Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
PERMOHONAN ADITIA


💞HAPPY READING💞


.


.


"Tapi, itu semua tidak benar Arsyila.." Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari depan pintu yang menyangkal perkataan Arsyila barusan. Mereka semua yang ada diruangan tersebut langsung menoleh serentak kesumber suara.


Aditia masuk kedalam ruangan itu dengan diikuti Raina dibelakangnya, kemudian mereka berdua berhenti tepat didepan tempat tidur Arsyila.


"Arsyila, sebelumnya Papa ingin meminta maaf sama kamu. Atas kesalahpahaman Raihan terhadap kamu dan juga Ayah kamu. Papa juga tidak pernah menyangka Raihan bisa melakukan hal diluar batas seperti ini kepada kamu." Ucap Aditia dengan raut wajah yang sangat merasa bersalah.


"Maaf saja tidak cukup, Om. Raihan harus tetap menerima ganjaran atas apa yang ia perbuat." Tiba-tiba Hasby memotong perkataan Aditia.


"Iya, benar. Perbuatan Raihan itu sudah termasuk perbuatan kriminal. Jadi, dia harus dihukum. Kami akan lapor dia ke polisi" Kini giliran Maida yang ikut menanggapi.


"Iya, saya tahu perbuatan anak saya sudah diluar batas terhadap Arsyila, Istrinya sendiri. Tapi, ketahuilah.. Dia melakukan itu atas ketidaktahuan dia dengan kejadian yang sebenarnya. Semua berawal dari kesalahpahaman dia yang mengira bahwa Ayah Arsyila yang telah menjadi penyebab Mamanya meninggal.."


"Salah paham bagaimana, Pa?" Kini Arsyila yang mengeluarkan suara untuk bertanya. Ia terlihat bingung dengan perkataan Aditia tentang kesalahpahaman Raihan itu.


Memang saat kemarin Arsyila ditolong itu kondisinya sudah sangat lemah, dia langsung saja dibawa oleh Ardan dan Hasby kerumah sakit. Maka, mereka bertiga tidak tahu apa yang terjadi setelah mereka pergi. Baik apa yang dikatakan dan diperbuat oleh Aditia ke Raihan juga mereka tidak tahu.


"Arsyila, Sebenarnya.. Raihan menikahi kamu karena ingin balas dendam.." Kata Aditia lalu berhenti sesaat untuk menarik nafas panjang sebelum kembali bercerita.


"Iya, Pa. Arsyila tahu kalau bang Raihan ingin membalas dendam ke Arsyila. Bang Raihan sudah cerita semuanya ke Arsyila. Bahwa Ayah kamilah yang menjadi penyebab retaknya rumah tangga Papa dan juga telah menjebak serta memfitnah Mama Raihan dengan lelaki lain. Begitu lah yang Bang Raihan ceritakan ke saya.." Tutur Arsyila dengan suara yang tertahan. Karena Bagaimanapun hatinya tetap tidak sanggup menerima kenyataan bahwa Ayahnya seperti itu.


"Ya, Arsyila. Memang benar awalnya Raihan berpikiran begitu. Tapi, itulah salahnya dia. Dia menerima mentah-mentah apa yang dia dengar tanpa dia mencari tahu dulu kebenarannya bagaimana. Dia sudah salah paham Arsyila. Ayah kamu.. Tidak bersalah. Sama sekali tidak bersalah." Ucap Aditia. Arsyila langsung menatap Aditia dengan mata yang berkaca - kaca.


"Benar begitu, Pa? Ayah tidak berbuat seperti yang Bang Raihan tuduhkan itu?" Tanya Arsyila untuk lebih menyakinkan lagi.


"Iya, benar. Dedi tidak bersalah. Yang biang kerok semuanya ini adalah Alika dan abangnya Irwan itu.." Ucap Aditia dengan geram.


"Bagaimana bisa begitu, Om? Gimana ceritanya?" Tanya Hasby penasaran.


Aditia kembali menarik nafas panjang sebelum akhirnya dia menceritakan kejadian yang sebenarnya. Dari awal sampai akhir. Tiada satu episodepun yang tertinggal, mereka semua menyimak dengan fokus termasuk juga Raina yang sejak tadi hanya diam sambil menunduk. Untuk menatap Arsyila saja rasanya dia tidak mampu karena sudah terlanjur merasa bersalah sekaligus malu dengan apa yang ia perbuat selama ini terhadap Arsyila.


Air mata Arsyila yang sejak tadi sudah tergenang, akhirnya tumpah juga diakhir cerita Aditia tentang semuanya. Ada perasaan lega dihati Arsyila karena akhirnya ia tahu bahwa sebenarnya Ayahnya sama sekali tidak bersalah.


'Maafkan Arsyi, Ayah. Karena sudah sempat berprasangka buruk dengan mempercayai apa yang dikatakan oleh mereka tentang Ayah..' Arsyila membatin.


Arsyila bisa merasakan kepedihan yang dirasakan oleh Aditia. Mungkin.. Ada secercah penyesalan dihatinya karena sudah menyia-nyiakan istrinya saat itu. Sampai istrinya meninggalpun, Aditia tetap tidak bersimpati kepadanya. Hal itu karena Rasa kecewa dan sakit hati yang mendalam atas pengkhianatan yang dilakukan oleh istrinya. Namun, ternyata.. Itu hanya sebuah fitnah keji yang sudah diatur sedemikian rupa oleh wanita yang malah menjadi pengganti ibu bagi Anak-anaknya.


Arsyila juga tidak menyangka Umi Lika yang ia kenal sebagi wanita shaliha yang lemah lembut itu bisa tega berbuat jahat terhadap sahabatnya sendiri. Tapi, kembali lagi semua itu karena sebuah pilihan hidup yang harus ia ambil. Tuntutan hidup yang membuat dia harus mengambil jalan pintas yang salah dan bahkan membuat rugi orang lain, karenanya orang yang tidak bersalah malah menanggung penderitaan yang seharusnya tidak ia tanggung.


"Jadi Arsyila, Papa mohon kepada kamu agar bisa memaafkan kesalahpahaman ini. Mungkin saat ini Raihan belum memiliki nyali untuk bertemu dan meminta maaf langsung ke kamu, karena itu.. Papa mewakili dia untuk sementara ini memohon kepada kamu agar bisa memaafkan semuanya, ataupun bahkan melupakan semua yang telah terjadi." Ucap Aditia seolah membujuk Arsyila untuk berkompromi. Perkataan Aditia barusan langsung disambut dengan pandangan protes dari Hasby, Ardan dan juga Maida.


"Maaf, Om. Tidak semudah itu kami bisa memaafkan ataupun melupakan perbuatan keji dari anak Om itu. Tidak semudah itu, Om." Kata Hasby langsung memprotesnya.


"Iya, perbuatan dia sudah diluar batas. Padahal Ayah kami sekalipun tidak melakukan kesalahan itu, bisa-bisanya dia malah balas dendam dengan keluarga kami. Dan.. Kak Arsyi yang jadi korbannya. Bagaimana jika kita gak datang ataupun terlambat sedikit saja kemarin itu untuk menolong kak Arsy? Entah apa yang akan terjadi kepada kakak saya, Om. Saya sudah ditinggal oleh Ayah saya dan saya tidak mau kak Arsy juga meninggalkan saya. Hanya kak Arsy yang saya punya saat ini. Dan lelaki itu.. malah seenaknya saja ingin membunuhnya kakak saya. Ini tidak adil untuk kami. Karena malah kami yang menanggung penderitaan dari perbuatan orang lain." Kata Ardan dengan emosi yang tidak tertahankan lagi.


"Iya, saya paham bagaimana murkanya kalian semua atas perbuatan Raihan ini. Tapi, bagaimana pun juga Arsyila masih istrinya Raihan. Biarlah Arsyila yang akan mengambil keputusannya." Kata Aditia sembari menatap wajah Asryila yang terlihat sendu.


"Suami macam apa seperti itu, Om. Suami tak berguna. Arsyila tidak lagi menganggap dia suami, Om. Jadi, gak ada kompromi apapun. Kami akan tetap membuat laporan untuk memasukkan dia kepenjara." Tegas Hasby dengan kesal.


Aditia tidak menggubris ucapan Hasby barusan, ia malah semakin mendekati Arsyila dan kini tepat berdiri disamping Arsyila.


"Arsyila.. Kamu sudah Papa anggap seperti anak Papa sendiri. Papa sungguh merasa bersalah karena tidak bisa menjaga kamu dengan sebaik mungkin seperti Ayah kamu yang selalu menjaga kamu sejak kecil. Malahan kamu disakiti oleh anak Papa sendiri. Papa sudah memarahi Raihan habis-habisan bahkan juga memukul dia atas kebodohannya yang telah menyia-nyiakan wanita sebaik kamu, cuman karena sebuah dendam yang tidak tepat sasaran. Tapi, balik lagi.. Seperti apapun Raihan bersalah, dia tetap anak Papa, Anak kandung Papa. Mana ada orang tua yang tega melihat anaknya mendekam didalam penjara meskipun itu memang karena kesalahannya sendiri. Tidak Arsyila.." Kata Aditia dengan suara memelas memohon kepada Arsyila.


Arsyila masih bungkam. Ia seakan sedang mencerna semua ucapan yang dikatakan oleh mertuanya itu. Dimana, Aditia yang memohon agar Arsyila untuk memaafkan Raihan dan melupakan semua perbuatan jahatnya itu? Semudah itukah semua ini? Setelah apa yang ia perbuat hanya ditebus dengan kata maaf, itupun bukan orang yang bersangkutan yang melakukannya? Mengapa bukan Raihan saja yang datang dan meminta maaf kepadanya? Meskipun Arsyila pasti tidak akan mau bertemu lagi dengan dia, karena bagaimanapun rasa trauma dan juga takut itu masih ada. Semua kejahatan yang dilakukan oleh suaminya itu sekaan sudah membekas di hati dan benaknya. Tidak semudah itu untuk hilang.


Tanpa mereka semua sadari, sejak tadi ada seseorang yang berdiri mematung diluar pintu masuk yang tidak tertutup rapat. Seorang leleki yang sejak tadi menyimak semua pembicaraan mereka dan kini sedang menunggu jawaban dari Arsyila dengan hati yang was-was...


.


.


.


.


BERSAMBUNG...


"JANGAN LUPA BERIKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA SUPAYA SAYA SEMAKIN SEMANGAT UNTUK MELANJUTKAN CERITANYA LAGI...😊😉"


.


.