Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Delapan Puluh Enam


Pagi hari jam sepuluh, di kota Diva yang sudah siap dengan kebaya untuk siap – siap ke acara wisudanya. Ketika Diva berangkat bersama kedua orangtuanya dan adik – adiknya dan sampai di gedung wisuda sudah ada Ardy tunangannya dan Tya serta Rangga. Diva memandang Tya dan menanyakan teman- teman yang lain tapi jawaban Tya membuat Diva hanya diam karena tak bisa memaksakan Putri, Mita, Rissa dan David untuk datang.


“Putri pesan jika wisuda di mulai telpon Putri dengan Vidio call “ Ucap Tya Diva hanya mengangguk dengan tersenyum


“Iya gak apa- apa” Ucap Diva pasrah karena mengerti mereka sedang praktek


Diva lalu pamit pada kedua orangtuanya dan yang lainnya untuk duduk di kursinya dan Tya yang melihat Diva hanya menahan senyumannya dan memandang Ardy yang sudah menggeleng kepalanya sambil tersenyum karena mereka rencana semua ingin membuat kejutan buat Diva. Ketika Diva dan duduk di tempatnya, Ardy memandang Tya yang sedang menahan tawanya lalu menanyakan Putri dan Lainnya


“Putri dan lainnya sudah datang?” Tanya Ardy


“Belum.. Putri kirim pesan Masih di rumah Mita .. mereka berangkat dari sana” Ucap Tya


“Ya Udah kita masuk nanti kirim pesan kalau kita sudah masuk di dalam” Ucap Ardy dan di anggukin oleh Tya dan Tya mengirim pesan untuk Putri.


Kedua orang tua Diva kedua adiknya, Ardy dan Tya serta Rangga langsung mengambil tempat duduk.


Sedangkan di dalam mobil mereka menuju rumah Putri untuk mengantar Putri dan Rissa karena Putri minta Rissa nginap di rumahnya bukan di kontrakannya. Putri dan Ardy udah sepakat untuk membuat barbaque untuk merayakan wisudanya Diva karena Diva tak ingin merayakan acara wisudanya yang Diva mau hanya wisuda saja dan langsung pulang tak mau membuat acara.


Ketika sampai di rumah Putri, mereka semua turun termasuk dokter Ryan, Fara dan Arra. Putri masuk dan mempersilahkan dokter Ryan dan Fara lalu menanyakan art yang membuka pintu di mana Rio, Tari dan Citra


“Bapak dan Ibu Non lagi sarapan” Ucapnya


Putri lalu menuju ruang makan dan Tari melihat Putri langsung tersenyum


“Assalamualaikum”


“Waailakumsalam”


“Baru sampai de?” Tanya Tari dan di anggukin Putri dan menyalami Rio, Citra dan Tari


“Gak Sarapan ?” Tanya Rio


“Gak Pa .. ade langsung ke wisudanya Diva pa..” Ucap Putri


“Pa, Ma .. Bun.. Ada David dan yang lain di depan serta dokter Ryan “ UcapPutri lagi memberitahukan mereka


Rio, Tari dan Citra yang sudah selesai sarapan pun langsung menuju ruang tamu yang ada teman- temannya Putri dokter Ryan dan Fara di ikuti oleh putri yang memeluk pinggang Citra karena Rio berjalan bersama Tari


“Assalamualaikum” Ucap Rio


“Waailakumsalam” Ucap dokter Ryan, Fara dan lainnya bersamaanya tidak dengan Arra karena Arra yang masih ngantuk tidur di pangkuan Mita


“Kak kenalkan ini Papa, mama dan bunda aku “ Ucap Putri tanpa melepaskan pelukan di pinggang Citra


Dokter Ryan, Fara dan lainnya menyalami mereka


“Rio, ini istri aku Tari dan Citra bundanya Putri.. Maaf udah repot mengantarkan Putri dok..“ Ucap Rio memperkenalkan nama pada dokter Ryan


“Panggil Ryan saja Pak.. ini Fara istri saya dan ini anak saya Arra “ Ucap dokter Ryan dan dianggukin oleh Rio dokter Ryan juga sudah meminta Putri, David dan Rissa memanggil Kak Ryan sama seperti Mita dan mereka setuju dengan syarat jika di rumah sakit tetap memanggil dengan sebutan dokter.


“Jika begitu panggil papa sama mama saja .. “ Ucap Rio dan di anggukin oleh Tari


“Kenapa Kak Ryan? Bingung karena aku punya mama dan bunda...” Ucap Putri dan dianggukin oleh dokter Ryan dan Fara


“Aku sama dengan Arra ada dua bunda dan dua ayah.. Bunda Citra ibu kandung aku dan ini kedua orangtua yang membesarkan aku” Ucap Putri bangga karena mempunyai kedua orang tua yang menyanyangi dirinya.


“Ayah aku udah meninggal” Ucap Putri lagi


“Arra ? Siapa?” Tanya Tari yang memandang anak kecil yang di pangku Mita


“Anak aku ma... aku temukan saat sekolah s2 ketika pulang dari rumah sakit bersama Mita .. dan kami berdua mengangkat sebagai anak kami berdua .. “ Ucap dokter Ryan


Dokter Ryan pun menceritakan tentang Arra yang di temukan.


Dokter Ryan, Putri dan lainnya pamit untuk berangkat ke rumah Mita. Putri yang tak melihat Aldo dan Rava langsung menanyakan mereka Citra pun mengatakan kalau Rava dan Aldo sedang di luar kota sedangkan mentari di rumah orangtuanya. Dan mereka sebentar siang baru akan pulang karena Diva dan kangen juga pada Putri. Putri dan lainnya pun berangkat ke rumah Mita bersama – sama. Sesampainya Mita meminta dokter Ryan dan Fara tunggu di luar karena dia ingin memberikan kejutan buat kedua orangtuanya. Sesampainya di dalam papa dan mama Mita sedang duduk menantikan Mita yang sudah di beritahukan untuk pulang membawa kejutan dan meminta papanya jangan ke perusahaan dulu.


“Assalamualaikum” Ucap Mita, Putri, David dan Rissa serta Arra sengan cadelnya yang membuat mereka berempat tersenyum


Mereka masuk mengikuti Mita karena permintaan Mita yang menyuruh mereka masuk


“Waailakumsalam” Ucap mama Rita


Mereka langsung menyalami kedua orag tua Mita dan Arra menyalami lagi yang di minta dan ajarkan oleh Mita


“Ini Anak siapa Mita yang kamu bawa?” Tanya Michael papa Mita


“Anak aku ma... “ Ucap Mita membuat kedua orangtuanya memandang heran kalau anak Mita kenapa sudah besar


“Ma gak ingat siapa anak Mita?” Ucap Mita


Mama Rita memandang dengan heran dan langsung teringat akan bayi yang di temukan saat Mita sakit


“Apa ini Arra Mita? “ Ucap Mama Rita sendu karena sudah mengingatnya dan Papa Michael pun sama


“Iya Ma . “ Ucap Mita


Mama Rita langsung mengulurkan tangannya untuk meminta Arra untuk menggendongnya


“Ayo sini ke oma sayang” Ucap Mama Rita


Arra memandang Mita dan Mita hanya mengangguk kepala dan Arra mau di gendong sama Mama Rita. Mama Rita lalu menggendong Arra dan mencium pipi Arra dengan gemas dan menahan airmatanya begitu juga dengan papa Michael tanpa menggendong mencium kepala Arra.


“Dimana kakak kamu?” tanya Papa Michael sesudah mencium Arra


“Assalamualaikum” Ucap dokter Ryan yang tak sabar untuk menemui Mama Rita karena memandang dari ruang tamu karena menahan rasa rindu apalagi Arra sudah di gendong oleh Mama Rita


“Waailakumsalam” Ucap Papa Michael dan lainnya tapi tidak dengan Mama Rita


Mama Rita yang masih menggendong Arra memandang asal suara dan air matanya langsung menetes memandang dokter Ryan dan Fara.