Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
CERITA VERSI RAIHAN


💕HAPPY READING💕


Arsyila masih termangu menunggu Raihan bercerita, cerita tentang semuanya. Tentang kata dendam yang selalu ia lontarkan ke Arsyila juga Ayahnya.


Raihan memerintahkan anak buahnya untuk mengambil sebuah kursi dan kemudian ia duduk diatas kursi tersebut dengan pandangan tidak lepas pada wanita yang ada dihadapannya saat ini.


"Ayah yang kau anggap seorang lelaki yang baik selama ini tidak lebih dari seorang penjahat yang keji." Kata Raihan yang mulai bernarasi. Arsyila memilih diam tanpa protes sedikitpun, ia hanya ingin menjadi pendengar yang baik saat ini meskipun itu bakalan menyakitkan baginya.


"Yang kata Papa aku, dia sahabat yang baik, Yang selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Yah.. Semua hal yang keluar dari mulut lelaki keji itu selalu dipercaya oleh Papa. Tapi, si bejat itu.. Malah memanfaatkan kepercayaan dari Papa. Dia.. Dengan seenaknya malah membuat kepercayaan Papa terhadap Mama aku sirna. Bahkan membuat hubungan orang tua aku retak, bercerai-berai, akibat ulah dia. Kamu mau tau apa yang ia katakan kepada Papa mengenai Mama aku, Arsyila??" Tanya Raihan dengan sinar mata yang tajam.


"Apa..??" Jawab Arsyila dengan rasa penasaran.


"Dia.. Dengan beraninya menuduh Mama aku selingkuh! Ia hasut Papa aku terus-terusan agar mempercayai omongan dia itu. Dia bilang Mama aku sudah lama menjalin asmara dengan lelaki lain dibelakangnya dan bahkan dia memberi beberapa bukti yang ia karang-karang sendiri."


"Dia jahat, Dia ingin memisahkan orang tua aku. Dia ingin orang tua aku bercerai. Kenapa? Kamu mau tau kenapa?? Karena.. Si lelaki bejat itu pernah mengutarakan rasa sukanya ke Mama aku, padahal Mama aku sudah menikah saat itu, Arsyila. Dia.. Si lelaki kurang ajar itu mengajak Mama aku untuk menjalin kasih dengan dia dibelakang Papa. Tapi, di tolak mentah-mentah oleh Mama, karena Mama selalu setia dengan suaminya. Karena merasa sakit hati atas penolakan itu, makanya dia mengatur sebuah rencana untuk menjebak Mama aku dengan sebuah fitnah kejam." Kata Raihan lalu berhenti sesaat untuk mengambil nafas.


Arsyila masih terdiam dengan sekali-kali menggelengkan kepalanya sebagai tanda ia tidak yakin dan tidak percaya dengan apa yang Raihan katakan itu. Sulit bagi Arsyila untuk mempercayai semua omongan Raihan akan hal buruk tentang Ayahnya.


"Apa yang aku perbuat ke kamu saat ini adalah seperti sebuah falshback akan perbuatan Ayah kamu terhadap Mama aku." Kata Raihan melanjutkan ceritanya.


"Aku membawa kamu ke hotel, membiarkan kamu dengan Randi bahkan menjebak kalian seolah - olah sudah berhubungan lalu memfotonya, Hal itu semua juga lah yang telah Ayah kau perbuat ke Mama aku, Arsyila."


"Dia dengan sengaja menyuruh orang menculik Mama aku, membiusnya, membawanya kehotel dan menyuruh orang untuk tidur disamping Mama aku lalu memfotonya dan foto itu ia kirim ke Papa aku sebagai bukti bahwa Mama aku telah berselingkuh. Itu sebuah Fitnah keji yang telah ia lakukan ke Mama Aku, Arsyi." Kata Raihan dengan suara yang tertahan. Menahan rasa geram dan sakit hati yang sudah lama ia pendam.


"Ngak mungkin Ayah aku seperti itu.." Kata Arsyila akhirnya mengeluarkan suara protes. Ia yang tidak tahan lagi mendengar Ayahnya yang sudah meninggal dituduh melakukan hal keji seperti itu.


"Memang seperti itulah kenyataannya, Asryila. Kau harus bisa menerima kenyataan bahwa sebenarnya Ayah kau itu tidak sebaik dan sesuci yang kau pikirkan. Dia itu bejat, licik, dan bermuka dua. Dengan caranya yang licik itu membuat ia berhasil melabui Ayah aku dan mempercayainya sampai kini. Bahkan aku anaknya saja tidak mau dipercayai oleh Ayahku sendiri, Arsyila, saking dia percaya dengan sahabat laknatnya itu." Ucap Raihan dengan berapi-api.


"Setelah fitnah itu, orang tua aku bertengkar hebat. Tidak pernah mereka bertengkar seperti itu, saling tuduh menuduh, saling caci mencaci. Dia sudah berhasil mengadu domba orang tua aku. Membuat rasa cinta yang mereka bina bertahun-tahun menjadi hancur berkeping-keping. Gara-gara dia, dia lah penyebab semuanya. Dialah puncak masalah didalam keluarga kami." Tutur Raihan masih dengan antusias yang tinggi.


"Dan hari itu juga Papa menjatuhkan talak ke Mama yang membuat Mama langsung down dan jatuh sakit, lebih dari tiga hari Mama dirawat di Rumah sakit tapi sekalipun Papa tidak datang menjenguknya. Rasa sayangnya sudah hilang, yang tinggal hanyalah kebencian. Malahan didepan mata aku sendiri aku lihat bagaimana Papa malah bersenda gurau dengan sahabat laknatnya itu, Lelaki itu.. berhasil mempengaruhi Papa sehingga menjadi teramat benci dengan Mama. Mereka merasa bahagia diatas penderitaan Mama aku." Ucap Raihan kini dengan mata yang mulai memerah dan berkaca-kaca.


"Setelah Mama keluar dari rumah sakit, Papa mengusir Mama dari rumah. Padahal saat itu kondisi Mama belum membaik, tapi Papa tetap dengan kekerasan hatinya tidak mau peduli dengan kondisi Mama yang lemah. Dia bilang.. Tidak ada lagi tempat dirumah ini bagi seorang pengkhianat. Padahal sekalipun Mama tidak pernah berkhianat. Mama aku adalah seorang wanita terhormat yang selalu setia dengan Papa. Dia telah difitnah, Arsyila. Fitnah kejam yang telah direncanakan matang-matang oleh Ayah kau itu."


"Tapi, yang sangat aku sesalin hingga kini.. Aku.. Yang saat itu masih remaja tidak bisa berbuat banyak untuk menolong Mama. Yang ada jika aku membela Mama dan berniat untuk ikut dengannya, Papa dengan garangnya memarahi aku bahkan tidak segan-segan ia memukul aku. Aku dan Raina tidak diizinkan untuk bertemu Mama. Papa seakan menjauhi aku dan Raina dari wanita yang sudah melahirkan kami. Bisakah kau bayangkan Arsyila, bagaimana jika kau diposisi kami ha? Bagaimana jika kau diposisi Mama aku yang dibuat hancur dan dijauhin dari anak-anaknya?? Coba kau pikir Arsyila, masih juga kau mengatakan Ayah kau itu lelaki yang baik??" Tanya Raihan dengan membesarkan matanya kearah Arsyila yang sejak tadi menyimak cerita Raihan dengan hati yang tidak tenang.


"Tapi, Bagaimana kamu bisa begitu yakin itu semua adalah rencana Ayah aku? Apa kamu punya bukti? Mungkin saja ada orang lain yang tidak senang dengan keharmonisan hubungan Papa dan Mama kamu, sehingga ia merencanakan itu semua dan Ayah aku yang dijadikan kambing hitamnya." Kata Arsyila memberi pembelaan terhadap Ayahnya.


"Kamu perlu bukti? Tentu aku punya buktinya, Arsyila." Kata Raihan.


"Suatu hari aku berhasil kabur dari rumah dan pergi menemui Mama. Dalam keadaan lemah, Mama menceritakan semuanya kepada aku. Dia bilang, setelah ia dijebak saat itu. Mama melihat dilobby hotel Ayah kamu berjalan beriringan dengan lelaki yang ada disamping Mama saat ia tidak sadarkan diri. Mereka tampak begitu akrab, saling rangkul. Dan sekilas Mama mendengar Ayah kamu berkata 'Terimakasih atas kerja samanya, kamu layak mendapatkan apa yang kamu inginkan' Nah, Dari situ saja sudah bisa disimpulkan Arsyila.. Ayah kamu lah biang kerok semua ini. Itu sudah bisa dijadikan bukti bagaimana bejatnya Ayah kau Arsyila."


"Ngak.. Ayah gak mungkin sejahat itu" Kata Arsyila masih tidak percaya.


"Kamu masih juga menyangkalnya ha? Sudah terima saja kenyataan bahwa kau anak seorang penjahat, Arsyila. Kalau Ayah kau itu masih hidup bisa kau tanyakan langsung ke dia. Tapi, sayang sekali.. Dia sudah mati duluan. Dia emang pantas mati dengan penyakitnya itu. Tidak sia-sia aku membuat dia meregang nyawa seperti itu, hahahahahaha..." Ucap Raihan dengan diselingi tawanya yang mengelegar.


"Apa? Maksud perkataan kamu barusan itu apa??" Tanya Arsyila karena mendengar kalimat terakhir yang begitu janggal ditelinga Arsyila.


"Mama aku meninggal karena sakit, sakit dikarenakan tekanan batin disebabkan fitnah yang dilakukan oleh Ayah kau itu. Jadi, sama saja.. Penyebab meninggalnya Mama aku adalah Ayah kau, Arsyila. Maka dari itu, kematian harus dibalas juga dengan kematian. Ayah kau membunuh Mama aku, dan aku.. Yang membalas kan dendamnya dan memastikan dia juga harus mati.." Tekan Raihan dengan menyunggingkan senyum sinisnya.


"J-Jadi.. Ayah meninggal karena kamu, Gitu maksudnya??" Tanya Arsyila dengan suara yang tertahan.


"Ya.. Anggaplah seperti itu, dan.. Untuk selanjutnya kau yang akan mati.." Kata Raihan dengan mengarahkan telunjuknya tepat didepan wajah Arsyila.


Arsyila seakan menahan nafasnya persekian detik dengan perasaan yang semakin tak menentu..


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG..


DITUNGGU LIKE DAN KOMENTARNYA YA, TERIMAKASIH😊🙏🏻🙏🏻


.


.