
“Bang, Bisa abang ceritakan dan terbuka buat ade semuanya tanpa di tutupi hingga ade harus di papa Rio” Ucap Putri
“Abang gak tau ceritanya hingga ade di titipkan hanya abang tau kejahatan Nenek Lily dan Tante Hana, Bunda mungkin tau pasti” Ucap Rava
Citra yang mendengar itu hanya bisa memandang Putri dan Rava secara bergantian dengan airmata sudah berembun.
Flasback On
Tujuh belas tahun lalu, Tiara yang sudah mengetahui dari Nathan jika Arya dan Adrian mantan suaminya akan di bunuh oleh Lily dan Hana mereka menjadi hati-hati dan selalu memantau mereka atas suruhan Nathan dengan mengirimkan orang untuk mengawasai gerak – gerik Lily dan Hana di rumah ADrian. Dan orang suruhannya bekerja sebagai sopir yang selalu membawa Adrian, dengan orang suruhan Nathan juga telah menemukan CCTV tentang perhiasan yang di culik oleh Hana sebelum Nathan di usir. Tommy orang suruhan Nathan yang bekerja sebagai sopir tak sengaja mendengar pembicaraan Lily dengan menyuruh orang membunuh Adrian dan Arya di telepon lalu merekam semua gerak – gerik Lily.
Untunglah Tommy tak mengantarkan Adrian ke kantor karena pagi tadi di jemput oleh sopir Arya karena akan bertemu klien di perusahaan yang di pimpin Arya jadi dia bisa memantau gerak – gerik Lily dan Hana dengan bebas.
“Ada tugas untukmu, singkirkan Adrian dan Anaknya Arya dan kamu akan mendapatkan imbalan. Itu bayaran mukanya sisanya jika pekerjaan kamu selesai” Ucap Lily dengan mentransfer uang ke rekening orang suruhannya dan mematikan telepon.
Setelah selesai Lily menelpon orang suruhannya, Lily memandang Hana dengan tersenyum liciknya.
“Kita berdua tinggal meminta papa dan kakak kamu Arya untuk ketemu klien di luar kota” Ucap Lily
“Gimana ma dengan Arya yang nanti pergi bersama Papa Adrian keluar kota kan Arya tidak tinggal dengan kita?” Ucap Hana
“Mama yang akan meminta papa Adrian untuk meminta Arya menemani papa Adrian keluar kota pasti papa Adrian mau” Ucap Lily
“Setelah Rencana berhasil kita singkirkan Citra dan kedua anak Arya dengan Citra” Ucap Lily lagi
Lily dan Hana saling memandang dan tersenyum senang atas apa yang mereka lakukan dan yakin akan berhasil. Lily dan Hana mendengar mobil masuk rumah dan mereka berdua keluar, Tommy yang melihat Lily dan Hana yang beranjak dari tempat duduk lalu pergi secara diam-diam tanpa diketahui oleh Lily dan Hana. Lily menyambut Adrian dengan tersenyum paksa sedangkan Hana kembali ke kamarnya.
Malamnya setelah selesai makan malam Lily menjalankan rencananya dengan meminta Adrian ditemani oleh Arya untuk bertemu klien besok sore di luar kota dan Adrian tanpa curiga meminta Arya menemaninya. Arya pun menyetujui saja dengan ajakan Adrian.
Tanpa sepengetahuan semua penghuni Lily merencanakan semuanya dengan membuat art sibuk begitu juga dengan Satpam tapi tidak dengan Tommy yang selalu waspada terhadap segala sesuatunya dan terbukti secara diam-diam Tommy pun merekam orang suruhan Lily yang mensebotase mobil Adrian yang nantinya besok pergi dengan membawa mobil tersebut. Setelah orang suruhan Lily melaksanakan tugasnya dengan baik, Tommy malah di pergoki oleh Hana yang kebetulan lewat tapi Hana tak melarangnya hanya Hana memberitahukan pada Lily saat Adrian masuk ke kamar
“Ma Pa Tommy merekam orang suruhan mama saat menyebotase mobil papa” Bisik Hana pada Lily membuat Lily kesal dan marah
Dan pagi hari dengan tanpa alasan yang jelas Lily memanggil Tommy dan memecatnya tanpa sepengetahuan Adrian tentunya. Dan Tommy dengan berat hati pergi meninggalkan rumah Adrian dengan membereskan semua pakaian dan pergi. Tetapi sebelumnya Tommy yang di dalam kamar menelpon Nathan
“Baik saya tunggu” Ucap Nathan
“Satu lagi Tuan sebentar Tuan Adrian dan Tuan Arya akan berpergian dengan mobil yang sudah menyebotase tapi saya belum memberitahukan pada Tuan Adrian dan Arya” Ucap Tommy
“Baik nanti saya akan kesana untuk memberitahukan mereka untuk tidak menggunakan mobil tersebut, makasih atas infonya “ Ucap Nathan
Setelah selesai memberitahukan info pada Nathan Tommy keluar dari rumah Adrian dengan mengendarai motor, di tengah jalan Tommy merasa ada yang mengikutinya lalu menyadari semua itu. Dengan saling kejar-kejar orang suruhan Lily dengan tiga mobil dan Tommy dengan motor tak bisa menghindar lagi ketika Tommy ditabrak. Tommy terhempas dari motornya dan terluka parah sedangkan mobil yang di tabrak langsung tancap gas pergi sedangkan mobil yang satu berhenti dan pura- pura menolong karena sudah banyak orang di sana yang melihat Tommy yang masih tergeletak. Salah satu orang suruhan Lily melihat handpone Tommy yang tergeletak tak jauh dari kerumunan orang pura-pura mengambilnya dan yang satu pura-pura melihat kondisi Tommy mengalihkan pandangan pada kerumunan orang
“Jangan melihatnya saja panggilkan ambulans” ucapnya tapi tak mau mendekati Tommy
“Sudah … ambulansnya sudah kesini “ ucap salah satu dari kerumunan orang
Dan ketika orang tersebut sudah mengambil handpone dia mengode temannya untuk pergi lalu mereka pergi dan tak peduli dengan keadaan Tommy apa sudah meninggal atau hidup karena mereka yakin Tommy dengan luka parah seperti itu pasti tidak akan bertahan.
Nathan yang mendapatkan kabar dari Tommy menjadi senang dengan bukti yang ada di tangannya dan akan memberi tahu pada Adrian dan Arya. Tapi Nathan yang masih menunggu Tommy menjadi tidak sabaran ketika di ruang tengah membuat Tiara dan Ryana yang melihatnya menjadi bingung.
“Kenapa kamu gelisah Nathan?” Tanya Tiara
“Mama Lily dan Hana telah merencanakan sesuatu pada Daddy sama Arya Mom, dan Nathan sedang menunggu laporan dari anak buah yang Nath tugaskan di rumah Dady dan kabarnya dia dipecat tanpa alasan yang pasti “ Ucap Nathan membuat Tiara dan Ryana kaget.
“kamu harus bertindak secepatnya sebelum terjadi sesuatu pada Adik kamu dan Daddy kamu” ucap Tiara dan di anggukin oleh Ryana
Nathan ke perusahaannya yang di bangun dari nol hingga sukses. Nathan masih menunggu kabar dari Tommy sampai sore belum datang akhirnya ke rumah Adrian. Ketika sampai di rumah Adrian sudah malam, Nathan langsung menanyakan Daddynya pada satpam dan satpam memberitahukan jika Adrian dan Arya sedang berangkat ke luar kota tapi tidak tahu ke mana karena tidak di sampaikan oleh Adrian bahkan Lily. Nathan menanyakan ke satpam jika mereka memakai mobil apa dan satpam menjawab tapi Nathan bingung mobil mana yang sudah di sebotase. Akhirnya Nathan menelpon Arya tapi nomor yang di tuju sudah tidak aktif lagi begitu juga Nathan menelpon Adrian Daddynya pun sama. Akhirnya Nathan pulang kembali ke rumah dengan wajah lelah dan dikagetkan dengan Mommy, Tiara yang sudah menangis yang dipeluk oleh Ryana
“Ada apa Sayang? Ada apa dengan Mommy?” Ucap Nathan
“Daddy dan Arya mengalami kecelakaan… Mobil masuk jurang … Daddy meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit sedangkan Arya tidak terselematkan karena mobil yang mereka tumpangi terbakar” Ucap Ryana terbata karena sudah menangis bersama Tiara
Nathan yang mendengar ucapan Ryana menjadi diam dan menyesal karena tidak bisa mencegah Adrian dan Arya yang memakai mobil yang sudah di sebotase, dengan matanya yang sudah merah menahan segala amarah dan kesedihan yang terjadi pada Daddynya dan Arya adiknya. Dia terlambat menyelamatkan mereka berdua.