
Jiang Yuan yang sudah dalam ancang - ancang posisi menyerang, tersenyum melirik ke arah pendeta wanita.
Pendeta wanita itu merasa aneh melihat senyuman Jiang Yuan. Pendeta wanita itu merasakan firasat yang tidak mengenakan ketika melihat senyuman Jiang Yuan.
“Ye Bao, Sui Qing, kali ini aku akan menunjukan perbedaan antara langit dan bumi kepada kalian”
Jiang Yuan mulai memasuki mode sirius. Ye Bao dan Sui Qing yang awalnya masih terkejut karena melihat bahwa Jiang Yuan tidak terluka sedikitpun, kini menjadi waspada.
Tanpa mereka sadari, mereka merasakan firasat yang buruk. mereka melotot melihat Jiang Yuan, kemudian mereka saling melirik satu sama lain.
“Serang!”
Teriak mereka berdua bersamaan, mereka langsung menggunakan teknik andalan mereka tanpa menahan diri sama sekali.
“Telapak Pasir Hitam!”
“RIbuan jarum air!”
Jiang Yuan yang melihat semua serangan Ye Bao dan Sui Qing hanya tersenyum misterius.
“Badai Jiwa!”
Kekuatan Jiwa Jiang Yuan meluap keluar dari dalam dirinya, pusaran badai jiwa menerjang ke arah Sui Qing dan Ye Bao. serangan Ye Bao dan Sui Qing Tenggelam seperti spons yang jatuh ke laut.
Pendeta wanita melihat serangan Ye Bao dan Sui Qing Tidak bekerja menjadi terkejut. sampai sekarang dia tidak tahu sama sekali akan jenis kekuatan apa yang digunakan Jiang Yuan.
Badai Jiwa milik Jiang Yuan dengan ganas menyerang Sui QIng dan Ye Bao. mereka berdua seperti terjebak di dalam amukan badai, tubuh mereka kaku tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan untuk berteriak saja tidak bisa.
Mata mereka melotot tegang menatap Jiang Yuan, mereka tidak bisa berbicara sama sekali. perlahan aliran darah keluar dari 7 lubang mereka.
Pendeta wanita Shock terkejut karena dia tidak menyangka Ye Bao dan Sui Qing akan kalah tanpa perlawanan sama sekali.Ye Bao dan SUi Qing merasakan sakit luar biasa di jiwa mereka, tapi berkat kontrol Jiang Yuan, serangannya badai Jiwa tidak sampai membuat mereka pingsan, Jiang Yuan membuat mereka tersiksa perlahan dalam keadaan tersadar.
Ye Bao dan Sui QIng merasakan sakit yang luar biasa di jiwa mereka, mereka ingin berteriak untuk meluapkan rasa sakit, tapi tidak bisa sama sekali, karena Jiang Yuan sudah mengendalikan tubuh mereka agar tidak bisa bergerak sesuai keinginan mereka.
Jiang Yuan hanya menatap Sui Qing dan Ye bao dengan tatapan kasihan, jika saja mereka berdua tidak memplot untuk mencelakakan ‘Jiang Yuan’, mungkin Jiang Yuan akan langsung mengakhiri penderitaan mereka.
Jiang Yuan menatap Pendeta wanita, dengan senyum indah di wajah Jiang yuan, berjalan perlahan mendekati Pendeta wanita.
“Sepertinya, para bawahanmu tidak begitu hebat”
Jiang Yuan menggelengkan kepalanya mengomentari Pendeta wanita.
Pendeta wanita itu mengerutkan kening, dia menjadi sedikit waspada pada Jiang Yuan.
“kau pendosa!, apa yang kau lakukan kali ini telah membuat marah para dewa. aku sekarang memberimu kesempatan, kau patuh ikut aku menuju kuil utama untuk menerima hukuman dewa,, mungkin dewa akan mengampuni dirimu melihat kau lumayan kuat”
Pendeta wanita itu sekali lagi mencoba menggoda Jiang Yuan.
“Hahaha, sampai detik ini pun kau masih ingin mencoba membujukku ?. ku pikir otakmu ketutup dengan dada mu itu”
Jiang Yuan tertawa terbahak bahak sambil melirik dada Pendewa wanita yang lumayan besar.
“Kau!!!”
Pendeta wanita itu kesal, dia melirik dadanya yang diperhatikan Jiang Yuan. wajah Pendeta wanita menjadi merah padam karena marah.
“Lancang!, kau berani sekali menatap tubuhku dengan mata pendosa mu itu. jangan salahkan aku jika aku menjadi kasar”
Pendeta wanita itu sekali lagi mengancam Jiang Yuan.
“Oh takut!, aku sangat takut jika kau memandangku seperti itu”
Jiang Yuan dengan ekspresi main - main di wajahnya, dia menggoda Pendeta wanita itu.
Pendeta wanita menjadi semakin marah. dia akhirnya melancarkan serangan karena tidak bisa menahan amarahnya kepada Jiang Yuan.
“kau!, rasakan serangan ku ini”
“Api penyucian dewa!”
Pendeta wanita menggerakan tangannya membentuk berbagai pose. Api mulai muncul membara di hadapan dirinya. Pendeta wanita itu dengan tatapan tajam memfokuskan pandangannya ke arah Jiang Yuan.
Pendeta wanita melemparkan gumpalan api ke arah Jiang Yuan.
Jiang Yuan sedikit terkejut dengan energi yang digunakan pendeta wanita, energi itu lebih murni dibanding energi yang digunakan oleh Sui Qing ataupun Ye Bao.
“Jika hanya ini kemampuan mu, maka kau harus berlatih seribu tahun lagi untuk menyentuh rambutku”
Jiang Yuan mencibir serangan Pendeta wanita yang mengarah ke dirinya.
Jiang Yuan kemudian mengeluarkan kekuatan jiwanya, kekuatan Jiwa Jiang Yuan langsung berubah bentuk menjadi tangan raksasa. serangan Pendeta wanita itu seperti bola yang ditangkap keeper.
Pendeta wanita itu terkejut bukan main, melihat serangan dirinya tidak bisa menyentuh Jiang Yuan sama sekali.
“hanya ini kemampuan mu ?”
Jiang Yuan memainkan bola api yang sudah berada tangan yang terbuat dari kondensasi kekuatan Jiwa miliknya.
“kalau begitu bagaimana rasanya merasakan serangan milik sendiri ?”
Jiang Yuan melihat Pendeta wanita dengan mata menyipit dan senyum menyeringai.
Jian Yuan kemudian melemparkan kembali bola api ke arah pendeta wanita.
Pendeta wanita ingin mencoba mengendalikan bola api miliknya, tapi sayang sekali, dia tidak bisa mengendalikan bola api miliknya sendiri.
“Sialan!, apa yang terjadi. kenapa aku tidak bisa mengendalikan teknik ku sendiri!”
Pendeta wanita itu sedikit panik, dia mencoba sekuat tenaga mengendalikan bola api.
namun sayang sekali, bola api telah mendekat ke arah dirinya, Pendeta wanita itu hanya bisa melakukan pertahan terakhir.
Boom!
Bola api menghantam pendeta wanita, membuat pendeta wanita tercampak ke belakang. tubuh pendeta wanita sedikit gosong akibat ledakan bola api, walau dia sudah mencoba mengambil posisi bertahan, tapi tetap saja dai tidak bisa menahan golombang kejut dari ledakan.
“uhuk, uhuk!”
Pendeta wanita terbatuk batuk.
“kau bajingan!, berani sekali kau menghina seorang Pendeta dewa. apa kau tidak takut dewa akan datang dan menghukummu secara langsung!”
Pendeta wanita yang mengutuk marah ke jiang Yuan.
“Dewa ?, bahkan jika dia muncul dihadapanku saat ini, aku akan membunuhnya seperti aku menyembelih seekor ayam”
Jiang Yuan berbicara dengan suara tegas, seakan belum memperhatikan sosok dewa yang dimaksud Pendeta wanita.
“kau!!”
Pendeta wanita menunjuk Jiang Yuan, dia tidak menyangka Jiang Yuan akan sampai ke tahap ini sombongnya.
“Sombong, jangan salahkan aku jika aku memanggil Dewa datang”
Dengan wajah kesal, Pendeta wanita masih saja mengancam Jiang Yuan.
“Oh!, kau bisa memanggil dewa ?”
Dengan wajah yang menunjukan ketertarikan, Jiang Yuan segera melirik dengan menyeringai ke pendeta wanita.
Jiang Yuan dengan sangat cepat berpindah posisi ke depan Pendeta wanita. Jiang Yuan memegang dagu pendeta wanita dengan satu tangan, dan satu tangan lagi mengelus pipi pendeta wanita.
“Cepat, panggil dewa yang kau maksud itu datang kemari, aku ingin melihatnya”
Jiang Yuan berbisik pelan di telinga pendeta wanita.
Pendeta wanita ingin berbicara, tapi kesulitan karena Jiang Yuan memegangi dagu dan pipinya.Pendeta wanita ingin melawan Jiang Yuan, tapi dia mendapati dirinya tidak bisa bergerak sama sekali, seakan ada segel yang mengunci dirinya.
Jiang Yuan menekan kekuatan Pendeta wanita dengan kekuatan jiwanya, sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali. bagaimanapun, kekuatan jiwa Jiang Yuan sudah setara dengan Saint Puncak, hanya selangkah lagi menuju Nirvana.
Jiang Yuan hanya kekurangan kekuatan Spiritual, tapi jiang yuan tidak perlu berlatih kekuatan spiritual dengan tubuh yang dia pinjam, jiang yuan hanya perlu melatih kekuatan jiwanya saja saat ini.