Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Tujuh Puluh


“Masih sayang ?” Tanya Rangga


“Kak Rangga udah deh jangan bicara yang aneh-aneh nanti Mita dengar kita bbahas ini nanti Mita dengar bisa -bisa aku dan Mita bertengkar dan aku tak enak sama Mita”ucap Tya


Rangga yang mendengar Tya mengucapkan itu memandang dengan tatapan emosi


“Kamu masih cinta sama dia ?” tanya Rangga emosi


“Apa sich kak Rangga” ucap Tya lalu memegang tangan Rangga dan meletakkan di perut Tya


“Kalau aku masih cinta sama David gak mungkin ada dia di sini sayang” Rayu Tya


Rangga mendengar ucapan Tya dan panggilan Tya padanya membuat hati Rangga menjadi tenang dan merasa senang dengan panggilan Tya dan Rangga menahan senyuman.


“Sayang boleh Yach aku nginap di sini?” ucap Tya Rangga lalu memberikan pipinya dan menunjukan pada Tya untuk di cium, Tya yang melihat pipi Rangga di dekatnya langsung mendorong pelan mukanya


“Gak ada ya kak kalau dilihat yang lain malu tau” ucap Tya


Rangga lalu memandang ke sekeliling dan tak ada seorangpun di sekitar mereka


“Gak ada yang liat sayang” ucap Rangga tapi Tya hanya menggeleng kepala


Sedangkan David, Mita, Diva dan Putri yang mengantar David ke depan tapi dengan Mita, Putri dan Diva masih kebingungan karena tak biasanya Rangga tidak mengijinkan Tya menginap


“Put gue merasa aneh sama Kak Rangga yang tak biasanya larang Tya untuk nginap bersama kita” ucap Diva pada Putri yang sudahsampai dan berdiri di samping mobil David begitu juga Mita dan David yang mendengar ucapan Diva memandangnya


“Di, mungkin kak Rangga baru ketemu sama Tya makanya gak ijinkan Tya nginap apalagi sekarang Tya sedang mengandung” ucap Mita dan dianggukin oleh Putri dan David.


“Tapi kenapa tadi Rangga bilang nanti cinta bersemi kembali.. emangnya Tya sama siapa dulu?” ucap Diva


“Iya juga Yach.. “ ucap Putri bingung begitupun Mita sedangkan David menjadi gugup tapi dia bisa mengendalikan dirinya


“udah .. gue balik ya.. “ ucap David.


Dan Mita, Putri dan Mita hanya mengangguk kepala.


Ketika David masuk mobil dan meninggalkan mereka bertiga, mereka langsung masuk dan naik ke atas mengikuti Tya dan Rangga yang ada di atas.


Sampai di atas Putri, Diva dan Mita yang melihat Tya memeluk Rangga dan masih menolak muka Rangga menjadi lega dan mereka malah tersenyum menggoda


“woy.. Liat-liat tempat kalau bermesraan” teriak Mita yang membuat Putri dan Diva tertawa melihat Rangga yang terus meminta Tya untuk menciumnya


Sedangkan Tya yang malu tak mau memandang Putri, Mita dan Diva menyembunyikan mukanya di bahu Rangga membuat Putri, Diva dan Mita mendekati Tya dan Rangga, mereka pun tertawa melihat Tya yang malu.


“Gue ke kamar mandi dulu “ Pinta Putri pada Mita dan Diva dan masuk ke kamarnya


Sedangkan Tya dan Diva berjalan mendekati Tya dan Rangga


“Udah Jangan seperti itu Tya biasa aja kenapa “ ucap Mita menggoda Tya dan Rangga serta Diva memandang Tya dengan tersenyum.


Putri yang ingin melihat Rissa didalam kamarnya dengan alasan ingin ke kamar mandi karena khawatir pada Rissa yang tak keluar dari kamarnya menjadi takut terjadi apa-apa pada Rissa. Ketika membuka pintu, Rissa kaget dan secepatnya menghapus airmatanya di pipi dan Putri yang melihat Rissa yang sedang menelpon itu juga kaget kenapa Rissa menangis saat telpon. Putri hanya diam melihat Rissa yang masih menelpon


“Udah dulu ya bang.. Assalamualaikum” Ucap Rissa


“Iya.. Waailakumsalam “ ucap seseorang di handpone Rissa


Rissa lalu mematikan telponnya dan memandang Putri sedangkan Putri yang masih berdiri lalu mengunci pintu kamar dan berjalan mendekati Rissa


“Ada Apa ?” Tanya Putri


Rissa hanya memeluk PUtri dan menangis di pelukan putri hanya mengelus bahu Rissa


“Menangislah jika itu membuat kamu lega Ris… Tapi Kalau ada apa – apa cerita sama aku bahkan sama yang lain bisa kita siap mendengarnya” Ucap Putri


Putri masih mendengar suara tangis Rissa dan tak lama Rissa sudah tak menangis lagi dan melepaskan pelukan Putri


“Maaf .. “ Ucap Rissa


“ Maaf buat apa Ris? Kamu gak salah apa-apa jika kamu gak berbagi pada aku maupun Mita tak apa-apa” Ucap Putri


“Riss, berdoalah dan semoga papa kamu baik-baik saja .. “Ucap Putri hanya bisa menguatkan Rissa


Dan handpone Rissa berbunyi kembali dan Rissa melihat siapa yang memanggil dan Putri juga tak sengaja melihat siapa yang menelpon Rissa. Rissa yang melihat panggilan masuk di handponenya langsung senang tapi tidak dengan Putri merasa heran karena Putri berfikir yang telpon pacar Rissa karena di panggilan hanya bertuliskan Payang dan emoji love di belakangnya.


“ Angkatlah aku ke kamar mandi dulu “ Ucap Putri


Putri berdiri dan Rissa mengangkat telponnya


“Assalamualaikum “ Ucap Rissa


“ Waailakumsalam Sayang” ucap di seorang laki-laki di sebrang sana


Putri yang berjalan ke kamar mandi masih sempat mendengar suara dan memanggil Rissa dengan Sayang dan Putri yakin itu pacar Rissa. Putri lalu masuk kekamar mandi tanpa menghiraukan dan menggoda Rissa


“Payang baik-baik sajakan? Payang kenapa bisa pingsan? Payang apa yang sakit sekarang? ..” ucap Rissa dengan berbagai pertanyaan yang langsung di potong oleh payang panggilan kesayangan Rissa yang sebenarnya adalah Galang.


“ Kebiasaan kalau dengar payang pingsan atau sakit pasti begini “ ucap payang


“Aku takut payang sakit .. saat payang sakit Aku gak ada” ucap Rissa sendu


“udah tenang sayang… payang gak apa-apa. .. tadi bayangan samar masa lalu payang muncul lagi .. payang mencoba mencerna kembali bayangan itu tapi nyatanya itu membuat payang pusing dan langsung pingsan “ ucap payang


“Payang gak usah terlalu maksa payang nanti sakit payang tambah parah” ucap Rissa


“Iya sayang”. Ucap Payang


“Tapi payang mau tanya sayang di mana ini ? Ini bukan di kamar kos sayang?” tanya payang


Pertanyaan payang atau Galang bersamaan dengan Putri yang keluar dari kamar mandi.


“Ada di rumah teman payang … nginap lagi buat laporan untuk turun praktek di rumah sakit nantinya “ ucap Rissa


“Payang kira lagi di rumah pacar sayang” ucap Payang membuat Rissa mendengus kasar


“Payang apaan sich .. “ ucap Rissa


Rissa yang melihat Putri mau berjalan keluar dan kebetulan Putri memandang Rissa dan Rissa lalu mengode Putri untuk tidak keluar


“Payang udah dulu Yach nanti baru telpon lagi yang penting payang makan dan minum obat “ ucap Rissa


“Iya sayang” Ucap payang


“Assalamualaikum” ucap Rissa


“Waailakumsalam” ucap Payang


Rissa lalu menutup telponnya setelah mendengar balasan dari payang lalu memandang Putri


“Makasih Put” ucap Rissa


“ Makasih untuk?” tanya Putri heran


“Kamu benar kalau berdoa dan yakin kalau papa keadaan baik-baik saja” ucap Rissa


“Dari mana kamu tau kalau papa kamu baik-baik saja?” tanya Putri


“Yang tadi telpon Thu papa aku jadi aku tau kalau papa baik-baik saja’ ucap Rissa.


“ Yang tadi itu papa kamu .. “ ucap Putri ragu untuk meyakinkan Rissa hanya mengangguk


“Aku kira pacar kamu Ris, habisnya papa kamu panggil sayang dan kamu panggil yang lain aku kira itu cowo kamu” ucap Putri membuat Rissa tersenyum


“Iya itu papa aku panggilan kita gitu” ucap Rissa


“Aku keluar dulu .. terserah kamu mau ikut aku atau mau tidur gak apa-apa tapi kalau keluar cuci muka dulu biar yang lain gak tau kamu habis nangis “ ucap Putri dan Rissa hanya mengangguk kepalanya.