Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Sembilan Puluh Tiga


“Berhenti bang... “ Ucap Rissa membuat Andi berhenti melangkah dan berbalik memandang ke arah Rissa


“Ada apa non?” Tanya Andi


Mereka berdua masih di gazebo membuat Rissa meminta Andi duduk dan Rissa ikut duduk sedikit menjauh dari Andi


“Kenapa abang berfikir seperti itu dan mau pergi tanpa mendengar jawaban aku” Ucap Rissa


“Maaf non ... “ Ucap Andi


“Jangan minta maaf .. aku mengucapkan terima kasih atas ucapan abang dan perasaan abang ke aku .. Tapi abang salah jika kita status berbeda .. kita di mata Tuhan semua sama .. “ ucap Rissa memandang Andi


“Hanya saja di mata manusia memang kita berbeda tapi aku pribadi gak permasalahkan status yang penting kesetian dan kasih sayang yang abang berikan sama aku itu aja” Ucap Rissa lagi


“Bang aku juga punya perasaan yang sama abang ” Ucap Rissa langsung menunduk malu karena ungkapan perasaannnya


“Itu berarti non terima saya ?” Tanya Andi dan Rissa memandang Andi lalu mengangguk kepala


Andi yang tau Rissa menerima cintanya langsung senang dan berdiri ingin memeluk Rissa tapi di cegah oleh Rissa


“Gak ada pelukan .. malu kalau ada nanti yang melihat” Ucap Rissa lalu berdiri


“Abang nginap kan ?” Tanya Rissa


“Benar kata non Putri .. Abang nginap dari pada pacar abang marah..” Ucap Andi menoel hidung Rissa menggoda Rissa dan Rissa kaget


“Putri tau perasaan abang ke aku?” Tanya Rissa Andi hanya mengangguk kepala


“Non Putri tau non..”jawab Andi


“jangan panggil aku non lagi bang...” Ucap Rissa memotong ucapan Andi


“Non Putri udah tau lama dan meminta abang untuk ungkappin perasaan abang ke no .. Rissa.. tapi abang tak berani” Ucap Andi yang tak berani memanggil non karena tatapan marah Rissa


“Ucapan Non Putri tadi juga itu sengaja supaya kamu cemburu.. dan memang benar kalau kamu cemburu “ Ucap Andi yang belajar memanggil aku dan kamu


“Siapa yang cemburu “ Ucap Rissa memalingkan mukanya ke arah lain membuat Andi Memandangnya


Andi berdiri berhadapan dengan Rissa membuat Rissa salah tingkah


“Kalau gak cemburu kenapa mukanya cemberut dan bicaranya ketus tadi?” Ucap Andi membuat Rissa bertambah malu dan memandang Andi dengan kesal


“Iya aku cemburu puas “ Ucap Rissa membuat Andi terkekeh


“Ya udah .. Aku masuk duluan bang... udah malam .. “


“Kita masuk sama – sama “ Ucap Andi masuk bersama Rissa


Andi masuk bersama Rissa sambil menggandeng tangan Rissa membuat Rissa kaget dan memandang Andi dan tangannya yang di pegang oleh Andi


Andi menuruti kemauan Rissa karena ini terlalu cepat dan belum ada yang tau tentang perasaannya pada Rissa yang tau hanya Putri. Di dalam rumah, Putri yang masuk tak mendapati Tya dan Diva karena mereka udah masuk duluan sedangkan Aldo, Melati dan Rava sedang duduk di ruang keluarga sambil nonton hanya melati yang sedang makan cemilan. Putri hanya menggeleng ketika melihata Melati yang sedang makan karena ia tau Melati sedang hamil. Aldo yang melihat Putri masuk membuat dia berdiri dan pamit pada Rava dan Melati menghindari Putri. Rava dan Melati hanya mengangguk kepala mengerti karena mereka berdua tak mau ikut campur tentang Aldo dan Putri. Jika masalah Aldo cemburu menjadi wajar tapi yang menyangkut menyakiti hati Putri Rava yang turun tangan sedangkan Putri yang melihat itu menjadi bingung dan memandang Rava meminta penjelasan dari sorot mata Putri. Rava dan Melati yang mengerti sikap Aldo dan tatapan Putri hanya terssenyum dan ketika Putri mendekati Rava dan Melati,


“Kenapa lagi ade sama Aldo ? Ade datang Aldo langsung masuk kamar ?” Tanya Rava


“Biasa bang.. Singa bangun.. Cemburu sama bang Andi ketika ade meminta bang Andi nginap di sini... kan nginap di sini supaya besok gak bolak balik lagi kita langsung berangkat ke desa xxx “ Jelas Putri


“Pacar sendiri di katakan singa .. Ikut Kak Aldo sana jelasin padanya supaya gak salah paham “ Pinta Melati dan di anggukin oleh Rava ketika putri memandang Rava


“Iya Bang.. Mba aku nyusul Singa dulu takut singanya mengamuk” canda Putri membuat Rava dan Melati tertawa


Putri pun pamiit setelah menyalami Rava dan Melati lalu menuju kamar Aldo. Tak lama Rissa dan Andi masuk ke dalam rumah, mereka juga melihat Putri yang sudah naik ke lantai dua dan Rissa berfikir Putri hendak ke kamar. Rava yang melihat Rissa dan Andi masuk langsung meminta art yang kebetulan melewati mereka untuk mengantarkan Andi ke kamar tamu. Dan Rissa pun sama masuk ke kamar Putri dan sebelum Rissa masuk duluan Andi berbisik karena art berjalan duluan


“Langsung tidur dan mimpikan aku sayang”ucap Andi berbisik


Bisikan Andi membuat Rissa menjadi malu dan hanya mengangguk kepala dan langsung masuk sedangkan art dan Andi berjalan menuju ruang tamu. Andi melihat Putri yang mengetuk Pintu kamar Aldo dan Art membuka pintu ruang tamu dan mempersilahkan Andi masuk dan art pun pergi meninggalkan Andi, seyelah art prgi Andi masuk tanpa menghiraukan Putri yang mengetuk pintu kamar Aldo.


Di depan kamar Aldo, Putri mengetuk pintu dan sudah berulang kali tapi belum di buka oleh Aldo. Dan Putri sebenarnya bisa masuk seperti biasanya tapi dia saadar jika mereka bukan kakak adik kandung lagi jadi bukan muhrim jika Putri langsung masuk karena jika dia terobos masuk bisa saja Aldo sedang bertelanjang dada atau sedang mengganti pakaian. Dan Aldo membuka pintu setelah Putri mengetuk pintu terus menerus membuat Putri langsung tersenyum ketika Aldo membuka pintu


“Hubby .. aku mau bicara tapi di luar kamar” Ucap Putri meminta pada Aldo tapi Aldo langsung menarik tangan Putri masuk ke dalam kamar.


Ssetelah Putri masuk Aldo langsung menutup pintu kamar membuat Putri kaget dan langsung protes


“Hubby kenapa narik aku masuk kamar hubby.. aku minta kita bicara di luar” Ucap Putri


“Iya bicara di luar tapi pikiran kamu ke kamar lain” Ucap Aldo membuat Putri memutar matanya jengah yang melihat aldo yang posesif


“hubby.. jangan berfikir yang tidak – tidak ... kak Ryan itu udah beristri kak Fara dan bang Andi itu naksir sama Rissa .. tadi aku meminta bang Andi nginap itu supaya bang Andi gak bolak balik dan jugaaa.. membuat Rissa gak cemburu karena mereka berdua punya perasaan yang sama tapi tak bisa mereka ungkapin.. entah alasan apa hingga mereka belum terbuka satu sama lain..” Jelas Putri


“Bukannya sayang ada perasaan suka sama bang Andi” Ungkap Aldo


“enggak hubby,, “Ucap Putri


Aldo lalu memeluk Putri dan Putri membalas pelukan Aldo


“sayang yang selalu membuat aku cemburu “ Ucap Aldo


“Udah ya hubby.. ini udah malam dan jangan cemburu lagi .. aku ke kamar dulu teman- teman sudah di kamarku” ucap Putri melepaskan pelukan


“Gak tidur bareng aku aja sayang” Goda Aldo membuat Putri mencubit perut Aldo


“Belum saatnya.. “ ucap Putri


Putri langsung keluar kamar dengan terburu-buru Takut Aldo melakukan hal yang tidak – tidak. Tapi Putri tidak sadar ketika Tari melihat Putri keluar dari kamar dengan terburu – buru membuat Tari hanya menggeleng kepala


“Mereka harus cepat menikah kalau tidak bisa dosa ..” ucap Tari dalam hati dan segera dia berbicara pada Rio dan Citra.