terdengar di samping Shui Qingluo.
Shui Qingluo melirik dan kemudian dia tahu bahwa itu adalah Kepala desa.
“Kepala Desa” ucap Shui Qingluo memberi salam.
Kepala desa menganggukan kepala menanggapi Shui Qingluo.
Tak lama kemudian, sosok pria muncul di hadapan semua warga desa, tidak terkecuali Shui Qingluo. Ketika Shui Qingluo melihat sosok itu, tubuhnya gemetaran dan perasaan yang tidak bisa dijelaskan di dalam hatinya semakin menggebu gebu.
Shui QIngluo yang belum bisa melihat jelas wajah sosok itu, berharap di dalam hatinya yang muncul adalah orang yang dia pikirkan. sosok itu semakin jelas dan wajah jiang yuan terlihat dengan sangat jelas di mata para warga desa.
Shui Qingluo yang melihat jiang yuan tersenyum ada perasaan bahagia di dalam hatinya. setelah Jiang Yuan muncul, sosok wanita juga munclu di belakang jiang yuan dan segera menggandeng tangan jiang yuan.
Shui QIngluo yang baru saja merasakan sedikit kebahagian tiba - tiba jatuh kedalam keadaan tidak bisa dijelaskan. tubuh Shui Qingluo bergetar, dia merasakan sakit yang tidak bisa dijelaskan di dalam dirinya.
Raut sedih dan kecewa terlihat jelas di wajah Shui QIngluo. Kepala desa yang melihat keanehan Shui QIngluo bertanya karena penasaran.
“ada apa Qingluo ?, apa kau baik - baik saja ?” tanya kepala desa.
Shui QIngluo yang dibangunkan oleh kepala desa segera kembali ke sikap seolah tidak ada yang terjadi.
“Tidak ada apa apa, aku hanya terkejut bahwa yang muncul adalah Immortal Jiang” jawab Shui Qingluo yang berusaha terlihat biasa saja.
“Baiklah kalau begitu, mari kita sambut Immortal Jiang bersama” ajak kepala desa kepada Shui Qingluo.
“Kepala desa, bagaimana kalau kau dengan yang lainnya, aku sepertinya kurang enak badan” jawab Shui Qingluo yang ingin menolak.
“Tidak, kau harus ikut juga. Karena kau adalah orang yang pertama bertemu dengan Immortal Jiang saat itu” Kepala desa menolak usalan Shui QIngluo.
“Ayo kita pergi menyambut mereka”
Kepala desa segera berjalan menuju Jiang Yuan dan Yu’er yang baru muncul. Shui Qingluo menarik nafas dalam dalam kemudian mengikuti Kepala desa.
Shui Qingluo mencoba bersikap biasa saja, tapi semakin dia bersikap biasa saja, perasaan tidak jelas muncul di dalam hatinya. dia sendiri tidak tahu kenapa perasaan ini muncul, apa lagi rasa tidak mengenakan ketika dia melihat jiang yuan datang bersama seorang wanita lain.
Shui QIngluo mencoba bersikap tegar dan mulai mengambil langkah untuk mencoba menghilangkan perasaan itu.
Jiang Yuan dan Yu’er bergandengan tangan turun dari kapal, begitu mereka turun, Kepala desa dan Shui Qingluo sudah menanti mereka.
“Selamat datang Immortal Jiang” ucap kepala desa.
“Selamat datang Immortal Jiang”
Semua warga desa memberi hormat dan salam kepada Jiang Yuan.
“jangan sopan semua nya” balas Jiang Yuan.
“Immortal Jiang tidak perlu sungkan, sudah sewajarnya kami menghormati dan menyambut kedatanganmu. tanpa bantuanmu, kami mungkin masih tidak bisa berkultivasi dengan mudah” ucap kepala desa kepada Jiang Yuan.
“Aku hanya memberikan ucapan terima kasih, tanpa keramahan warga desa, mungkin aku sudah tidak tertolong”
“Tidak - tidak, sudah sewajarnya kami membantu sesama ras manusia di dunia ini, dan berkat bantuan Immortal Jiang, desa kami sekarang menjadi lebih sejahtera” ucap kepala desa.
“baiklah, semua itu terserah kalian. Aku kali ini hanya ingin singgah sebentar dan menunjukan pada wanita disampingku bahwa aku diselamatkan oleh penduduk desa ini” ucap jiang yuan sambil menunjukan Yu’er.
“Wanita itu ?” tanya kepala desa.
“dia adalah…”
Sebelum jiang yuan selesai berbicara, Yu’er nyeletuk memotong jiang yuan.
“Aku adalah Istri nya” ucap Yu’er dengan lembut namun ada nada ketegasan dalam ucapan Yu’er.
Jiang Yuan terkejut, dia tidak menyangka Yu’er akan berinisiatif berbicara namun Jiang Yuan tidak mempermasalahkannya. Kepala desa segera mengerti dan memberi salam juga kepada Yu’er.
“Ternyata istri dari immortal Jiang. kalau begitu mari kita ke desa, aku akan menyiapkan jamuan untuk immortal Jiang dan istri” ucap kepala desa.
“Qingluo, temani Immortal Jiang dan istrinya, aku dan warga desa lain akan menyiapkan jamuans segera mungkin”
Shui Qingluo segera menjawab permitaan kepala desa.
“Baik” ucap Shui Qingluo dengan nada gemetar.
Jiang Yuan tidak terlalu memperhatikan Shui Qingluo namun tidak dengan Yu’er. dari awal Yu’er sudah melihat tatapan yang berbeda dari Shui Qingluo saat melihat Jiang Yuan.
Bagaimana mungkin Yu’er tidak mengerti tatapan apa itu, karena dia sendiri adalah wanita.
“Terima kasih kepala desa” balas Jiang yuan.
“kalau begitu, mohon bantuannya nona Qingluo” ucap jiang yuan sambil menatap Shui Qingluo.
Shui Qingluo yang di tatap Jiang Yuan, segera menundukan kepala sambil mengucapkan satu kata.
“Baik” ucap Shui Qingluo.
Yu’er yang melihat Jiang yuan memanggil Shui Qingluo dengan nama belakang tentu saja heran. Yu’er segera maju dan berdiri di samping Shui Qingluo.
“Nona QIngluo, tolong bantuannya yah” ucap Yu’er lembut.
Shui QIngluo kebingungan dengan gerakan Yu’er yang tiba tiba. Shui QIngluo yang menjadi kikuk hanya bisa menganggukan kepalanya.
Jiang Yuan juga heran atas inisiatif Yu’er, tapi jiang yuan tidak terlalu peduli dan membiarkan Yu’er bersama Shui QIngluo.
“kalau begitu mari kita masuk” ajak kepala desa.
Jiang Yuan dan yu’er segera masuk ke desa dipimpin oleh Shui QIngluo yang masih dalam keadaan sedikit terguncang. Jiang Yuan sama sekali tidak mengerti, Jiang Yuan hanya melihat bahwa Shui QIngluo baik baik saja dan dia tidak ada niat berlebihan.
Tapi yu’er adalah seorang wanita, dia bisa melihat jelas bahwa Shui QIngluo memiliki sesuatu terhadap Jiang Yuan.