
“Lu gak Punya hak melarang .. Gue kakaknya berhak membawa pulang Putri” Ucap Aldo dengan amarah dan sudah emosi dengan mengepalkan tangannya
Ardi dan Rangga yang melihat itu mendekati mereka lalu memisahkan mereka berdua takutnya mereka berkelahi diparkiran sekolah dan Imbasnya David yang kena masalah. Putri sudah takut Aldo memukul David karena emosi Aldo.
“Udah kita pulang “ Ucap Ardi
“David lu pulang jangan buat masalah lagi” Ucap Ardi lagi pada David
David memandang Ardi lalu mengangguk kepalanya dan mendekati Putri
“Gue duluan sayang “ Ucap David sengaja mengeras suaranya supaya Aldo mendengarnya dan mengedipkan matanya lalu tersenyum ke Putri membuat Putri hanya menggeleng kepala
“Gila lu gue hamper jantungan liat lu dan Kak Aldo kaya tadi “Ucap Putri pelan yang hanya didengar oleh Tya dan Diva membuat mereka berdua langsung tertawa
“Dia masih sayang sama lu, jadi gue rela dia jadi Adik Ipar gue” Ucap David pelan sekali tapi di dengar oleh Putri membuat Putri mencubit David
“Sana Pulang, Bang David” Ucap Putri pelan membuat David memandang dengan jengah sedangkan Diva dan Tya makin tertawa melihat David
“Gak Lucu kalian berdua” Ucap David pada Diva dan Tya
Diva dan Tya masih tertawa David, Putri lalu mengambil tangan David lalu menyalaminya. Aldo yang melihat itu semakin emosi dan ingin maju mendekati mereka tapi di cegah oleh Ardi dan Rangga
“David… “ panggil Ardi Membuat David memandang Ardi
Diva dan Tya yang sudah berhenti tertawa juga memandang Ardi. Ardi lalu mengode dengan matanya ke arah Aldo dan David pun mengerti
“Gue balik duluan “ Ucap David lalu meninggalkan mereka semua
Setelah David pergi Rangga lalu mendekati Tya membuat jantung berdetak kencang lalu menyalami Rangga
“Kapan kak Rangga dan Kak Aldo Pulang?” Tanya Tya pada Rangga
“Tadi Pagi… Jam sebelas langsung jemput kamu sayang" Ucap Rangga membuat Tya malu karena masih ada Teman-temannya
“eheeemmm…” Goda Putri lalu memandang ke arah Diva
Diva yang di pandang hanya tersenyum dan menggeleng kepala karena kelakuan Putri yang menjaili Tya. Tya lalu menyubit pinggang Putri karena kejailannya
“Ayo pulang …. “ Ucap Aldo menarik tangan Putri
“Gue balik duluan “ Ucap Putri lalu dianggukin oleh Tya dan David.
Putri lalu melepaskan tangan Aldo lalu mengambil tangan Rangga untuk menyalami begitupun Ardi Putri menyalami Ardi juga. Putri yang melakukan itu membuat Aldo hanya diam lalu berjalan ke arah mobil begitu juga Ardi dan Rangga mereka semua pulang.
Dalam Mobil Aldo yang masih marah membawa mobil dengan kecepatan tinggi membuat Putri ketakutan tai tidak ingin angkat bicara
“Lebih baik gue pura-pura tidur .. Biarlah sesuka kak Aldo dari pada bertambah marah dan ujungnya kita bertengkar” Ucap Putri dalam hati
Putri lalu menutup matanya supaya tidak melihat Aldo membawa mobil dengan kencang. Aldo yang melihat Putri tidur hanya diam. Aldo lau fokus dalam menyetir mobil. Sampai di depan rumah Aldo membangunkan Putri, Putri yang pura-pura tidur bangun dan langsung membuka pintu tapi dicegah oleh Aldo
“Sejak kapan ade pacaran sama David?” Tanya Aldo
Ucapan Aldo membuat Putri memandang Aldo dengan tatapan tak suka dan handpone Aldo berbunyi lalu Aldo melihat siapa yang menelponnya dan mengangkatnya tanpa mempedulikan Putri yang memandangnya
“Hallo..” Ucap Aldo
“…..”
“Aku sibuk ada yang aku kerjakan “ Ucap Aldo
Putri yang mendengar Aldo berbohong langsung menarik handponenya dari tangan Aldo membuat Aldo kaget. Aldo ingin mengambil tapi Putri memandangnya dengan marah membuat Aldo tidak jadi ambl handponenya. Putri lalu menekan tombol loadspeaker untuk dia bicar dan Aldo mendengar.
“Hallo “ Sapa Putri
“Ya Hallo.. Ini siapa ya?” Ucap di sebearang sana yang ternyata suara wanita membuat Putri diam dan memandang Aldo
“Maaf Kakak siapa? Dan siapanya Kak Aldo ?” Tanya Putri dengan lembut dengan menahan marahnya dan tentu dengan sakit di hatinya karena Putri yakin ini Pacar Aldo.
“Aku Tania .. Pacar Aldo .. Maaf kamu siapa ya?” Ucap Tania
“Buka pintunya “ Ucap Putri kasar dan marahnya sama Aldo
Sedangkan Aldo hanya pasrah lalu membuka kunci dan Putri mendengar itu langsung keluar dan membanting pintu mobil dengan kasar. Dan meninggalkan Aldo dalam mobilnya dan tak peduli lagi sama Aldo. Putri masuk rumah dengan marah dan melihat Tari yang duduk di ruang keluarga dia masuk dan menyapa serta menyalami Tari
“Ade ke kamar dulu ya ma” Ucap Putri
“Kak Aldo mana ? gak jemput ade?” Tanya Tari dan Putri hanya memandang Tari dengan m,embuang nafas kasarnya
“Jemput ma.. Masih di luar “ Ucap Putri
“Berantem lagi ? Kak Aldo baru datang sudah seperti ini” ucap Tari
Sedangka Aldo yang melihat Putri keluar lalu angkat bicara sama Tania
“Nanti aku telpon lagi … “ Ucap Aldo
“Itu siapa tadi Aldo kamu selingkuh?” Ucap Tania
“Jangan bicara sembarangan itu adik aku” Ucap Aldo
“Aku tunggu sekarang di restorant xxx dua jam dari sekarang” Ucap Tania lalu menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Aldo. Aldo lalu keluar dari mobil dan masuk dalam rumah yang masih ada Tari tapi Putri sudah berjalan masuk ke kamarnya. Aldo yang mendekati Tari langsung di pertanyakan oleh Tari
“Ada apa kalian berdua? Berantem lagi? Jauh kangen dekat berantem” Ucap Tari
Aldo hanya diam karena dia tau dia yang salah yang membuat Putri marah padanya.
“Kakak mama nanya loh, ada apa?“ Ucap Tari
“Kakak yang salah ma hingga ade marah gitu “ Ucap Aldo
“Ya udah biarkan ade dulu sendiri nanti baru bahas lagi “ Ucap Tari
Di dalam mobil Tya dan Rangga, ketika Rangga menjemput Tya pulang sekolah Rangga tak membawa Tya pulang ke rumah Tya maupun Rangga membuat Tya menjadi bingung
“Kak Rangga ini kan bukan jalan pulang ke rumahku maupun rumah kak Rangga,… kak Rangga mau bawa aku kemana?” ucap Tya
“Emang siapa yang katakan mau pulang ke rumah… “ ucap Rangga masih fokus menyetir.
Tya memandang Rangga menjadi bingung dan Tya menjadi bingung ketika mobil masuk ke gedung.
“Kak Rangga mau ngapain kita ke sini?” ucap Tya memandang Rangga
Yang di pandang hanya tersenyum lalu memandang Tya dan kembali fokus menyetir. Rangga lalu memarkirkan mobil dan keluar mobil lalu menuju pintu sebelah untuk membuka pintu bagi Tya. Tya hanya tersenyum memandang Rangga lalu keluar dari mobil dan Rangga menutup pintu mobil.
“Selama aku di sini kita tinggal di apartemen ya?” Ucap Rangga
Tya hanya mengangguk kepala lalu tersenyum memandang Rangga. Tya dan Rangga masuk ke dalam apartemen, Rangga memberitahu password Apartemen pada Tya.
“Kamar kita di atas .. “ Ucap Rangga membuat Tya kaget dan gugup lalu memandang Rangga
“Kita sekamar?” Ucap Tya gugup karena dia berfikir jika tinggal di apartemen maka dia dan Rangga akan tidur terpisah agar orangtua mereka tak curiga dengan pernikahan mereka
“Ya kita sekamar sayang… Jangan berfikir kita tinggal di sini kita pisah kamar .. Gak ada itu “ Ucap Rangga
“Nanti ada art yang nanti masak dan membersihkan apartemen tiap pagi sampai siang jika kita tinggal di sini” Ucap Rangga Tya hanya mengangguk kepalanya
“Kita kekamar .. tapi aku minta sayang tutup mata ya ada kejutan untuk mu sayang“ Ucap Rangga membuat Tya malu.
Rangga lalu menutup mata Tya dan mereka menuju kamar dan sesampainya di KAmar mereka Rangga meminta Tya membuka matanya dan Tya kaget dengan desain Kamar mereka serta kelopak bunga mawar di atas tempat tidur. Tya memandang Rangga dengan heran
“Hari ini anggap kita baru nikah sayang … “ Ucap Rangga
“Jika sayang siap aku boleh minta hak ku” Ucap Rangga berbisik di telinga Tya membuat Tya malu dan mencubit perut Rangga.
“Kak Rangga mesum… “ Ucap Tya dan berjalan cepat kekamar mandi