Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Lima Puluh


Di sekolah jam istirahat kedua, di kelas David melihat handponenya dan membaca pesan dari Rava membuat dia kaget dan marah membuat Putri, Tya dan Diva heran


“David, Lu kenapa ? Ada kabar dari Mita? ” Tanya Putri


David yang mendengar Putri menanyakan padanya lalu memandang Putri, Tya dan Diva lalu memberikan handponenya untuk Putri sedangkan Putri yang diberikan handphone oleh David membacakan pesan dari Rava membuat Putri diam


“Lu gak Usah khawatir gue ada di samping lu dan orang suruhan papa ada diluar juga yang menjaga kita“ Ucap David yang tidak ingin Putri takut, Diva dan Tya hanya memeluk Putri.


“Gue takut tapi gue juga takut Bunda di apartemen gak ada yang menjaganya “ ucap Putri


“Gak usah takut papa dan bang Rava tau apa yang terbaik buat lu sama bunda Citra” ucap David dan Putri hanya mengangguk kepala


Bel istirahat Pulang Putri,Tya, Diva dan David berjalan ke parkiran sekolah. Ternyata di sana udah ada Ardi, Rangga dan Aldo, Putri yang melihat Aldo sudah ada menjadi jengah dengan melihat muka Aldo yang tak bersahabat karena melihat Putri berjalan beriringan dengan David di depan Tya dan Diva. David berhenti dan berbalik memandang Tya dan Diva


“Singa udah bangun ternyata “ ucap David pelan tapi di dengar oleh Putri, Tya dan Diva


Putri yang mendengar itu memukul David dan mereka semua tertawa termasuk Putri


“Udah yuk dari pada ada yang menjadi amukan singa “ ucap David menggoda Putri membuat putri jengah mendengarnya


“Dan bentar lagi kita punya ponakan baru “ goda David memandang Putri lalu mengode mata untuk Tya membuat Putri hanya tersenyum yang membuat Tya malu dan memukul David tapi sebelum mengenal badan David, David sudah berjalan cepat membuat Diva dan Putri tertawa.


“Gak lucu … “ ucap Tya jengah melihat Putri dan Diva yang masih tertawa dan berjalan mengikuti David menuju Ardi dan lainnnya


“ Tya ada apa? Ada apa sampai kalian tertawa ? “ ucap Ardi


Ketika Tya, Putri dan Diva sampai di depan Ardi. Tya yang melihat Putri dan David yang mau bicara langsung memandang mereka berdua


“Gak ada apa-apa bang .. pulang yuk singa marah di rumah “ ucap David membuat Putri memandang David lalu menggeleng kepalanya. Putri yang melihat Rava kakaknya yang baru sampai langsung memandang Ardi dan David mengode mereka dan mereka berdua memandang kearah Rava.


“Assalamualaikum” ucap Rava


Rava kaget ada Aldo yang sudah ada begitupun Aldo kaget kedatangan Rava di sekolah


“Waailakumsalam” ucap mereka semua Bersamaan


“Rava, ada apa kamu ke sekolah ini ?” Tanya Aldo heran Rava yang mendengar itu hanya tersenyum lalu memandang Putri sedangkan Putri hanya menggeleng kepala untuk Rava mengode supaya Rava tidak memberitahukan pada Aldo.


“Jemput adik-adik akulah “ Ucap Rava


Ucapan Rava membuat Aldo kaget, begitu juga dengan Putri lalu memandang Rava dan David bergantian membuat Aldo memandang menjadi curiga.


“aku udah besar bang gak usah jemput bisa pulang sendiri” Ucap David membuat Rava tersenyum mendengarnya


David dan Ardi lalu beranjak mendekati Rava dan menyalaminya begitu juga dengan Putri, Putri lalu memeluk Rava. Aldo memandang Putri yang memeluk Rava bertambah curiga dan memandang Rava dengan heran tetapi Rava berpura-pura tidak melihatnya dan memasukan tangannya ke dalam saku celananya untuk mengambil jam untuk di kasih ke Putri


“Ga usah khawatir” Bisik Rava


“Ini dari Bang Rava kamu pake yach “ Ucap Rava Putri mengambil jam dari Rava dan mengangguk kepala


Aldo yang melihat Putri masih memeluk Rava langsung menarik Putri dari pelukan Rava sedangkan Putri kaget dengan ada yang menariknya lalu memandang tangan yang di tarik setelah tahu siapa yang menariknya langsung memandang Aldo dengan jengah sedangkan tangan yang satu masuih memegang jam pemberian Rava di sembunyikan dari Aldo tanpa Aldo tau.


“Ayo pulang “ Ucap Aldo lalu menarik Putri dan berjalan ke arah mobilnya


Putri lalu memandangke arah teman-temannya


“Gue duluan “ Pamit Putri sedangkan David hanya tersenyum memandang Aldo dan Putri


Setelah Aldo dan Putri pergi, Rangga, Ardi dan Rava hanya menggeleng kepala yang tak mengerti sikap posesif Aldo


“Yang masih tau saudaranya sudah begini apalagi jika tau mereka bukan saudara kandung posesif habis” Ucap David membuat mereka semua tertawa lalu mereka semua beranjak pulang.


Dalam Mobil, Aldo hanya diam dengan marah. Putri yang melihat itu hanya menahan tawanya yang melihat Aldo yang mukanya tak bersahabat. Putri yang tak mau Aldo marah padanya membuat dia akhirnya angkat tangan dan memegang sebelah tangan Aldo yang masih menyetir. Aldo memandang Putri sesaat lalu kembali fokus menyetir kembali. Sedangkan Putri melihat itu hanya bisa tersenyum


“Kak Aldo udah dong marahnya ..” rayu Putri tapi Aldo hanya diam dan tetap fokus menyetir


Putri lalu maju ke arah Aldo untuk kembali merayu Aldo yang masih marah


“Kak Al, Ade bahagia sekali jika kak Aldo cemburu kaya gini … jangan marah dan cemburu lagi biar ade bersama David dan Bang Rava tetap ade sayang dan cinta sama kakak “ Ucap Putri merayu Aldo kembali dan tersenyum memandang Aldo sedangkan Aldo memandang Putri yang tersenyum membuat Aldo membuang nafas


“Ade gak lucu ya .. kakak marah tapi ade malah tersenyum .. senang lihat kakak marah terus kaya gini .. kakak cemburu liat ade kaya tadi apalagi sama Rava yang baru ade kenal “ Ucap Aldo membuat Putri kembali tersenyum


“KAk Aldo salah jika kak Aldo katakan ade baru kenal bang Rava … udah ah marahnya “ Ucap Putri lalu mencium pipi Aldo dan duduk seperti semula


“Kak AL gak marah jika ade kaya gitu terus … “ Ucap Aldo


Aldo lalu memandang Putri begitu juga Putri memandang Aldo


“Ciumnya di sini bukan dipipi de” ucap Aldo sambil menunjukan bibirnya membuat Putri menggeleng cepat


“Gak ada di situ nanti aja jika kita sudah nikah “ Ucap Putri lalu memandang ke arah luar karena malu


Aldo yang mendengar Putri berbicara begitu lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu memegang tangan Putri dan Putri yang tangan di pegang Aldo lalu memandangnya


“Ade kan tau kita tak bisa nikah … “ Ucap Aldo


Putri hanya memandang Aldo lalu melepaskan tangan Aldo dan memandang Aldo dengan tersenyum


“ayo Kita pulang kak.. jangan berhenti di sini nanti ada polisi lewat kita di tangkap karena berhenti sembarangan … nanti saatnya kak Aldo tau … “ Ucap Putri dan Aldo yang mendengar itu hanya menghela napasnya dengan kasar dan melanjutkan kembali mobilnya untuk pulang ke rumah.