Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
TERSULUT EMOSI


Hari itu juga Hasbi bersama Sindy dan juga Ardan pergi kerumah Raihan. Tidak memakan waktu yang lama, akhirnya mereka sampai didepan rumah megah milik Raihan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Bik Ani yang langsung mempersilahkan mereka masuk.


“Bik, Raina atau Umi Lika ada kan?” Tanya Sindy kepada wanita separuh baya itu.


“Non Raina ada. Tapi, Nyonya Lika lagi keluar jemput Tuan ke Bandara.” Jawab Bik Ani.


Tuan yang dimaksud Bik Ani disini adalah Papa Raihan yang memang sudah lama pergi keluar negeri karena urusan pekerjaannya. Sehari setelah Raihan dan Arsyila menikah, Papa Raihan berangkat dan baru hari ini lah ia pulang.


“Kalau gitu bisa tolong panggilkan Raina, Bik. Kami ingin ketemu dengan dia.” Kata Sindy setelah mendapat lirikan tajam dari Dosennya sebagai kode agar tidak berbasa-basi lagi dan langsung ketujuan awal mereka datang kesini.


“Ooh… Ya, bentar bibik panggilkan” Ucap Bik Ani lalu bergegas menuju kamarnya Raina yang berada di lantai atas.


“Dengar ya, kamu nantik langsung to the point saja tanya sama adiknya Raihan itu. Jangan basa-basi lagi!” Kata Hasbi memperingatkan Sindy. Wanita berambut panjang itu hanya mengangguk kepalanya.


“Bang Hasbi, Aku tidak yakinlah Raina mau memberitahu kita dimana kak Arsy, bang. Karena kemarin aku juga sudah datang kesini dan bertemu Raina. Aku sudah desak dia, tapi dia sama sekali tidak mau memberitahunya” Kata Ardan terlihat putus asa.


“Kamu tenang saja Ardan, itu gunanya aku bawa wanita ini ikut bersama kita. BIar dia yang membujuk Raina nantinya” Jawab Hasbi seraya melirik tajam kearah Sindy yang tidak berkutik.


Beberapa saat kemudian, Rainapun turun kelantai bawah. Langkah kakinya terhenti seketika saat melihat 3 tamu yang datang. Ia pandangi tamunya satu persatu. Ada Seorang wanita yang ia kenali sebagai pacar abangnya yang masih berstatus mahasiswi, dan seorang lelaki yang ia kenali sebagai adiknya Arsyila, ketika melihat lelaki itu yang juga melihat kearahnya membuat Raina langsung membuang muka dengan angkuh. Dan.. Pandangannya kini beralih ke lelaki sebelahnya Ardan. Lelaki berpakaian rapi itu langsung mencuri perhatian Raina karena wajahnya yang tampan dan begitu mempesona bagi Raina.


“Hai, Raina.. Apa kabar?” Sapa Sindy lalu berdiri dan menyalami Raina yang kini sudah berada dihadapan mereka bertiga.


“Aku Baik. Oya, Ada perlu apa ya kalian kesini?” Tanya Raina langsung karena ia sangat penasaran akan kedatangan tamu tak diundangnnya ini.


Sindy melihat kearah Hasbi sebentar sebelum ia mengutarakan maksud kedatangannya.


“Kami.. Mau bertanya Raina” Kata Sindy dengan suara yang pelan.


“Tanya Apa? Ya, Silahkan aja kalau mau bertanya...” Ucap Raina.


“Hhmm.. Ini tentang Raihan dan istrinya, kamu.. tau kan mereka sekarang ada dimana??” Todong Sindy langsung dengan pandangan penuh harap agar Raina langsung saja memberitahu keberadaan abangnya itu kepada mereka. Dengan begitu, Sindy tidak akan lagi diancam terus-terusan oleh Dosennya sendiri.


“Bukannya kamu juga tau bang Raihan pergi kemana? Kamukan pacarnya, masak bang Raihan gak ngasih tau kamu sih” Kata Sindy setengah mengejek.


“Raihan cuman bilang pergi keluar kota untuk urusan kerja, tapi dia ngak kasih tau aku keluar kotanya itu dimana.” Kata Sindy.


“Ya, memang kenapa kamu ngotot mau tau juga? Emang kamu mau nyusul bang Raihan kesana?” Kata Raina dengan kesal.


“Tidak… Aku…” Sindy terdiam sejenak dan kemudian melihat Hasbi dan Ardan yang tadi hanya diam menyaksikan pembicaraan mereka berdua.


“Sudahlah, lebih baik kamu kasih tau saja ke kami kemana Raihan membawa Arsyila” Akhirnya Hasbi mengeluarkan suara juga, karena sedari tadi rasanya mulutnya seakan gatal ingin langsung menyodorkan pertanyaan ke adiknya Raihan itu, yang ia yakini pasti tahu dimana keberadaan abangnya saat ini.


“Sorry ya, bukan kapasitas aku memberitahu kalian kemana bang Raihan pergi. Itu privasi dan juga haknya dia mau membawa istrinya kemana, jadi.. aku rasa kalian gak perlu ikut campurlah urusan rumah tangga mereka berdua” Tutur Raina dengan gayanya yang sombong itu.


“Rumah tangga apa? Rumah tangga tak berfaedah yang dibangun oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab itu, yang selalu menyakiti istrinya sendiri, mengekang istrinya, mengurungnya, menjauhkan dia dari keluarganya. Iya? Aku gak habis pikir dengan keluarga kalian ini, sebenarnya ada apa dengan keluarga kalian? Mengapa kalian diam saja padahal kalian tau kan bagaimana perlakuan Raihan terhadap Arsyila, seakan-akan kalian malah mendukung perbuatan kejinya itu. Apa salah Arsyila hingga kalian tega menyakiti dia seperti itu?” Todong Hasbi dengan pertanyaan bertubi-tubi kepada Raina.


Emosi Hasbi seakan tidak tertahankan lagi, ia lepaskan semuanya dihadapan Raina. Karena tidak dipungkiri rasa sayangnya yang begitu besar terhadap Arsyila sehingga membuat dirinya tidak rela melilhat Arsyila berada bersama orang yang jahat seperti Raihan.


“Kamu kasih tau dimana Raihan membawa Arsyila sekarang juga, jangan sampai aku bertindak diluar kendali aku ke kamu” Kata Hasbi dengan geram dan juga tidak lepas menatap erat Raina dengan tatapan tajamnya.


“Aku ngak bisa, karena aku sudah janji ke bang Raihan untuk tidak memberitahu kesiapapun kemana mereka pergi” Kata Raina akhirnya.


“Oohh.. Kalau gitu, kami gak akan pergi dari sini sebelum kamu buka mulut!” Tegas Hasbi dengan membesarkan matanya. Raina berdelik kaget dengan ketegasan yang dilihatkan Hasbi kepadanya.


“Raina, aku mohon… Kamu kasih tau kekami dimana kak Arsyila sekarang. Aku.. baru saja kehilangan ayah aku, Raina. Dan aku gak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadap kakak aku. Tolonglah kami, kasihani keluarga kami ini” Kata Ardan dengan memohon kepada Raina.


“Iya, Raina. Kamu kasih tau donk. Kasihan juga mereka ini mau ketemu Arsyila dari kemarin” Sambung Sindy dengan raut wajah yang sok peduli. Padahal sebenarnya dihatinya sama sekali tidak mempedulikan nasib Arsyila. Ia terpaksa berpura-pura peduli lantaran takut rekaman suaranya bersama Adrian kemarin disebarluasakan oleh Hasbi.


Suasana hening untuk beberapa saat, sampai akhirnya tiba-tiba saja muncul dua orang dari pintu ruang tamu yang masih terbuka. Mereka semua yang ada didalam langsung menoleh serentak ke dua orang yang baru masuk itu ternyata adalah Umi Lika dan suaminya yang baru pulang dari luar negeri.


Umi Lika dan Papanya Raihan mengerutkan keningnya ketika semua orang diruang tamu tersebut melihat mereka dengan wajah yang tegang.


“Ada tamu ternyata…” Celetuk Papa Raihan dengan tersenyum ramah.


“Iya, Om. Om baru pulang dari luar negeri ya? Sudah lama tidak kelihatan” Hanya Sindy yang menyahut. Ia langsung menghampiri Papa Raihan dan menyalaminya. Ardan sebenarnya juga ingin melakukan hal yang sama dengan Sindy, namun dilarang oleh Hasbi yang masih tersulut emosi karena belum mendapat titik terang akan keberadaan Arsyila.


“Om, Tante.. Maaf kami mengganggu waktu kalian sebentar. Ada yang ingin saya tanyakan” Kata Hasbi dengan wajah yang serius. Melihat wajah serius yang ditampilkan Hasbi membuat Umi Lika dan Papa Raihan langsung bergabung duduk bersama mereka.


“Boleh, silahkan mau Tanya apa?” Tanya Papa Raihan dengan hangat.


“Apakah Om dan Tante tahu kemana Raihan membawa Arsyila?” Tanya Hasbi langsung ke inti pertanyaannya.


“Raihan membawa Arsyila? Memang mereka tidak ada disini ya?” Papa Raihan malah balik bertanya. Karena ia yang baru pulang tidak mengetahui apapun yang terjadi setelah hari pernikahan Raihan dan Arsyila.


“Kemana emangnya Raihan, sayang?” Tanya Papa Raihan ke Umi LIka yang sejak tadi hanya menundukkan wajahnya. Hasbi melihat wajah ibu tirinya Raihan yang terlihat sendu, seperti menyimpan sesuatu yang sulit untuk diungkapkannya. Sampai akhirnya, ibu tirinya Raihan mengangkat kepalanya dan memandang mereka semua secara bergantian.


“Mereka pergi bulan madu…” Jawab Umi Lika akhinya dengan tersenyum tipis. Senyuman yang mengundang beribu Tanya dibenak Hasbi. Senyuman itu… seperti menyimpan sebuah rahasia besar yang satu orangpun tidak mengetahuinya…


.


.


.


Bersambung...


TERIMAKSIH SUDAH SETIA MEMBACA, TETAP TINGGALKAN LIKE DAN KOMENNYA YA..


INSHAALLAH UNTUK SELANJUTNYA AKAN UPDATE SETIAP HARI, HARAP BERSABAR MENUNGGU KELANJUTANNYA YA..


🥰🥰🥰🥰


.


.