Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Tujuh Puluh Satu


Malamnya, setelah selesai makan Rangga pamit pulang membiarkan Tya untuk menginap karena permintaan Tari dan Rio yang membuat Rangga tak bisa berbuat apa-apa dan juga sebentar lagi Mita dan Putri akan pratek dalam waktu yang lama. Rangga sudah Pulang, Tari dan Rio serta Citra duduk bersama dengan Rava, Melati, Aldo, Mita, Tya, Rissa, Diva dan Putri. Mereka yang berpasangan duduk berpasangan sedangkan Citra duduk dengan Putri yang tak mau duduk dengan Aldo. Aldo duduk sendiri. Mita, Rissa dan Diva duduk bersamaan.


“De duduk dekat Kak Aldo sana masa sama Bunda terus?” Ucap Citra berbisik


Putri yang mendengar ucapan Citra memandangnya dan menggeleng kepala


“Gak ada ya Bun, “ Ucap Putri pelan yang didengar oleh citra sendiri


“Al, mama ijinkan kamu tinggal disini sampai Putri berangkat setelah Putri balik kamu gak boleh tinggal di sini lagi .. Papa udah membelikan apartemen untuk kamu tinggal “ Ucap Tari membuat Aldo kaget


“Kok gitu ma … mama ngusir kaka “ Ucap Aldo tak terima


“Bukan gitu kaka… Kaka sama ade kan sekarang pacaran dan gak boleh Kakak tinggal sama ade kalau kaka udah nikah sama ade baru mama dan papa ijinkan kaka tinggal di sini” Ucap Tari dan dianggukin oleh Rio membuat Aldo pasrah karena memang benar adanya


“Ma mulai sekarang gak usah manggil kaka dan ade lagi .. benarkan cit?” Ucap Rio yang meminta persetujuan dari Citra dan Citra mengangguk kepala


“Tapi tetap di aku .. aku tetap manggil ade karena dia adik aku “ Ucap Rava dan di anggukin oleh Rio, Tari dan Citra


“Al, Bunda mau Tanya sejak kapan kamu mencintai Ade ?” Tanya Citra


Aldo memandang Putri sedangkan Putri memandang Citra dan balik memandang Aldo


“Gak usah saling mandang kenapa sich jawab pertanyaan Bunda susah amat” ucap Rava


Aldo yang mendengar ucapan Rava menjadi kesal


“Papa dan mama menyadari di bandara.. saat Aldo pertama kali berangkat .. apa saat itu Al ?“ ucap Rio


“Sebelum aku berangkat pa.. Bun.. aku yang dulu ungkapin perasaan tapi Putri menolak karena gak mungkin kakak beradik saling mencintai.. Putri malah meminta aku hilangkan perasaanku pada Putri..” cerita Aldo


“Itu kamu tau .. adik kakak gak boleh saling mencintai lalu kenapa kamu cemburu aku dekat sama adik aku?” ucap Rava membuat Aldo hanya bisa diam sedangkan Putri menahan tawanya melihat Aldo seperti itu


“Maaf… malam sebelum aku berangkat kita sama-sama saling ungkapkan tapi kita sepakat untuk menghilangkan perasaan kita “ ungkap Aldo


“Dan kamu berhasilkan Al.. sampai disana mama dengar udah punya cewek di sana dan gak ada kabar selama dua tahun” ucap Tari


“Apaan yang berhasil ma.. malahan kak Aldo buat cewek itu hanya pelarian.. pulang kesini pertama kali langsung ungkapin lagi .. walau aku udah tau bukan kakak beradik tapi aku gak mau kasih tau ke kak Aldo .. “ ucap Putri


“karena posesifnya “ ucap Tari membuat semua orang langsung tertawa termasuk Putri tapi tidak dengan Aldo yang mukanya sudah di tekuk.


Malam semakin larut dan semua masing-masing masuk kamar. Di kamar, Diva dan Mita sudah berbaring di tempat tidur sedangkan Rissa dan Tya duduk di atas tempat tidur dan bersandar. Putri mengatur sofa untuk tempat tidur


“Walau Rissa nginap atau gak kita harus tidur gak berdempetan karena Tya lagi hamil jadi terserah tidur gimana yang jelas jangan berdempetan “ ucap Putri setelah selesai mengatur sofa untuk tempat tidur


“Emang selama nginap di Sini kalian semua tidur seranjang? Emang muat? “ tanya Rissa


Tya, Diva, Mita dan Putri mengangguk kepala


“Muat kok Ris..” ucap Diva


Handphone berbunyi dan mereka saling memandang satu sama lainnya karena bingung handphone siapa yang berbunyi


“Maaf handphone aku yang bunyi “ ucap Rissa


Rissa langsung tersenyum melihat siapa yang menelepon dengan Video call dan menggeser tombol hijau


“ Assalamualaikum” ucap Rissa


Mita, Diva dan Tya memandang Rissa sedangkan Putri ada di kamar mandi. Rissa hanya tersenyum melihat mereka memandang dia.


“Payang udah makan dan minum obat? “ tanya Rissa memandang handphonenya kembali yang ternyata meneleponnya papanya Galang dan melihat di belakang Galang Rissa tau ada di kamarnya


“Udah sayang.. sayang udah makan?” tanya Galang


Putri keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa yang sudah di jadikan tempat tidur lalu memandang Rissa Tya, Mita dan Diva


“Udah payang nich mau tidur” ucap Rissa Masih memandang handphonenya


“Payang kenapa ?”tanya Rissa panik karena melihat Galang menutup matanya dan mukanya mulai pucat


“Payang… “ panggil Rissa semakin khawatir Membuat Tya, Diva , Mita dan Putri memandangnya


Putri tau yang telpon itu papanya Rissa yang masih sakit sedangkan Tya, Diva dan Mita belum tau


“Payang .. “ teriak Rissa menangis


Rissa semakin hesteris melihat di handphonenya Galang pingsan. Mita dan Diva langsung bangun Mita langsung memeluk Rissa menenangkan Rissa dengan mengusap bahu Rissa begitu juga dengan Tya dan Putri duduk di depan Rissa. Diva mengambil air minum yang masih di kamar Putri karena Putri selalu menyediakan air di dalam kamarnya.


“Ada apa ?” tanya Putri


“Papa pingsan lagi Put.. “ ucap Rissa terbata-bata membuat Tya, Diva dan Mita bingung


“Kamu tenang dulu… “ucap Mita walaupun dia bingung


Rissa memandang mereka semua dan Diva memberikan minuman ke Rissa dan Rissa mengambil minuman yang Diva berikan lalu dia minum walaupun tidak habis dan memberikan lagi pada Diva


“Iya Riss .. kamu tenang dulu .. kalau kamu panik yang ada kamu gak bisa berfikir” ucap Putri


Rissa berusaha untuk tenang karena Putri benar


“apa ada orang yang menjaga papa kamu saat ini? “ tanya Putri membuat Tya, Diva dan Mita kaget dan memandang Putri heran


Putri yang melihat mereka kaget hanya menggeleng kepala karena bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan saat ini yang dia pikirkan menyelamatkan papa Rissa


“Ga ada … ada art tapi kalau malam mereka pulang ke rumah gak nginap di rumah papa.. suster pun gak ada” ucap Rissa


Rissa pun teringat Andi dan langsung menghubungi tanpa mematikan telpon dengan Galang dan hanya panggilan satu kali langsung di angkat


“ assalamualaikum non” ucap Andi


Memandang dengan heran


“Waailakumsalam bang…Abang di mana bisa kerumah papa pingsan lagi sekarang di kamar .. Abang lihat sendiri papa belum sadar “ ucap Rissa Yang melihat Andi kebingungan


“astaga ini non telpon sama tuan …. Baik non kebetulan saya gak pulang takut tuan kenapa-kenapa saya ke kamar tuan sekarang” ucap Andi


“Gak usah kasih mati telponnya bang” pinta Rissa


“Baik non “ ucap Andi


Di rumah Galang, Andi lalu beranjak ke kamar Galang dan Ketika sampai di depan kamar Galang tanpa mengetuk lagi Andi membuka pintu dan melihat Galang yang terbaring di atas tempat tidur Masi pingsan


"Astaga Tuan"