Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
144. Warisan teknik Menempa


Setelah itu semua, Jiang Yuan menatap kembali ke penduduk Desa.


“Semuanya dengarkan, kali ini aku akan memilih beberapa dari kalian keterampilan tambahan, yaitu penempaan artefak” ucap Jiang Yuan memberitahu.


Para menjadi sangat bersemangat ketika Jiang Yuan berkata akan mengajari cara penempaan artefak.


“Tentu, tidak semua orang bisa menjadi penempa, hanya mereka yang memiliki afinitas dengan elemen api dan metal yang cocok menjadi penempa, dan itu juga harus memiliki kelebihan dalam kekuatan jiwa” ucap Jiang Yuan memberitahu persyaratannya.


“jadi aku akan memeriksa kalian semua terlebih dahulu, untuk melihat siapa saja yang berbakat menjadi seorang penempa”


Setelah mengatakan itu, Para penduduk desa menjadi gugup, mereka sangat antusias untuk mengetahui apakah mereka bisa menjadi seorang penempa atau tidak.


Jiang Yuan kemudian meluaskan kekuatan jiwa ke seluruh penduduk desa, Jiang Yuan dengan hati-hati memeriksa untuk mengetahui setiap potensi yang dimiliki oleh penduduk desa.


Setelah beberapa menit, Jiang Yuan menaikan sudut bibirnya karena telah selesai memeriksa semua warga desa.


“Aku tidak menyangka, diantara mereka ada beberapa orang dengan bakat khusus” gumam Jiang Yuan dalam hati.


Kemudian Jiang Yuan menunjuk beberapa orang yang memiliki bakat khusus untuk menempa.


“Kau, kau, … , dan kau” tunjuk Jiang Yuan.


“Kalian semua ikuti aku. Aku akan mengajari kalian cara penempaan artefak secara langsung”


Setelah itu Jiang Yuan pergi pergi rumahnya, sedangkan orang - orang yang ditunjuk oleh Jiang Yuan tersenyum bahagia.


“Apa aku tidak salah ?, aku memiliki bakat menjadi seorang penempa”


“Aku tidak menduga, aku memiliki bakat untuk menjadi penempa”


Orang - orang yang ditunjuk oleh jiang yuan sangat bersemangat, dan mereka segera pergi mengikuti Jiang Yuan ke rumah miliknya.


Sedangkan mereka yang tidak dipilih, sedikit kecewa, karena merasa mereka tidak memiliki bakat.


Jiang Yuan hanya tersenyum melihat sikap para penduduk desa yang menjadi sedikit sedih. Jiang Yuan mengerti kenapa mereka menjadi tidak bersemangat.


“Perjalan menuju puncak keabadian sangatlah sulit, jika hanya karena hal seperti ini membuat mereka tidak bersemangat, maka lebih baik berhenti saja” gumam Jiang Yuan sambil menggelengkan kepalanya.


Jiang Yuan berjalan dengan santai menuju kediamannya, dan diikuti oleh orang - orang yang telah dipilih olehnya.


Sesampainya dirumah, Jiang Yuan segera masuk ke dalam rumah.


“Masuk” ucap Jiang Yuan menyuruh mereka yang mengikuti masuk.


Setibanya di dalam ruangan, Jiang Yuan menyuruh mereka duduk di bantal.


Jiang Yuan kemudian menghadap 5 orang yang telah dipilihnya.


“Kalian berlima adalah orang - orang yang memiliki kemampuan dan afinitas khusus pada api dan metal, sehingga menjadikan kalian cocok menjadi seorang penempa”


“Kali ini aku akan memberikan pemahaman dan ilmu dalam menempa”


“Sekarang, kalian semua perhatikan dan tatap mataku” ucap Jiang Yuan.


Mereka berlima langsung menatap mata Jiang Yuan. saat mereka berlima melihat mata Jiang Yuan,  mereka menjadi kaku.


Jiang Yuan menggunakan sarana jiwa sebagai media pembelajaran untuk mereka berlima agar semua informasi teknik penempaan bisa langsung tercetak di dalam jiwa.


Di dalam setiap lautan kesadaran mereka berlima, jiang yuan mentransfer setiap pengetahuan tentang penempaan yang paling dasar.


Teknik yang diajarkan oleh Jiang Yuan adalah teknik paling dasar, yang bisa dikembangkan sesuai dengan pemahaman mereka masing masing.


Jiang Yuan melakukan ini agar kelak, mereka berlima bisa menciptakan aliran penempaan mereka masing masing, sehingga mereka bisa saling melengkapi satu sama lain.


Karena jika Jiang Yuan memberikan teknik yang sudah sempurna, itu akan menghambat proses evolusi peradaban manusia yang baru saja mengenal kultivasi.


Setelah mereka berlima mencerna semua pengetahuan dari Jiang Yuan, mereka segera bersujud pada Jiang Yuan.


“Guru!” ucap mereka berlima dengan tulus.


“Jangan panggil aku guru, aku hanya membagikan pengetahuan milikku kepada kalian, dan tidak ada niat untuk mencari murid” ucap Jiang Yuan menolak.


Mereka berlima terdiam mendengar penolakan Jiang Yuan.


“Kalian berlima silahkan kembali, dan cerna semua pengetahuan yang aku berikan, besok kita akan langsung melakukan praktek penempaan” ucap Jiang Yuan mengingatkan.


Mereka Berlima hanya bisa berjalan keluar dengan wajah yang rumit.


Setelah mereka berlima keluar, mereka menatap satu sama lain. akhirnya seorang pria berbadan tegap berbicara.


“Menurut kalian, kenapa Yuan Tiandi tidak menerima ucapan kita yang menganggap dia sebagai guru ?” tanya pria tegap itu.


“Aku tidak tahu, mungkin karena kita tidak cukup berbakat di matanya” jawab seorang pria dengan tampilan yang cukup elegan.


“Sudahlah, mungkin Yuan Tiandi punya alasan sendiri kenapa menolak kita” ucap satu satunya wanita diantara mereka berlima.


“Benar, lebih baik kita segera mencerna dan memahami ilmu yang baru saja kita dapatkan, siapa tahu besok beliau mau menerima kita” balas seorang pria yang berasal dari desa Chen.


“kalau begitu aku pergi duluan” ucap seorang pria dengan wajah penuh luka pertama kali.


Mereka berlima akhirnya berpencar untuk memulai memahami teknik menempa yang baru saja mereka dapatkan.


Sementara itu Jiang Yuan di dalam rumah sedang berpikir.


“Teknik tempa sudah ku wariskan, hanya teknik alkimia, formasi array, dan jimat yang belum aku wariskan kepada manusia di era ini”


“Setelah semua hal ini aku wariskan, maka aku bisa pergi meninggalkan dunia ini setelah membuka semua segel hukuman surgawi”


“Dan untuk pemilik tubuh ini, mungkin aku akan membuat dia sadar dan membawanya ke dunia lain agar memulai kehidupan baru”


“Bagaimanapun, di dunia ini jika tidak ada diriku, dia sudah pasti mati, ini bisa dibilang sebagai kompensasi dariku yang menggunakan tubuhnya”


Jiang Yuan sudah membuat rencana akan pemilik tubuh aslinya. agar pemilik tubuh asli tidak kebingungan, Jiang Yuan akan sedikit mengubah ingatannya.


“Cepat atau lambat, aku harus segera pergi dari dunia ini, aku hanya perlu membantu memberikan dasar kultivasi dan teknik pendukung kepada manusia di dunia ini. Sisanya biarkan saja mereka belajar sendiri dan memulai evolusi mengenal Tao” gumam Jiang Yuan.


Kemudian Jiang Yuan kembali mengeluarkan Divine Spark. dia sekali lagi mencoba memahami sepenuhnya misteri yang terkandung dalam DIvien Spark.