
Jiang Yuan dan Yu’er segera memasuki desa Shui dengan dipimpin kepala desa dan Shiu Qingluo. Kepala desa yang memimpin segera berpisah dengan Jiang Yuan dan Yu’er untuk menyiapkan perjamuan, sedangkan Shui Qingluo memimpin Jiang Yuan dan yu’er berkeliling desa.
Jiang yuan yang dipimpin Shui Qingluo sebenarnya ingin langsung menuju tempat dimana patung dirinya di letakan, tapi agar terkesan tidak tahu apa apa, jiang yuan berakting seolah dia tidak tahu sama sekali.
Yu’er yang berada di samping Shui QIngluo berjalan beriringan dan membuat Jiang Yuan di belakang, seolah dia tidak ingin Jiang Yuan beriringan dengan Shui QIngluo.
Sedangkan Shui Qingluo yang dipepet oleh Yu’er dari tadi merasa gugup, dia tidak tahu kenapa Yu’er bertindak begitu dekat dengan nya, seolah mereka sudah lama kenal.
“Nona, apa ada tempat yang kau kunjungi ?, misalnya tempat yang indah atau tempat tempat latihan. aku akan membawamu kesana” Shui Qingluo bertanya gugup.
Yu’er merasa aneh dengan pertanyaan Shui Qingluo, dia merasa pertanyaan itu kurang tepat, tapi Yu’er tidak terlalu peduli.
“kalau begitu ajak aku ke tempat yang indah saja, dan panggil saja aku Nona Jiang” balas Yu’er sambil menekan kata Nona jiang pada nada bicaranya.
Shui QIngluo sedikit merasa tidak enak ketika Yu’er menyuruh dirinya memanggil Nona Jiang, dia sendiri tidak tahu kenapa perasaan itu muncul.
“baikkah, ikuti aku” ajak Shui Qingluo.
“Emmm, kalian pergi berdua saja. aku akan berkeliling sendiri” celetuk Jiang Yuan tiba tiba.
Shui Qingluo tiba tiba merasa sedikit kecewa karena Jiang Yuan tidak ikut bersama mereka.
“baiklah, kami pergi berdua dahulu kalau begitu”
Yu’er segera menarik pergi Shui Qingluo yang masih terdiam. Jiang Yuan yang melihat Yu’er yang tiba tiba menjadi agresif seperti ini hanya menggelengkan kepala nya.
“Mereka sudah pergi, sekarang aku bisa pergi ke tempat dimana patung diriku ditempatkan”
Jiang Yuan segera menyatukan kesadaran miliknya dengan kekuatan iman yang dia miliki dan mulai melacak dimana lokasi patung dirinya.
“Ketemu!”
Jiang Yuan segera merobek ruang dan melompat ke robekan ruang. seketika dia muncul di ruangan penyembahan. di dalam ruangan itu terdapat patung yang sangat mirip dengan postur jiang yuan.
Dan di depan patung ada sebuah tempat dupa. jiang yuan melirik tempat dupa dan melihat masih ada beberapa dupa yang terbakar.
“Ternyata kekuatan iman terkumpul melalui cara ini. Mengumpulkan Iman juga salah satu cara kultivasi, tapi metode ini terlalu banyak membawa sebab akibat. Di dunia ini hanya sebagian orang saja yang berani menggunakan metode pengumpulan iman. Para Biksu botak adalah salah satu fraksi yang menggunakan metode ini untuk mengumpulkan Iman dan pengikut” gumam jiang yuan.
Jiang Yuan tentu saja paham tentang metode kultivasi Iman. Semakin banyak iman yang terkumpul maka semakin cepat kultivasi meningkat, tapi disamping itu juga memiliki efek samping yang luar biasa.
Jika suatu saat suplai iman berkurang, maka kekuatan dari orang yang menerima iman akan juga menurun, oleh sebab itu sering kali metode ini digunakan untuk memperbudak orang lain, hal ini dilakukan untuk menjaga suplai iman tetap terus berjalan.
“Jika aku adalah seorang yang menjadikan metode Iman sebagai pondasi, mungkin aku akan berkeliling berbagai dunia dan menyebarkan kepercayaan untuk memanen Iman, tapi cara ini adalah cara yang bengkok, semakin tinggi kultivasi semakin sulit dan semakin banyak iman yang dibutuhkan”
“Jika begini, lebih baik aku memisahkan sebagian jiwa ku dan mentransplantasikan nya ke patung. Mungkin suatu saat jiwa ku dan kekuatan iman membentuk suatu hal yang mengejutkan”
Kemudian jiang yuan mengeluarkan gumpalan kekuatan iman yang ada di dalam dirinya. setelah mengeluarkan kekuatan iman. Jiang Yuan menatap gumpalan cahaya putih pucat.
“Ini adalah kondensasi dari kekuatan iman yang telah terkumpul selama ini, jika penduduk desa shui lebih banyak, aku tidak tahu akan berapa banyak kekuatan iman nantinya”
setelah mengeluarkan kekuatan iman, jiang yuan mulai memisahkan sebagian kekuatan jiwa miliknya.
“Arrgh!”
Jiang Yuan mengerang kesakitan, karena proses memisahkan jiwa sangat berisiko dan menyakitkan.
“huft”
Jiang Yuan menghela nafas, proses membagi jiwa selesai.
“Akhirnya selesai juga memisahkan jiwa. Proses ini tidak pernah mulus dan selalu menyakitkan” gumam jiang yuan.
Jiang Yuan menatap segumpal jiwa nya yang berada di tangan kanan, dan kemudian menatap kekuatan iman di tangan kiri.
“saatnya melakukan fusi”
jiang yuan segera memadukan kekuatan iman dan segumpal jiwa miliknya. proses penyatuan itu tidak terlalu rumit. kekuatan iman langsung menyelimuti jiwa milik jiang yuan
“Saatnya acara utama”
Jiang yuan melemparkan gumpalan iman dan jiwa miliknya yang telah bersatu ke arah patung. begitu kekuatan iman yang sudah menyatu dengan jiwa jiang yuan menyentuh patung, seketika kekuatan itu memasuki tanpa penolakan ke dalam patung.
patung yang awalnya sedikit kusam, mulai berubah menjadi lebih cerah dan menjadi lebih hidup. sorot mata patung menjadi lebih tegas, seolah hidup.
“dengan begini aku memiliki satu lagi kartu penyelamat jiwa. mungkin dengan akumulasi waktu dan bertambahnya penduduk di desa shui di masa depan, pertumbuhan kekuatan iman akan semakin banyak”
Setelah jiang yuan menyatukan kekuatan iman dan jiwanya di patung dirinya, jiang yuan menyebarkan kesadaran miliknya mencari lokasi Yu’er dan Shui Qingluo.
“disana ternyata mereka”
jiang yuans segera merobek ruang dan menuju ke arah Yu’er dan Shui QIngluo.
…
Yu’er yang pergi bersama Shui QIngluo mulai pergi ke puncak gunung di dekat desa.
setelah mereka berjalan cukup lama, mereka akhirnya tiba di lokasi yang dikatan Shui Qingluo.
“jadi ini tempat yang katamu indah” ucap Yu’er sambil memandang sekitar.
Sejauh mata memandang, yu’er melihat ladang bunga, dan di ujung ladang bunga ada jurang yang mengarah ke sebuah lembah yang indah. lembah tersebut dipenuhi pohon. karena lokasi yu’er dan shui qingluo cukup tinggi, membuat dan terbuka. membuat pemandangan jadi lebih bagus.
“tampat ini cukup indah, ladang bunga di pinggir gunung, dan ada lembah hijau di bawahnya, ditambah langit yang biru cerah, tempat ini cocok untuk pergi bersama pasangan” ucap Yu’er.
“apakah nona Shui memiliki pasangan atau orang yang disukai ?” tanya Yu’er tiba tiba.
Shui Qingluo seketika bingung dengan pertanyaan Yu’er, dia dengan gugup menjawab pertanyaan Yu’er.
“ti… ti… tidak, aku sama sekali tidak mempunyai pasangan atau orang yang kusuka” jawab Shui QIngluo dengan nada gagap dan gemetar.
“Apa itu benar?” tanya yu’er lagi dengan ali terangkat.
“benar, aku hanya fokus pada kultivasi. tidak tertarik pada hubungan pria dan wanita” Shui Qingluo menjawab pertanyaan yu’er dengan getir.
“syukurlah jika begitu. tapi ada kalanya kita seharusnya tidak mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin” ucap Yu’er dengan tersenyum. namun di kalimat terakhir yu’er mengecilkan suara miliknya.
“Maksud nya ?” tanya Shui Qingluo bingung.
“Tidak ada, jika Nona Shui hanya berfokus pada kultivasi, maka itu adalah hal yang baik, aku pasti akan mendukungmu” ucap Yu’er mengalikan topik.
“Emm, terima kasih atas perhatian Nona Jiang” jawab Shui QIngluo yang masih sedikit gemetaran.
tak lama kemudian suara pria yang dikenali oleh mereka berdua terdengar.
“ternyata kalian berdua berada disini”
Jiang yuan keluar dari robekan ruang dan muncul di hadapan Shui Qingluo dan Yu’er.
“Yuan’ge!”
“Brother Jiang!”
saut Shui Qingluo dan YU’er serentak. Yu’er mengerutkan kening ketika Shui Qingluo memanggil Jiang Yuan dengan sebutan brother Jiang. Yu’er langsung loncat ke dalam pelukan jiang yuan.
Shui QIngluo yang melihat Yu’er begitu mesra dipelukan Jiang yuan, entah kenapa hatinya terasa sakit. seolah ada luka yang semakin parah. Shui QIngluo hanya mencoba tersenyum namun tetap saja, raut kesedihan masih terlihat dari senyuman nya. namun yu’er dan jiang yuan tidak memperhatikan perubah di wajah Shui Qingluo, karena mereka berdua asik berpelukan.
“Hey, lihat disini ada orang lain” ucap Jiang yuan mengingatkan Yu’er.
“hehehe” Yu’er hanya tersenyum konyol menatap Jiang yuan.
kemudian yu’er melepaskan diri dari pelukan jiang yuan dan menatap Shui Qingluo penuh kemenangan. seolah mengatakan dia adalah milikku.