
Dokter dan suster datang disaat Aldo sudah bangun dan memeriksa Aldo serta Putri. Putri sudah dinyatakan sembuh karena Putri hanya lelah dan kaget atas apa yang menimpa dia dan Aldo. Suster lalu membuka infus Putri.
“Nona Putri Bisa pulang dan tidak perlu khawatir lagi hanya butuh istirahat yang cukup… sedangkan Tuan Aldo kondisinya sudah baik dan masih tetap dirawat .. dan jangan banyak bergerak dulu karena bekas operasi masih retan untuk terbuka.. usahakan jangan banyak bergerak supaya luka cepat kering dan bisa pulang dalam dua atau tiga hari sisanya rawat jalan “ Ucap Dokter
“Baik dok kami akan jaga terus… Tapi kalau rawat jalan apa bisa di luar negeri karena Aldo anak saya kuliah di sana “ Ucap Rio
“Baik nanti saya buat Surat Rekomendasi untuk Tuan Aldo periksa dan Rawat jalan di sana nantinya” Ucap Dokter
“Makasih dok” Ucap Rio dan Tari bersamaan Dokter dan suster keluar.
“Ayo .. sekarang ade minum obat dan Aldo sarapan” Ucap Rio.
“Biar mama yang suapin … nanti ade biar Bunda Citra yang memberikan obat untuk ade” Ucap Tari lalu beranjak ke brankar Aldo sedangkan Citra memberikan obat untuk Putri.
Rio yang melihat Aldo yang selalu memandang Putri dan mukanya maish di tekuk menjadi tersenyum
“Kakak Kenapa perhatikan ade terus … ada apa?”Ucap Rio dan Tari pun memandang Aldo
“Udah habis pacarannya sama Rava “ Ucap Aldo pada Putri
Membuat Tari, Rio dan Citra hanya tersenyum sedangkan Putri memutar mata jengah melihat kecemburuan Aldo.
“Apa sich Kak… “ Ucap Putri kesal
“Udah Al.. kaka masih belum sembuh … Ma … Citra… kayaknya kita tinggalkan mereka berdua biar Putri yang menjelaskan .. tapi ingat jangan berbuat mesum ini rumah sakit” Ucap Rio menggoda keduanya
Tari hanya menggeleng kepala atas ucapan Rio sedangkan Putri hanya diam
“Kita juga tau tempat pa” Ucap Aldo
Rio, Tari dan Citra yang ingin keluar di kagetkan dengan pintu terbuka
“Assalamualaikum”Ucap Nathan dan Ryana
“Waailakumsalam” jawab mereka semua serempak
Nathan maju ke Rio untuk berjabat tangan begitu juga Ryana berjalan ke arah Citra dan Tari. Putri yang ingin bangkit dan turun di larang oleh Ryana dan Nathan karena mereka yang akan mendekati Putri.
“Gak usah turun .. gimana?” Tanya Ryana pada Putri
“Udah baikan ma… hari ini juga pulang .. Kak Aldo aja yang masih di rawat” Ucap Putri lalu memandang Aldo yang mukanya sudah di tekuk karena batal berduaan dengan Putri.
Putri yang melihat Aldo belum makan langsung turun dari pembaringan tapi di larang oleh Nathan
“Mau kemana de?” Tanya Nathan
“Mau duduk dekat Kak Aldo pa… Mau suapin dia .. Liat mukanya “ Bisik Putri pada Nathan yang masih berdiri di samping Putri. Nathan yang melihat Aldo mukanya masih di tekuk hanya menggeleng kepala
“Kenapa? Masih cemburu sama bang Rava?” Tanya Nathan pelan tapi masih di dengar oleh Ryana dan dianggukin oleh Putri. Ryana dan Putri langsung tertawa begitu juga dengan Ryana dan Nathan membuat Aldo mukanya semakin di tekuk karena dia tahu mereka berbicara tentang dia.
Putri berjalan mendekati Aldo dan mengambil makanan untuk menyuapi Aldo sedangkan Rio, Tari, Ryana, Nathan dan Citra duduk di sofa membiarkan Putri menyuapi Aldo.
“Makan sayang … cemburu dan marah perlu tenaga apalagi masih sakit … “ Ucap Putri pelan takut para orang tua yang asyik bercerita mendengar ucapannya Aldo hanya tersenyum mendengar ucapan Putri dan Putri menyuapi Aldo dan sendok di depan mulut Aldo
“Buka mulutnya … aaa” Ucap Putri dan Aldo hanya menuruti.
Para orang tua asyik bercerita dan Putri masih menyuapi Aldo, mereka mendengar pintu di buka dan mengucapkan salam yang ternyata seorang perempuan baya masuk dan di ikuti oleh Rava
“Waailakumsalam” ucap mereka serempak
Putri yang melihat pun bingung sedangkan Aldo langsung marah karena Rava datang lagi
“Ngapain kamu datang lagi?” ucap Aldo dengan suara dingin dan kedengaran kasar
Putri yang mendengar Aldo seperti itu lalu memegang tangan Aldo dan langsung menggeleng kepalanya membuat Aldo hanya diam.
Citra, Nathan dan Ryara menghampiri dan menyalami serta memanggil mommy untuk perempuan baya membuat Putri kaget ketika mendengar panggilan mereka.
“Mom … kapan datang? Datang gak ngomong sama Nathan biar Nathan bisa jemput “ ucap Nathan setelah menyalami Tyara
“Kejutan sayang… mom nelpon Rava dan meminta Rava menjemput tapi gak usah kasih tau ke kamu dan laninnya biar kasih kejutan“ ucap Tyara dan Nathan hanya pasrah sedangkan Ryana dan Citra hanya tersenyum
“Mana Anastasya?” tanya Tyara
Putri yang masih memandang mereka kaget karena namanya di sebut. Nathan lalu mengode Putri mendekat, Putri menurut dan memberikan piring makan untuk Tari yang sudah mendekati Putri
“Itu Oma Tyara ibu ayah Arya “ ucap Tari yang melihat Putri bingung
Putri hanya mengangguk kepala dan mendekati lalu menyalami Tyara sedangkan Tari melanjutkan suapan untuk Aldo yang belum selesai makan. Setalah Putri menyalami langsung Tyara memeluk Putri
“Anastasya Oma minta maaf udah serahkan kamu ke mama Tari” ucap Tyara sendu dan menangis
Putri lalu melepaskan pelukan dan menghapus air mata Tyara
“Udah Oma jangan ingat lagi… Putri maafkan kok jangan nangis lagi yach” ucap Putri
“Putri?” ucap Tyara heran
“Iya Oma… Panggil Putri saja Oma gak usah Anastasya nanti di panggil malah aku gak nengok..” ucap Putri tersenyum memandang Tyara dan dianggukin oleh Tyara
“Maaf Bu.. aku yang menambahkan nama Putri di depan nama pemberian ibu“ ucap Rio meminta maaf
“Gak apa-apa nak Rio.. makasih udah merawat dan membesarkan putri “ ucap Tyara
“Sama -sama Bu… “ ucap Rio
Putri meminta Tyara duduk karena masih lelah Dan Putri duduk di samping Tyara yang tak mau jauh dari Putri masih kangen dan Putri membiarkan dan meletakkan kepalanya ke bahu Tyara sambil tangannya memeluk Perut Tyara. Rava pun sama duduk di samping Putri, begitu juga dengan Nathan dan Ryana serta Citra yang duduk sendiri di sofa yang duduk hanya muat satu orang. Rio menemani Tari yang menyuapi Aldo.
Aldo yang melihat Rava duduk di samping Putri semakin panas hatinya tapi tak bisa berbuat apa-apa. Tari yang melihat muka Aldo tidak biasanya langsung bertanya pelan
“Kakak ada apa? mau perlu sesuatu? “ tanya Tari
“Gak apa-apa ma “ ucap Aldo
“Udah ma .. aku udah kenyang” ucap Aldo lagi
Tari lalu meletakan piringnya dan mengambil gelas minum dan memberikan pada Aldo.
“Rava sudah menceritakan semuanya tentang penculikan sampai Putri dan kakak angkatnya di rawat” ucap Tyara
“Gimana perkembangan kasusnya? Nenek lampir gak sakiti Putri yang berlebihan? “ Tanya Tyara putri hanya tersenyum mendengar Tyara menyembut nenek lampir.
“Maaf mom … kita gak bisa lanjut kasusnya karena Lily udah meninggal semalam … Dia bunuh diri dengan mengambil pistol dari polisi dan aku udah mastiin … pagi tadi polisi udah menguburkan jenazahnya karena Hana lagi di luar negeri“ Ucap Nathan yang membuat mereka kaget atas tindakan Lily.