
Jiang Yuan yang telah mendapatkan Divine Spark dari para dewa yang dibunuh olehnya, terus mempelajari misteri yang terkandung di dalam Divine Spark.
Jiang Yuan dengan sangat serius mempelajari rune misterius yang ada di dalam Divine Spark.
Karena Rune yang ada di dalam Divine Spark memiliki kesamaan dengan rune penyegelan hukuman surgawi. Dengan mempelajari setiap rune, itu akan mempermudah Jiang dalam memecah segel hukuman surgawi.
Setelah sekian lama mempelajari Divine Spark, Jiang Yuan membuka matanya dengan wajah tersenyum.
“kali ini panennya cukup memuaskan, setidaknya aku berhasil memahami 3 rune misterius baru dari Divine spark. Segel yang menimpa tubuh utamaku, perlahan akan terbuka seiring bertambahnya rune yang ku kuasai”
Kemudian Jiang Yuan membuat simbol rune di udara dengan kekuatan jiwa miliknya.
Perlahan rune dengan nuansa dingin terkondensasi, dari rune tersebut, memancar udara dingin.
“Rune ini mewakili atribut Es” gumam Archie.
Kemudian Archie sekali lagi mengkondensasi Rune lain, Rune yang dikondensasi oleh Archie adalah berwarna hitam, dengan sifat yang hampir sama dengan atribut es, tapi atribut yang dikandung oleh Rune adalah Nether.
“Dan ini adalah RUne Nether, walau tidak sekuat atribut ES, tapi ini juga lumayan”
berikutnya Archie mengkondensasi Rune Lain, perlahan cahaya merah membara muncul, Rune yang dikondensasi oleh Jiang Yuan kali ini adalah Rune yang api.
Rune yang memancarkan api dibandingkan 2 rune lain, Rune api sangatlah lemah.
“Mungkin Dewa pemilik Rune dari api ini adalah dewa tingkat rendah sehingga misteri yang dikandungnya tidak sedalam misteri yang ada pada Rune lain” gumam Jiang Yuan menatap Rune api.
“Sudah saatnya keluar dan memeriksa perkembangan para penduduk desa”
Jiang Yuan segera beranjak pergi menuju keluar rumah.
Jiang Yuan melayang di langit dan segera pergi menuju ke tempat kepala desa.
Saat Jiang Yuan keluar dari rumahnya dan melayang di angkasa, para warga desa terkejut dan menjadi sangat antusias. terutama para warga desa Ji Dan desa Zhan.
Saat berita Jiang Yuan keluar, para warga segera mengikuti arah kepergian Jiang Yuan.
Jiang Yuan hanya tersenyum melihat para warga yang mengikutinya.
Kepala desa yang mendengar keributan di luar rumah segera keluar dan melihat para warga telah beramai ramai menuju ke arah kediamannya.
Tapi saat dia melihat ke langit, Kepala desa terkejut karena Jiang Yuan sudah perlahan mendarat ke depan dirinya.
“Yuan TIandi!” seru kepala desa.
“Em” angguk Jiang Yuan yang baru saja tiba.
“Kepala desa, aku baru saja keluar dari retret, aku ingin kau memberitahuku perkembangan desa selama ketidak hadiran ku di desa” ucap Jiang Yuan.
“Oh baiklah” angguk kepala desa mengerti.
Kepala desa kemudian menceritakan semua hal yang terjadi di desa, mulai dari kembalinya Chen Yi dan kelompoknya bersama dengan Warga desa Ji dan Zhan, serta kemajuan kultivasi para penduduk desa.
Sedangkan para warga yang sudah berkumpul, dengan sabar menanti Jiang Yuan untuk berbicara.
Setelah mendapatkan kabar dari kepala desa, Jiang Yuan mengangguk mengerti akan perkembangan warga desa.
“Bagus, cukup memuaskan” puji Jiang Yuan.
Kemudian Jiang Yuan menatap ke arah kumpulan warga desa dengan tersenyum.
“Kenapa kalian mengikuti ku ?” ucap Jiang Yuan dengan nada sedikit serius.
Warga desa yang mendengar pertanyaan Jiang Yuan dengan nada sedikit serius menjadi terdiam, mereka tidak tahu harus menjawab apa.
Karena mereka tanpa sadar mengikuti Jiang Yuan tanpa ada yang menyuruh.
Suasana seketika menjadi sedikit tegang. Jiang Yuan yang melihat ini tiba - tiba tertawa.
“hahaha, kenapa kalian menjadi sangat kaku. Aku tidak akan memakan kalian kok...” Jiang Yuan tertawa kecil melihat warga desa yang kaku.
“Baiklah semuanya, jangan terlalu serius” ucap Jiang Yuan nada bercanda.
“dari kepala desa, aku mengetahui bahwa penduduk desa Ji dan Zhan sudah berada di desa ini cukup lama. Mungkin kalian selama ini bertanya - tanya siapa sebenarnya aku”
“Aku adalah Jiang Yuan, seorang manusia seperti kalian juga, tapi seperti yang kalian ketahui, aku adalah orang yang membawa perubahan pada umat manusia”
“Kalian semua bisa berkultivasi berkat arahan yang sebelumnya telah ku ajarkan kepada warga desa Chen”
“Aku melakukan ini tidak lebih karena prihatin dengan kondisi umat manusia yang selama ini dijadikan sebagai alat oleh para dewa”
“Jadi kuharap kalian semua paham, jika kalian mengikuti langkahku, maka kalian pasti menemui perlawanan dari para dewa”
“Sekarang akan aku beri kalian pilihan, tetap bersamaku menempuh jalan yang penuh dengan kesulitan, atau kalian bisa pergi keluar dari desa ini, dan tetap menjadi budak dari para dewa itu”
Jiang Yuan yang tadinya sedikit bercanda, berubah menjadi tegas dan serius berbicara kepada warga desa.
Jiang Yuan tahu betul, warga desa Ji dan Zhan berkumpul disini karena penasaran dengan sosok dirinya.
Jadi agar tidak ada menimbulkan masalah di masa depan, Jiang Yuan lebih baik mempertegas kepada mereka, bahwa mengikuti dirinya berarti melawan para dewa yang sudah lama berkuasa.
Setelah beberapa saat, tidak ada yang memilih untuk keluar dari Desa Chen. Jiang Yuan cukup puas dengan pendirian pada warga desa.
Namun, tiba - tiba seorang pemuda memberanikan diri menghadapi Jiang Yuan.
“Yuan Tiandi!” seru pemuda itu.
Jiang Yuan melirik dan kemudian memeriksa pemuda itu dengan kesadaran jiwanya.
Pemuda itu ternyata sudah berada di dalam Pemurnian Qi lapisan ke 5.
“Ada apa ?” tanya Jiang Yuan santai.
“Yuan TIandi, aku adalah Ji Kong, penduduk dari desa Ji. Aku memiliki beberapa keraguan dan pertanyaan yang ingin ku ajukan padamu” ucap Ji Kong kepada Jiang Yuan.
“Oh!, silahkan saja bertanya” jawab JIang Yuan.
“Apakah kita manusia bisa mengalahkan Dewa ?” tanya Ji Kong.
Jiang YUan tidak menjawab langsung, dia hanya mengeluarkan Divine Spark dari cincin penyimpanan miliknya.
Saat penduduk desa Ji dan Zhan melihat Jiang Yuan bisa mengeluarkan sesuatu dari udara kosong, mereka sangat terkejut.
Bahkan penduduk desa Chen masih juga sedikit terkejut dengan kemampuan Jiang Yuan, padahal sudah melihatnya sebelumnya.
“ini adalah bukti bahwa manusia bisa mengalahkan Dewa” ucap Jiang Yuan.
Ji Kong bingung kenapa benda yang dikeluarkan oleh Jiang Yuan adalah bukti mengalahkan dewa. Jiang Yuan yang melihat kebingungan Ji Kong melanjutkan berbicara.
“Ini adalah Divine Spark. Benda ini hanya akan muncul apabila Dewa itu mati, dan kalian lihat sendiri, ada 9 Divine Spark ditangan ku, berarti aku sudah membunuh setidaknya 9 Dewa” ucap Jiang Yuan menjelaskan.
“Apa!”
Semua warga desa terkejut, mereka tidak menyangka sosok Jiang Yuan telah membantai 9 dewa setidaknya.
“Tentu saja, untuk mencapai kekuatan untuk bersaing dengan dewa, diperlukan waktu yang panjang, dengan kekuatan kalian saat ini, setidaknya diperlukan latihan ratusan tahun tanpa henti”
“Itupun tergantung bakat yang kalian miliki. tapi kalian tidak perlu takut, kalian cukup berlatih dengan tenang di desa ini, para dewa itu tidak akan menemukan kalian, aku telah membuat desa ini tersembunyi dari mereka, sehingga tidak mudah untuk ditemukan” ucap Jiang Yuan menjelaskan.
Ji Kong terpana kagum, dia sangat tertarik dengan kekuatan yang bisa membunuh para dewa.
“Yuan Tiandi, Apakah kau sudah berada di puncuka kekuatan yang bisa dicapai manusia ?” tanya Ji Kong yang penasaran.
Jiang Yuan tidak menjawab, dia tersenyum menatap Ji Kong kemudian Jiang Yuan mengalihkan pandangannya menatap langit.
Di dalam sorot mata Jiang Yuan penuh dengan tatapan membara akan perjuangan.