Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Episode 12


Matahari sore menyinari sebuah Danau


Dengan pemandangan indah yang berpadu dengan suasana alam yang begitu memanjakan Mata dan menenangkan Jiwa serta Raga


Seorang Gadis kecil duduk di bawah sebuah Pohon yang ada di pinggiran Danau, Sendirian tanpa teman dan meringkuk dalam kesedihannya


Angin berhembus dengan lembur dan menerpa pepohonan yang ada di sekeliling Gadis kecil itu


Tak lama kemudian, Gadis kecil itu mulai meneteskan air matanya dan larut dalam kesedihan yang di alaminya


"Hey, Kenapa kamu menangis?"


Tiba tiba terdengar suara seseorang


Lantas Gadis Kecil itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara tersebut


Sesaat kemudian, Gadis kecil itu mendapati seorang Anak Laki Laki yang sekiranya seumuran dengannya


Anak laki laki itu berjalan perlahan mendekati Gadis kecil itu, "Apa kamu baik baik saja?" Ucap Anak laki laki itu


Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya lalu menyeka air matanya, "aku... aku tidak tau..." Ucap Gadis kecil itu


Melihat Gadis kecil itu yang larut dalam kesedihannya, Anak laki laki itu berlutut, Kemudian Anak laki laki itu menyeka air mata yang mengalir jatuh di kedua pipi Gadis kecil itu


"Jangan menangis, itu membuat dirimu wajah imutmu menghilang" Ucap anak laki laki itu


Gadis kecil itu menunjukkan sedikit senyuman di wajahnya sebelum akhirnya itu menghilang di telan oleh rasa kesedihannya kembali


Kemudian Gadis kecil itu menghapus air matanya lalu mencoba untuk berhenti menangis


Anak laki laki itu tersenyum, "Ngomong ngomong, siapa namamu?" Ucap anak laki laki itu


Gadis kecil itu mengambil beberapa waktu sebelum akhirnya dia mengucapkan namanya, "S-shiro... Shinatsu Shiro..." Ucap Gadis kecil itu


Gadis kecil itu bernama Shiro, dia adalah Gadis kecil yang imut dengan rambutnya yang berwarna silver dan bola matanya yang berwarna merah


Anak laki laki itu kembali tersenyum, "Shiro... Nama yang indah..." Ucap Anak laki laki itu


Shiro tersenyum setelah dirinya lepas dari kesedihannya, Kemudian Shiro menatap ke arah Anak laki laki itu, "Kamu... Namamu...?" Ucap Shiro


Anak laki laki itu tersenyum, "Aizumi Tanaka" Ucap Anak laki laki itu


Anak laki laki itu bernama Tanaka, seorang anak laki laki biasa yang tidak memiliki sesuatu yang special pada dirinya


"Tanaka?" Ucap Shiro


Tanaka mengangguk, "Benar..." Ucap Tanaka


Kemudian Shiro berdiri dan langsung menghampiri Tanaka, "Tanaka... Apa kamu mau menjadi kekasihku?" Ucap Shiro


Tanaka Terkejut dengan apa yang Shiro ucapkan, Kemudian Tanaka menghela nafasnya lalu tersenyum kepada Shiro, "Shiro, Ini adalah pertama kali nya kita bertemu, dan juga kita tidak bisa langsung menjadi sepasang kekasih karena kita belum saling mengenal, terlebih lagi, Kita berdua masih kecil" Ucap Tanaka


"Kalau begitu, ayo kita saling mengenal satu sama lain lalu menjadi sepasang Kekasih" Ucap Shiro yang terus menginginkan Tanaka untuk menjadi kekasihnya


Tanaka menghela nafasnya, "Shiro, semua itu membutuhkan waktu, dan kenapa kamu terus menerus menginginkanku untuk menjadi kekasihmu?" Ucap Tanaka


Saat itu juga, Air mata Shiro kembali mengalir dan jatuh melalui kedua belah pipinya, "Ayah dan ibuku... Mereka terus menginginkan aku untuk bertunangan dengan seseorang yang tidak aku sukai... maka dari itulah aku kabur dari rumah..." Ucap Shiro


Tanaka menghela nafasnya, "Shiro... Berapa umurmu?" Ucap Tanaka


Shiro menyeka air matanya, "8... 8 Tahun" Ucap Shiro


Kemudian Tanaka mengelus kepala Shiro dengan lembut, "Begini saja, Kita mulai dengan mengenal satu sama lain terlebih dahulu, tentang sesuatu setelah itu, kita bisa membicarakannya saat kita sudah cukup dekat" Ucap Tanaka


Shiro menghela nafasnya, "B-baiklah..." Ucap Shiro


Tanaka tersenyum, "Gadis Pintar..." Ucap Tanaka


Kemudian Tanaka dan Shiro duduk di bawah Pohon yang ada di dekat Danau


Dengan Pemandangan Senja yang indah di sertai dengan hembusan angin yang lembut, Shiro melepaskan kesedihannya dan memulai ceritanya dengan Tanaka


Tanaka dan Shiro saling bercerita tentang diri mereka masing masing, mulai dari Hobi, Kesukaan, Makanan dan Minuman Favorit, Cita Cita dan juga Keinginan mereka di masa depan


"Di masa depan, Aku ingin memiliki Banyak uang, Rumah yang besar dan juga aku ingin memiliki banyak pelayan" Ucap Tanaka


Shiro tersenyum, "Jika itu yang Tanaka inginkan, Aku bisa memberikan itu semua kepadamu" Ucap Shiro


Shiro cemberut, "Aku benar benar bisa memberikan itu semua kepadamu... Kamu pikir aku berbohong?" Ucap Shiro dengan wajahnya yang cemberut


Tanaka tersenyum, Kemudian Tanaka mengelus kepala Shiro dan menganggap bahwa ucapan Shiro itu hanyalah sebuah candaan belaka


Walaupun begitu, Baik Shiro maupun Tanaka, Mereka berdua sama sama bahagia karena bisa bertemu satu sama lain


Kemudian Shiro mengarahkan pandangannya ke arah Tanaka, "Tanaka... Apa kita bisa bertemu lagi?" Ucap Shiro


Tanaka tersenyum, "Tentu, Kenapa tidak?" Ucap Tanaka


Shiro tersenyum bahagia, "Benarkah? Apa kamu berjanji?" Ucap Shiro sembari menjulurkan Jari kelingking tangan kanannya ke arah Tanaka


Tanaka tersenyum, Lalu Tanaka mengikat Janji Kelingking dengan Shiro, "Aku berjanji" Ucap Tanaka


Shiro tersenyum bahagia, "Hari Minggu... Aku akan menemui mu di sini di hari Minggu..." Ucap Shiro


Tanaka membalas senyuman Shiro, "Baiklah... Aku akan menunggumu di sini" Ucap Tanaka


Tak lama kemudian, Matahari Sore akhirnya Redup ketika malam mulai datang menghampiri


Shiro tersenyum, "Berkat dirimu... Aku sudah merasa tenang sekarang, Terima Kasih Tanaka" Ucap Shiro


Tanaka membalas Senyuman Shiro, "Tidak perlu berterima kasih" Ucap Tanaka


Kemudian Shiro berdiri, "Aku harus pulang sekarang" Ucap Shiro


"Baiklah, Berhati hatilah di jalan" Ucap Tanaka


Shiro mengangguk, Kemudian Shiro berlari meninggalkan Tanaka


Sembari Berlari, Shiro menoleh ke arah Tanaka dengan melambaikan tangannya, "TANAKA... JANGAN LUPAKAN JANJI KITA... AKU AKAN DATANG MENEMUIMU..." Teriak Shiro


Tanaka hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan Shiro


Melihat Shiro yang telah pergi, Tanaka berdiri dan melihat ke arah Danau, "Sudah waktunya kembali" Ucap Tanaka


Kemudian Tanaka pergi meninggalkan tempat tersebut


Selang Waktu berlalu


Hari Minggu pun Tiba


Tanaka menunggu Shiro tepat dimana tempat mereka berdua pertama kali bertemu, Di sore hari dan di bawah pohon yang ada di pinggiran Danau


Waktu terus berlalu hingga malam datang menggantikan sang matahari, Namun Shiro tak kunjung muncul


Tanaka tetap menunggu Shiro datang hingga lewat tengah malam, Hingga Pada akhirnya, Shiro tidak pernah muncul sekalipun


Hari Hari Telah berlalu


Berminggu Minggu Telah Terlewati


Berbulan Bulan Telah Di Lalui


Hingga Bertahun Tahun Telah Di Jalani


Tanaka tetap setia menunggu Shiro, Di hari Minggu Sore, Di bawah pohon yang ada di pinggiran sungai tempat dimana dirinya bertemu dengan Shiro


Tanaka duduk di bawah pohon dan menunggu Kedatangan Shiro


Angin berhembus menerpa pepohonan dan menerbangkan dedaunannya, Pemandangan Sore Hari yang indah selalu memanjakan Mata


Tak lama setelahnya, Terdengar Suara langkah kaki yang mendekat ke arah tempat dimana Tanaka berada


"Tanaka...?"


...----------------...


Tanaka membuka matanya


Kemudian Tanaka bangkit dari tempat tidur dan melihat ke sekeliling kamarnya


"Shiro...?"