
Matahari sore menyinari sebuah Danau
Dengan pemandangan indah yang berpadu dengan suasana alam yang begitu memanjakan Mata dan menenangkan Jiwa serta Raga
Seorang Gadis kecil duduk di bawah sebuah Pohon yang ada di pinggiran Danau, Sendirian tanpa teman dan meringkuk dalam kesedihannya
Angin berhembus dengan lembur dan menerpa pepohonan yang ada di sekeliling Gadis kecil itu
Tak lama kemudian, Gadis kecil itu mulai meneteskan air matanya dan larut dalam kesedihan yang di alaminya
"Hey, Kenapa kamu menangis?"
Tiba tiba terdengar suara seseorang
Lantas Gadis Kecil itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara tersebut
Sesaat kemudian, Gadis kecil itu mendapati seorang Anak Laki Laki yang sekiranya seumuran dengannya
Anak laki laki itu berjalan perlahan mendekati Gadis kecil itu, "Apa kamu baik baik saja?" Ucap Anak laki laki itu
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya lalu menyeka air matanya, "aku... aku tidak tau..." Ucap Gadis kecil itu
Melihat Gadis kecil itu yang larut dalam kesedihannya, Anak laki laki itu berlutut, Kemudian Anak laki laki itu menyeka air mata yang mengalir jatuh di kedua pipi Gadis kecil itu
"Jangan menangis, itu membuat dirimu wajah imutmu menghilang" Ucap anak laki laki itu
Gadis kecil itu menunjukkan sedikit senyuman di wajahnya sebelum akhirnya itu menghilang di telan oleh rasa kesedihannya kembali
Kemudian Gadis kecil itu menghapus air matanya lalu mencoba untuk berhenti menangis
Anak laki laki itu tersenyum, "Ngomong ngomong, siapa namamu?" Ucap anak laki laki itu
Gadis kecil itu mengambil beberapa waktu sebelum akhirnya dia mengucapkan namanya, "S-shiro... Shinatsu Shiro..." Ucap Gadis kecil itu
Gadis kecil itu bernama Shiro, dia adalah Gadis kecil yang imut dengan rambutnya yang berwarna silver dan bola matanya yang berwarna merah
Anak laki laki itu kembali tersenyum, "Shiro... Nama yang indah..." Ucap Anak laki laki itu
Shiro tersenyum setelah dirinya lepas dari kesedihannya, Kemudian Shiro menatap ke arah Anak laki laki itu, "Kamu... Namamu...?" Ucap Shiro
Anak laki laki itu tersenyum, "Aizumi Tanaka" Ucap Anak laki laki itu
Anak laki laki itu bernama Tanaka, seorang anak laki laki biasa yang tidak memiliki sesuatu yang special pada dirinya
"Tanaka?" Ucap Shiro
Tanaka mengangguk, "Benar..." Ucap Tanaka
Kemudian Shiro berdiri dan langsung menghampiri Tanaka, "Tanaka... Apa kamu mau menjadi kekasihku?" Ucap Shiro
Tanaka Terkejut dengan apa yang Shiro ucapkan, Kemudian Tanaka menghela nafasnya lalu tersenyum kepada Shiro, "Shiro, Ini adalah pertama kali nya kita bertemu, dan juga kita tidak bisa langsung menjadi sepasang kekasih karena kita belum saling mengenal, terlebih lagi, Kita berdua masih kecil" Ucap Tanaka
"Kalau begitu, ayo kita saling mengenal satu sama lain lalu menjadi sepasang Kekasih" Ucap Shiro yang terus menginginkan Tanaka untuk menjadi kekasihnya
Tanaka menghela nafasnya, "Shiro, semua itu membutuhkan waktu, dan kenapa kamu terus menerus menginginkanku untuk menjadi kekasihmu?" Ucap Tanaka
Saat itu juga, Air mata Shiro kembali mengalir dan jatuh melalui kedua belah pipinya, "Ayah dan ibuku... Mereka terus menginginkan aku untuk bertunangan dengan seseorang yang tidak aku sukai... maka dari itulah aku kabur dari rumah..." Ucap Shiro
Tanaka menghela nafasnya, "Shiro... Berapa umurmu?" Ucap Tanaka
Shiro menyeka air matanya, "8... 8 Tahun" Ucap Shiro
Kemudian Tanaka mengelus kepala Shiro dengan lembut, "Begini saja, Kita mulai dengan mengenal satu sama lain terlebih dahulu, tentang sesuatu setelah itu, kita bisa membicarakannya saat kita sudah cukup dekat" Ucap Tanaka
Shiro menghela nafasnya, "B-baiklah..." Ucap Shiro
Tanaka tersenyum, "Gadis Pintar..." Ucap Tanaka
Kemudian Tanaka dan Shiro duduk di bawah Pohon yang ada di dekat Danau
Dengan Pemandangan Senja yang indah di sertai dengan hembusan angin yang lembut, Shiro melepaskan kesedihannya dan memulai ceritanya dengan Tanaka
Tanaka dan Shiro saling bercerita tentang diri mereka masing masing, mulai dari Hobi, Kesukaan, Makanan dan Minuman Favorit, Cita Cita dan juga Keinginan mereka di masa depan
"Di masa depan, Aku ingin memiliki Banyak uang, Rumah yang besar dan juga aku ingin memiliki banyak pelayan" Ucap Tanaka
Shiro tersenyum, "Jika itu yang Tanaka inginkan, Aku bisa memberikan itu semua kepadamu" Ucap Shiro
Shiro cemberut, "Aku benar benar bisa memberikan itu semua kepadamu... Kamu pikir aku berbohong?" Ucap Shiro dengan wajahnya yang cemberut
Tanaka tersenyum, Kemudian Tanaka mengelus kepala Shiro dan menganggap bahwa ucapan Shiro itu hanyalah sebuah candaan belaka
Walaupun begitu, Baik Shiro maupun Tanaka, Mereka berdua sama sama bahagia karena bisa bertemu satu sama lain
Kemudian Shiro mengarahkan pandangannya ke arah Tanaka, "Tanaka... Apa kita bisa bertemu lagi?" Ucap Shiro
Tanaka tersenyum, "Tentu, Kenapa tidak?" Ucap Tanaka
Shiro tersenyum bahagia, "Benarkah? Apa kamu berjanji?" Ucap Shiro sembari menjulurkan Jari kelingking tangan kanannya ke arah Tanaka
Tanaka tersenyum, Lalu Tanaka mengikat Janji Kelingking dengan Shiro, "Aku berjanji" Ucap Tanaka
Shiro tersenyum bahagia, "Hari Minggu... Aku akan menemui mu di sini di hari Minggu..." Ucap Shiro
Tanaka membalas senyuman Shiro, "Baiklah... Aku akan menunggumu di sini" Ucap Tanaka
Tak lama kemudian, Matahari Sore akhirnya Redup ketika malam mulai datang menghampiri
Shiro tersenyum, "Berkat dirimu... Aku sudah merasa tenang sekarang, Terima Kasih Tanaka" Ucap Shiro
Tanaka membalas Senyuman Shiro, "Tidak perlu berterima kasih" Ucap Tanaka
Kemudian Shiro berdiri, "Aku harus pulang sekarang" Ucap Shiro
"Baiklah, Berhati hatilah di jalan" Ucap Tanaka
Shiro mengangguk, Kemudian Shiro berlari meninggalkan Tanaka
Sembari Berlari, Shiro menoleh ke arah Tanaka dengan melambaikan tangannya, "TANAKA... JANGAN LUPAKAN JANJI KITA... AKU AKAN DATANG MENEMUIMU..." Teriak Shiro
Tanaka hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan Shiro
Melihat Shiro yang telah pergi, Tanaka berdiri dan melihat ke arah Danau, "Sudah waktunya kembali" Ucap Tanaka
Kemudian Tanaka pergi meninggalkan tempat tersebut
Selang Waktu berlalu
Hari Minggu pun Tiba
Tanaka menunggu Shiro tepat dimana tempat mereka berdua pertama kali bertemu, Di sore hari dan di bawah pohon yang ada di pinggiran Danau
Waktu terus berlalu hingga malam datang menggantikan sang matahari, Namun Shiro tak kunjung muncul
Tanaka tetap menunggu Shiro datang hingga lewat tengah malam, Hingga Pada akhirnya, Shiro tidak pernah muncul sekalipun
Hari Hari Telah berlalu
Berminggu Minggu Telah Terlewati
Berbulan Bulan Telah Di Lalui
Hingga Bertahun Tahun Telah Di Jalani
Tanaka tetap setia menunggu Shiro, Di hari Minggu Sore, Di bawah pohon yang ada di pinggiran sungai tempat dimana dirinya bertemu dengan Shiro
Tanaka duduk di bawah pohon dan menunggu Kedatangan Shiro
Angin berhembus menerpa pepohonan dan menerbangkan dedaunannya, Pemandangan Sore Hari yang indah selalu memanjakan Mata
Tak lama setelahnya, Terdengar Suara langkah kaki yang mendekat ke arah tempat dimana Tanaka berada
"Tanaka...?"
...----------------...
Tanaka membuka matanya
Kemudian Tanaka bangkit dari tempat tidur dan melihat ke sekeliling kamarnya
"Shiro...?"