
Didalam kamar putri yang penasaran dengan Mita di tanya tentang kesehatannya dan selalu mengelak
“Mit dari tadi gue nanya dan jawaban lu selalu seperti, gue nanya sekali lagi lu yakin udah sembuh dan kenapa gak ada kabar hampir selama ini terakhir di rumah sakit… dan kamu kemana berobatnya? “ ucap Putri
“kita keluar biar gue jelaskan gak dua kali…” ucap Mita tapi di potong oleh Tya
“Gak ada nanti David lu jelaskan sendiri, jelaskan sama kita dulu” protes Tya
Mita dengan terpaksa menceritakan tentang kesehatan dan pengobatannya
“Gue yakin gue udah sembuh dan gue memang sengaja gak kasih kabar ke kalian semua karena gue mau fokus dengan penyembuhan gue atas permintaan sahabat gue “ ucap Mita Diva Langsung memeluk Mita
“ Makasih udah kembali untuk kita” ucap Diva dan Mita hanya bisa mengangguk kepala
“Trus selama berobat lu sekolah gimana kan bentar lagi ujian ?” Tanya Tya
“Gue minta homescooling dari sekolah tapi tak terlalu berat sich guru kasih tugas karena mereka tau gue berobat mungkin” Ucap Mita dan mereka hanya mengangguk dan bersyukur pada guru – guru di sini yang baik pada MIta.
“Mit, Di, Put, lu keluar temui dua cowok diluar … maaf gue mau tidur ngantuk “ ucap Tya
“Kalau Tya gak keluar gue juga gak mau keluar.. gue gak mau jadi obat nyamuk“ ucap Putri membuat Mita dan Diva mencubit putri berbarengan
“Gila kalian berdua … sakit tau… “ ucap Putri membuat Mita dan Diva tertawa
“Makanya jangan reseh .. lu gak mengganggu… ayo keluar “ ucap Mita menarik Putri karena Mita melihat Tya udah tidur entah dia pura-pura tidur atau tidak.
Malamnya ketika selesai makan malam dan Ardi serta David pulang, Putri, Mita, Diva dan Tya pamit pada orang tua Mita untuk masuk ke dalam kamar. Sesampainya di kamar Diva yang penasaran dengan Mita yang sudah sembuh menanyakannya karena masih penasaran dan masih ragu kalau Mita udah sembuh. Tya dan Diva duduk di sofa sedangkan Mita dan Putri duduk di atas tempat tidur.
“Mit, lu yakin udah sembuh ?” Tanya Diva dan dianggukin oleh Putri dan Tya
“Gue yakin seratus persen Diva, kalau gak percaya gue tunjukan surat keterangan rumah sakit yang menyatakan gue udah sembuh” ucap Mita lalu berdiri dan berjalan mengambil amplop dan memberikan pada Diva. Putri yang penasaran juga lalu beranjak menuju Diva dan Tya lalu melihat kertas yang ada dalam amplop rumah sakit. Dan mereka langsung memeluk Mita
“Gue kan udah janji gue akan sembuh lagian masih bisa diobati karena belum terlalu parah” ucap Mita
“Kenapa lu gak kabarin kita ?” tanya Putri
“ Betul Mita, kita kangen sama lu dan ingin tau kabar lu” ucap Tya
“ Gue tau, gue juga kangen kalian makanya gue fokus sama kesembuhan gue, dan gue minum obat tradisional juga supaya gue cepat sembuh dan hasilnya ya seperti kertas itu “ ucap Mita dan mereka lalu memeluk Mita. Mereka senang akhirnya Mita sembuh.
“Put, lu masih punya utang penjelasan sama gue tentang kenapa lu dulu masuk rumah sakit bersamaan dengan Kak Aldo?” Ucap Mita mengingat kembali Putri masuk rumah sakit dulu saat di culik.
Putri memandang Tya dan Diva yang hanya diam lalu memandang Mita yang memandangnya
“Lu gak mau cerita sama gue … Cuma gue yang belum tau?” Ucap Mita
“Ok gue cerita… Lu ingat ucapan papa Nathan waktu di rumah papa Nathan saat lu cemburu gue sama David tentang nenek Lily” Ucap Putri dan Mita memandang Putri sambil memikirkan nya lalu tak lama mengangguk
“Dia Nenek tiri lu kan?” Ucap Mita Putri mengangguk kepala
“Ya dia nenek tiri gue… saat itu gue ngejar Kak Aldo saat gue jujur tentang gue bukan adik kandungnya dan Kak Aldo marah tau saat gue, mama dan Papa merahasiakan dari kak Aldo.. Kak Aldo marah dan pergi dengan mobil dan gue kejar sama sopir gue.. saat itu juga gue di culik dan di bawa rumah kosong.. “ jelas Putri
“Lu di culik?” Tanya Mita memotongnya
“Ya gue di culik.. kak Aldo, Papa Nathan, David, Bang Ardy, Bang Rava..”
“Siapa Bang Rava?” Tanya Mita heran dengan nama itu
“Dia kakak kandung gue .. lelaki yang saat lu telpon dan duduk di samping gue itu bang Rava.. “ Ucap Putri Mita hanya mengangguk kepala
“Mereka yang meneyelamatkan gue saat penculikan itu .. saat gue bebas dari ikatan tali suara tembakan berbunyi dan gue kaget Kak Aldo sudah memeluk gue dan gue melihat darah dari tubuh kak Aldo… kak Aldo yang menyelamatkan gue dari tembakan itu dan tembakannya mengenai bahunya “ jelas Putri
“trus nenek sihir itu… “ Ucap Mita kesal putri yang melihat itu langsung tersenyum
“ Ya udah jangan mengingat lagi .. maaf udah ungkit kembali” Ucap Mita lalu memeluk Putri
“Berarti Kak Aldo bisa nikah sama lu dong” ucap Mita setelah melepaskan pelukan Putri dan Putri hanya mengangguk kepala
Putri mendengar pesan masuk dan membacanya menjadi kesal sendiri membuat Tya, Diva dan Mita memandangnya heran atas sikap Putri
“Kenapa?” Tanya Mita
“Kak Aldo minta gue pulang kalau ada David dan nginap di sini” Ucap Putri
“Cemburu akut thu kak Aldo “ UCap Diva
“kak Aldo sama gue selalu bertengkar gara-gara ada David dan gue udah katakan kalau David punya lu Mita tapi kak Aldo gak percaya itu makanya gue selalu kesal “ ucap Putri lalu memandang Mita
“karena lu terlalu dekat sama David” Ucap Tya
“Lu juga “ ucap Putri dan Mita bersamaan
“Diva juga” ucap Tya dan mereka langsung tertawa
“Karena gue yang meminta David menjaga kalian selagi gue gak ada” ucap Mita
“ Emang kita anak kecil yang harus di jaga Mita” ucap Putri dan Mita hanya tertawa.
Pagi harinya Putri kaget bangun dan melihat jam di dinding kamar Mita masih menunjukkan jam 3 lewat, putri yang merasa panggilan alam langsung bangun menuju kamar mandi sekalian mandi. Setelah selesai urusan di kamar mandi Putri keluar dari kamar mandi dan mendapatkan ketiga temannya masih tidur. Mita, Tya dan Diva masih tidur dan Putri hanya menggeleng kepala mereka ketika melihat jam. Waktu sholat subuh mereka bertiga masih tidur dan Putri lalu membangunkan mereka untuk bersiap sholat.
Tya, Mita dan Diva langsung mengambil air wudhu, mereka sepakat untuk sholat sendiri-sendiri. Putri setelah selesai sholat mendengar handponenya berbunyi dan segera melihat siapa yang menelpon di subuh seperti ini dan ternyata mamanya yang menelpon
“Assalamualaikum” Ucap Putri pelan karena tidak mau mengganggu teman-temannya yang masih sholat
“Waailakumsalam, ade udah bangun berarti udah sholat?”Tanya Mama Tari
“Baru selesai ma “ucapnya pelan
“pasti ada yang sholat sampai ade bicara pelan gini, ya udah mama hanya nelpon untuk mengingatkan aja “ Ucap Mama Tari
“ Iya ma … Assalamualaikum “ ucap Putri
“Waailakumsalam”
Putri lalu menutup telepon dan memandang Mita yang masih sholat sedangkan Diva dan Tya sudah selesai. Diva sedang menerima telpon entah dari siapa sedangkan Tya hanya bermain handponenya.
Pagi hari jam delapan lewat setelah Mita selesai sholat mereka melanjutkan tidur lagi setelah bercanda gurau bersama, dibangunkan oleh mamanya Mita mama Rita dengan mengetuk pintu dari luar. Putri yang mendengar ada yang mengetuk pintu membuka matanya lalu melihat ketiga temannya dan melihat Mita sudah membuka matanya lalu bangun ketika mendengar ketukan dan suara mamanya yang memanggilnya dari luar
“Mita…” panggil Mama Rita Mita
Mita membuka pintu dan melihat mamanya sudah ada di depan pintu
“Baru bangun sayang, gak sholat ?” Tanya Mama Rita
“Iya ma, habis sholat kita tidur lagi “ Ucap Mita
“Ya Udah bangunin teman – teman untuk sarapan dulu “ Ucap Mama Rita
“Iya Ma “ Ucap Mita dan mama Rita lalu meninggalkan mita dan mita masuk menutup pintu
“Mama Manggil untuk sarapan” Ucap Mita pada Mereka yang sudah bangun
Diva, Putri dan Tya hanya mengangguk, Tya lalu masuk ke kamar mandi sedangkan Diva mendengar handponenya berbunyi Mita dan Putri melihat Diva
“ Kak Ardi “ Ucap Diva mengerti ketika melihat Mita dan Putri memandangnya dan mereka berdua hanya tersenyum.