Bertahan Dalam Pernikahan

Bertahan Dalam Pernikahan
TUNTUTAN HIDUP


"A-aku.. Aku akan menceritakan semuanya ke Mas Adit, Aku gak bisa lagi menyembunyikan ini semua.. Gara-gara perbuatan kita ini, seseorang disana terkena imbasnya.. Aku gak tahan lagi harus merahasiakan ini dari keluarganya Mas Adit.. Aku gak bisa lagi...." Kata Lika dengan terisak-isak.


"Apa yang ingin kamu ceritakan ke Aku, Lika??" Tiba-tiba saja Aditia sudah muncul didepan pintu. Lika kaget, hingga handphonenya pun langsung terbanting kelantai.


"Mas Adit? Mas, kapan datang?" Lirih Lika dengan pandangan takut, apalagi melihat wajah Aditia yang sudah berubah. Lika yakin Aditia pasti mendengar apa yang ia katakan barusan kepada orang yang ditelponnya.


"Kamu jawab pertanyaan aku, Lika. Kamu bicara sama siapa barusan?Apa yang ingin kamu ceritakan ke aku? Dan, kenapa juga kamu menangis terisak-isak seperti itu?" Lika diserbu pertanyaan bertubi-tubi dari suaminya. Ia hanya menunduk, tidak mampu mulutnya untuk menjawab semua pertanyaan itu.


"JAWAB LIKA!!" Bentak Aditia seakan tidak sabar menunggu Lika yang masih bungkam. Lika kaget dengan bentakan suaminya itu, tidak pernah ia melihat Aditia semarah ini. Apa mungkin karena perbuatan Raihan terhadap Arsyila yang membuat dirinya menjadi seperti itu, karena Lika tahu Aditia sudah menganggap Arsyila seperti anaknya sendiri.


"Kamu sudah melakukan 3 kesalahan besar, Lika. Yang pertama.. Bisa-bisanya kamu tidak memberitahu aku atas meninggalnya Dedi, Kamu tahu sendirikan Dedi itu sahabat baik aku. Jauh sebelum aku menikah dengan kamu, aku sudah bersahabat dengan dia. Bahkan.. Sebelum aku menikah dengan Aisyah!" Kata Aditia dengan gusar.


"Dan.. Yang kedua, kamu.. Tahu Raihan berbuat jahat dengan Arsyila tapi kamu seakan menyembunyikan perbuatannya itu. Apa ini semua, Lika?? Raihan menikahi Arsyila karena balas dendam, Itu yang dikatakan pemuda itu tadi. Kamu tahu akan hal ini kan??" Tanya lagi. Alika Masih diam.


"Yang terakhir.. Aku dengar tadi kamu mengatakan bahwa kamu tidak tahan merahasiakan ini semua dari keluarga aku. Rahasia apa yang kau sembunyikan dari aku? Kamu menyimpan Rahasia berarti kamu sudah melakukan sebuah kebohongan, Lika." Lanjutnya lagi masih dengan nada yang tinggi.


"Mas, maaf... Aku memang salah, tapi.. Aku punya alasannya. Aku.. Melakukannya karena terpaksa, Mas. Aku minta maaf.." Kata Lika dan tangisannyapun pecah dihadapan suaminya itu.


"Ceritakan semuanya, Lika. Sekarang!!" Suruh Aditia dengan mata yang melotot.


Alika menarik nafas panjang sebelum akhirnya ia menceritakan semuanya...


*************************************************


FLASHBACK


(Sebelum Aisyah Dituduh oleh suaminya berselingkuh)


Alika yang baru turun dari ojek langsung saja bergegas berlari kecil menuju rumah orang tuanya. Rumah kecil itu seperti tidak layak lagi ditempatin, Atap yang mulai roboh dengan dinding kayu yang sudah terlihat lapuk.


Didalam rumah itu tinggal Ayah, ibu dan juga Abang Alika bernama Irwan. Sedangkan Alika tidak tinggal serumah dengan orang tuanya. Ia mengontrak agak jauh dari sana karena lebih dekat ditempat ia bekerja. Saat itu Alika pulang kerumah orang tuanya karena ia mendapat kabar dari Abangnya bahwa Ayahnya mendadak jatuh sakit.


"Ayah, Ayah kenapa Bu?" Tanya Alika sesampainya ia didalam rumah dan mendapati sang Ayah terbaring lemah diatas kasurnya. Terlihat ibunya ada disebelah Ayahnya sedang mengompres kening Ayah Alika.


"Kamu bisa lihat sendiri bukan? Ayah kamu ini sakit-sakitan terus kerjanya, gak bisa ngapain-ngapain lagi. Sudah lama tidak bekerja, belum lagi Abangmu Irwan yang mengalami kecelakaan kerja waktu dipabrik dulu kini gak bisa lagi diandalkan. Untuk berjalan aja dia sudah payah, bagaimana mau kerja!." Ucap Ibunya dengan nada ketus sambil terus mengompres kening Ayah Alika dengan kasar.


Alika menyentuh tangan Ayahnya yang terasa panas, wajahnya pucat dan matanya yang merah itu memandang Alika dengan pandangan mengiba. Alika seakan tidak tahan melihat Ayahnya yang seperti ini.


"Kita bawa kerumah sakit aja bu" Kata Alika memberi saran.


"Uang dari mana Lika? Ibu gak punya simpanan uang lagi, semuanya sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari. Pemasukan gak ada lagi semenjak Ayah kamu ini sakit jadi gak bisa bekerja, ditambah lagi Irwan yang sudah tidak bisa lagi bekerja dipabrik itu karena kondisinya yang tidak memungkinkan" Kata Ibu Lika masih dengan suara yang ketus. Alika bisa merasakan bagaimana ibunya sangat terbebani dengan kondisi keuangan mereka yang sangat jauh dari kata baik-baik saja. Sedangkan Alika yang belum lama bercerai dari suaminya, dan kini baru mulai bekerja belum bisa banyak membantu. Adapun uang itupun hanya cukup untuk kebutuhan dirinya dan juga membayar kontrakan yang sudah 2 bulan menunggak.


"Belum lagi, hampir setiap hari Pak Tino datang menagih utang kita. Dia mengancam jika tidak melunasi utang kita yang sudah menumpuk itu ditambah lagi bunganya, dia gak akan segan-segan mengusir kita dari sini bahkan ia juga tidak segan memenjarakan ibu dan abang kamu" Kata Ibu Lika dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Alika tersentak mendengar itu semua, memang dulu Abang Alika pernah meminjam uang ke rentenir dilingkungan mereka tinggal. Irwan berani meminjam karena dia yakin bisa membayarnya karena dia bekerja. Tapi, sekarang semenjak ia mengalami kecelakaan kerja yang berakibat fatal pada bagian kakinya sehingga ia kesulitan untuk berjalan yang membuat dia hanya banyak berdiam diri saja dirumah saat ini.


"Alika akan mencari pinjaman bu, Ibu tenang saja. Yang penting kita bawa Ayah sekarang juga kerumah sakit." Kata Alika akhirnya dan kemudian ia pamit keluar rumah hendak mencari taksi untuk membawa Ayahnya kerumah sakit.


"Kamu mau cari pinjaman kemana?" Tanya Irwan.


"Belum tau, tapi.. nantik lah Lika pikirkan. Yang penting sekarang Ayah harus segera kerumah sakit" Sahut Lika.


"Kamu punya teman baik yang suaminya kaya raya itu, kenapa tidak kau manfaatkan saja dia" Kata Irwan dengan sinis. Alika menatap Abangnya dengan heran.


"Maksud Abang apa??" Tanya Lika.


Irwan tampak tersenyum getir sambil mematikan rokoknya.


"Hari gini udah gak jamannya jika bersahabat baik saja tanpa mengambil keuntungan, Ka" Katanya dengan wajah yang serius. Alika semakin mengerutkan keningnya karena sama sekali tidak paham maksud dari perkataan abangnya.


"Mau sampai kapan kamu hidup sendiri dan susah begini, mau sampai kapan kamu pinjam ke kanan kiri yang ada cuman menambah utang yang semakin banyak aja. Sudah saatnya, kita bermain sedikit licik sekarang." Lanjutnya lagi dengan matanya membesar.


"Tuntutan hidup yang membuat orang berubah, Lika. Kamu mau melihat keluarga kita terlontang lantang seperti ini terus terusan? Tidak kan? Jadi.. Aku mintak kamu sekarang ikuti rencana aku." Imbuhnya lagi dengan tatapan mata yang tajam.


"Rencana apa, Bang?" Tanya Lika dengan rasa penasaran. Irwan tampak menyunggingkan senyuman getirnya sebelum ia menceritakan sebuah rencana besar kepada adiknya itu...


************************************************


Akhirnya pesawat yang Arsyila tumpangi mendarat dikota tempat ia tinggal. Arsyila tiada berhenti bersyukur karena masih diberi perlindungan oleh Allah sehingga ia bisa selamat dari niat buruk Raihan yang katanya akan menjual dirinya dengan pria hidung belang. Dan.. Arsyila juga sangat merasa berterima kasih terhadap Randi yang sudah baik kepadanya. Meskipun dia temannya Raihan, namun dia tidak jahat seperti Raihan. Buktinya dia sudah bersusah payah mau membantu Arsyila untuk kabur dan pulang ke kota ini. Arsyila sungguh merasa lega.


Setelah sampai diluar bandara, Arsyila bermaksud mencari taksi. Namun, matanya seakan berbinar saat melihat diseberang sana ada Ardan yang sedang berdiri mematung dengan pandangan menoleh kekiri dan kekanan. Arsyila yakin dia tidak salah lihat, itu adiknya Ardan yang sedang menunggunya. Dengan hati girang, Arsyila bergegas menuju ke seberang jalan sana dengan sebelumnya ia mengeluarkan suara untuk memanggil adiknya itu.


"Ardan..." Panggil Arsyila setengah berteriak. Ardan menoleh ke sumber suara dan melihat kakaknya dengan ekspresi bahagia yang tidak terkira.


Namun, Naas.. Baru saja Arsyila hendak menyebrang, sebuah mobil berhenti tepat didepannya. Dua orang lelaki bertubuh kekar keluar dari mobil, dan dengan gerakan cepat mereka langsung saja menyeret Arsyila masuk kedalam mobil tersebut. Detik kemudian, mobil itupun langsung berlalu dari sana...


.


.


.


.


Bersambung....


TERUS DUKUNG NOVEL INI DENGAN LIKE DAN KOMENNYA YA, TERIMAKASIH😇🤗🙏🏻🙏🏻


.


.