
Tanpa berpikir panjang lagi Arsyila langsung saja membuat sebuah keputusan mendadak. Ya.. Lisannya sudah terlanjur berucap bahwa dirinya tidak ingin berpisah dari Raihan. Arsyila mengatakan bahwa ia yang tidak mau menjalani kehamilan nya ini sendirian.
Raihan yang mendengar itu langsung terpana, kaget, dan tak menyangka sama sekali. Padahal niat ia datang saat itu sudah mempasrahkan diri dengan keadaan. Ia yang tidak lagi memohon dan membujuk Arsyila untuk kembali lagi dengannya. Namun, semuanya diluar dugaan Raihan. Arsyila sendiri yang malah menawarkan dirinya untuk kembali kepada Raihan.
"Arsyila, K-kamu... serius dengan apa yang kamu katakan barusan ini??" tanya Raihan lagi dengan wajah yang masih dipenuhi rasa keterkejutan.
"Iya, Iya.."Jawab Arsyila seraya menganggukkan kepalanya berkali - kali. Mendengar itu membuat Raihan langsung bergegas kembali menuju ketempat Arsyila berdiri. Setelah ia berada didepan wanita itu, Raihan memandang Arsyila dengan penuh rasa kasih sayang.
"Boleh aku memelukmu, Arsyila?" tanya Raihan dengan meminta izin. Arsyila balas memandang Raihan dan kemudian ia pun menganggukkan kepalanya. Dan sejurus kemudian, Raihanpun langsung memeluk Arsyila dengan sangat erat.
"Terimakasih, Terimakasih Arsyila.. Kamu masih mau menerima aku, kamu masih mau memberikan aku kesempatan. Aku sangat - sangat bersyukur." ucap Raihan dengan terisak - isak. Begitupan Arysila yang juga menangis didalam pelukan suaminya itu...
💞💞💞💞
Arsyila sudah yakin dengan keputusannya. Ia merasa tidak berhak menghakimi suami nya terus - terusan seperti ini. Walaupun Arsyila tahu perbuatan suaminya dulu itu telah meninggalkan bekas luka dihatinya, namun melihat kesungguhan Raihan untuk berubah dan menyesali perbuatannya itulah yang membuat hati Arsyila luluh. Apalagi yang bisa ia perbuat selain memaafkan dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi. Karena tidak dipungkiri juga, Arsyila dan juga bayi yang dikandungnya saat ini sangat membutuhkan sosok Raihan. Suami sekaligus calon Ayah bagi anaknya kelak.
Raihan tiada berhenti mengucapkan rasa syukur saat itu. Kebahagian jelas tergambar diwajahnya. Dan disaat itu pula, Raihan mendapat kabar dari salah satu anak buahnya tentang keberadaan Raina dan Randi. Raihan meminta izin ke Arsyila untuk pergi ke kota yang diduga tempat adiknya bersembunyi. Tentu saja Arsyila mengizinkannya dan ia sangat berharap Raihan berhasil menemukan Raina dan membawanya kembali pulang.
Setelah Raihan pergi, Ardanpun pulang. Arsyila langsung saja menceritakan bahwa tadi Raihan datang dan belum lama ini baru saja pergi dari rumah mereka. Tentu saja hal itu membuat Ardan gusar. Dan kegusaran Ardan bertambah menjadi saat Arsyila mengatakan bahwa ia akan kembali lagi ke Raihan.
"Kak Arsyila yakin mau kembali lagi dengan dia? Jangan tergesa - gesa dalam mengambil keputusan kak, meskipun bang Raihan bukan orang yang menyebar video itu dan dia adalah ayah dari anak yang kakak kandung, tetap kak harus selektif lagi kak. Jangan sampai kak kembali tersakiti lagi oleh sikap dan perbuatan dia." kata Ardan yang mencoba mengutarakan pendapatnya.
"InshaAllah kak sudah yakin, Ardan. Kak minta kamu doakan saja yang terbaik untuk rumah tangga kami kedepannya ya." ujar Arsyila seraya tersenyum lebar.
"Tentu kak, Pasti Ardan akan selalu berdoa yang terbaik tuk kak Arsyila. Tapi, Bagaimana dengan bang Hasbi? Bukankah waktu itu kak bilang kalau kak mau menerima tawarannya untuk menikahi kakak." tanya Ardan yang tiba - tiba saja mengingatkan Arsyila perihal itu.
"Kalau tentang itu, kak sudah dengar langsung dari Hasbinya kalau dia tidak lagi mengharapkan kakak untuk menerima tawarannya itu. Malahan dia menyuruh kakak untuk memikirkan ulang tentang apa yang terjadi diantara kakak dengan Raihan. Dia juga tidak mau memperturutkan egonya karena dia tahu bahwa yang lebih berhak memiliki kakak dan janin ini adalah Raihan." jelas Arsyila.
"Ya sudah kak, jika memang begitu yang dikatakan bang Hasbi. Berarti dia berjiwa besar dan mau mengalah demi keutuhan rumah tangga kak kembali dengan bang Raihan. Ardan sebagai adik hanya bisa berharap dan mendoa kan yang terbaik untuk kalian berdua." tutur Ardan. Arsyila lalu tersenyum dan mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh adiknya itu.
💕💕💕💕
Dua hari kemudian...
Pagi itu Raihan datang kembali kerumah Arsyila tanpa mengabari Arsyila sebelumnya.
"Bagaimana Raina? Dia pulang juga bersama kamu kan?" Arsyila langsung menyodorkan pertanyaan itu saat Raihan baru saja duduk dikursi ruang tamunya Arsyila.
"Tidak Arsyila, Raina tidak ikut bersama aku." jawab Raihan dengan wajah yang datar.
"Arsyila, tenang dulu ya. Kamu jangan panik gitu." nasihat Raihan yang melihat Arsyila yang mulai panik.
"Gimana aku gak panik, Raihan. Kita tahu kan Randi itu seperti apa? Kalau dia berbuat yang macam - macam terhadap Raina bagaimana?" tanya Arsyila.
"Raina baik - baik aja kok, Arsyila. Malahan saat ini banyak perubahan yang aku lihat dari dia. Dia lebih dewasa dan lebih bisa mengontrol dirinya." kata Raihan.
"Maksudnya, Gimana?" Arsyila bertanya penasaran, sampai - sampai ia merubah posisi duduknya lebih dekat ke suaminya itu. Melihat Arsyila yang semakin mendekatinya membuat Raihan langsung tersenyum simpul.
"Kok malah senyum - senyum sih?" tanya Arsyila yang semakin heran dengan tingkahnya Raihan.
"Ngak, cuman lucu saja melihat wajah panik mu itu Arsyila. Dan.. Senang aja rasanya kamu mau duduk dekat - dekat dengan aku." ucap Raihan masih dengan senyuman nakalnya itu.
"Raihan, ini bukan waktunya bercanda. Kemarin kamu kelihatan sangat risau dan takut sekali Raina kenapa - napa, tapi sekarang kok malah sebaliknya? Ada apa sebenarnya sih, Raihan?" tanya Arsyila masih sangat penasaran.
"Begini, Arsyila..." ujar Raihan dan kemudian berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang. Dan setelah itu barulah ia mulai bercerita tentang Raina dan Randi.
"Arsyila, ternyata Randi tidak seburuk yang kita pikirkan. Dia sudah berubah, dia benar - benar tulus menyayangi dan mencintai Raina dengan sepenuh hatinya. Ia sangat menghormati Raina dan selalu melindunginya. Sedikitpun ia tidak pernah melecehkan Raina seperti yang kita khawatirkan." jelas Raihan yang memulai ceritanya tentang Randi.
"Dan saat ini Raina berada ditempat yang aman kok, ia tinggal dirumah tantenya Randi bersama adiknya Randi juga. Besok Randi sendiri yang akan mengantarkan Raina. Randi juga sudah minta maaf sama aku, dia ingin berdamai dan melupakan serta mengikhlaskan apa yang sudah terjadi diantara kami. Dan aku rasa.. Gak ada alasan bagi aku untuk tetap bermusuhan dengan dia. Karena kami sama - sama bersalah, dan aku pikir inilah saatnya untuk kami saling memaafkan." jelas Raihan panjang lebar. Mendengar penjelasan Raihan tersebut, membuat Arsyila bisa bernapas dengan lega.
"Alhamdulillah, Aku senang mendengarnya. Dan aku juga bangga dengan kamu yang berbesar hati untuk memaafkan perbuatan Randi meskipun kita tahu apa yang ia lakukan sangat fatal dan merugikan orang lain. Tapi, ya sudahlah.. Dia melakukan itu juga ada alasannya. Kita sebagai manusia hanya bisa memetik hikmah dari semua kejadian ini agar bisa lebih bersabar lagi dan saling memaafkan." tutur Arsyila.
"Iya, Arsyila.. Kalau dikaji - kaji lagi tentang perbuatan dia terutama mengenai video yang ia sebarkan itu, awalnya tidak semudah itu aku bisa memaafkan dia. Tapi, aku belajar dari kamu Arsyila. Sedangkan kamu yang jadi korbannya atas semua ini bisa dengan ikhals dan ridho menerima dan memaafkannya, jadi.. Kenapa aku gak bisa meniru perbuatan terpuji mu itu Arsyila." kata Raihan dengan tersenyum dan memandang istrinya itu dengan penuh arti. Dipandang seperti itu, membuat Arsyila langsung tersipu malu lalu menundukkan wajahnya.
"Dan sekarang..." ujar Raihan seraya meraih tangan Arsyila didalam genggamannya.
"Kita lupakan sejenak tentang Raina dan Randi." kata Raihan.
"Yang ada sekarang ini, tentang kita.. Arsyila." lanjut Raihan lagi masih dengan tatapan yang sama.
"Kapan kamu akan kembali lagi kerumah aku?" tanya Raihan dengan setengah berbisik tepat ditelinga Arsyila. Helaan nafas Raihan di telinga nya itu membuat tubuh Arsyila seakan bergetar hebat dengan detakan jantungnya yang semakin kencang ia rasakan.
"Ee.. Secepatnya," jawab Arsyila akhirnya dan senyum Raihanpun semakin lebar mendengar jawaban dari Arsyila tersebut.
💓💓💓💓
Bersambung..