Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Tujuh Puluh Tiga


Satu Minggu kemudian Rissa, Putri, Mita dan David udah siap-siap untuk berangkat ke desa. Walaupun di desa tapi desanya lumayan makmur. Putri kemarin pagi sebelum berangkat dia ke makam ayah Arya bersama Rava, Melati dan Citra.


Pagi hari jam tujuh lewat mereka berempat sudah berada di rumah Putri mereka sepakat berangkat dari rumah Putri. Tya, Diva, dan Rissa yang nginap semalam membuat Mita pun menginap setelah minta ijin dari orang tuanya. Sedangkan Tya nginap pun Karena permintaan Putri dan Tari yang membuat Rangga tak bisa membantah. Rangga dan Ardy udah sampai di rumah Putri untuk menjemput Tya dan Diva dan David udah datang mereka pun pamit setelah selesai sarapan. Nathan, Ryana dan Tyara tak datang karena mereka ada di luar kota karena salah satu perusahaan cabang di sabotase oleh Hana dan suaminya. Nathan dan Tyara ke sana untuk menyelesaikan masalah perusahaan dan Hana serta suaminya dan sebenarnya Rava pun sudah tau karena di beritahu oleh Nathan tapi meminta Rava untuk tetap diam dulu dan jangan memberi tahu kepada Putri dan lainnya.


Setelah sarapan Rio, Tari dan Citra serta Rava, Aldo dan Melati mengantar mereka ke mobil karena mereka berempat akan melewati jalan darat. Aldo yang melihat Putri yang hendak berangkat lalu menarik ke sampingnya dan berbisik.


“ingat jaga mata dan hati “ ucap Aldo Putri yang mendengar itu hanya memutar matanya jengah Karena sudah sekian kali Aldo mengucapkannya


“Iya sayang .. gak usah di ingatkan terus” bisik Aldo


Rava dan Melati melihat Aldo yang berjalan sambil merangkul hanya menggeleng kepala dan sebelum mereka berempat naik mobil Rava menjaili Aldo


“Ade nanti kalau pulang bawa cowok yang ingin nikah Ade nantinya “ ucap Rava dengan menahan senyum karena melihat wajah Aldo


“Beres bang.. “ ucap Putri tanpa melihat ke arah Aldo yang mukanya langsung di tekuk dengan jawaban Putri


“Papa setuju kalau gitu” ucap Rio mendukung Rava menjaili Aldo


“kalau gitu Putri gak usah berangkat “ ucap Aldo tegas membuat Putri memandang Aldo yang mukanya sudah di tekuk


“Aapan .. gak bisa ini aku mau turun praktek bukan pacaran kak “ ucap Putri Aldo mukanya masih di tekuk


“Sayang jailin aku lagi aku cium di bibir di depan semua orang mau” cbisik Aldo membuat Putri kaget dan langsung berlari ke Melati.


Putri tidak mau Aldo berbuat nekat padanya yang pada akhirnya dia yang malu karena di cium di depan semua orang.


“Ada apa ?” tanya Rava


Putri hanya menggeleng kepala dengan cepat


“aku baru liat Aldo posesifnya seperti ini pada Putri “ ucap Melati pelan pada Rava tapi masih di dengar oleh Putri


“ini belum seberapa mba .. belum bang David kalau dekat aku” ucap Putri pelan Membuat Rava, Melati dan Putri tertawa


“Udah nanti kesiangan berangkatnya dan malam baru nyampe” ucap Tari menyudahi pembicaraan karena seperti ini nanti mereka berempat lama berangkat


“Sampai di sana kabarin ke papa dan Bunda juga.. trus rencana nginap nanti di mana Mess atau kontrak Rumah? “ tanya Rio


“Yang aku dengar sich pa.. nanti tinggal di salah satu rumah warga di sana atas permintaan seseorang gak tau siapa “ ucap Putri


Mita dan David hanya diam karena benar yang di katakan Putri tapi tidak dengan Rissa hanya tersenyum mendengarnya tapi tidak ada yang melihatnya.


“Ya sudah ayo berangkat” ucap Rio


Dan Putri dan lainnya pamit


Mereka juga pamitan sama Diva, Tya, Rangga dan Ardi.


Mita dan Putri lalu memeluk Diva begitupun Tya secara bergantian Putri ingin menyalami Tya tapi Tya menepisnya


“Apa an si lu put” protes Tya


“Wajarlah gue salamin lu kan nikah sama Kaka gue” ucap Putri menahan tawanya melihat muka Tya


“Ga ada” ucap Tya tegas membuat Putri langsung tertawa


Rissa pun sama pamit pada Tya dan Diva begitu juga David dan Mita. Ketika David ke Tya untuk bersalaman Rangga menarik tangan Tya yang ingin berjabat tangan dengan David membuat Tya kaget dan memandang Rangga sedangkan yang Lain hanya memandang dengan tersenyum tapi tidak dengan Mita yang mulai curiga atas sikap David dan Rangga. Putri yang tau itupun hanya menggeleng kepala melihat sikap Rangga yang positif Tya terhadap David Putri lalu memandang Mita dan Putri kaget dengan muka Mita. Putri mulai curiga pada Mita yang curiga pada David dan Tya. Putri langsung mengambil jalan tengah dengan angkat suara


“Yuk berangkat..’” ucap Putri


Putri lalu menarik David dan memberikan kunci mobil untuk David menyetir. Mereka memang sengaja membawa mobil karena mereka akan berfikir pasti membutuhkan di sana. Ketika naik mobil dan di dalam mobil Putri melihat Diva di samping Tya berdiri di sebelah mobil samping Putri duduk di belakang bersama Rissa sedangkan Mita bersama David. Putri duduk di belakang Mita sedangkan Rissa duduk di belakang David


“Di, nanti kita ijin datang pas lu nikah” ucap Putri dan dianggukin oleh yang lain.


Memang Diva dan Ardy akan menikah satu bulan lagi setelah Diva wisuda.


“Wisuda kalian gak datang? “ Tanya Diva Putri hanya menggeleng kepala menahan tawanya ketika melihat raut wajah Diva.


“Kami pamit ya… Nanti di kabari kalau kami sudah sampai” ucap Putri


“ Assalamualaikum “ ucap Putri, Rissa dan Mita hampir berbarengan


“Waailakumsalam” jawab mereka semua yang mengantar Mereka berempat


“ Assalamualaikum Tya sayang” ucap David membuat Mita, Putri dan Rissa kaget mendengar ucapan salam David


David sengaja mengucapkan seperti itu tapi tidak memandang Tya tapi memandang Rangga karena kesal dengan posesifnya Rangga padanya dia bukan cemburu tapi dia ingin menjaili Rangga dan Rangga termakan dengan ucapan David dengan wajahnya yang sudah semakin tak bersahabat. Sedangkan Tya kaget dengan ucapan David dan menggeleng kepalanya karena tau David sengaja karena matanya memandang ke arah Rangga.


“Jangan bercanda Bang Daviddd” ucap Putri kesal karena tak sengaja melihat mata David ke arah Rangga.


Para orang tua hanya tertawa melihat canda mereka sedangkan Rangga langsung memeluk Tya.


“Sama seperti Aldo” ucap Rio melihat Tya di peluk Rangga


“Kenapa nama aku dibawa-bawa” ucap Aldo protes


“Udah jalan jangan bercanda terus” ucap Putri karena melihat raut wajah Mita yang sudah tak senyum lagi. Tya pun merasa tak enak melihat wajah Mita dan Tya mengode Putri dan Putri hanya mengangguk kepala tanda mengerti arti kode Tya dan Mereka pun berangkat.