Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
TAWARAN YANG DITERIMA


Sore itu Arsyila duduk didepan teras rumahnya seorang diri. Sedangkan Ardan baru saja berangkat kerja. Dua hari belakangan ini Arsyila merasakan sedikit kram pada bagian perutnya. Karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka Arsyila pun kembali meminum obat penguat kandungan yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, Dari kejauhan Arsyila melihat Hasbi yang berjalan menuju kerumahnya. Karena jarak rumah mereka yang tidak jauh sehingga Hasbi lebih sering berjalan kaki menuju rumahnya Arsyila. Setelah sampai, Hasbi lalu menyerahkan beberapa barang bawaannya ke Arsyila.


"Apa ini?" tanya Arsyila yang merasa bingung karena tiba - tiba Hasbi memberikan sesuatu yang berada didalam 2 plastik ukuran sedang tersebut.


"Kamu buka aja, Arsyila." sahut Hasbi sembari duduk dikursi yang ada didepan Arsyila. Dan Arsyila langsung saja memeriksa isi didalam plastik tersebut.


"Ini.. Maksudnya apa? Makanan cemilian dan roti sebanyak ini, ada buah - buahannya juga.. Ini.. untuk aku semua?" tanya Arsyila dengan ragu - ragu.


"Iya, Arsyila. Semuanya untuk kamu." jawab Hasbi lalu tersenyum manis.


"Hasbi, kamu jangan repot - repot bawaan aku makanan sebanyak gini, aku jadi gak enak Hasbi.." kata Arsyila.


"Kamu seperti baru kenal aku kemarin aja, Arsy. Sudah berapa lama kita kenalnya? Pakai merasa gak enak segala.." kata Hasbi lagi.


"Iya, maksud aku. Kenapa harus sebanyak gini? Berapa banyak uang kamu habis gara - gara belikan aku ini semua. lagi pula dirumah cuman ada aku sama Ardan. Gak termakan semua dengan kami nantinya," ujar Arsyila.


"Kamu jangan pikirkan itu Arsyila, yang penting.. Kamu harus banyak makan. Apalagi yang aku beli ini makanan yang sehat, ada bermacam - macam buahan. Ini semua bagus dikonsumsi untuk ibu hamil seperti kamu, kamu harus tahu bahwa diawal kehamilan itu adalah masa pembentukan otak janin jadi jika menginginkan anak yang cerdas nantiknya kamu harus banyak konsumsi makanan sehat ditrimester pertama kehamilan kamu ini, Arsyila." jelas Dosen Muda tersebut.


"Iya, Pak Dosen." kata Arsyila. Lalu mereka pun tertawa berbarengan. Untuk beberapa saat hening, sampai akhirnya Hasbi mengeluarkan suara dengan wajah yang serius.


"Arsyila, mengenai tawaran aku yang kemarin.. Apakah kamu sudah memikirkannya?" tanya Hasbu lalu menatap Arsyila yang tertegun sesaat setelah mendengar ucapan dari Hasbi itu.


"Oh, Itu.." lirih Arsyila lalu menundukkan wajahnya.


"Ya gak apa - apa kalau belum kamu pikirkan Arsyila, Santai aja. Jangan langsung berubah gitu wajahnya, hehe.." kata Hasbi yang melihat Arsyila menyembunyikan wajahnya dengan menunduk.


"Jangan pula gara - gara tawaran aku itu malah membebani pikiran kamu, Arsy. Maaf jika aku malah menanyainya lagi, aku janji gak akan tanya - tanya lagi deh. Kamu gak perlu menjawabnya, Arsyila" sambung Hasbi yang kini merasa tidak enak.


"Aku...Memang sudah memikirkannya. Sebelumnya aku sangat berterimakasih sama kamu, Hasbi. Disaat aku berada dititik terendah inipun, kami selalu ada untuk aku. Kamu memang sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Maaf jika selama ini, aku selalu mengabaikan kamu. Dan.. aku yang malah menjauh dari kamu waktu itu saat tahu kamu menyimpan sebuah rasa ke aku. Maaf waktu itu mungkin aku belum bisa melihat ketulusan kamu, tapi saat ini... Aku sudah bisa menilai semuanya. Aku bisa melihat mana orang - orang yang benar tulus dan menyayangi aku. Dan semua itu ada pada kamu, Hasbi." ungkap Arsyila yang membuka dengan kalimat yang panjang.


"Dan.. mengenai tawaran kamu yang kemarin itu, Aku sudah memikirkannya matang - matang. Dan.. Aku, aku rasa gak ada alasan yang pantas untuk menolak tawaran kamu itu, Hasbi." Lanjut Arsyila lagi dengan sangat yakin. Hasbi yang mendengar ucapan yang keluar dari lisan Arsyila itu, hanya bisa melebarkan mulutnya. Ia seakan tidak percaya dan tidak yakin Arsyila akan menerima tawarannya.


"Tunggu... Tunggu... Arsyila, maksud kamu... Aku gak mau senang dulu ni. Coba kamu tegaskan lagi, jadi kamu mau menerima tawaran aku?? Begitukah maksudnya??" kata Hasbi dengan suara yang bergetar.


"Bismillah.. Iya, Hasbi. InshaAllah." jawab Arsyila seraya menganggukkan kepalanya dengan mantap.


Sejurus saja hal itu langsung membuat Hasbi berlonjak bahagia. Rasa syukurpun tidak henti - hentinya keluar dari mulutnya. Sikap Hasbi tersebut mampu membuat Arsyila senyum - senyum sendiri.


"Tapi, Hasbi... Kita nikahnya setelah aku lahiran aja ya? Lagi pula proses perceraian aku dengan Raihan pun belum selesai." kata Arsyila setelah Hasbi kembali duduk di kursi nya tadi.


"Iya, Arsyila. Aku paham kok, aku akan setia menunggu. Dari dulu lagi bukan aku sudah setia menunggu kamu? Dan.. Hari ini aku sungguh merasakan bahagia yang teramat dalam. Tidak bisa aku tuangkan dengan kata - kata kebahagiaan aku ini, Arsyila." kata Hasbi dengan mata yang berbinar - binar.


Arsyila hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Hasbi itu. Arsyila berusaha menyakinkan dirinya bahwa keputusannya yang menerima Hasbi ini adalah sesuatu yang tepat. Karena apa lagi yang bisa ia perbuat, Arsyila seakan tidak mampu menolak Hasbi untuk kesekian kalinya. Meskipun Arsyila tahu belum ada cinta yang bersemayam dihatinya untuk lelaki itu. Namun, Tidak mengapa bagi Arsyila. Karena belajar dari pengalaman, Ia menikah dengan Raihan juga tanpa cinta. Akan tetapai, Awal pernikahan nya dengan Raihan sangat menyedihkan, begitu banyak luka yang Raihan berikan ke Arsyila. Meskipun dipertengahan pernikahan mereka, Raihan sempat memberinya rasa cinta yang mampu membuat wanita itu terbuai sejenak dengan rasa tersebut yang ternyata hanyalah sebuah kepalsuan.


Arsyila bertekad didalam hatinya, bahwa ia menerima Hasbi bukan hanya karena rasa kasihan, berhutang budi atau apapun itu. Namun, Arsyila yang selalu menyakinkan dirinya bahwa Hasbilah yang terbaik untuknya dan juga calon bayinya kelak. Dan karena itulah Arsyila akan belajar untuk mulai mencintainya. Bagaimanapun caranya, Arsyila akan memberikan separuh hatinya untuk laki - laki yang ada disampingnya saat ini.


Kemudian Arsyila dan Hasbi melanjutkan perbincangan mereka, ada banyak hal yang mereka bahas dan mereka rencanakan. Hasbi terlihat sangat antusias menyusun rencana indah yang sudah ada dibenaknya sejak dulu. Rencana Indah bersama wanita yang sangat ia cintai. Begitu juga dengan Arsyila, yang berusaha mengimbangi keantusiasan Hasbi tersebut.


Bersamaan dengan itu pula, tanpa mereka sadari tiba - tiba saja sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat didepan rumah Arsyila. Dan Dari dalam mobil itu turun lah 2 orang dengan terburu - buru. Arsyila dan Hasbi yang tersadar langsung saja menoleh serentak kearah mereka berdua dengan kedua bola mata mereka yang terbelalak kaget..


💦💦💦💦


BERSAMBUNG..