
Beberapa jam kemudian...
Akhirnya Arsyila sadar dari pingsannya. Saat membuka mata pertama kali ia melihat Ardan sudah ada disampingnya dengan tatapan risau.
"Kak, Kak Arsyi sudah sadar?" tanya Ardan dengan tangannya sejak tadi sudah memegang tangan Arsyila.
"Kakak dimana, Ardan?" tanya Arsyila dengan suara yang parau. Ia juga melihat disekelilingnya yang serba putih. Barulah Arsyila sadar bahwa dia berada dirumah sakit.
"Kak dirumah sakit, Ardan dan bang Hasbi yang bawa kesini." jawab Ardan.
"Kakak kenapa Ardan? kak gak ingat apa - apa." kata Arsyila lalu memijit kepalanya yang kembali berdenyut.
"Kak Arsyila pingsan, kami masuk kekamar kakak dan kak sudah gak sadarkan diri." jawab Ardan lagi.
Arsyila mencoba memulihkan ingatannya. Dan perlahan - lahan pun dia mulai ingat bahwa dia yang saat itu tengah kalut lalu menyuruh Ardan untuk menjemput dirinya dirumah Raihan.
Semua berawal dari Fatimah yang datang dan memberitahu semuanya tentang kebejatan Raihan. Awalnya sulit bagi Arsyila untuk mempercayainya, Namun setelah Fatimah mendengar rekaman suara Raihan itu benar - benar membuat darahnya langsung mendidih, hatinya hancur sehancur - hancurnya. Padahal Arsyila sudah memberikan kepercayaan penuh kepada lelaki itu akan tetapi ia malah mengkhianati kepercayaan dari Arsyila tersebut dan malahan dengan teganya membuat Arsyila malu dengan semua tuduhan yang disangka oleh orang-orang. Nama baiknya sudah tercoreng, semua itu karena Raihan. Kali ini Arsyila benar - benar tidak bisa memaafkan perlakuan Raihan kepadanya.
"Kak Arsy.." Panggil Ardan dengan wajah yang serius. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu namun masih terlihat ragu - ragu.
"Iya, kenapa Ardan? Ada yang mau kamu bilang?" tebak Arsyila yang melihat jelas dari raut wajah Ardan yang seperti ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
"Iya, kak. Kak Arsy... Apakah kak tau sebelumnya kalau kak... Sedang.. Hamil??" tanya Ardan dengan hati - hati.
Mata Arsyila langsung terbelalak kaget mendengar pertanyaan dari adiknya tersebut.
"Ardan, kamu ngomong apa? Jangan asal ngomong kamu ya!" kata Arsyila dengan nada kesal.
"Ardan tidak asal ngomong kak. Dokter yang bilang begitu." kata Ardan dengan yakin.
"APA??!!" Arsyila langsung menjerit dibuatnya mendengar perkataan dari Ardan barusan.
"Kak, kak Arsy kaget berarti kak benaran gak tahu kalau kak hamil ya?" tutur Ardan lagi.
Arsyila tidak menjawab pertanyaan Ardan itu. Ia terlihat sedang mengontrol getaran dihatinya. Rasanya mustahil sekali, sangat - sangat mustahil malahan. Mana mungkin dia bisa hamil sedangkan belum pernah sekali Raihan menyentuh dirinya. Ini benar - benar tidak masuk akal bagi Arsyila.
"Gak Ardan, dokter itu pasti salah. Ngak mungkin kakak Hamil. Pasti sudah terjadi kesalahan ini." Ujar Arsyila secara menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Tapi, dokter sudah melakukan pemeriksaan USG kak. Dan hasilnya kak Arsy memang Hamil. Kemarin itu juga kak Arsy sempat perdarahan tapi kata dokter, kandungan kakak aman dan masih bisa dipertahankan." jelas Ardan.
Arsyila kembali terdiam. Namun kali ini matanya mulai berkaca - kaca. Ia lalu memegang perutnya yang terasa sedikit kram.
'Ya Allah, cobaan apa lagi ini?' batin Arsyila. Dadanya seakan sesak apalagi ketika ia sadar bahwa ini bukan perbuatan Raihan. Bukan Raihan yang telah menghamilinya, akan tetapi... Arsyila tiba - tiba teringat dengan Randi. Teman Raihan yang sempat dijebak tidur berdua dengannya dikamar hotel saat itu. Meskipun Randi mengatakan bahwa ia tidak menyentuh Arsyila sama sekali saat itu, tapi.. Tidak menutup kemungkinan pulak bahwa lelaki itu telah berbohong karena Arsyila yang posisinya tidak sadarkan diri saat itu. Mungkin saja saat dirinya pingsan, lelaki itu.. Ya Allah...
Mengingat akan hal itu, membuat perasaan Arsyila semakin hancur. Ia langsung menangis sejadi - jadinya dengan memukul - mukul perutnya.
"Kak Arsy, apa yang kak lakukan?" kata Ardan yang kaget melihat Arsyila melakukan itu. Ardan langsung memegang tangan Arsyila agar berhenti memukul perutnya sendiri.
"Tenang kak Arsy, Istighfar kak! Kenapa kak sehistetris begini?" tanya Ardan yang merasa heran dengan sikap Arsyila yang tiba - tiba langsung histeris.
"Ardan, kak gak percaya kalau kak Hamil. Kak ingin diperiksa sekali lagi, kamu panggil dokter sekarang." suruh Arsyila ke Ardan.
"Tapi, kak.."
"Ngak ada tapi - tapian Ardan! Kamu panggil dokter cepat!!" Perintah Arsyila setengah membentak.
Ardan menuruti keinginan kakaknya, lalu ia pun berjalan kearah pintu. Dan bersamaan dengan itu pula, pintu kamar rawatan Arsyila terbuka. Ternyata Hasbi dan Maida yang datang.
"Kenapa, Ardan? Dan.. Arsyila kamu sudah sadar?" tanya Hasbi dengan melihat Ardan dan Arsyila secara bergantian lalu iapun mendekati Arsyila. Begitu juga dengan Maida.
"Kamu kenapa menangis, Arsyila?" tanya Hasbi dengan heran. Karena Arsyila yang tidak kunjung menjawab, lalu Hasbi mengalihkan pandangannya kearah Ardan. Ia seperti memberi kode kepada Ardan, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, Ardan hanya menggeleng - gelengkan kepalanya. Ia juga tidak tahu kenapa kakaknya itu sehisteris tadi setelah mengetahui bahwa ia hamil.
"Arsyila, kamu jangan banyak pikir dulu. Kamu tenang kan diri kamu, Arsy. Jangan Stress. Kasihan dengan baby kamu." ucap Maida dengan memberi nasihat.
"Aku gak peduli." sahut Arsyila masih dengan memandang kearah yang berlawanan dari mereka semua.
"Arsy, Kamu jangan berkata seperti itu. Meskipun Raihan sudah jahat sama kamu. Tapi, kamu tidak seharusnya menyalahkan bayi yang ada diperut kamu itu." kata Maida lagi.
"Tapi, ini bukan anaknya Raihan!!" Jerit Arsyila tiba - tiba seraya melihat kearah mereka semua dengan wajah panik dan air mata yang tak terbendung lagi, begitu pula dengan tarikan nafasnya yang begitu kuat dan menyesakkan dadanya.
"Maksud kamu apa, Arsyila?" Maida kembali bertanya dengan bingung, begitu juga dengan Hasbi dan Ardan. Mereka menunggu jawaban dari Arsyila dengan rasa penasaran yang teramat dalam.
####
Raihan mengetuk pintu rumah seseorang dengan kuat, tapi pintu tersebut tidak kunjung dibuka sehingga membuat Raihan geram dan sejurus kemudian langsung saja mendobrak pintu rumah itu berkali - kali.
Seseorang yang ada didalam rumah langsung saja bergegas menuju pintu dan lalu membukanya. Saat pintu terbuka, ia melihat Raihan sudah berdiri didepan pintu dengan wajah sangar dan kedua tangan yang sudah mengepal dengan kuat. Tanpa berbasa - basi lagi, Raihan langsung saja melayangkan pukulannya berkali - kali kearah orang itu yang ternyata adalah Randi.
Randi tidak diberi kesempatan sama sekali untuk menepis ataupun mengelak dari pukulan Raihan yang membabi buta hingga akhirnya lelaki itupun jatuh tersungkur dilantai rumahnya.
"Brengsek kau Randi..!!! Apa yang sudah kau lakukan dengan Arsyila ha?" kata Raihan seraya menarik kerah bajunya Randi dengan kasar.
Namun, sedikitpun tidak tampak rasa ketakutan diwajahnya Randi. Ia malah tersenyum sinis dan menatap Raihan dengan sudut matanya yang tajam.
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, Raihan." ucapnya dengan menyunggingkan senyum getirnya itu.
"Berani - beraninya kau menyentuh Arsyila ha? Dia istri aku, Randi. Bukankah kau tahu itu ha?" ucap Raihan dengan gusar.
Namun, Randi sama sekali tidak bergeming. Ia kembali tersenyum dan detik kemudian malah tertawa dengan terbahak - bahak.
"Hahahahaha... Raihan... Raihan... Kau ini lucu sekali, bukannya kau sendiri yang meninggalkan aku berdua dengan dia didalam kamar? Mana ada suami yang tega melakukan itu selain kau Raihan, membiarkan istrinya berada didalam kamar berdua dengan lelaki lain." kata Randi dengan meledek.
"Tapi, aku tidak menyuruh kau untuk benar - benar menyentuhnya Randi. APALAGI SAMPAI ARSYILA HAMIL. ITU SAMA SAJA KAU TELAH MEMPERKOSANYA!!!" Teriak Raihan dengan sangat marah sekali.
Senyum yang tadi ada di wajahnya Randi perlahan - lahan menghilang ketika mendengar penuturan Raihan barusan. Randi diam, seolah sedang berpikir keras. Namun, senyumnya kembali mengembang saat sebuah ide cemerlang muncul dibenaknya. Sebuah ide yang membuat Raihan akan semakin dibencii oleh istrinya sendiri atas sesuatu yang sebenarnya tidak seperti yang ada dipikirannya...
#
#
#
#
BERSAMBUNG...
"MOHON MAAF ATAS KETERLAMBATAN UPDATENYA YA, KARENA KESIBUKAN DIDUNIA NYATA YG TDK BISA DITINGGAL"😁🙏🏻
JANGAN LUPA TETAP BERIKAN LIKE DAN KOMENTAR TERBAIKNYA, TERIMAKSIH SUDAH SETIA MENUNGGU DAN MEMBACA..
😊😊💙💙
.
.